Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Hotel


__ADS_3

Disebuah rumah seorang wanita terlihat kesal karna panggilan dari anaknya ditolak.


Cila berjalan mondar mandir,hari ini Vero baru menelfon pagi tadi,Cila takut anak kesayangannya itu terjadi masalah disana apalagi Vero pergi sendiri tanpa pengawasan.


Meski umur Vero sudah dewasa tapi rasa khawatir Cila tak bisa dihilangkan,trauma yang mendalam saat Vero kecelakaan dulu begitu terasa saat ini apalagi lelaki itu sempat melupakan apa yang terjadi kepadanya.


" Sabar aja Ma,mungkin Vero lagi diluar " Kata David tenang seraya bermain ponsel.


" Kenapa gak nelfon balik ya Pa ? Mama gak tenang nih " kata Cila tegang.


" Dia lagi makan kali,ini kan jam makan malam " Jawab David gemas.


" Iya Ma,Vero kan udah gede dia bisa jaga diri sendiri " Sahut Laura keluar dari dapur.


" Kamu udah telfon dia ?" tanya Cila.


" Kak Justin yang nelfon,belum diangkat tapi udah kirim pesan kok " jawab Laura tenang.


" Huh aduhh nih anak bikin geger aja " Kata Cila kesal seraya mencomot pisang goreng yang baru keluar dari minyak panas.


" Huh oh huh hanas " Kata Cila kelabakn.


Pisang goreng itu pun meloncat masuk kegelas kopi suaminya.


David yang ingin menyesap kopi pun terbelalak melihat pisang goreng nyemplung disana dengan sangat exotis.


" Mamaaaaaaa !" Desiisss David menggerutukkan gigi.


" Ma aa af Pa,Mama ngak sengaja " kata Cila memgambil cepat pisang goreng itu menaruh lagi dipiring.


Laura langsung tertawa terpingkal pingkal melihat wajah takut wanita sengklek itu.


" Huh bikin baru !" kata David kesal.


" Iya iya Mama bikinin,jangan marah ya keep calm " Kata Cila menepuk bahu lelaki itu.


Laura terus tertawa sampai matanya berair dan akhirnya ngacir kekamar mandi.


Cila dengan cepat kabur kedapur dan membuat lagi kopi untuk suami tercintanya sebelum lelaki itu merajuk akut.


David mendengus dan menggigit pisang goreng baru dan sama seperti Cila lelaki itu juga ikut terkaget.


" huh beneran panas " Kata David menyebu tangannya cepat.


" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari arah pintu.


David menoleh dan tersenyum melihat menantunya sudah pulang.


" Waah bawa apaan tuh ?" Tanya David kepo.


" Ini Pa,aku dapat baju dari studio buat Papa sama Mama " Kata Justin duduk bersama lelaki itu.


" Waah coba liat " Kata David semangat.


Justin membuka bungkusan dan menunjukkan kaos yang sering masuk majalah.


" Wesss keren nih,berasa jadi muda lagi Papa " Kata David melihat2 baju tersebut.


" Hehe iya,couplan sama Mama " Jawab Justin tersenyum


" Jadi kamu tadi keluar mau ambil ini ?" tanya David.


Justin mengangguk kecil.


" Makasih ya " Ucap David tulus.

__ADS_1


" Sama2 Pa " Jawab Justin ramah.


Tak lama Cila dan Laura datang bergabung bersama 2 lelaki itu.


Seperti biasa Cila akan heboh jika menerima barang secara gratis.


Justin bahagia melihat Mertuanya yang tak pernah pilih2,wanita itu pun sedikit tenang dan melupakan sejenak keadaan Vero yang tidak memberinya kabar malam ini.


Ditempat lain,seorang pria sedang makan malam bersama gadis yang ia cari berapa hari ini.


Hani makan dengan sangat lahap membuat lelaki itu tersenyum haru.


Terlihat sekali gadis itu sangat lapar,penampilan Hani jauh lebih baik setelah mandi.


" Kenapa Om gak makan ?" tanya Hani mendongak melihat Vero diam.


" Makan lah " Kata Vero tersenyum seraya menaruh nasi dipiring gadis itu.


" Makanan nya enak Om " Kata Hani malu.


" Iya " Jawab Vero mengusap kepala gadis itu.


Mereka kembali makan dengan tenang.


Setelah Hani menghabiskan semua makanannya,mereka keluar dari restoran.


