
" Ada apa ?" tanya Daniel keluar kamar mandi dengan rambut setengah basah.
" Do kamu ngapain ?" Pekik Daniel terbelalak melihat sang adik membuka baju anak temannya.
Ridho tak menjawab,lelaki itu hati2 membuka baju Angel dan sang gadis itu terlihat tak masalah dan berusaha membantu juga agar tak terkena muntahan.
" Panggil Dokter Nil,Zini kambuh " Ucap sang Ibu sedikit panik.
" Astaga " Kata Daniel melotot.
Lelaki itu mendekati anaknya dan byaarrrr....
Zini pucat seketika dalam pelukan sang nenek.
" Mana yg sakit Nak ?" tanya Daniel memeriksa tubuh mungil sang anak.
" Akit " Jawab Zini menunjuk kepalanya.
Daniel mengangguk dan berlari dengan jantung berdebar.
" Sudah,sana kamar mandi dulu " Kata Ridho setelah membuka baju Angel yg hanya tersisa tangtop biru sejari.
Angel mengangguk dan berlari kekamar mandi dengan memeluk baju hitam lelaki.tersebut.
Ridho membungkus baju kotor Angel dan menaruhnya dibaju kotor.
Pria itu mendekati Zini dan mengambil alih.
" Kamu kenapa sayang ?" tanya Ridho menggendong anak tersebut.
Zini tak menjawab,gadis itu memeluk tubuh adik Papanya dengan erat.
" Kamu yg kuat ya,kamu anak hebat " Kata Ridho membalas pelukan dengan suara gemetar.
Ibu Daniel sudah menangis,ia tak bisa membayangkan jika terjadi hal buruk kepada cucunya tersebut.
Dokter dan Daniel datang,Ridho menurunkan anak itu duduk dibrangkar.
" Ada apa ?" tanya Dokter mengeluarkan alat periksanya.
" Dia tiba2 muntah Dok " Jawab Ibu daniel berkaca kaca.
Dokter memeriksa dada Zini dan perut gadis itu.
" Besok kita periksa laboratorium " Ucap Dokter tegas.
" Apa dia akan di kemo ?" tanya Daniel deg deg ser.
" Saya tidak yakin,dia lemah " Jawab Dokter.
" Terus bagaimana ?" tanya Ridho tegas.
" kita periksa dulu besok " Jawab Dokter.
" Kenapa tidak sekarang ?" Tanya Ridho lagi.
" Memeriksa sekarang akan berdampak lebih buruk " jawab Dokter tegas.
Daniel diam,memang tak bisa mengambil tindakan begitu saja karna semua ada prosedur dan hal2 yg mungkin akan berakibat fatal.
" Bang,lu udah tanda tangan berkasnya ?" tanya Ridho melihat sang Kakak.
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka,semua orang berbalik badan melihat Angel keluar dengan baju kemeja hitam yg begitu besar.
" Kenapa mereka liatin aku semua ?" Batin Angel merasa aneh.
Gadis itu mendekat dan berdiri disamping Ibu Daniel.
" Apa Zini baik2 saja ?" tanya Angel pelan.
" Iya dia kecapean " Jawab Ibu Daniel tenang.
Angel melihat Zini,gadis kecil itu tersenyum membuat Angel juga ikut terssnyum.
" Saya akan kasih obat sementara,jangan tinggalkan dia sendirian " Kata dokter membuka suara lagi.
Daniel mengangguk mengerti.
Pria berjas putih itu pun keluar dari ruangan.
" Zini kamu gak papa ?" tanya Angel mengusap lembut pipi Zini.
Zini tak membalas,gadis itu diam melihat manik Angel yg seperti mengkhawatirkan dirinya.
" Kamu harus cepat sembuh ya,nanti kita main lagi " Kata Angel lembut.
" Kamu mau main kemana ? Kebun binatang ? Atau kita main loncat2an ?" tanya Angel semangat.
Zini mengangguk pelan dan membuka tangannya.
__ADS_1
Angel mendekat dan mengambil tangan gadis itu.
" Ini eneng " ucap Zini pelan.
" Kakak juga seneng " Jawab Angel.
Ibu Daniel berbalik badan dan berjalan menjauh dengan mata berkaca kaca.
Ridho melirik Kakaknya dan menghela nafas panjang.
" Zini bakal sembuh Bang,dia bakal seperti anak lainnya yg main gak berhenti sampe lo emosi " Kata Ridho menepuk bahu Daniel.
Daniel melihat sang adik dan tersenyum mengangguk.
Pria itu mendekati Angel dan duduk diantara kedua gadis tersebut.
" Makasih ya Jel,mau jadi teman Zini " Kata Daniel tulus.
" Hehe iya Om " Jawab Angel malu.
" Nanti kalo mau pulang,bilang Om ya biar dianterin " Kata Daniel mengusap kepala Angel lembut.
" Hehe iya Om,lumayan irit ongkos " Kata Angel terkekeh.
Daniel ikut terkekeh sedangkan Ridho melototkan matanya mendengar jawaban absurd gadis itu.
Hampir 3 jam Angel disana akhirnya gadis itu meminta pulang.
Seperti ucapan Daniel tadi,ia bersedia mengantar anak temannya tersebut sampai rumah dengan selamat.
