
Disebuah rumah sepasang suami istri bahu membahu membersihkan rumah baru mereka.
bersama sang Daddy,ketiga orang itu terlihat sangat bersemangat.
Justin menyapu lantai sedangkan Laura mengepelnya.
Pasangan itu terlihat sangat serasi membuat Abraham yang sedang memotong rumput dipekarangan rumah menjadi menghangat.
Lelaki itu terlihat bahagia dengan pernikahan anaknya yang adem ayem tanpa kendala.
" Ihhh Kakak nyapunya yang bersih dong,ini masih kotor " Kata Laura berkacak pinggang melihat debu yang tak hilang.
" Masa sih ? padahal udah aku sapu loh " kata Justin tak percaya.
" Ini sapu lagi,nanti kotor kain pelnya " Kata Laura mengkrucut.
" Iya iya ini aku sapuin " Kata Justin mulai mengayunkan sapu nya ketempat yang ditunjuk sang istri.
Laura kembali mengepel,satu rumah yang lumayan besar dengan 4 kamar tidur.
Cukup menampung mereka semua.
Setelah keduanya selesai,Laura langsung kedapur.
Wanita itu teringat belum masak sama sekali pulang dari pasar tadi,padahal ini sudah siang.
" Daddy " panggil Justin mendekat.
" Iya " Jawab Abraham berhenti bergerak.
" Daddy ngapain ?" tanya Justin mengintip.
" Daddy pingin menanam pohon buah biar nanti anak kamu bisa bikin ayunan disini "jawab Abraham terkekeh.
" Haha tapi tanda2 mau punya anak belum ada Dad,istri aku aja lagi datang bulan " Jawab Justin tertawa.
" Ya gak papa,kan Daddy bilang nanti " Balas Abraham santai.
" hehe iya Dad,ntar kalo dah bersih langsung gas " Ucap Justin terkekeh.
Abraham tersenyum mengangguk,Justin pun membantu Daddynya menanam beberapa pohon yang sudah tumbuh saat dibeli.
Justin tau,Abraham pasti begitu merindukan sosok cucu untuk menemani masa tuanya tapi Justin tak bisa melakukan apapun.
Mereka sudah berusaha tapi belum juga dikasih,tapi lelaki itu tak pantang putus asa,Laura pun selalu meyakinkan lelaki itu bahwa mereka bisa memiliki keturunan suatu saat ini.
Di dapur,Laura sibuk sendiri membuat banyak masakan untuk makan siang mereka.
Tadi pagi ia dan Justin sudah pergi kepasar untuk membeli bahan masakan selama satu minggu untuk stok.
1 jam kemudian beberapa menu sudah tersaji dengan apik diatas meja.
Perempuan itu pun keluar memanggil 2 pria yang akan menghabiskan masakannya.
" Yankkk " Panggil Laura sedikit berteriak.
Justin yang sedang bergurau bersama Daddynya menoleh.
" Kenapa ?" Tanya Justin mendekat.
" Ayo makan ini udah siang " Jawab Laura.
" Oh udah makan siang Dad,ayo kita isi perut dulu " Ajak Justin semangat.
" Ayo " Jawab Abraham tersenyum.
Keduanya berjalan beriringan,Laura tersenyum lembut melihat 2 lelaki itu akur.
" Bau acem " Ucap Justin mengendus tubuh istrinya.
" Hehe iya,belum mandi " Jawab Laura malu.
" Ntar mandi barengan ya " Ajak Justin seraya menyenggol lengan Laura.
" Jangan macem2 ih " Kata Laura gemas.
Justin tertawa dan merangkul pinggang istrinya menuju ruang makan.
__ADS_1
Dengan telaten Laura melayani 2 pria yang ia sayangi itu,perlahan Laura mulai dekat dengan mertuanya karna Abraham pun membuka tangan tanpa pandang bulu.
" Ayo dimakan Dad,maaf cuma seadanya " Seru Laura malu2.
" Iya ini aja udah syukur " Jawab Abraham ramah.
Kedua lelaki itu pun mulai makan,Laura pun ikut makan dengan lahap karna mereka benar2 sudah lapar.
Malam harinya,dirumah Cila kedatangan tamu.
Wanita itu cukup terkejut melihat pacar Vero datang seorang diri.
" Selamat malam Tante " Sapa Hani sopan.
" Malam " Jawab Cila datar.
" Ayo masuk " Ajak Cila.
Hani mengangguk dan memberikan bungkusan yang ia bawa.
" Apa ini ?" Tanya Cila mengernyit.
" Aku bikin kue bolu Te,masih belajar sih " Jawab Hani sedikit takut.
" Oh " Jawab Cila cuek.
Hani mengangguk canggung,gadis itu datang sendiri karna Vero tak sempat menjemputnya.
Dan saat sampai disana Vero pun ternyata belum pulang.
