
David dan Cila berencana akan pergi ke penjara untuk menjenguk Vero disana.
Kali ini mereka akan membawa Sofia juga karna tak ingin kejadian kemarin terulang lagi.
Cila akan jujur kepada cucunya tersebut mengenai kondisi Vero saat ini dan beberapa tahun yg akan mendatang.
Suara berisik terdengar didapur,Cila yg baru ingin mandi mengernyit merasa ada yg aneh dipagi buta.
" kenapa balik lagi Yank ?" tanya David selesai solat subuh.
" Ada suara Yank " Jawab Cila.
" Suara apa ?" Tanya David.
" Gak tau,ada suara kresek2 didapur tapi aku gak berani masuk " Jawab Cila ngeri.
" Hani mungkin apa nggak Sofia " Kata David tenang sambil mengambil hapenya.
" Ini baru jam 4 pagi Yank,mana mungkin Sofia,Hani juga pasti masih tidur " kata Cila yakin.
" Ya siapa tau dia udah bangun Yank " Kata David tenang.
" Ayo temenin aku kesana,aku mau mandi mau berberes " Kata Cila manja.
" Ck biasanya juga kamu berani sendiri Yank " kata David heran.
" ck kali ini gak berani Yank,ayo buruan " kata Cila menarik lengan lelaki itu.
David menghela nafas,mau tak mau pria itu pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.
Cila berjalan duluan dengan langkah kaki yg sangat pelan.
" Itu Yank,masih ada suaranya " kata Cila menunjuk..
David mencoba mendengar dan benar saja ada suara berisik didalam dapur.
" Apa aku bilang,duhh aku merinding nih " kata Cila takut.
David mendekat perlahan,pria itu mencoba mengintip siapa yg berisik didapur istrinya.
Perlahan tabir dibuka,David melihat kiri kanan dan tak mendapati siapa2.
" Gimana Yank ?" Tanya Cila.
" Gak ada orang Yank " jawab David.
" hah " Kata Cila syok.
David mengintip lagi dan...Jreeengg....
" Aaaaaaaaa....." pekik David meloncat kaget diikuti Cila yg juga berteriak kaget.
" Ck Kakek ngapain ?" Tanya gadis kecil didepannya sambil memegang sapu.
" Siapa Yank ?" tanya Cila heboh.
David mengusap dadanya yg berdebar kencang.
" Kamu kenapa kayak gini ?" tanya David pucat.
Cila menyingkap tabir dan terbelalak melihat sang cucu mengenakan mukena putih tapi kepalanya tak ikut tertutup.
" Aku lagi nyapu rumah " Jawab Sofia tenang.
" Nyapu ?" ulang Cila syok.
" Iya,kotor banget Nek,kaki aku sampe hitam nih " Jawab Sofia memamerkan telapak kakinya yg memang terlihat kedal..
" Kenapa kostumnya gini,untung Kakek gak jantungan " Kata David gemas.
__ADS_1
" Hehe tadi habis solat sama Tante eh Umi " Jawab Sofia terkekeh.
" Solat subuh ?" tanya Cila.
" Iya,tapi mukenanya kebesaran punya Umi, jadi ya udah aku keluarin aja sekalian " Jawab Sofia terkekeh..
" Kenapa dipake,lepasin aja " Kata Cila heran.
" Dingin Nek,mukenanya adem jadi aku suka " Balas Sofia.
" Ya kamu suka,kita yg hampir mati jantungan karna mukena itu " Cibir Cila.
Sofia cengengesan melihat wajah kesal sang Nneek.
" Terus suara berisik tadi apa ?" tanya Cila lagi.
" Gak ada,aku gak berisik " Jawab Sofia..
" Tadi berisik,kamu ngapain aja didapur ?" tanya Cila mencoba tenang.
" Aku nyusun piring,kasihan Umi udah lelah nyuci semalam " Jawab Sofia sedih..
David dan Cila saling melihat,pasangan itu seperti tak percaya dengan apa yg ia lihat dan dengar saat ini..
" Hehe terus aku takut nanti kalo gak rajin,diaduin Umi sama Papa " Sambung Sofia terkekeh.
" Ohhhh jadi karna itu kamu kesambet rajin ?" tanya Cila berkacak pinggang.
" Hehe iya Nek,tapi jangan bilang Umi ya " Kata Sofia berharap.
" Hadeeh " kata David menggeleng pelan.
Lelaki itu balik lagi kekamarnya dengan gumaman pelan.
