
Disekolahan,Sofia turun bersama Vero.
Gadis itu terlihat ceria meski kebingungan dengan mobil polisi mengikuti mereka dari tadi meski para aparat tersebut sedikit jauh.
" Kamu sekolah yg bener ya sayang " kata Vero mengusap kepala anaknya.
" Iya Pa " jawab Sofia tersenyum.
" Peluk Papa dong " Pinta Vero manja.
Sofia melihat kiri kanan dan menghambur memeluk Vero.
" Ihh kamu perhatiin siapa ?" tanya Vero gemas.
" Aku malu Pa nanti diolokin teman2 aku " jawab Sofia.
" malu ?" ulang Vero kaget.
" Iya kan aku udah gadis,masa iya masih manja sama Papanya " jawab Sofia terkekeh.
Vero terdiam,lelaki itu pikir Sofia malu karna keadaannya sekarang.
" Ya gak papa,artinya kamu sayang sama Papa " Balas Vero lembut.
Sofia merenggangkan pelukan mereka dan menatap Vero.
" Mata Papa kenapa merah ?" tanya Sofia memperhatikan lelaki tersebut.
" Ha " Kata Vero kaget.
" Papa kena debu ya ? Kok merah gini ?" tanya Sofia lagi seraya mengusap manik Vero.
Deg...
Hati lelaki itu terenyuh,ia pun tak sadar bahwa expresinya menjelaskan segala isi hati lelaki itu saat ini.
" Kamu baik2 ya Nak,jangan nakal harus nurut sama Ma.." Ucap Vero menggantung.
" Ma siapa Pa ?" tanya Sofia mengernyit.
" Duh aku harus jelaskan status Hani bagaimana ya ? Sofia berhak tau kalo Hani itu ibu tirinya " Batin Vero bimbang.
" Pa " Panggil Sofia lagi.
Vero menatap gadis itu dengan serius hingga tepukan dipundak membuat Vero berbalik badan.
" Waktu mu sudah habis " Ucap seorang lelaki dengan jaket hitam.
" iya " Jawab Vero mengangguk.
Lelaki itu mencari seseorang dan memanggilnya.
Pria dengan baju hitam legam pun mendekat.
" Jaga Sofia,apapun yg terjadi kalian harus tetap bersamanya " Ucap Vero tegas.
" Bagaimana dengan Nyonya ?" tanya bodyguard David tersebut.
" Biarkan saja,kalian cukup memantau dari jauh " jawab Vero.
" Siap Pak,akan kami laksanakan " Balas Bodyguard mengerti.
" Apa Mama sudah ketemu ?" tanya Vero lagi teringat ibunya.
" Belum Tuan,masih dalam pencarian tapi anda tenang saja kami sudah mengumpulkan banyak informasi "
__ADS_1
" Baiklah,lakukan yg terbaik " Balas Vero tersenyum kecil.
Bodyguard undur diri dan melirik aparat yg terlihat sangat ketat ingin membawa Vero.
Sofia diam mendengar percakapan orang dewasa didepannya.
" Ya sudah kamu masuk gih " Kata Vero kepada Sofia
" Nanti Papa jemput aku ya " kata Sofia bergelayutan manja.
Deg...
Vero langsung terdiam mendengar permintaan sang putri.
" Nanti Mam...eh maksudnya Tante Hani yg jemput " Kata vero hampir kecoplosan.
" Papa sibuk ya ?" tanya Sofia mengkrucut.
Vero mengangguk kecil.
" Nanti Papa pulang sayang,kamu harus sabar menunggu ya " kata Vero lembut.
Sofia mengangguk kecil,tak lama bunyi bel terdengar.
Gadis kecil itu berlari masuk bersama anak yg lain.
Vero menatap punggung putrinya dengan nanar,sungguh remuk hati pria itu saat ini karna harus terpaksa meninggalkan Sofia dengan waktu yg mungkin akan lama.
Vero pun berbalik badan,saat akan berjalan tiba2 segerombolN ibu2 menatap dirinya membuat Vero terdiam.
" Bukannya itu anaknya Pak David ya yg masuk penjara itu ?" Ucap salah satu ibu memperhatikan Vero
" Iya,Cucu Pak David itu kan sekolah disini sama anak kita " Jawab Ibu satu lagi.
" Iya,kasihan ya Sofia,emak bapaknya masuk penjara padahal Kakekny orang ternama loh " Sahut ibu lain.
Jedderr....
Bagai disambar gledek,Vero langsung terbelalak mendengar ucapan jahat tersebut.
" Sudah tidak usah didengar " kata Aparat menahan tangan Vero yg ingin melangkah.
" Mereka menghina anak ku !" kata Vero emosi.
