
Disebuah pos seorang wanita terlihat panik berbicara dengan satpam yg berjaga.
Ia kehilangan putrinya yg tadi bermain tak jauh dari jangkauan..
" Gimana ini Pak bisa mati saya kalo sampe anak gak ketemu " Ucap wanita itu takut bukan main.
" Kita cek cctv dulu Bu " Balas Satpam tenang.
" ayo cepetan cek Pak,ini mana mall nya mau tutup lagi " Gerutu wanita itu kesal.
" Harusnya ibu menjaga putri ibu dengan baik,jangan membiarkannya main sendirian " Kata Satpam menahan kesal..
" Saya menjaganya dengan baik Pak,lagian putri saya itu pintar,dia bakal masuk sekolah tahun ini " Kata wanita itu gemas.
Satpam menghela nafas panjang,wanita itu mengganggu jam kerjanya padahal mall akan tutup sebentar lagi.
Mereka menuju ruangan cctv,para pekerja disana mulai dibuat sibuk mencari keberadaan gadis kecil didalam kerumunan manusia.
" Ini akan sulit " ucap salah satu penjaga.
Bunyi dering ponsel terdengar,semua orang menoleh dan melihat wanita dengan pakaian casual tersebut.
" Aduhh bapaknya nelfon lagi " Ucap si wanita panik.
Dering ponsel terrus berbunyi,salah satu penjaga menegur agar wanita itu segera mengangkat telfon.
" Halo " Sapa si wanita hati2.
" Kamu dimana,udah jam berapa ini ?" tanya seseorang diseberang.
" Iya bentar lagi pulang " Jawab si wanita menggigit kukunya.
" Mana anak ku ?" tanya si pria
" Hm dia lagi em ke Wc,bentar lagi kita pulang kamu tunggu aja dirumah " Jawab si wanita cepat.
Tut.
Panggilan terputus sepihak,wanita itu menghela nafas panjang untuk tetap tenang.
" Duhh gawat " Ucap si wanita makin panik.
Pencarian terus dilakukan,setiap lantai di cek untuk tau kemana gadis yg dicari pergi.
Hampir 1 jam mencari akhirnya penjaga menemukan sesuatu.
" Nah itu anak saya " Ucap si wanita heboh.
" ini ?" tanya Penjaga membesarkan layar.
" Iya Pak,itu anak saya tapi dia sama siapa ?" tanya si wanita mengernyit ada orang asing bersama putrinya.
Mereka melihat lebih jelas tapi naas kamera cctv tidak bisa mengzoom lebih karna jarak yg terlalu jauh..
" Apa anak saya diculik ?" tanya si wanita panik.
Penjaga diam memperhatikan gerak gerik pelaku di kamera pengawas..
Terlihat dua anak manusia celingak celinguk seperti memantau sesuatu hingga putrinya digendong menuruni eskalor.
" Dia penculik " Pekik si wanita heboh.
" Aku harus menelfon polisi,putri ku diculik " ucap wanita itu bergetar mengambil hapenya.
Belum sempat mencari nomor tiba2 telfon masuk dari orang yg ia kenal.
" Kau dimana sekarang ?" tanya seorang pria diseberang.
" Aku aku lagi di mall " Jawab wanita itu deg degan.
" Mana anak ku ?" tanya pria itu lagi.
Glek...
Wanita tersebut menelan ludah kasar,ia bingung harus bicara apa saat ini.
" Dimana dia !" Bentak si pria lantang.
Semua penjaga melihat kearah wanita itu dengan wajah yg cukup terkejut.
" Dia di culik " Jawab si wanita lemah.
" Apa kau bilang !" Desis si pria.
" Aku tidak tau,dia diculik orang tak dikenal dan aku..." ucap si wanita menggantung.
" Kekantor polisi sekarang " Titah si pria tegas.
__ADS_1
" Ya aku menuju kesana " Balas si wanita mengangguk.
Tut.
Panggilan kembali terputus,tanpa bicara dan ucapan terima kasih wanita itu langsung melesat kabur.
Para penjaga hanya bisa menghela nafas panjang dengan tingkah salah satu pengunjung mall tersebut.
Dikantor,seorang pria berdiri didepan ruangan.
Terlihat maniknya sudah memerah menahan emosi yg meledak2.
Dari arah lain,seorang perempuan berbicara dengan rekannya yg jaga malam.
" Aku rasa akan ada pertengkaran yg cukup hebat nanti Han " Ucap seorang lelaki menegur Hani.
" Apa orang tuanya sudah sampai ?" Tanya Hani mengernyit.
" Sudah,Ayah bocah itu yg datang " Jawab si pria.
" Baiklah,aku akan kesana dulu buat jelasin " kata Hani mengerti.
Si pria mengangguk,Hani pun berjalan mendekat.
Dari tadi ia tak tau bahwa temannya sudah berhasil menghubungi orang tua gadis yg ia tlong.
Ntah dapat informasi dari mana tapi ia sangat bersyukur akhirnya gadis itu selamat.
Terlihat seorang pria berdiri diambang pintu ruangan dengan tangan terkepal.
Hani diam dengan wajah tenang.
