Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Kelakuan2


__ADS_3

Dirumah sakit,Cila dan David masih menunggu.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam,keduanya duduk bersender menunggu Hani yg masih ditangani.


" Aku pesanin kamar ya buat kamu,disini dingin " Kata David kasihan.


" Gak papa Yank,aku disini aja nungguin " Balas Cila.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka,keluar lah 3 orang Dokter dan 1 orang perawat.


" Gimana keadaannya dok ?" tanya David.


" Pasien sangat lemah Pak,ada ada sedikit gangguan dengan janinnya " Jawab Dokter.


" Terus gimana ?" tanya Cila khawatir.


" Ini keputusan berat,tapi demi keselamatan ibunya bayi itu harus diangkat " Jawab dokter hati2.


" Apa !" Pekik Cila terbelakak.


" Ini baru semester pertama,kalau ingin bertahan mungkin pasien harus punya tenaga extra "


" Tapi Hani...." Ucap Cila tak percaya.


" Kasus seperti ini sering terjadi,tapi tergantung imun masing2 "


" Jadi Hani lemah begitu ?" tanya Cila.


" Ya karna kondisi seseorang gak ada yg tau " Jawab Dokter.


" Baik Dok,apa dia bisa dibawa pulang ?" Tanya David.


" Besok mungkin bisa pulang,nanti rawat jalan saja " jawab Dokter.


" Baik Dok,terima kasih " balas David paham.


Para dokter itu pun berlalu,Cila dan David masuk kedalam.


Terlihat menantu mereka sedang tertidur dengan wajah lelahnya..


" kasihan sekali anak ini Pa " Ucap Cila menghela nafas.


" Iya Ma,rintangan gak habis2an menghampiri dia " Balas David.


" Aku kasihan banget Pa,Hani begitu menderita selama ini dan bahkan sekarang juga belum selesai "


David mengangguk pelan,jika diingat lagi kehidupan Hani begitu pahit,gadis itu harus berjuang mati2an untuk bertahan hidup dari kerasnya kehidupan.


" kita doakan saja Ma semoga Hani dan anaknya baik2 saja " Ucap David.


" Iya Pa,apa Vero udah tau ya kalo Hani hamil ?" tanya Cila.


" Gak tau Ma,kayaknya belum " Jawab David.


" Uhh Vero pasti berharap banyak " Balas Cila.


Keduanya kembali diam melihat Hani yg tak menyadari kehadiran mertuanya.


Hani juga sebelumnya tak menyangka bahwa akan bisa hamil,ia pikir hanya demam biasa saat mual2 tapi setelah memeriksakan diri,wanita itu begitu syok,tapi Hani juga merasa sedikit kecewa lantaran dokter bilang bayinya lemah.


Untuk meminum obat Hani tak berani,ia takut bayinya tak selamat.


Makanya saat akan dibius Dokter ia meminta untuk tidak menyentuh bayinya sedikit pun karna itu harapan wanita malang tersebut.


Kebesokan paginya,Hani terbangun.


Wanita itu cukup terkejut karna ia berada diruangan yg ia pikir hanya mimpi.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka,masuklah Cila dan David dengan senyum kecil.

__ADS_1


" Kita bisa pulang hari ini " Kata Cila ramah.


" Ma,apa bayi ku masih ada ?" Tanya Hani berusaha bangun.


Cila melirik David,David diam tak menjawab.


" Pa,Ma " Panggil Hani bingung.


" Masih,dia masih diperutmu " Jawab Cila.


Hani menghela nafas panjang dan mengusap perutnya lembut.


" Kamu bertahan Nak " Ucap Hani terharu.


" Kamu tinggal dirumah Papa dan Mama sampai lahiran " Ucap David tegas.


Hani mendongak menatap wajah mertuanya.


" Gak ada penolakan,kamu nyaris mati Hani " kata Cila tegas.


" Lalu gimana dengan rumah kami ?" Tanya Hani.


" Biarin aja,gak bakal kabur juga tuh rumah " Jawab Cila.


" Nanti rumah kalian Papa monitoring dan minta orang buat bersihin tiap hari " Balas David.


Hani diam sejenak,wanita itu terlihat keberatan akan tinggal dengan Cila lagi lantaran sudah biasa hidup sendiri.


" Ayo Pa,kamu juga harus kerja " Kata Cila mengingat waktu.


David mengangguk,Hani pun diminta turun.


Mereka berjalan tertatih mengimbang Hani yg masih lemah.


David langsung menuju kerumah,lelaki itu tak punya banyak waktu berleha leha.