" Sudahlah,anggap aja angin lalu omongan ibu2 itu " kata Aparat membujuk.
Dada Vero naik turun,sungguh telinganya terasa begitu panas mendengar gibahan para ibu2 murid tersebut.
" Sofia tidak akan seperti aku maupun Yuna,gadis itu pasti melakukan yg terbaik " kata Vero tegas.
Aparat mengangguk,Vero pun dibawa menaiki mobilnya yg dikawal mobil polisi.
Vero memang meminta waktu kepada aparat untuk mengantar Sofia sekolah dengan mobilnya karna Vero tidak akan terima gadis itu naik mobil polisi dengan alasan apapun.
Mereka pun langsung pergi dari lokasi.
Ditempat lain,seorang wanita terdiam dikamar menatap kamar tersebut.
Terlihat ranjang masih berantakan bekas ditiduri seseorang.
Hani menatap nanar,,Hatinya sakit melihat sang suami kini harus pergi.
" Maafin aku Vero hiks hiks " Ucap Hani dengan segala penyesalan yg ada.
Sejak Vero pergi tadi,mood Hani langsung berubah,gadis itu menyalahkan dirinya sendiri dengan kasus Vero saat ini apalagi melihat Sofia yg sangat2 butuh figur seorang ayah.
__ADS_1
" Apa yg harus aku lakukan ?" Gumam Hani sedih
Gadis itu diam mencari akal bagaimana Vero bisa lepas meski kenyataannya Vero sudah menerima hukuman.
" Apa aku harus jujur kepada Sofia ?" Gumam Hani pelan.
" Bagaimana kalau nanti gadis itu tak terima ? Apa yg harus aku lakukan ? " Ucap Hani bingung sendiri.
Perasaan Hani begitu kacau,ia ingin bilang kepada Sofia bahwa ia ibu sambung tapi Hani terlalu takut dengan penolakan karna situasi memang kurang mendukung.
Asik melamun,tiba2 suara bel terdengar.
Gadis itu melonjak kaget dan berlari keluar.
Hani membuka pintu rumah dan melihat Denis berdiri diambang pintu.
" Mana Vero ?" tanya Denis tanpa basa basi.
" Mereka sudah membawanya pergi " Jawab Hani menunduk takut.
" Astaga " Gusar Denis meremas rambutnya.
" Maaf Pak " Kata Hani merasa bersalah.
" Gak usah panggil Pak " kata Denis menegur.
" Baiklah kalau Vero sudah pergi,kamu jaga diri baik2 " Kata Denis pamit.
" Pak,Om " Panggil Hani menahan.
" Iya " Jawab Denis menoleh lagi.
" Vero memberikan kartu ini,apa aku boleh menggunakannnya maksud ku untuk em keperluan rumah " Kata Hani tak enak hati.
Denis melihat sejenak,beberapa kartu debit dan kartu rahasia Vero berada ditangan gadis itu,Adik Cila tersebut cukup terkejut karna Vero berani menyerahkan setengah hartanya kepada sang istri.
" Kau sudah menjadi bagian dalam hidupnya,gunakan seperlu saja " Kata Denis tenang.
" Em maksud ku mungkin ini terlalu banyak dan aku takut salah menggunakannya " kata Hani menunduk.
" Vero yg menyerahkan itu kepada mu,jadi kau berhak menerimanya,dan ya satu lagi,tolong rawat Sofia dengan baik ya,penuhi segala kebutuhannya dan juga sekolahnya " Pinta Denis.
Hani diam melihat lelaki itu.
" Sofia berarti untuk kami apalagi Vero,jadi kau harus menjaganya dengan baik " kata Denis tersenyum.
" Iya Om " kata Hani tersenyum kecil.
Denis pun pamit,lelaki itu sedikit cepat berjalan menuju mobilnya.
Hani menghela nafas panjang,hampir seluruh keluarga Vero begitu memintanya untuk menjaga Sofia dengan baik bahkan expresi Denis tadi sedikit membuatnya aneh.
" Ah itu biasa Han,Sofia itu cucu orang kaya makanya minta aku segitunya jaga keturunan mereka " Gumam Hani postif thingking.
Gadis itu pun masuk kedalam rumah dan menguncinya dari dalam.
Dari jarak yg cukup jauh,seseorang mengintai gadis itu dengan wajah murkanya.
" Semua gara2 perempuan sialan itu " Gumam Nial melihat Hani dengan wajah membunuh.
" Maaf Non,sepertinya kita tidak boleh berlama disini,satpamny akan menegur " Ucap supir taxi kepada Nial.
" Jalan !" kata Nial geram.
Supir itu mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya keluar dari area perumahan mewah tersebut.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like Coment ya.