Dimobil,keduanya saling diam.
Daniel begitu fokus berkendara sedangkan Angel fokus dengan isi kepalanya.
" Mau beli sesuatu ?" tanya Daniel.
" Gak usah Om " Jawab Angel.
" Yakin ?" tanya Daniel lagi.
" Kalo maksa sih ya udah " Jawab Angel malu2.
" Astaga " Kata Daniel menepuk jidatnya.
Angel tertawa geli melihat reaksi lelaki tersebut.
" Kamu kenapa gini sih Njel,padhal Papa kamu gak gini banget " Kata Daniel penasaran.
" Tapi kamu seru,rame " Balas Daniel lagi.
" Om suka gak ?" Tanya Angel melihat lelaki tersebut.
" Hah ?" Kata Daniel menoleh.
" Suka gak sama aku ?" Ulang Angel lagi.
Daniel terdiam melihat raut wajah gadis itu.
Angel menaikkan sebelah alisnya menunggu jawaban.
" Nih anak ngomong apa ?" Batin Daniel bingung.
" Omm " Tegur Angel.
" Suka " Jawab Daniel tenang.
" Beneran !" pekik Angel heboh.
" Maksudnya suka sama tingkah kamu Njel " Jelas Daniel.
" Emang Om berharapnya apa ?" tanya Angel polos.
" Hah ?" Kata Daniel tersentak
Angel masih memasang tampang polosnya membuat Daniel salah tingkah.
" gak berharap apa2 ?" Jawab Daniel.
" Yaaahhhhh " Kata Angel mendesah.
" Kenapa ?" tanya Daniel menoleh.
" Kirain berharap sesuatu " Jawab Angel lesu.
Deg....
Daniel kembali tersentak mendengar ucapan gadis tersebut.
" Maksud kamu gimana Njel ?" tanya Daniel serius.
" Gak gimana2 " Jawab Angel santai.
__ADS_1
" Astaga nih anak " Batin Daniel heran.
" Jadi kamu suka sama Om ?" Tanya Daniel.
" Suka " Jawab Angel.
" Suka apanya ?" tanya Daniel lagi.
" Gak apa2,suka aja " Jawab Angel santai.
" Ya udah " Kata Daniel pasrah.
" Hahaha " Angel tertawa geli.
Pria itu terlihat frustasi dengan sikap Angel yg membuat orang salah pikir.
Tak lama mereka sampai,kali ini Daniel mengantar sampai didepan pintu rumah besar tersebut..
" Gak masuk dulu Om ?" tanya Angel.
" Iya " Jawab Daniel membuka sabuk pengaman.
Angel tersenyum cerah,keduanya pun keluar dari mobil.
" Pak,Papa mana ?" Tanya Angel melihat salah satu pengurus kebun.
" Ada Non,didalam " Jawab pria itu sopan.
Angel menarik tangan Daniel masuk kerumah membuat tukang kebun mengernyit bingunh.
" Bukannya itu temannya Pak Prito ya ? Tapi kenapa Non Angel deket banget ?" Gumam pembersih kebun itu heran.
Angel dan Daniel masuk dan langsung disambut keheningan.
" Mereka pada kemana ?" Gumam Angel melepas tangan Daniel.
" Sepi banget Njel " Kata Daniel melihat kiri kanan.
" Dah pada balik kandang kayaknya Om " Jawab Angel.
Daniel terkekeh geli dan menatap atas.
Alangkah terkejutnya lelaki itu melihat sosok laki2 tua menatap mereka dari lantai 2.
" Kakekkk " Pekik Angel heboh.
Reno berjalan dan hilang dibalik pintu lift.
Tak lama lift bawah terbuka membuat Daniel sedikit kaget.
" Kalian dari mana ?" tanya Reno mendekat.
" Selamat Malam Om " Sapa Daniel sopan.
" Malam " Jawab Reno tenang.
" Kek,maaf aku pulangnya lama,tadi habis dirumah sakit main sama Anaknya Om Daniel " Kata Angel langsung nyerocos.
Reno melihat Daniel dan memperhatikan lelaki itu.
Terlihat Daniel masih sangat muda dengan badan yg bagus dan wajah yg bersih serta lugu.
" Beneran ?" tanya Reno.
" Iya Om,tadi Angel bener dirumah sakit sama anak saya " Jawab Daniel sopan.
" Terus kamu yg anterin ?" tanya Reno lagi
" Iya,saya gak tega biarin Angel pulang sendirian " Jawab Daniel jujur.
Reno tersenyum mengangguk.
" Gak marah kan Kek ?" tanya Angel bergelayutan manja.
" Dah sana masuk kamar " Jawab Reno mengacak rambut Angel.
" Oke Kek,selamat malam,muaaacchhh " kata Angel mencuri kecupan dipipi Reno.
" Haisstt nih anak " Kata Reno mengelap pipinya.
" Om mau juga gak ?" tanya Angel malu melihat Daniel.
" Ehhh " pekik Daniel dan Reno terbelalak.
Angel langsung berlari menaiki anak tangga sebelum sandal kramat kakeknya melayang.
" Sontoloyo !" Hujat Reno kesal.
Daniel menahan tawanya yg ingin meledak melihat pria tua dan cucu sengkleknya tersebut.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Love,like coment ya