Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ketahuan


__ADS_3

Ditempat lain,seorang pria termenung didalam ayunan.


Suasana malam terasa dingin menusuk tulang ditambah suara hujan yg seolah bernyanyi riang dikegelapan.


Vero terlihat berayun disana dengan sebatang rokoknya.


Semua orang sudah tidur,hanya Vero yg belum karna matanya tak bisa terpejam.


Sebenarnya lelaki itu sangat lelah,tapi isi kepalanya sangat ramai membuat ia tak bisa tertidur lelap.


Hari ini cukup menguras emosi dan tenaga.


" Huh sebenarnya apa yg aku cari ?" Gumam Vero heran.


Ia merasa hidupnya tak berjalan lancar,lelaki itu selalu merasa ada yg kurang.


Ia tak tau kemana harus mencari kebahagiaan.


" Apa aku sudah membuat kesalahan besar ?" Gumam pria menginjak kepala 3 tersebut.


Hatinya tak tenang,tadi Vero sempat bertemu Reka dan sempat mengobrol juga.


Sekilas Vero sangat ingat saat Reka menyebut nama seorang gadis yg sering kali menjadi perdebatan dikeluarga,siapa lagi kalau bukan Hani.


Flashback On.


Saat makan siang,Vero berjumpa dengan Reka yg ternyata makan ditempat yg sama dengan karyawan lain.


Awalnya kedua pria itu tak bertegur sapa karna Reka tau sttus mereka berbeda.


Reka pun bukan tipe pria yg mudah akrab,mereka sama2 diam hingga Vero yg menegur duluan.


Keduanya pun duduk bersama saling berhadapan.


" Kamu masih berteman dengan Hani ?" Tanya Vero tanpa basa basi.


" Ada apa ?" tanya Reka tenang.


" Apa dia masih diluar kota ?" tanya Vero.


" Saya rasa tidak ada kewajiban untuk menjawab semua itu " Jawab Reka tenang.


" Ya kau benar,aku memang tidak berhak lagi tau " Kata Vero mengakui.


Reka tersenyum miring mendengar ucapan lelaki yg sudah menyakiti sahabatnya tersebut.


" Tapi Rek.." Ucap Vero menggantung.


" Dia menjadi masalah dikeluarga ku " Ucap Vero menghela nafas.


" Kenapa begitu ?" tanya Reka mengernyit.


" Orang tua ku sangat menyukainya hingga istri ku sekarang seperti tak diakui " Jawab Vero jujur.


" Aku rasa masalahnya bukan di Hani,tapi kau dan istri mu !" Kata Reka mulai tersulut.


" Aku tidak menyalahkan Hani tentang itu,dia memang gadis yg baik " kata Vero menghela nafas.


" Jika kau tau dia baik,bearti tak ada masalah lagi " kata Reka santai.


Vero diam melihat lelaki dengan kemeja putih itu.


Reka kini terlihat begitu tampan,bahkan pria yg Vero kenal berteman dekat dengan mantan kekasihnya itu menjadi primadona cewek2 diperusahaan Justin..

__ADS_1


" Apa kalian ada hubungan lebih ?" tanya Vero pelan.


" Hah hahaha " Reka langsung tertawa mendengar pertanyaan konyol ipar bosnya tersebut.


" Kau cemburu apa gimana ?" tanya Reka terkekeh.


" Tidak,aku hanya bertanya " Jawab Vero.


" Aku rasa sekarang Hani sangat menyesal karna pernah begitu tergila2 dengan lelaki bodoh seperti mu !" Kata Reka tajam.


Deg...


Manik Vero melotot mendengar ucapan Reka.


" Karna ini diluar pekerjaan,kita bisa bicara santai bukan ?" tanya Reka hati2.


" Hm,aku tidak dendam " kata Vero tenang.


Reka mengangguk,lelaki itu membenarkan posisinya duduk didepan Vero.


" Kau tau apa yg Hani alami setelah kau dengan tega mematahkan hatinya yg rapuh itu ?" tanya Reka serius.


" Aku tau aku salah " kata Vero mengakui.


" Dia begitu berterima kasih kepada mu karna telah merubah hidupnya yg tadinya miris menjadi manis,tapi sekarang dengan kau mmebuangnya begitu saja kau pikir trauma masa lalu itu akan hilang ?" Tanya Reka menahan emosi.


Vero diam,ia tak tau harus menjawab apa saat ini.