Sesampai dirumah,terlihat Laura sudah menunggu.


" Maa itu mereka " Ucap anak bujang Laura.


Hani keluar dari mobil,wanita itu masih terlihat pucat dan lemah.


" Gimana keadaannya Ma ?" tanya Laura.


" Sudah lumayan baik,kamu sudah beli apa yg Mama minta ?" Tanya Cila.


" Udah Ma,aku siapin semuanya " Jawab Laura.


" Bagus,temani Hani ke kamar " Kata Cila tegas.


Laura mengangguk,wanita itu mengambil alih tugas ibunya.


" Papa berangkat dulu " Kata David pamit.


" Iya Pa hati2 " kata Laura menyalami David.


David tersenyum,lelaki itu pun bergegas masuk mobil dan tancap gas.


Ditempat lain,sepasang anak manusia terlihat tidur dengan nyenyak.


Keduanya masih menutup mata lantaran kecapean.


" Astaga anak ini kenapa belum bangun ?" Gumam seorang pria heran.


Daniel sudah bersiap,lelaki itu harus mencari pekerjaan baru karna pekerjaan lamanya kemarin selesai.


" Hmm " Lenguh seseorang bergerak perlahan.


" Hei bangun " Ucap Daniel pelan.


Perlahan manik pria yg tidur beralas karpet itu membuka mata.


" Astaga ini jam berapa ?' Tanya Arshad langsung terbangun duduk dengan setengah sadar.

__ADS_1


" Udah jam 8 " Jawab Daniel tenang.


" Om " Ucap Arshad melotot.


Daniel menghela nafas panjang.


" Kalian gak kerja ?" tanya Daniel.


" Mana Angel ?" Tanya Arshad panik.


" Tuh dibelakang kamu " Jawab Daniel menunjuk Sofa.


Arshad berbalik badan dan kaget melihat Angel tidur dengan mulut sedikit terbuka.


" Astaga,,Njel bangun " Kata Arshad langsung membangunkan saudarinya.


Angel tak bergerak,wanita itu terlihat begitu lelap.


" Njel bangun,ayo pulang " Kata Arshad menggoyangkan lengan Angel.


" Hmm apasih " gumam Angel mengibas tangannya.


" Bangun Njel,ini udah pagi " Kata Arshad makin kencang.


Angel terganggu,perlahan maniknya terbuka dan mengerjab2.


" Bangun,udah siang tuh " Kata Arshad menunjuk jendela yg dilapisi tabir putih.


Angel melihat kesamping dan seketika maniknya terbelalak.


" Astaga " Ucap Angel langsung bangun terduduk.


Gadis itu mengusap2 matanya dan kembali terbelalak saat tak sengaja melihat pria dewasa yg berdiri menjulang.


" Om " Ucap Angel serak


Daniel menggeleng pelan,lelaki itu terlihat gemas dan tak percaya dengan apa yg ia lihat saat ini.


" Ayo pulang " Ajak Arshad grasak grusuk.


Lelaki itu mencari hape dan tasnya yg ntah dimana ia taruh.


"Ck ck,aku harus melaporkan ini kepada orang tua kalian " Kata Daniel menakuti.


" Jangan Om " Pekik Angel dan Arshad bersamaan.


" Kalo gak mau kenapa nekad ketempat dugem,mana minumnya banyak,udah tau lambung gak kuat " Hujat Daniel heran.


" Angel Om yg ajak aku " kata Arshad menunjuk Angel yg masih berusaha menyadarkan diri.


" Harusnya gak kamu iyakan ajakan dia " kata Daniel gemas.


" kamu sih,udah aku bilang aku gak bisa minum " Kata Arshad menunjuk Angel.


" ck,bilangnya gak bisa tapi habis 1 botol " Cibir Angel.


" Kan kamu yg maksa " Kata Arshad jengah.


" Sudah sudah,kalian sama2 salah " kata Daniel menengahi.


Kedua saudara itu kembali terdiam dan menunduk.


" Ya udah,Om mau kerja dulu kalian kalo mau disini dan lanjut tidur,silahkan " kata Daniel buru2.


" Om tunggu,aku mau pulang " Kata Angel merapikan rambutnya.


" Kamu sama Aku Njel pulangnya " Kata Arshad heran.


" Oh iya hehe,ya udah ayo pulang " Kata Angel terkekeh.


Daniel kembali menggeleng pria itu harus punya stock sabar menghadapi anak gadis Prito.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like Coment ya.


__ADS_2