" Selamat malam " sapa Hani sopan.
Pria itu berbalik badan dan....
Deg....
Manik keduanya terbelalak melihat siapa yg berada didepan mereka.
" Vero "
" Hani "
Ucap keduanya bersamaan.
Keduanya menoleh melihat Reka membawa kantong berisi air dan snack.
" Vero " Ucap Reka pelan.
Vero diam dan balik melihat Hani yg tak bisa menyembunyikan rasa kagetnya.
" Kenapa kau ada disini ?" tanya Vero bersikap tenang
" Hah ak ku em..." Jawab Hani bingung.
Reka mendekat dan memberikan kantong belajaannya kepada gadis itu..
" Biar aku saja " kata Reka tenang.
Hani mengangguk,gadis itu berbalik badan dan menjauh dari sana.
Vero masih memperhatikan gadis itu dari ujung kaki hingga kepala.
Hani banyak berubah,gadis polos itu terlihat sangat tangguh.
" Kenapa kau disini ?" tanya Reka tenang.
" Menjemput anak ku " jawab Vero jujur.
" Anak ?" Ulang Reka mengernyit.
" Iya Putri ku dibawa kemari " Jawab Vero.
Reka melototkan matanya mengingat sesuatu.
" Kau ayah dari Putri Sofia Alexander Praja ?" Tanya Reka.
Vero mengangguk kecil.
" Kau kenal putri ku ?" tanya Vero mengernyit.
Bugh.....
Bukan jawaban yg Vero dapatkan melainkan bogeman mentah dari tangan kasar Reka.
" Apa yg kau lakukan ?" Tanya Vero terkejut sambil memegang pipinya.
__ADS_1
Bughhh....
Bogeman mqendarat lagi dperut lelaki itu membuat Vero seketika kesakitan.
" Heii apa yg kalian lakukan ?" Pekik polisi terkejut melihat perkelaian.
Polisi itu berlari dan langsung memisahkan Reka yg sudah mencengkram leher baju Vero.
Terlihat bibir lelaki itu berdarah,wajah Reka merah padam merasa sangat emosi.
" Kau bukan hanya pria pecundang tapi begitu pengecut dan tak ada tanggung jawab !" Ucap Reka mengeratkan cengkramannya.
Vero tak terima lelaki itu ikut mencengkram kerah baju Reka membuat keduanya begitu dekat dengan emosi masing2.
" Jaga ucapan mu !" Desis Vero berlumur darah.
" Sudah2 jangan berkelahi disini !" Kata polisi mencoba memisahkan kedua lelaki tersebut.
" Papaaaaaaa " Pekik seseorang dari arah belakang.
Vero dan Reka menoleh,keduanya langsung melepas cengkraman masing2.
Vero mengusap bibirnya yg berdarah dengan cepat.
" Papa kenapaaa ?" tanya Sofia mendongak melihat lelaki itu.
" Kamu gak papa ?" tanya Vero membungkuk.
" Papa berdarah,apa ini sakit ?" tanya Sofia berkaca kaca.
Tangan mungilnya mengusap pipi dan bibir Vero yg masih berdarah.
Hani mendekati Reka dan menahan pria itu agar tenang.
" Aku geli melihatnya " Cibir Reka geram.
" Sudah Rek " Kata Hani menghela nafas.
Vero menggendong putrinya,gadis itu terlihat memeluk leher sang Papa.
" Terima kasih sudah menolong putri saya " Ucap Vero sopan.
" Mereka yg menemukan anak bapak " Balas polisi menunjuk Hani dan Reka.
Vero menoleh dan diam sejenak melihat kedua bersahabat tersebut.
" Terima kasih " Ucap Vero sedikit membungkuk.
Hani mengangguk kecil sedangkan Reka membuang muka.
" Om Reka,snacknya aku makan tadi " Kata Sofia terkekeh.
" Iya makan aja " Balas Reka tenang.
Vero menghela nafas panjang,lelaki itu pun pamit pulang.
" Vero " panggil Hani melihat lelaki itu mendekati mobil..
Vero berbalik badan dan melihat gadis yg sudah lama tak nampak tersebut.
Hani mengeluarkan sesuatu didalam tasnya dan mendekati lelaki itu.
" Bibir mu berdarah,lap pake tisu ini " Ucap Hani menunduk sopan.
Vero diam melihat Hani dengan wajah nanar.
" Terima kasih Tante " Jawab Sofia mewakili Papanya.
Gadis itu menerima tisu Hani dan tersenyum manis.
Hani ikut tersenyum tapi senyum itu hilang seketika saat melihat seorang wanita berlari kearah mereka dengan wajah panik.
" Kamu baik2 saja sayang ?" tanya Yuna memeluk suami dan anaknya.
" Ayo pulang " Jawab Vero datar.
Yuna mengangguk,ketiganya langsung naik mobil.
Hani mengulum bibir dengan perasaan yg tak menentu.
Mobil mahal itu melewati Hani begitu saja dan melesat kejalan raya.
" Ternyata dia baik2 saja dan punya Putri yg pintar " Gumam Hani tersenyum miris..
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1