Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mempir


__ADS_3

Menjelang malam,Satria masih dirumah Romi.


Pria itu terlihat ketiduran diruang tamu setelah asik lelah bermain dengan anak Salsa yg paling kecil.


Suci dan Neneknya belum juga pulang,keduany masih dirumah Reno ntah melakukan apa.


Romi pulang kerumah,lelaki itu melangkah masuk dan terkejut melihat seorang pria dan putrinya tidur bersampingan.


" Loh " Ucap Romi kaget.


Lelaki bule itu terlihat memberikan tangannya sebagai bantal untuk Byanca tidur nyaman sedangkan disebelah lengan satunya lagi ada bayi kecil berusia 6 bulan tertidur dengan pulas.


" Mereka seperti keluarga bahagia " Ucap Romi terkekeh geli.


Lelaki itu berjalan hati2 melewati ketiganya.


" Mana warga rumah ini " Gumam Romi heran.


Tak ada Salsa dan Alexi disana,biasa selalu ada Salsa dirumah.


" Ayah " Panggil Seseorang membuat langkah Romi berhenti.


Lelaki tua itu menoleh dan berbalik badan.


" Ayah kapan pulang ?" tanya Byanca dengan suara seraknya.


" Barusan " jawab Romi tenang.


" Ayah,aku ketiduran jagain Mika " Kata Byanca memberitahu.


" Iya sayang,kakak kamu mana ?" tanya Romi.


" Kak Salsa sama Kak Alexi pergi Yah " Jawab Byanca mengusap rambutnya.


" ini kenapa Satria disini ? Bukannya tadi Bara minta anterin kerumahnya ?" tanya Romi menunjuk Satria yg masih tidur telentang.


" Hehe iya Yah tapi mampir kesini dulu bawain rantang ibu " Jawab Byanca cengengesan.


" Jangan diapa2in ya " Kata Romi ngeri.


" Ih Ayah emang aku apaan " kata Byanca mengkrucut.


Romi terkekeh geli,lelaki itu kembali berjalan meninggalkan putrinya yg sudah memasang wajah masam.


" eungghhh...." Lenguh Satria memiringkan badan.


Pria itu terlihat mendekap gadis kecil disampingnya dengan hangat.


Mika pun merasa nyaman dan tak terganggu sama sekali.


Senyum Byanca terbit,gadis itu baru tersadar mereka semua ketiduran.


Hati2 Byanca bangkit dari duduknya dan berjalan mengendap ke kamar.


Suasana mulai gelap,gadis itu harus mandi segera sebelum Ibunya pulang.


Satria masih tertidur,lelaki itu terlihat begitu nyaman dan tak terusik hingga suara cempreng terdengar dari luar.


" Assalamualaikum " Sapa seorang gadis dengan gaya abstrak nya.


Hening....


Tak ada jawaban.


" Mereka pada kemana Nek ?" tanya Suci melihat Yuni.


" masuk aja dulu,ini berat " Jawab Yuni gemas melihat Suci menghalangi jalannya..


" Oh iya " jawab Suci terkekeh dan memberi jalan.


Yuni masuk dengan cepat membawa beberapa bungkusan yg ntah apa isinya.


Suci ikut masuk,gadis itu berlari kearah rumah tamu dan berhenti mendadak.


" itu siapa ?" Gumam Suci syok melihat seorang lelaki asing mendekap sang adik.


Gadis itu mendekat dan mengintip.


" Loh ini kan abang yg inggris tadi " Ucap Suci mengingat..


Gadis itu menunduk dan memperhatikan wajahnya Satria.

__ADS_1


" Bener ini orangnya,tapi kenapa Abang ini bisa disini ?" tanya Suci bingung..


Gadis itu duduk disamping adik kecilnya seraya memperhatikan wajah Satria.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka,keluarlah Byanca dengan baju yg cukup rapi dan sopan.


" Sh syuuttt " Kata Byanca memberi kode.


Suci menoleh dan melihat adik Papanya tersebut mendekat.


" Jangan berisik " kata Byanca begitu lirih.


" Kenapa Abang ini bisa disini Cu ?" tanya Suci polos.


Engghhhh....


Lenguh Satria kembali terdengar membuat kedua gadis beda usia itu diam sejenak.


" Oh my God " ucap Satria kaget melihat Suci menatapnya.


" aduhh si Abang bikin jantungan " kata Suci tak kalah kaget.


Satria langsung bangun dan duduk mengusap wajahnya.


" Hidupin lampunya Byan " Tegur Yuni melewati mereka.


" Iya Bu " jawab Byanca langsung menyetek lampu.


Semuanya terlihat jelas,wajah sembab Satria membuat Suci melongo.


" Sudah malam ?" tanya Satria sedikit panik.


" Hampir " Jawab Byanca.


" Aku must go home " ucap Satria bangun.


Enghh....


Lenguh bayi kecil disamping lelaki itu hingga maniknya terbuka.


Gadis kecil itu tersenyum dan ingin bangun.


" Kakak gak bisa gendong kamu,nanti kita jatuh " kata Suci menolak.


Mika mengkrucut dan kembali merebahkan badannya dikasur tipis tersebut.


" Ayo antar aku pulang " Pinta Satria.


" Habis magrib aja ya " Kata Byanca hati2.


Satria diam,jam memang sudah hampir menunjukkan puku 6 sore.


" Disini aja Bang,aku gak nakal kok " kata Suci tersenyum malu.


" gaak nakal,gatel iya " Celetuk Byanca.


" Ih syirik " Cibir Suci.


Byanca membuang muka seperti geli melihat keponakannya sendiri.


" Okey " Jawab Satria setuju.


" Satt " panggil Romi mendekat.


" Yes Om " Jawab Satria berdiri.


" Wah2 sudah gede kamu ya " kata Romi menepuk bahu lelaki itu.


Satria mengangguk malu.


" Gimana Papa dan Mommy kamu ? Semua aman ?" Tanya Romi.


" Aman Om,but Mommy will be here " Jawab Satria.


Romi mengangguk paham dan melirik cucu absurdnya melongo.


" ngerti gak ?" tanya Romi terkekeh.


" Gak Kek,tapi sepertinya aku harus belajar bahasa inggris " Jawab Suci yakin.

__ADS_1


" Heleh,mau bahasa inggris,bahasa indo aja kamu remedial " Cibir Byanca.


" Ck itu soalnya susah Cu " Silak Suci.


" Alesan " Balas Byanca.


Suci mengkrucut kesal,gadis itu pun meninggalkan Romi dan Byanca yg diam menatapnya.


" Om saya pamit " Ucap Satria sopan.


" Ehh gak makan malam dulu ?" tanya Romi.


" Tidak terima kasih,saya makan dirumah Eyang saja " Jawab Satria.


" Hm ya udah,kamu pulangnya pake apa ?" tanya Romi.


" Tadi sama aku Yah " Jawab Byanca.


" Ya udah kalo gitu kamu antar lagi " Balas Romi santai.


" Ehh " Pekik Byanca kaget.


" Mau suruh Ayah yg anter ?" Tanya Romi bersedekap dada.


" Hehe gak usah,biar aku aja " Jawab Byanca terkekeh.


" Tapi nanti,habis solat magrib " Lanjut Romi.


" Iya Yah " Balas Byanca paham.


Romi pun berlalu meninggalkan mereka berdua.


" Oh iya,kamu agamanya apa ?" tanya Byanca kepada Satria.


" Hah ?" ulang Satria.


" Em religion ?" Ulang Byanca.


" Kristen " Jawab Satria.


" Kok kristen sih,kenapa gak islam aja biar samaan ??" Tanya Byanca polos.


Satria kaget tapi detik berikutnya pria itu tertawa pelan menunjukkan lesung pipinya yg dalam.


" From Daddy " Ucap Satria tenang.


" Ibu kamu ?" tanya Byanca penasaran.


" Sama " Jawab Satria lagi.


" Terus gimana ceritanya kamu sama Om Bara deket ?" tanya Byanca lugu.


Satria menggeleng pelan.


" I dont know bagaimana semuanya bermula " Jawab Satria.


" Masa kamu gak tau ?" tanya Byanca ragu.


" saya serius " Balas Satria.


Memang kedua anak manusia itu tak tau apa yg sudah terjadi dimasa lalu.


Orang tua mereka juga tak bercerita banyak karna itu bukanlah hal yg penting.


" Apa dulunya Om Reno juga kristen ya,terus nikah sama Bunda jadi muallaf ?" Gumam Byanca menerka.


Otak remajanya bekerja keras mencari celah bagaimana Bara mengenal keluarga Satria.


" Sudah azan " Tegur Satria..


" iya aku solat dulu,kamu duduk aja disini " Kata Byanca paham.


Satria mengangguk,pria itu duduk disofa dengan tenang seraya mengeluarkan hapenya.


Byanca berjalan menjauh memasuki kamar.


" Apa gadis itu tidak lelah bertanya terus ? Mulutnya sangat berisik " Gumam Satria menggeleng pelan.


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like Coment ya

__ADS_1


__ADS_2