Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Seorang Teman


__ADS_3

Siang harinya,saat David sudah berangkat bekerja Siti dan Laura datang kerumah menemani perempuan itu.


" Uhhh tampannya " Kata Siti mencubit gemas pipi Vero.


Bayi mungil itu tersenyum girang melihat Siti dan Laura yang berada didepannya.


" Ayo siapa yang mau gendong ?" Goda Siti merentangkan tangannya.


Terlihat bayi itu menangkap tangan Siti seolah menunjuk dirinya ingin digendong wanita itu.


Dengan sayang Siti pun mulai menggendong nya.


" Bu,paket udah dikirim semua ?" tanya Cila sibuk dengan hp nya.


" Udah Neng,tinggal di input " Kata Siti pelan.


" Oh ya udah ntar aku input,tolong jaga Vero bentar ya " kata Cila tersenyum.


" Oke " Jawab Siti ikut tersenyum.


Perempuan itu pun sibuk memainkan hpnya mencetak resi dan melacak barang dagangannya sudah sampai ke pembeli atau belum.


Cila mulai beraktifitas seperti biasa meski belum bisa keluar rumah,karna David melarang keras perempuan itu untuk berjalan jauh.


Untuk bahan pokok makanan sementara ini selalu Siti dan Laura yang kepasar membeli setiap kebutuhan.


" Hiks huaaa huaa " Anak Cila tiba2 menangis kencang.


" Cup cup sayang,kenapa nangis ??" Tanya Siti menggerak gerakkan badannya.


" Hua huaaa " Vero tetap menangis melihat Cila yang tak memperdulikan dirinya.


" Neng kayaknya Vero lapar deh " Kata Siti menegur Cila yang masih menatap layar ponsel.


" Oh bentar " Kata Cila menaruh hape nya di meja.


Dengan cepat perempuan itu membuka bajunya dan mengambil bayi itu.


" Hayo mimik dulu,kacian anak Mama laper ya ?" Tanya Cila iba.


" Hua huaa " Vero masih menangis kencang.


" Cup cup sayang Mama ngak boleh cengeng,nanti dapat istri judes " Kata Cila mengancam.


Bayi itu seketika diam menatap Cila serius seolah bertanya apakah perkataan sang Mama beneran atau bercanda.


" Haha biasa aja dong mukanya ya ampun " kata Cila terkekeh geli melihat wajah serius Vero.


Bayi itu mengulum senyum dan mengusel wajahnya di dada Cila.


" Nah adem ayem gini kan enak,Mama ngak pusing kamu juga kenyang " kata Cila tersenyum bahagia.


Bocah itu tak memperdulikan lagi Mama nya dan fokus menyesap makanan favoritnya saat ini.


Cila menatap lembut wajah mungil bayi kecilnya itu,garis hidungnya sangat mirip dengan David,bahkan alisnya pun terlihat menukik sama.


" Papa kamu curang banget sih,Mama loh yang susah2 dari mulai digencet berkali kali,hamil terus melahirkan eh yang mirip Mama cuma bibir doang " Gerutu Cila merengut.


Bayi itu terlihat memejamkan matanya menikmati asi Cila yang banyak.


" Ntar kalo kamu udah gede jadi anak baik ya,jangan nakal2 biar Mama umur panjang " Kata Cila terkekeh pelan.

__ADS_1


Siti senyam senyum mendengar perkataan Cila barusan.


Hari ini Laura tak datang,menurut Siti anak gadis nya itu ingin menyendiri dirumah,ntah apa yang dipikirkan oleh otak kecil Laura.


" Oh Iya Bu,Laura udah makan belum ?" Tanya Cila khawatir.


" Udah,tadi Ibu udah bikinin nasi goreng,dia juga dapat oleh2 dari Nyonya Nisa kemarin " Kata Siti tersenyum seraya melipat baju Vero.


" Ohh,enak dong " Kata Cila tersenyum.


" Biasa lah Non Ana yang ngasih kata Laura "


" Haha biarpun Ana rada gila,tapi sebenarnya itu bocah baik loh Bu " Kata Cila teringat akan ponaan sengkleknya itu.


" Iya,Laura juga sering curhat kebaikan Ana,dia anak yang baik dan penolong banget " Kata Siti takjub.


Mereka tersenyum senang mengenang Ana yang memang sangat menakjubkan.


Drt drt...


Hp Cila berbunyi,dengan tangan sebelah perempuan itu mengambil hp nya.


" Mas David " Gumam Cila pelan.


Cila pun mengangkat panggilan dari suami tercintanya.


" Halo Mas " Sapa Cila hangat.


" Halo Cil,aku mau ke luar kota ya,Ibu Rehan makin parah " Kata David terlihat panik diseberang.


" Hah,luar kota " Pekik Cila kaget.


" Iya,Rehan tadi nelfon minta tolong banget sama aku "


" Kamu minta temanin ibu Siti sama Laura ya dirumah,aku ngak enak kalo ngak kesana mana genting gini "


" Ya udah deh,kamu hati2 ya " Kata Cila pasrah.


" Aku mungkin 2 hari disana,aku langsung berangkat ini "


" Jangan lama2 Mas,Vero nanti nanyain kamu " Kata Nisa sedih.


" Haha iya sayang,gimana mau nanyain coba ngomong aja belom bisa " Kata David terkekeh.


" Ya siapa tau ntar malam dia ngomong nanyain Papa nya mana " Kata Cila asal.


" Haha iya2,aku berangkat dulu ya kamu hati2 disana " Kata David lembut.


" Ya udah,kabarin kalo dah sampe " Kata Cila menghela nafas.


Tut.


Panggilan pun terputus,Cila dengan lesu menaruh hape nya lagi di pinggiran kasur.


" Kenapa ?" Tanya Siti heran.


" Mas David keluar kota Bu,dia minta Ibu buat temenin aku dsini " Kata Cila lesu.


" Ngapain kesana ?" Tanya Siti kaget.


" Temen dia yang kemarin,ibu nya sakit parah dan minta suami aku buat bantu " Kata Cila jujur.

__ADS_1


" Oalah,Den Rehan kemarin ?" Tanya Siti mulai paham.


Cila mengangguk lemah.


" Ya udah ngak papa biar Ibu sama Laura yang nemanin kamu " Kata Siti tersenyum.


" Beneran Bu,ngerepotin ngak ?" Tanya Cila tak enak.


" Biasa aja,ntar malam kami kesini lagi,ibu mau jemput Laura dirumah " Kata Siti tersenyum.


" Hehe ya udah Bu,makasih ya " Kata Cila ikut tersenyum.


Ditempat lain,David terlihat tergesa gesa mencari bis yang akan membawa nya pulang ke kota nya dulu.


Beberapa jam kemudian,pria itu sampai dirumah sakit.


Dengan langkah lebar David berlari masuk ke ruangan.


Terlihat Rehan duduk dibangku tunggu dengan kepala tertunduk.


" Hannn " Pekik David menemui pria itu.


Rehan mendongak dan menatap nanar sahabatnya.


" Gimana ibu lo ?" tanya David khawatir.


" Masih didalam Vid,kondisinya makin kritis,kata Dokter pengobatannya ngak berjalan dengan lancar " Kata Rehan sedih..


" Ya Tuhan " Kata David menyugar rambutnya kasar.


" Maaf ya gue bantuin nya lama,gue juga harus nyisihin buat anak bini gue " Kata David merasa bersalah.


" Ngak papa,makasih ya lo udah bantuin gue,nanti gue ganti uang lo,tapi belum sekarang " Kata Rehan malu.


" Iya tenang aja,yang penting ibu lo sehat dulu " Kata David menepuk pundak Rehan.


Mereka tersenyum bersama dan saling merangkul.


Rehan bagaikan saudara untuk David karna pria itu yang tau kisah hidupnya dari dulu hingga sekarang,begitu pun Rehan dan Ibunya yang sudah menganggap David keluarga sendiri.


Tak lama keluar seorang Dokter dengan penuh keringat di keningnya.


" Gimana ibu saya Dok ?" Tanya Rehan cepat menghampiri pria itu.


" Kami sudah berusaha Pak,tapi kondisi ibu anda benar2 lemah,jika ada yang ingin disampaikan silahkan masuk " Kata Dokter itu iba.


Deg...


Rehan mundur perlahan syok mendengar kabar tersebut.


" Maksud Dokter apa !" Bentak David emosi.


" Kami sudah berusaha Pak,penyakit ibu kalian sudah kronis dan tubuhnya sudah sangat lemah " Kata Dokter itu tenang.


" Vid,ibu gue " Kata Rehan berkaca kaca.


" Ayo kita masuk " Ajak David menyeret Rehan masuk kedalam ruangan.


Dokter itu memberi jalan dan memberi kode kepada perawat yang lain agar meninggalkan 2 pria itu dengan Ibu mereka.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2