Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Dinner


__ADS_3

Dirumah Clara,seorang wanita terlihat asik didapur memasak berbagai macam menu.


Laura sangat bersemangat karna Mama sengkleknya akan pulang otomatis rumah akan kembali ramai lagi.


Selama orang tuanya pergi,Laura dan Justin honeymoon setiap hari.


pasangan itu lebih leluasa apalagi Justin yang memang menyukai suasana sepi untuk bercinta.


Laura terlihat sangat aktif,sambil bersenandung perempuan itu memindahkan masakannya kemeja makan.


Drt drt.


Hape Laura berbunyi,perempuan itu melihat nama dilayar dan tersenyum manis.


" Tumben nelfon " Gumam Laura mengelap tangannya dibaju.


Perempuan itu pun mengangkat panggilan sang suami.


" Halo " Sapa Laura tersenyum menghadap kamera.


" Halo sayang,lagi ngapain ?" tanya Justin ikut tersenyum diseberang.


" Lagi masak " Jawab Laura hangat.


" Wahhh mana mau lihat dong " Kata Justin menggoda.


Laura mengarahkan kamera ponselnya kearah menu2 yang tertata rapi dimeja makan.


" Wahh masak banyak,emang ada tamu ?" Tanya Justin kaget.


" Hm,Mama pulang bentar lagi " Jawab Laura tersenyum.


" Mama udah pulang ?" Tanya Justin kaget.


" Iya,tadi Papa nelfon bilang udah dibandara " jawab Laura.


" Huh syukurlah,istri ku ngak kesepian lagi " Kata Justin hangat.


" Iya,Kakak ngak bisa pulang siang ini ?" Tanya Laura.


" Hehe ngak bisa sayang,ada pemotretan sampe sore " jawab Justin cengengesan.


" Yaaahhh padahal aku dah ngarep bisa makan siang bareng kamu " Kata Laura lesu.


Justin tersenyum lembut menatap wajah lugu istrinya.


" Nanti mau dibawain oleh2 ngak ?" Tanya Justin mengalihkan.


" Hm aku pengen es krim " Jawab Laura semangat.


" Es krim ?" Tanya Justin terkejut.


" Iya,pengen yang seger2 " Jawab Laura malu.


Justin mengangguk,pria itu kini mulai memahami sifat manja Laura yang susah ditebak.


" Ya udah,nanti aku beliin ya " Kata Justin lembut.


" Oke " Jawab Laura ceria.


" Hm ya udah,aku kerja lagi ya udah mau mulai " Kata Justin tak enak.


" Iya,jaga hati ya Kak,aku sayang Kakak " Kata Laura tersenyum.


" Iya sayang,aku juga sayang sama kamu " Balas Justin lembut.


Laura mengangguk cepat,panggilan pun terputus,Laura menaruh hapenya di meja dan kembali bergerak menyusun peralatan makan.


Ditempat Justin,pria itu menghela nafas panjang.


Melihat senyum istrinya membuat lelaki itu kembali semangat bekerja.


Meski Justin harus memulai lagi dari awal tapi melihat keceriaan Laura yang tak pernah menuntutnya macam2 membuat lelaki itu ingin bangkit lagi membahagiakan wanita baik itu.

__ADS_1


Kali ini Justin tak mau lagi main2 dengan perempuan karna dirinya tidak ingin mengecewakan Laura yang sudah menemaninya sembuh selama ini.


" Ayo Tin,gaya " Ucap Dimas menegur Justin yang diam didepan cermin.


" Iya " Jawab Justin berjalan cepat.


Lelaki itu pun kembali berpose didepan kamera mengumpulkan pundi2 rupiah untuk menafkahi istrinya.


Saat malam tiba,saat Justin keluar dari studio lelaki itu terkejut melihat seorang wanita duduk tenang dikursi depan.


" Justin " Ucap wanita itu berdiri melihat Justin.


" Hei Bela " sapa Dimas mendekati perempuan itu.


" Hai " Sapa Bela balik.


" Tumben kesini ?" Tanya Dimas.


" Hm,dah lama gue ngak ketemu sama lo " Jawab Bela tersenyum.


" Kalian udah makan malam ?" Tanya Bela tersenyum.


" Belum " Jawab Dimas cepat.


" Huh sama,kalo gitu ayo makan malam bersama " Ajak Bela semangat.


Dimas melihat Justin,lelaki itu terlihat tenang saja menatap Bela malas.


" Ayok " Ucap Dimas merangkul Justin.


" Gue ngak bisa " tolak Justin.


Bela diam melihat lelaki itu menyelisik.


" Kenapa ? jarang2 loh Bela kesini ajakin makan malam " Kata Dimas membujuk.


" Sekalian aku juga mau ketemu sama pemilik prusahaan agenci " Kata Bela tersenyum.


" Wahhh bagus tuh Bel " Kata Dimas tertarik.


