Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ungkapan


__ADS_3

Disebuah perusahaan seorang pria terlihat sangat sibuk dengan kertas2 didepannya.


Justin kini sedang berada di negara B mendirikan perusahaannya yang bergerak dibidang otomotif.


Yap,pria bertato itu sangat menyukai dunia otomotif dalam bentuk apapun,makanya Justin menabung untuk mendirikan perusahaanya sendiri.


" Tolong rekap ulang semua berkas ini dan kirimkan ke email saya " Titah Justin kepada asistennya.


" Siap Pak,harap tunggu sebentar " Kata seorang wanita cantik nan sexy mengambil kertas itu.


Justin kembali melihat berkas yang lain.


Pria itu tak ada waktu untuk bermain2 sekarang,ia harus cepat selesai karna pekerjaan di perusahaan Daddy nya juga butuh pengawasan.


" Jadwalkan meeting siang ini " Titah Justin melalui intercome.


Justin melihat jam dan menghela nafas.


Pria itu menyenderkan tubuhnya dikursi kebesaran.


" Huh sangat melelahkan " Gumam Justin mengurut kepalanya pusing.


Sudah 1 bulan ia disana,dan selama itu juga Justin tak ada mengabari Laura sedikit pun.


Pria itu menahan diri agar ia bisa fokus,jika dia membalas pesan singkat Laura,Justin takut iman nya yang cetek itu akan kembali pulang dan menyerang Laura,karna setelah kejadian malam itu Justin selalu memikirkan gadis polos seperti Laura.


Justin takut dirinya tak bisa menahan diri.


" Maafkan aku Laura " Gumam Justin pelan melihat nama gadis itu dihapenya.


Bahkan chat Laura sudah tenggelam saking banyaknya Chatt orang lain yang masuk.


" Tunggu aku sebentar lagi " Lanjut Justin tersenyum.


Pria itu menaruh hp di kantong celananya dan bangkit dari sana.


Justin harus memimpin meeting kali ini sebelum ia pulang.


Dinegara tercinta Laura terlihat murung,gadis itu duduk seorang diri diteras rumah menatap langit hitam.


" Kamu kenapa ?" Tanya seorang menegur Laura dan duduk disamping gadis itu.


" Eh Vero " Kata Laura kaget melihat adiknya.


" Kenapa belum tidur ?" Tanya Vero menatap gadis itu.


" Belum mengantuk " Kata Laura menghela nafas.


" Kamu kenapa ngak tidur ?" Tanya Laura balik


" Tadinya mau tidur,tapi aku liat kamu dikamar kamu ngak ada " Kata Vero mengkrucut.


" Kamu nungguin aku ?" tanya Laura tersenyum.


" Hm,pengen tidur bareng kamu " Kata Vero manja.


" Hahaha dasar adik nakal " Kata Laura menjambak rambut pria itu.


" Kamu masih belum ingat sama aku ?" Tanya Laura menyelidik.


" Belum,tapi aku nyaman sama kamu " Jawab Vero jujur.


" Iya,karna aku Kakak kamu " Ujar Cila ramah.


" Aku tak merasa seperti itu " Kata Vero pelan.


Deg...

__ADS_1


Laura tersentak dan menatap aneh pria itu.


" Maksud kamu ?" Tanya Laura kaget


" Aku ngak tau kalo aku dekat kamu aku merasa nyaman,aku ngak bisa lihat kamu sama orang lain " Kata Vero serius.


Laura terbelalak kaget.


Tanpa mereka ketahui,Cila mendengar percakapan mereka.


Perempuan itu juga sama kagetnya dengan Laura,bahkan Cila sampai menutup mulutnya takut ketahuan.


" Vero,itu em "


" Aku beneran Laura,aku kalo deket kamu selalu deg degan,tapi kalo kamu ngak ada rasanya aku selalu rindu " Kata Vero serius.


Laura menelan ludah kasar,gadis itu bingung harus memberi respon yang bagaimana.


" Kamu bercanda ya ?" Tanya Laura tersenyum.


" Ngak,aku beneran aku tau kamu bukan anak Mama dan Papa,jadi aku pikir itu bukan hal yang sulit jika kita mempunyai hubungan " Kata Vero serius.


" Aku tak tau apa yang terjadi sama kita dulu,aku tau kamu pasti mikir ini aneh,tapi aku beneran suka sama kamu " Lanjut Vero.


Laura terdiam,dirinya sangat terkejut dengan pengakuan lelaki itu.


" Aku akan ujian minggu depan,setelah itu aku akan mencari pekerjaan,apa kamu mau jadi pacar aku ?" Tanya Vero nanar.


