
Suasana masih terasa tegang,Cila menatap satu persatu warga rumahnya dengan tatapan nyalang,Justin terlihat sangat takut apalagi Laura tak melihatnya sama sekali,wanita itu terlihat sangat terluka.
David mencoba mencari cara untuk meredakan amarah istrinya yang meledak ledak.
" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari luar memecahkan keheningan dapur itu.
Cila tersentak dan menoleh kebelakang.
" Clara " Gumam Cila kaget.
" Ada orang ngak ?" Tanya Clara dari luar.
" Kalian hutang penjelasan sama Mama !" Ancam Cila tajam.
Semua orang terdiam tak ada yang berani menjawab.
Wanita bar2 itu pun mendekati saudaranya yang datang berkunjung.
" Apa kabar Cila ?" Sapa Clara hangat.
" Baik La,kok gak ngabarin mau kesini ?" tanya Cila berusaha tenang.
" Huh aku udah nelfon kamu dari tadi " Jawab wanita muslimah itu kesal.
" Hehe masa sih ? aku gak tau " Jawab Cila terkekeh.
" Ya udah,nih buat kamu aku masak banyak tadi " Kata Clara memberi rantang.
" Waahhhh makasih,kamu baik banget " Kata Cila berbinar.
" Hm,yang lain pada kemana ?" tanya Clara tak melihat suami dan anak wanita itu.
" Lagi ngumpul didapur,yuk kesana " Jawab Cila.
Clara mengangguk,bayi kecil Clara mengintip ontynya dari kain gendong.
" Apa sayang,mau digendong Onty ya ?" Goda Cila.
Gadis kecil itu tersenyum malu.
" Ayo sini sama Onty cantik kita tangkap ayam " Ajak Cila mengambil alih anak itu.
Clara melepaskan anaknya dan membiarkan Cila menggendong.
" Hay " Sapa Clara kepada David dan anak2nya.
" Halo Bibi " Sapa Laura menyalami wanita itu.
" Kamu datang sama siapa ?" tanya David tersenyum.
" Sama Bang Rendi tapi dia langsung kerja " Jawab Clara malu.
" Yah ngak masuk dulu ?" Tanya David lesu.
" Hehe udah buru2 Vid " Jawab Clara terkekeh.
" Haha ya udah,ayo sini duduk kita sarapan bareng " ajak David.
" Hm,aku bawa lauk dari rumah,nih buat tambah2 " Kata Clara memberikan rantang tadi.
Laura menerima dan membuka isi rantang tersebut.
" Urusan kita belum selesai !" kata Vero berdesis kepada Justin yang hanya diam.
Pria itu pun masuk kekamar mandi dan keluar lagi karna salah tujuan.
Clara terkekeh menampar gemas lengan ponaannya itu dibalas senyum malu oleh Vero.
David menghela nafas panjang menatap menantunya yang kini hanya bisa menunduk.
__ADS_1
Siang harinya,pikiran Justin makin tak karuan,lelaki itu terpaksa harus bekerja karna ada pemotretan single.
Bahkan Justin harus berkali kali mengulang gaya karna lelaki itu tak fokus sama sekali.
" Gue kurang enak badan Bro " kata Justin saat dimarahi Dimas.
Dimas menyugar kasar rambutnya melihat sang sahabat.
" Hari ini harus selesai karna mau launching " Jawab Dimas kesal.
" Iya gue usahain " Jawab Justin pasrah.
" Gue kasih lo waktu istirahat 10 menit,habis itu kita ulang lagi " Kata Dimas menepuk pundak Justin.
Justin mengangguk setuju dan berjalan keluar dari studio.
Didepan ruko,Justin diam mengingat kejadian pagi tadi yang membuat Istrinya banyak diam.
" Duh gue harus gimana nih ?" Gumam Justin terlihat khawatir.
Justin merogoh saku celananya dan melihat pesan yang ia kirim kepada istrinya,sudah dibaca tapi tak dibalas sama sekali.
" Sayang bales dong,aku khawatir nih,kerja juga ngak fokus " Ketik Justin dipesan singkat untuk Laura.
Beberapa menit menunggu,tak ada juga jawaban.
Justin terlihat geram,hapenya pun kini menjadi sasaran lemparan pria itu.
" Belaa,semua ini pasti ulah ular bisa itu !" Geram Justin mengepalkan tangan.
Justin tak tau kapan foto itu diambil,tapi yang Justin tau foto itu sudah sangat lama sekali.
dan pria itu sudah memberitahu masa lalu nya kepada Laura,tapi bagaimana pun Laura pasti sakit hati melihat foto tak terduga seperti itu apalagi kini Justin bersttus sebagai suami.
" Ya Tuhann,tolong selamatkan pernikahan aku " Gumam Justin berharap.
Waktu istirahatnya habis,Justin berusaha untuk fokus meski otaknya terus berpikir tak karuan.
" Kalila sayang sini kearah Kakak " Kata Laura bertepuk tangan mengalihkan fokus anak itu.
Kalila tertawa menunjukkan gigi yang sudah tumbuh berapa batang.
" Ayo sayang up bah " Bantu Clara.
Kalila bukannya berjalan malah merangkak kearah Laura membuat semuanya lesu seketika.
" Yahh kok merangkak lagi,jalan dong " Kata Laura menangkap tubuh anak itu.
Kalila tersenyum dan duduk dipangkuan Laura.
" Cape ya ?" tanya Laura lembut.
Kalila mengangguk kecil seolah mengerti ucapan Laura.
" Uluh2 pinternya " Kata Laura memeluk anak itu hangat.
Clara tersenyum melihat kedekatan Laura dan anaknya,meski Laura orang asing tapi Clara sudah menganggap Laura anak sendiri seperti layaknya Cila.
Clara sangat belajar menghargai orang lain karna ia pun lahir dan besar oleh orang asing juga tapi rasa kemanusiaan yang kuat membuat wanita itu penuh cinta kasih.
" Udah ada tanda2 ?" Tanya Clara pelan.
" Belum Bi " jawab Laura jujur dan tau kemana arah pembicaraan.
" Sabar ya,nanti juga dikasih " Ucap Clara penuh hangat.
" Hehe iya " Jawab Laura malu.
" Justin kerja apa sekarang ?" Tanya Clara.
__ADS_1
Deg...
Laura diam,wanita itu bingung harus menjelaskan apa pekerjaan suaminya.
" ikut temennya Bi " Jawab Laura ambil aman.
" Oh iya gak papa,yang penting dia kasih nafkah " Balas Clara.
Laura tersenyum mengangguk.
" Oh iya,Om kamu lagi butuh admin ditokonya kamu punya temen ngak ?" Tanya Clara teringat.
" Beneran Bi ?" tanya Laura terkejut.
" Iya,Bibi sih yang usulin soalnya Om kamu sibuk banget kadang ngak kehandle lagi,Romeo juga gak bisa bantu banyak karna sibuk sama sekolahnya " Jawab Clara sedih.
" Wah kebetulan Bi,aku juga lagi nyari kerjaan " Kata Laura semangat.
" Hah beneran ? kamu mau kerja ?" Tanya Clara terkejut.
" Iya,aku dah cape cari kerjaan tapi ngak ada panggilannya " Curhat Laura..
" Ya udah kalo gitu kerja sama Om kamu aja,gajinya juga lumayan belum bonus ntar kalo rame " Kata Clara malu2.
" Hehe mau Bi,kapan ?" Tanya Laura semangat.
" Aku omongin sama Om kamu dulu ya,kalo dia setuju ntar langsung masuk aja,tapi suami kamu gimana ?" tanya Clara khwatir.
" Aman,Kak Justin ngak marah kok " jawab Laura asal.
" Ya udah " kata Clara menghela nafas lega.
" Uhh semoga aja Om Rendi mau terima aku,kan lumayan bisa bantu2" Batin Laura senang.
Mereka pun kembali mengobrol hangat seraya menganjak Kalila main.
Malam harinya,Vero dan Justin pulang bersamaan.
Vero tak menegur lelaki itu sama sekali,pria itu masih kesal dan dongkol dengan iparnya.
" Vero " Panggil Justin menahan tangan Vero masuk.
" Apa lagi ?" tanya Vero jutek.
" Itu foto lama,aku udah gak gitu lagi Ver sumpah " kata Justin serius.
" Jujur aja ya,dari liat lo pertama aja gue udah ngak sreg,tapi karna Kakak gue mau nerima lelaki bajingan kayak lo makanya gue mengalah,gue bingung apa yang bikin Laura cinta mati sama lo,tapi itu bukan urusan gue lagi karna kalian udah sah,tapi kalo gue liat sekali lagi lo bertingkah siap2 aja lo bakal kehilangan semuanya termasuk Laura !" Ancam Vero tajam.
Glek...
Justin menelan ludah kasar,ucapan Vero terdengar sangat serius bahkan lelaki itu baru kali ini bicara panjang lebar kepadanya.
" Iya gue janji,tolong jangan bahas ini lagi apalagi didepan Mama " Pinta Justin serius.
" Gue juga gak sudi " Kata Vero menarik tangannya kasar dan masuk kedalam rumah.
Justin menghela nafas panjang seraya mengusap wajahnya.
Tak lama,Laura muncul didepan pintu membuat lelaki itu terkejut.
" Sayang " Ucap Justin pelan.
" Kenapa ngak masuk ?" Tanya Laura tenang.
Manik Justin berkaca kaca,meski pesannya tak dibalas seharian tapi wanita itu masih mau menyambutnya pulang.
" Iya aku masuk " Jawab Justin ingin menangis.
Laura mengulurkan tangan menyambut kepulangan suaminya.
__ADS_1
❤❤❤💓
Hay guys maaf ya lama gak upload,mohon dukungannya ya jangan lupa kasih Vote,Like,Coment .