
Hani tak berani menjawab pertanyaan Cila yang semakin membuatnya takut.
Gadis itu diam dikelilingi oleh orang2 dewasa yang menuntut jawaban.
" Ayo jawab kenapa diam ?" Tanya Cila gemas.
" Iya jawab aja Hani,kamu sering dibuly ya ?" Tanya Rendi.
" Gak,itu cuma salah paham doang " Jawab Hani.
" Iya salah pahamnya kenapa ?" tanya Clara sabar.
Hani kembali menunduk gadis itu benar2 ketakutan,jika ia menceritakan kepada Cila apa yang ia alami selama ini bisa2 Hani pindah sekolah atau wanita itu datang untuk menegur langsung sang pelaku.
Jiwa bar2 Cila benar2 membuat Hani harus hati2,apalagi jika Vero tau maka selesai sudah masa sekolahnya.
" Kalo kamu gak mau jawab,Mama datang kesana langsung buat tanya sama guru kamu !" Ancam Cila.
" Ehh jangan Ma " Kata Hani melotot.
" Makanya jawab !" Ucap Cila lantang sambil menggebrak meja.
Rendi melonjak kaget begitu pun anaknya yang syok akut.
" Bawa keluar aja Bang ntar anak aku bengek denger Cila marah2 " kata Clara ngeri.
Rendi mengangguk dan membawa putri kecilnya keluar rumah.
" Tadi pas pulang aku..." Ucap Hani mulai bercerita.
" Apa ?" Tanya Cila menunggu.
" Hm dihadang sama 2 temen beda kelas " Jawab Hani menunduk.
" Cewek apa cowok ?" tanya Clara.
" Cewek Bi " Jawab Hani takut.
" Dia jambak kamu ?" tanya Clara.
Hani mengangguk.
" Kenapa ?" tanya Cila kembali menggebrak meja.
" Kamu bisa gak sih gak usah mukul meja,ntar jantung aku copot keseringan kaget " Kata Clara kesal kepada saudaranya.
" Oh oke2 " Kata Cila mengciut.
Clara mendengus dan melihat Hani lagi.
Gadis itu ingin tertawa melihat wajah takut Mama Vero kepada Clara yang terkenal kalem dan lembut.
" Ngak usah ketawa !" Kata Cila tajam kepada Hani.
" I iya Ma " Jawab Hani kembali takut.
Cila berdehem melirik Clara yang kembali menarik nafas.
Meski Cila sangat garang dan bar2 tapi wanita itu tak berani kepada Clara karna diam2 Clara juga sangat menghanyutkan,bahkan Rendi saja patuh dan tunduk kepada perempuan berjilbab itu.
Hani kembali membuka suara,gadis itu terpaksa menceritakan kronologi yang ia alami hari ini.
Cila dan Clara sangat terkejut,tak menyangka Hani yang polos malah dijahati orang.
" kurang ajar !" Kata Cila dengan nafas tercekat.
" Sabar La,istighfar " Kata Clara mengusap punggung saudarinya.
__ADS_1
" gak bisa,ini sudah keterlaluan !" Kata Cila mengibas tangan Clara.
" Namanya juga pertumbuhan,pasti ada iri dengkinya " kata Clara mencoba menenangkan.
" Mereka ngak tau apa Hani udah punya Vero ? buat apa pacarin anak sekolah yang gak ada duitnya !" Kata Cila heran.
Deg...
Hani melotot kaget,wanita bar2 itu secara tidak langsung menyindir dirinya.
Clara terkekeh melihat bibir Hani mengkrucut,Cila benar2 sudah diluar kendali.
" Emang kamu suka sama 2 curut itu ?" tanya Cila tajam kepada Hani.
" Gak Ma,mana berani eh maksudnya gak suka " Jawab Hani kelabakan.
Cila melototkan matanya menatap nyalang gadis yang hampir kecoplosan itu.
" Aku setia sama Vero Ma,suer " Kata Hani serius.
" Iya,kamu gak boleh selingkuh kasihan Vero udah bucin sama kamu " Kata Clara ngeri.
Hani mengangguk paham.
" Besok Mama datangi sekolahan kamu " Kata Cila tegas.
" Hah buat apa ?" Tanya Hani kaget.
" Ya buat kasih pelajaran lah sama mereka,enak aja nyakitin kamu tanpa persetujuan Mama " Jawab Cila garang.
Glekk...
Hani menelan ludah kasar,gadis itu langsung pucat melihat Cila sudah bertanduk.
" Gak usah Ma,udah selesai " Kata Hani menawar.
" Ya harus ada perlindungan dari sekolah dan kamu juga harus menjauh dari curut2 itu " Kata Cila tegas.
Deg..
Hani tersentak,menjauh dari Sandri mungkin bisa ia lakukan tapi Reka yang sudah menjadi sahabatnya apa ia bisa pkir Hani jauh.
" Kenapa diam ? kamu ada rasa sama salah satu dari mereka ?" tanya Cila menyelisik.
" Hah em gak " Jawab Hani gugup.
" Ingat Hani,kamu sudah dikontrak oleh Vero,dia sudah berbuat banyak untuk kamu,Mama bukannya mau mengungkit tapi Vero serius sama kamu,dia melakukan segalanya demi kamu!" kata Cila tenang.
" iya Ma,aku gak akan pernah mengecewakan Vero " Ucap Hani serius.
" Kenapa gak dinikahin aja sih La,kan Vero jadinya bisa leluasa " Celetuk Clara.
Cila diam,dirinya kadang juga mikir kesana tapi melihat kebar2an anaknya,Cila takut Hani tak selesai sekolah.
Hani juga sama diamnya,gadis itu hanya manut saja jika harus menikah dengan Vero dalam waktu cepat.
" Mas David belum izinin " Kata Cila ngeles.
" Hani lama2 disini juga jadi perbincangan tetangga loh,kasihan kamunya juga harus digunjingin orang " Kata Clara sedih.
" Aku mah udah biasa,gak pernah ambil hati orang mau bilang apa " Jawab Cila santai.
" Ya emang,tapi Hani,David dan Vero gimana ? kasihan sama mereka juga " Ujar Clara.
" Nanti aku omongin lagi sama Vero dan Mas David " Ucap Cila tak ingin membahas itu lagi.
Clara mengangguk paham..
__ADS_1
Hani pun bebas,gadis itu disuruh Cila masuk kamar untuk berganti baju.
Malam harinya,Vero dan David pulang bekerja.
Cila menyambut diruang tamu sambil menemani Hani belajar.
" Hay sayang " Sapa Vero hangat kepada Hani yang sedang menulis.
Lelaki itu mengecup kening Hani tanpa memperdulikan orang tuanya yang menatap mereka.
" Kamu ih main nyosor aja " Kata Hani menampar lengan Vero.
" aku kangen sama kamu,seharian kita gak ketemu " Kata Vero cengengesan.
" Gimana hari ini ? ada kendala gak ?" tanya Vero mengusap lengan Hani.
" Gak,aman " jawab Hani melirik Cila yang menatap kearahnya.
" Syukur lah,aku juga aman hari ini banyak orderan " Kata Vero tersenyum.
" Alhamdulillah " Balas Hani tersenyum manis.
" Kenapa kita diam disini ?" tanya David kepada istrinya.
" Hah em iya " Kata Cila tersadar.
" Kamu mau diuwu2in gitu ?" tanya David polos.
" Haha ya tapi sayangnya aku gak sekolah lagi " Jawab Cila terkekeh.
" Hahaha ya tapi kamu nyekolahin hati aku " Balas David terkekeh.
" Apaan Mas gak nyambung " kata Cila menampar lengan David.
David tertawa dan merangkul pinggang istrinya berjalan kearah kamar mereka.
Vero dan Hani menatap orang tua mereka dengan senyum bahagia.
" Pengen kayak gitu " rengek Vero bergelayutan manja.
" Nanti " Jawab Hani menyingkap halaman buku paketnya.
" Aku capek Han,pengen dimanja juga kek Papa " Rengek Vero mengkrucut.
" Ya udah bilang sama Mama " Kata Hani tenang.
" Hah beneran ? kamu mau ?" Tanya Vero girang.
" Kenapa ngak ?" tanya Hani mengernyit.
" Eh aku serius loh " kata Vero menutup buku tulis Hani.
" Iya,tapi kalo nikah em bisa gak jangan gituan dulu " Kata Hani malu2.
" Gituan gimana ?" tanya Vero bingung.
" Ya em gitu,punya anak kan aku masih sekolah "Jawab Hani cengengesan.
" Maksudnya gak ada adegan dewasa ?" tanya Vero.
" Hm " Jawab Hani mengangguk.
" Alamakkkkk buat apa nikaaaahh kalo gak begituaaan,bisa punah aku Hannnn !" Kata Vero mengacak2 rambutnya frustasi.
" Hehehe " Hani cengengesan menggaruk kepala malu.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya