
Arshad menatap serius lelaki tua didepannya saat ini.
lelaki itu tidak tau harus bersikap seperti apa selain menjaga kesopanan.
" Jadi kamu kembar ?" Tanya lelaki tua didepannya.
" Iya Pak " jawab Arshad mengangguk.
" Panggil Kakek aja seperti kamu panggil Reno " Ujar lelaki itu sedikit risih.
" Ah iya " Balas Arshad tersenyum kecil.
Hening...
Keduanya sama2 diam,Arshad memang bukan pria periang untuk orang baru.
" Sepertinya apa yg Reno ucapkan benar adanya " Batin Rustam mangut2 melihat Arshad
" Hm Syad " panggil Rustam lagi.
" Iyaa " balas Arshad tenang.
" