Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tak sengaja


__ADS_3

Disebuah rumah seorang pria terlihat menyuapi seorang gadis kecil yg belum bisa berjalan.


Pria setengah dewasa itu terlihat begitu tenang.


" Syad " Panggil seseorang dari arah belakang.


" Iya " Jawab Arshad menoleh.


Seorang wanita berjalan sambil membawa piring berupa buah potong.


" Kenapa Kak ?" Tanya Arshad.


" Sutar mana ?" tanya Histi melihat kiri kanan


" Kan belum pulang " Jawab Arshad aneh.


" Hah masa sih ? tadi perasaan udah ada " Balas Histi terkejut


" Mana ? kita berdua dari tadi disini gak ada liat Sutar " Jawab Arshad menggeleng.


Histi menggaruk kepalanya dan menurunkan piring.


" Udah selesai dia makannya ?" tanya Histi menunjuk sang putri.


" Udah,kayak nya gak mau lagi tadi diruahin " Jawab Arshad jujur.


" Ya udah gak papa " jawab Histi tersenyum.


Wanita itu cukup senang dengan kedatangan Arshad dirumahnya karna memang Histi dan kedua anaknya ditinggal Serkan keluar kota dalam waktu 1 minggu.


Seperti hari ini,Histi cukup sibuk dengan berberes rumah ditambah putri kecilnya sedang tak enak badan.


Wanita itu masih sering panikan jika tak ada yg membantu,tapi Histi juga tak mau punya Art karna dirinya merasa masih bisa melakukan apapun sendiri apalagi mengurus keluarga kecil mereka..


Tak lama ucapan salam terdengar,semuanya menoleh kebelakang dan mendapati sang anak sudah pulang.


" Mama " Sapa Sutar tersenyum cerah.


" Kamu pulang sama siapa ?" tanya Histi terkejut dan melihat jam.


" Baru jam 1 ?" Tanya Histi bingung.


" Iya Ma,guru rapat jadi kita disuruh pulang " Jawab Sutar tersenyum.


" Siapa yg anter ?" Tanya Histi khwatir.


" Tadi Papanya Suci yg anter tapi gak bisa masuk karna mau kerja " Jawab Sutar membuka seragamnya hingga menyisakan baju dalam saja.


" Abang kapan kesini ?" tanya Sutar melihat Arshad.


" Tadi sekalian lewat " Jawab Arshad tersenyum.


Sutar ber Oh ria,Histi berjalan keluar merasa ada yg menunggu.


" Eh Suci,ngapain disana ?" tanya Histi kaget mendapati anak iparnya duduk dibangku.


" Rebahan Bi,cape " Jawab Suci santai.


" Didalam aja,ayo masuk " Ajak Histi.


" Nanti Bi,aku masih panas " Balas Suci.


" Kenapa ? berkelahi lagi ?" tanya Histi menyelisik.


" Ih Bibi suuzon aja,gak berkelahi Bi cuma adu mulut aja bentar " Jawab Suci terkekeh.


Astagaaa,bisa botak rambut Mama mu nanti " Kata Histi tak bisa membayangkan.

__ADS_1


Suci tersenyum kecil,bukan suatu hal yg jarang jika gadis kecil satu itu hoby berkelahi,Alexi dan Salsa saja hampir frustasi menghadapi tingkah nakalnya.


" Maaaa makaannn " Pekik Sutar dari dalam.


" Iya bentar " Jawab Histi buru2 masuk.


Suci kembali melanjutkan rebahannya dan memejamkan mata.


Gadis cilik tersebut terlihat lelah menghadapi kesehariannya.


Lama berbaring membuat perut Suci berdering,gadis itu bangun dan masuk kedalam rumah berharap ada sesuatu yg bisa mengenyangkan.


Didapur semuanya berkumpul,Arshad juga sepertinya akan makan siang disana.


Histi sibuk mengambilkan makanan dan juga membuat susu untuk Sutar minum.


" Kamu mau yg mana ?" tanya Arshad melihat Suci.


" Semuanya Bang " Jawab Suci tersenyum.


" ini sepertinya ada yg pedes " kata Arshad ngeri.


" Gak papa,aku suka pedes " Balas Suci.


Glek....


Arshad menelan ludah kasar,pria itu belum tau bagaimana gadis kecil disebelahnya hidup.


" Jangan banyak2 ya " kata Histi menahan.


" Iya Bi " jawab Suci paham.


Arshad mulai mengambil makanan untuk gadis itu,Suci diam memperhatikan lelaki dewasa yg sedang melayaninya tersebut.