Vero membawa gadis itu berjalan jalan ditaman,lelaki itu ngeri jika mereka terlalu lama berduaan dikamar hotel yang dingin.


" Mau makan lagi ?" tanya Vero melihat gadis itu.


" Aku kenyang Om,lihat nih udah gendut " Kata Hani menunjukkan perut buncitnya.


" Haha ya,tunggu turun dulu baru kita cari makan lagi " Kata Vero tertawa.


Hani mengangguk setuju,keduanya duduk santai di kursi panjang taman.


" Gimana keadaan kamu selama ini ?" Tanya Vero tenang.


" Hm baik,aku berusaha mencari makan setiap hari " jawab Hani tersenyum.


" Apa mereka tak mencari mu lagi ?" Tanya Vero.


" Ya,mereka sering lewat dan pura2 memberi anak2 makan " Jawab Hani terlihat kesal.


" Benarkah ?" Tanya Vero kaget.


" Ya,aku harus bersembunyi setiap hari " Jawab Hani.


Vero diam menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit dimengerti.


" Apa kita akan berpisah lagi ?" Tanya Hani polos.


" Hah " Kata Vero tersadar.


" Aku bersyukur bisa bertemu Om lagi stidaknya aku bisa mengucapkan banyak terima kasih " Ucap Hani tulus.


" Aku tidak ingin lagi berpisah " Kata Vero pelan..


" Mungkin kita akan bertemu lagi suatu saat nanti " Kata Hani malu.


" Ngak,kita akan bersama setiap hari " Ucap Vero serius.


" Maksud Om ?" Tanya Hani bingung.


" Menikah lah dengan ku " Jawab Vero tenang.

__ADS_1


" Apa !" pekik Hani terkejut.


" Maksud ku ikut dengan ku dulu,kita pulang kerumah " Kata Vero gugup.


" Ke kerumah mu ?" Tanya Hani terbelalak.


" Ya,aku akan mengenalkan kau dengan ibu ku " Jawab Vero.


" Dia sedikit bar2 tapi dia orang yang baik dan aku punya 1 kakak perempuan yang sudah menikah " Lanjut Vero.


" Apa mereka akan menerima ku ?" tanya Hani khawatir.


" Hm tidak tau,kita akan mencobanya " Jawab Vero menggaruk kepala.


" Hah yang benar saja Om,nanti aku diusir " Kata Hani ngeri.


" Tidak,jika kau diusir berarti aku juga " Kata Vero terkekeh.


Hani diam,tampang lelaki itu tidak meyakinkan sama sekali apalagi Vero yang sering menyombongkan diri untuk menggodanya.


" Mau ya,cape loh aku kesini cuma buat ketemu kamu " Kata Vero melas.


" Disini juga kamu gak punya siapa2 lagi kan,daripada ntar ketangkep terus dibawa ke club,mending ikut aku aja paling jadi menantu hehe " Kata Vero terkekeh.


Hani terdiam menatap pria itu dalam.


" Hoaammm ngantuk,ayo pulang " Ajak Vero menguap lebar.


" Iya " jawab Hani mengangguk.


Mereka pun pulang kehotel,Vero membaringkan tubuhnya diranjang.


Beberapa hari ini pria itu kelelahan karna mencari Hani seharian full.


" Ayo sini " Ajak Vero melambaikan tangan.


Hani terdiam diam didepan ranjang menatap lelaki itu dalam.


" Jangan takut,aku tak punya tenaga untuk meniduri mu " Kata Vero terkekeh.


Gadis itu melotot kaget,Vero menepuk bantal disebelahnya.


Karna tak ada sofa disana,jadilah Hani mendekati Vero dan berbaring disamping lelaki itu.


" Lampunya matiin ya " Kata Vero menarik selimut.


" Iya " Jawab Hani mengangguk.


Vero menutup matanya untuk menyiapkan perjalanan besok pagi.


Hani diam menatap punggung lelaki yang membelakangi dirinya.


1 jam berlalu Hani masih terjaga,deru nafas Vero terdengar sangat tenang yang menandakan lelaki itu sudah terbang kealam mimpi.


" Huh apakah aku harus ikut lelaki ini agar terbebas ?" Gumam Hani bingung.


Krieeetttttt...


Suara pintu kamar mandi terbuka,Hani yang sedang melamun langsung tersadar dan menghambur keranjang memeluk punggung lelaki itu.


" Hmm " Lenguh Vero berbalik dan memeluk gadis itu hangat.


Hani yang ketakutan pun semakin bersembunyi didada bidang Vero.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2