" Bisa2,lo mah emang tau apa yang gue butuhin " kata Dimas merangkul perempuan itu.


" Gue pulang aja " kata Justin sopan.


" Eh jangan dong Tin,ini kesempatan lo juga buat makin maju " Larang Dimas.


" Istri gue dah nunggu dirumah " Jawab Justin pelan.


Bela memutar mata malas mendengar ucapan Justin yang memikirkan istri kampungannya.


" Yaelah Tin ini baru jam berapa,dia pasti ngerti lah lo calon bintang besar " kata Dimas membujuk.


" Gue ngak bisa " Kata Justin kekeh.


" Lo mah tipis bet,kan bisa makan makan lain waktu sama bini lo ini kesempatan besar loh,siapa tau perusahaan lo bisa naik lagi " Kata Dimas sedikit kesal.


" iya Justin,pria itu punya banyak cabang industri siapa tau salahsatunya kamu berminat " Bujuk Bela.


Justin mengusap wajahnya kasar,Justin tau ini kesempatan yang langka tapi lelaki itu memikirkan istrinya yang pasti sudah menunggu.


" Dah ah lama,ayo berangkat Bel " Kata Dimas menarik Justin keluar.


Bela mengangguk dengan wajah tersenyum puas melihat Justin tak bisa menolak lagi.


Justin terpaksa ikut karna tak enak menolak Dimas yang juga mau membantunya.


Justin mengeluarkan ponselnya dan lelaki itu mengumpat saat batre hapenya sudah habis.


" Tenang aja,Bini lo kan pengertian nanti bilang aja lo makan malam sama gue " Tegur Dimas melihat Justin tak tenang.


Bela hanya diam mengusap perut buncitnya.


Selama diperjalanan,Bela dan Dimas saling mengobrol sedangkan Justin hanya diam dengan otak terus memikirkan istirnya dirumah.

__ADS_1


Tak lama mereka pun sampai,benar kata Bela banyak orang2 penting berada di lingkaran U itu.


Justin duduk diantara Bela dan Dimas.


Meski merasa tak nyaman tapi Justin berusaha tenang.


Dimas mulai mengeluarkan jurus jual belinya kepada orang2 berduit itu dan ditanggapi dengan serius.


" Apa kau hidup bahagia ?" Tanya Bela pelan.


Justin menoleh dan mengangguk pelan.


" Aku pikir hidup mu serba kekurangan " Kata Bela melihat lelaki itu.


Justin tersenyum miring meminum wine digelasnya.


" Aku lebih baik " Jawab Justin tegas.


Bela mengangkat bahu acuh dan kembali minum.


Mereka mulai mengobrol,memang Justin akui Bela memang pintar mencari celah bahkan perempuan itu tak bermain tanggung.


" Jika kau mau aku bisa membuat mu seperti dulu lagi " Kata Bela tersenyum manis.


Justin diam tak menjawab.


" Kesempatan hanya datang 2x Justin,pergunakan itu dengan baik " Ucap Bela sedikit berdesis.


Deg...


Justin tersentak melihat tajam wanita itu,Bela tersenyum hangat seolah tak terjadi apapun.


Justin mengumpat dalam hati dan kembali minum..


Hingga tengah malam,Justin baru pulang kerumah,lelaki itu masuk kedalam dan terkejut melihat istrinya duduk disofa seorang diri.


" Kakak " Ucap Laura kaget.


Justin terdiam melihat Laura mendekat.


" Kenapa jam segini baru pulang ?" tanya Laura memegang lengan suaminya.


" Maaf,aku banyak kerjaan tadi " Kata Justin terpaksa berbohong.


" Kakak minum ya ?" Tanya Laura menyelisik.


" Hm sedikit bersama Dimas " Jawab Justin pelan.


Laura menghela nafas menatap wajah lelaki itu,Justin menunduk takut Laura mengetahui hal yang tak ia inginkan.


" Kakak sudah makan ?" Tanya Laura lembut.


" Sudah aku makan bersama Dimas " Jawab Justin lagi.


" Yaaah padahal aku menunggu Kakak makan malam bersama " Balas Laura menunduk sedih.


Deg...


Justin menelan ludah kasar.


" Em kalau begitu ayo kita makan " Ajak Justin tak enak.


" Tapi Kakak sudah selesai " Balas Laura mengkrucut.


" Lambungku masih banyak tempat kosong,aku masih lapar ayo kita makan malam bersama " Ajak Justin tersenyum.


" Beneran ?" tanya Laura semangat.


" Iya sayang " Jawab Justin lembut.


" Yeee ayo makan " Pekik Laura girang.


Justin merangkul istrinya berjalan kedapur,meski sudah kenyang tapi Justin tetap makan menghargai kerja keras istrinya meski dengan menu sederhana.

__ADS_1


" Maafkan aku Laura,aku tidak jujur " Batin Justin menatap wajah sang istri.


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2