" Mama kamu tau kamu disini ?" tanya Histi teringat.


" Kamu gak ikut ?" tanya Histi mengernyit.


" Gak,males Bi aku bosan " Jawab Suci.


" Emang Mama ngapain ?" tanya Histi mengernyit.


" Ngumpul2 gitu,ngobrol,aku gak suka " Jawab Suci.


Semua orang diam mendengar curhatan gadis kecil tersebut.


" Kamu sukanya apa ?" tanya Histi lagi.


" Gak suka apa2 " jawab Suci.


" Masa ? biasanya dirumah Nenek kamu ngapain ?" Tanya Histi tak percaya


" Bantuin Kakek,main terus tidur " Jawab Suci ala kadarnya.


Histi mangut2 mengerti,wanita itu tak heran karna Suci dan Sutar hampir memiliki sifat yg sama meski sebenarnya Suci lebih bar2 daripada sang anak..


Sutar tak banyak bicara,bocah itu sibuk menghabiskan makanannya.


Mereka semua makan bersama,Arshad juga terlihat lahap memakan makanan yg sudah dimasak sendiri oleh Histi.


Setelah selesai,Arshad berpamitan pulang.


Disaat bersamaan,dering ponsel Histi berbunyi.


" Abang hati2 ya " Kata Sutar mewakili ibunya yg sudah berlari mengambil hape.


" Iya,kamu juga jangan nakal2 " Balas Arshad.

__ADS_1


Sutar mengangguk kecil,Arshad pun akan keluar dari rumah.


Saat akan membuka pintu rumah,secara bersamaan seorang gadis muncul didepannya membuat keduanya bertabrakan.


" Aaa " pekik gadis itu tertahan.


" Kakakkkk " Pekik Suci dan Sutar heboh.


Arshad langsung mundur dan gadis didepannya menunduk takut.


" Kakak kenapa gak bilang2 mau kerumah ?" Tanya Sutar bergelayutan manja.


" Hehe udah nelfon Mama mu tadi " jawab Gadis itu malu2.


Arshad diam melihat gadis tersebut ia kenal dan sudah tau juga perannya dikeluarga Histi.


" Hehe halo Bang " Sapa Sania tersenyum canggung kepada Arshad.


" Hm " Jawab Arshad ikut tersenyum kecil.


" Kakak kemana aja ? kenapa gak pernah lagi ketemu sama aku ?" tanya Suci.


" Kakak gak kemana2,kamu aja yg sibuk terus " jawab Sania menyindir.


" Hehe gak juga Kak " kata Suci malu.


" Ehh Sania udah datang,kenapa telat,barusan Om Telfon nanyain kamu udah sampe apa belum " kata Histi perhatian.


" Iya Te,tadi Om juga telfon aku " jawab Sania terkekeh.


" Oh syukurlah,yg penting kamu udah sampe " Kata Histi tersenyum.


Arshad masih diam melihat gadis desa itu,seperti waktu dulu Sania masih begitu polos dan apa adaya terbukti dari cara penampilan dan tas yg ia bawa.


Merasa Arshad memperhatikannya membuat gadis itu tak enakan.


" Oh iya Syad,katanya mau pulang " Kata Histi melihat sang ponaan.


" Ah iya Bi " Jawab Arshad tersadar.


Pria itu berlalu dari rumah dan mendekati motornya yg terparkir.


Sania diam2 memperhatikan lelaki itu,Arshad masih seperti pria yg ia tau,begitu dingin dan irit bicara.


Motor keluar,pria itu menghilang dibalik pagar.


" Ayo Sania,kamu harus bantuin Tante " Ajak Histi semangat.


" Jadi pembantu dadakan ya Te ?" Tebak Sania memutar mata.


" Hahahahahaha " histi langsung tertawa ngakak.


Gadis itu bisa saja menebak apa keinginan Histi jika menelfonnya tiba2.


" Gimana kuliah kamu ? aman ?" tanya Histi.


" Aman Te,nanti kalo Om pulang aku mau nitip buku bisa gak ?" tanya Sania


" Nanti Tante tlfon Om,mau buku apa ?" tanya Histi antusias.


Sania menyebutkan sebuah judul yg langsung diangguki oleh Istri Dokter tersebut.


Hanya keluarga Histi yg bisa menolongnya apalagi Serkan yg luas akan pengetahuan,kadang tak jarang Serkan juga yg membantu Sania mengerjakan tugas kuliah..


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2