" Aku sebagai pria merasa sangat malu dengan tindakan mu itu,kau mengangkatnya dengan tinggi lalu menghempaskannya lagi tanpa perasaan,dan kau tau rasanya dibuang oleh orang yg ia anggap malaikat ?" tanya Reka lagi.


" Hani tidak setegar yg kamu lihat Ver,maaf jika aku mengatakan semua ini tanpa memandang siapa kamu " Kata Reka menghela nafas.


" Tak apa memang itu nyatanya " Balas Vero.


" Sekarang kau sudah bahagia dengan istri mu dan sebentar lagi juga kau akan menjadi seorang Ayah,jadi aku harap kau akan baik2 saja dengan semua itu " kata Reka tersenyum.


" Aku ingin menemui Hani " kata Reka serius.


" Untuk apa ?" tanya Reka terkejut.


" Ntah lah,hanya ingin melihatnya saja " jawab Vero tanpa ragu.


Reka terkekeh pelan,sungguh ia tak habis pikir dengan jalan hidup yg Vero tempuh selama ini.


" Jangan pernah muncul dihadapan Hani lagi,dan dia pun begitu tak mau melihat mu lagi " Kata Reka tajam.


Deg...


Bagai sebilah pisau yg menusuk dada,rasa sesak Vero rasakan.


Ia sampai detik ini tak tau dengan perasaan sejatinya,Vero kadang melupakan Hani tapi saat rasa rindu itu hadir,ia tak bisa membendungnya.


Hani begitu membekas dihati lelaki tersebut.


" Waktu kita habis,aku harus bersikap baik dan sopan didepan mu " kata Reka bangun dari duduknya.


Vero menghela nafas panjang,lelaki itu mengangguk pelan.


" Saya permisi Pak,selamat siang " Ucap Reka menunduk sopan dan berlalu dari sana.


Vero memejamkan matanya sejenak mengenang percakapan yg barusan terjadi.


Flashback Off..

__ADS_1


Helaan nafas panjang Vero hembuskan.


Sudah 3 batang rokok ia habiskan sambil melamun.


Pikirannya sangat kalut,disisi lain,Vero teringat akan Yuna yg sedang hamil menunggu kelahiran sang anak,tapi disisi lain lelaki itu belum bisa berdamai dengan hatinya sendiri.


" Huh Haniiiiiiii " Ucap Vero geram.


" Apa aku harus menemuinya ?" Gumam Vero bingung.


" Tapi untuk apa ? dia bukan siapa2 ku dan aku harus menjaga hati Yuna " Gumam Vero mengurungkan niat.


" Tapi kenapa akhir2 ini aku merindukannya,aakhhhh sial !" Umpat Vero emosi.


Lama terdiam diteras akhirnya lelaki itu masuk kedalam rumah dan menemui sang istri yg sudah terlelap diranjang.


Kebesokan paginya,Hani dan Daniel bangun bersamaan.


Keduanya saling melihat dengan wajah sembab.


" Kakak gak pulang semalam ?" Tanya Hani sedikit syok.


" Gak,aku gak tega liat kamu sendirian " Jawab Daniel mengusap wajahnya.


Hani diam,lelaki itu bangun dan merenggang otot2 tubuh.


Tak ada yg terjadi,keduanya real sama2 tidur.


" Gak jadi joging ?" tanya Daniel teringat semalam.


" Gak ah,dah telat nanti panas " Jawab Hani memutuskan.


" Ya udah,aku pulang dulu " kata Daniel terkekeh.


Hani mengangguk,keduanya berjalan keluar.


Tak ada siapapun,bahkan tetangga Hani pun belum keluar rumah.


Daniel melangkah menyusuri jalan setapak meski sedikit mengantuk.


Sesampainya dirumah,lelaki itu membuka kamar dan deg...


Manik Daniel seketika melotot melihat seorang gadis duduk diranjangnya.


" Nial !" Ucap Daniel tak percaya.


Gadis bernama Nial tersebut bersedekap dada melihat pacarnya dari ujung kaki hingga kepala.


" Kamu dari mana ?" Tanya Nial tenang.


Glek..


Daniel menelan ludah mendengar suara datar tersebut.


" A aku aku..." Ucap Daniel terbata.


Nial bangun dari duduknya dan mendekati lelaki tinggi tersebut.


" Jawab !" Ucap Nial tajam.


Daniel kembali menelan ludah kasar.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2