Cila menatap gadis itu menyelisik,sungguh Cila bingung Vero darimana menyukai gadis asing tersebut,apalagi Cila melihat bekas luka diwajah Hani meski bisa tersamarkan dengan bedak.
" Kamu tinggal dimana ?" tanya Cila mulai mengintrogasi.
" Dikontrakan Te " Jawab Hani jujur.
" Orang tua kamu ?" tanya Cila.
" Tidak ada " Jawab Hani.
" Kemana ?" tanya Cila.
" Meninggal " jawab Hani melihat Cila masih menunggu jawaban.
" Gak punya sodara ?" tanya Cila.
Hani menggeleng lemah.
Cila menghela nafas panjang,belum apa2 saja gadis didepannya sudah ketakutan membuat Cila sangat gemas.
Tak lama Vero dan David pun masuk.
Vero terlihat terkejut tapi raut wajahnya tersenyum hangat.
" Sudah lama datang ?" tanya David ramah.
" Iya Pak " jawab Hani tersenyum canggung.
" Maaf ya,tadi masih banyak kerjaan " Kata Vero merasa bersalah.
" Gak papa " jawab Hani tersenyum.
David dan Cila saling bertatapan,keduanya merasa mengkual melihat tingkah alay sang anak.
" Dah mandi dulu sana " Usir.Cila kepada anaknya.
" Jangan dimarahin ya Ma " Kata Vero melas.
" Ck siapa yang mau marahin " Kata Cila kesal.
David terkekeh,lelaki itu masuk duluan kekamar takut disemprot juga oleh istri tercintanya.
Vero mengusap kepala Hani dan melesat masuk kamar.
Kedua perempuan itu kembali diam,Hani bingung harus bicara apa kepada Mama Vero yang terlihat awet muda itu.
" Kamu sudah makan ?" Tanya Cila tenang.
__ADS_1
" Sudah Te " Jawab Hani.
Kroyoyoyoyoyikkkkk...
Semesta menolak,Hani ketahuan berbohong terdengar dari suara cacing nya yang tak terima dibilang sudah makan.
Cila mengulum senyum,Hani bersemu malu dengan wajah tertunduk.
" Maaf Te aku masuk angin " kata Hani malu.
Cila mengangguk meski perempuan itu sebenarnya ingin tertawa.
Cila tau gadis didepannya saat ini sangat ketakutan dan grogi.
Keduanya sama2 diam,Hani meremas bajunya merasa gugup terus dipandang wanita bohay itu.
Tak lama David keluar,seperti biasa Cila langsung peka karna suaminya butuh asupan kopi hitam untuk menemani pembicaraan.
" Sudah makan ?" Tanya David tenang.
Hani mengangguk seraya memegang perutnya takut2 cacingnya kembali melakukan demo.
David mengangguk paham dengan senyum kecil.
Vero pun keluar dari kamar,lelaki itu terlihat santai dengan bokser hitam dan kaos oblong.
Hani melirik lelaki itu dan terpesona.
" Waw Om Vero ganteng banget pake baju biasa gini " Batin Hani takjub.
Lelaki yang baru selesai mandi itu terlihat sangat fresh,bahkan kulit putih Vero semakin bersinar dengan cahaya lampu yang menyorot dirinya.
" Kenapa ganteng ya ?" tanya Vero percaya diri.
Hani mengangguk polos.
David terkekeh menepuk jidat kelu.
Vero tertawa girang dan duduk disamping gadis itu.
" Makanya harus setia sama aku,ntar kalo dah nikah bakal tiap hari liat pengeran model gini " Kata Vero narsis.
Hani tersenyum mengangguk.
David makin ambyar melihat pasangan itu saling bucin.
" Pa jadi gimana ?" tanya Vero melihat David.
" Ya terserah kamu lah " jawab David santai.
" Restuin gak nih ?" tanya Vero mendesak.
Cila datang membawa kopi untuk suaminya dan teh hangat untuk Hani.
" Gimana Ma,restuin gak ?" tanya David kepada Cila.
Cila diam menatap Vero yang sudah memasang wajah melas.
" Kalo Mama restuin kamu beneran mau nyekolahin dia lagi ?" tanya Cila serius.
" Iya,itu harus " Jawab David.
Vero mengangguk lemah.
" Astaga masa iya aku punya menantu anak sekolahan " Kata Cila lesu.
" Ya gak papa,training dulu " kata Vero cengengesan.
Hani menunduk takut melihat Cila menatap dirinya.
" Ya udah,tapi kamu harus sekolah yang bener ya,awas aja kalo berani selingkuh atau bawa kabur uang Vero,aku cariin sampe ke ujung dunia !" Kata Cila tajam
Deg..
Hani terkejut dengan ancaman wanita garang itu.
Vero bukannya kaget malah tertawa merasa lucu dengan ucapan ibunya.
__ADS_1
" Iya Te " jawab Hani takut.