Deg...


Laura melotot,begitu pun Cila yang merasa tubuhnya mematung saat ini.


" Kamu jangan ngeprank Kakak dong " Kata Laura manja.


" Aku serius " Kata Vero sungguh2.


" Kamu ngak sakit kan ?" Tanya Laura memeriksa kening Vero.


" Aku beneran Laura !" Kata Vero sedikit kesal.


Deg..


Laura menelan ludahnya kasar.


" Tapi aku ngak bisa " Jawab Laura.


" Kenapa ?" Tanya Vero.


" Kamu udah aku anggap adik sendiri,kita ngak mungkin lebih dari itu " Kata Laura menunduk.


" Kasih aku kesempatan Laura,mungkin ini hanya sesaat,izinkan aku buat jatuh hati sama kamu " Kata Vero memelas.


" Aku ngak bisa !" Kata Laura langsung bangun dan masuk kedalam rumah.


Dibalik pintu Cila dengan cepat kabur dari sana takut ketahuan.


Laura masuk kedalam kamar dan mengunci kamar tersebut.


Cila menghela nafas,jantung perempuan itu masih deg degan mendengar semua pembicaraan mereka barusan.


" Mas David harus tau ini " Gumam Cila yakin.


Wanita itu langsung masuk kedalam kamar,David tak ada dirumah lelaki itu izin keluar kota.


Diluar Vero terdiam,lelaki itu merasa bersalah telah membuat Laura marah.


Vero hanya ingin mengungkapkan isi hatinya selama ini,pria itu sedikit merasa lega telah memberitahukan kesukaannya kepada Laura,meski Vero sudah menduga jawaban gadis itu akan sedikit menyakiti hatinya.

__ADS_1


" Aku beneran serius sama kamu Laura " Gumam Vero pelan.


Pria itu menatap bintang kerlap kerlip diatas sana,Vero bertekad akan lulus sekolah lalu bekerja dan menikahi pujaan hatinya.


Kebesokan paginya saat David pulang,suansa rumah sedikit tegang.


Pria parubaya itu merasa aneh dengan situasi sekarang.


Cila dan Laura diam tak seperti biasanya.


" Ehm " Dehem David mencairkan suasana.


" Kamu mau minum Mas ?" Tanya Cila menatap suaminya.


" Hm iya " Kata David asal.


Cila mengangguk dan mengambilkan minum kedapur.


Laura terdiam menunduk memainkan jemarinya,saat ini mereka sedang duduk diruang keluarga.


David membeli banyak oleh2,tapi kedua perempuan itu terlihat biasa saja beda dengan hari2 sebelumnya,jika David pulang tak membawa apapun kedua perempuan itu sangat heboh sendiri ntah itu menanyakan kabar atau sekedar protes,atau David membawa oleh2 maka keduanya juga akan sangat girang meski hanya sebungkus kue.


" Kamu kenapa sayang ?" Tanya David melihat aneh putriny.


" Hah,ngak papa Pa " Jawab Laura tersenyum canggung.


" Sakit ?" Tanya David lagi.


Laura menggeleng dan menatap manik lelaki itu.


" Ada apa cerita sama Papa ?" Tanya David lembut.


David yakin ada yang tak beres didalam rumahnya.


Cila kembali dengan segelas air dan kembali duduk tenang.


" Pa " Panggil Laura bergetar.


" Iya " Jawab David setelah menyesap air di gelas.


" Aku sayang sama Papa " Kata Laura menitikkan air mata.


" Hah hahaha kok tumbenan ngomong gini ?" Tanya David tertawa geli.


Laura ikut tertawa malu.


" Oh iya Vero mana ?" tanya David teringat akan putranya.


" Lagi sekolah dirumah gurunya " Kata Cila tersenyum.


" Wah semangat banget dia,mentang² mau ujian " Puji David.


" Hm,dia bilang mau cari kerja kalo ujian udah selesai " Kata Cila hati2.


Laura terkejut dan meremas bajunya.


" Hah beneran ?" Tanya David antusias.


" Hm,dia udah cerita sama aku beberapa hari yang lalu soal itu tapi belum sempet ngasih tau kamu " Lapor Cila.


" Ngak papa,nanti aku siapin kerja buat dia,pantesan bulan lalu dia nanyain kerjaan " Kata David terkekeh.


" Hm " Jawab Cila tersenyum.


Laura hanya diam.


" Apa Vero beneran serius ya ?" Batin Laura berkecamuk.

__ADS_1


__ADS_2