" Iyaa,jadi ini udah sampe mana ?" tanya Cila.
" Baru mulai Nek hehe " Jawab Sofia.
" Balik lagi gak ?" tanya Cila.
" Hehe balik tidur aja sama Umi " Jawab Sofia sambil berlari.
" Bocah semprulll !" Hujat Cila.
Sofia tertawa renyah sambil memanggil Hani yg ia pikir masih tidur dikamar..
Cila dengan terpaksa melanjutkan lagi pekerjaan tak selesai cucu tersayangnya tersebut.
" Mereka mulai akrab " Gumam Cila terkekeh geli.
Cila merasa senang dengan sikap Sofia berapa hari ini.
" Ada juga faedah dia kabur dari rumah wkwk " Gumam Cila geli sendiri.
Sejak Sofia kabur kemarin dan mendapat hukuman serta ancaman mematikan,gadis itu mulai mudah diatur meski masih banyak protes.
Cila ingin mendekatkan Hani dan Sofia layaknya ibu dan anak,karna selama menikah Sofia terlihat masih merasa asing dengan Hani apalagi panggilan Tante yg membuat Cila sakit telinga mendengarnya.
Matahari mulai terbit,Hani dan Sofia keluar dari kamar dengan wajah fresh.
Sofia juga sudah berdandan cantik seolah akan bertemu seorang yg special dalam hidupnya.
" kamu mau ke penjara apa kondangan,rapi amat ?" Tanya Cila terkekeh.
" Cantik ya Nek bajunya ?? Aku sama Umi yg beli " Jawab Sofia semangat.
Cila melihat Hani,wanita itu menunduk merasa tak enak hati.
" Beli dimana ? Ada beli buat Nenek ?" tanya Cila menggoda.
__ADS_1
" Gak ada Nek,cuma punya aku sama Umi aja,Umi juga cuma beli Bh sama Cd baru " Jawab Sofia polos.
" ehhh " pekik Hani panik seketika.
" Beli baru ? Bagus gak ?" tanya Cila memancing.
" Mama " Rengek Hani.
" Bagus,ada pitanya hehe " jawab Sofia terkekeh.
Blusj....
Wajah Hani merah seketika,Cila tertawa melihat expresi Hani yg menahan malu.
" Sudah siap ?" tanya David mendekat.
" Udah Yank,ayo berangkat " Jawab Cila.
" Oh hadiah untuk Papa " kata Sofia teringat.
Gadis itu berlari masuk kekamar Vero mengambil sesuatu.
" Dia beli barang ?" tanya Cila.
" Iya Ma,pake uang jajannya " jawab Hani.
" Sejak kapan Sofia nabung ?" tanya Cila mengernyit.
" Gak tau,tapi udah terkumpul 68 ribu Ma,hehe tapi aku tambahin buat dia mau kasih papanya " Jawab Hani jujur.
" Hm kalo segitu,artinya dia baru nabungnya Han " Kata Cila menebak.
" Iya Ma " jawab Hani.
Ntah dari mana dan siapa Sofia bisa mendapat pencerahan sebanyak itu,bahkan Cila tak menyangka cucunya yg boros bisa berhemat.
Tak lama Sofia datang lagi dengan paperbag sedang.
" Ayo " ajak Sofia semangat.
Semua orang mengangguk dan keluar dari rumah.
Dipenjara,terlihat seorang lelaki sedang olahrga bersama temannya.
Karna lapas perempuan dan laki2 tak jauh,Vero dan Yuna sering bertemu.
Yuna diam memperhatikan Vero yg terlihat serius.
" Itu suami mu kan ?" Tanya seorang wanita menegur Yuna.
" dulu " Jawab Yuna.
" Kalian hebat bisa sama2 disini " Balas wanita bernama Pinda tersebut.
" Ya,aku membùat kesalahan kepadanya dan dia membuat kesalahan demi mantannya " Jawab Yuna terkekeh.
" Wah2 bearti dia masih menyukai mantannya itu " Balas Pinda.
Yuna diam tak menjawab.
" Kita tidak seharusnya disini,ayo pergi sebelum sipir tau " Ajak Pinda menarik tangan Yuna.
Yuna mengangguk dan melihat Vero dengan wajah yg sulit dimengerti.
Setelah Yuna pergi,Vero melepàs beban yg ia angkat dari tadi.
Lelaki itu melihat punggung Yuna yg berjalan makin jauh.
Tak ada yg tau apa isi kepala kedua mantan suami istri tersebut.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.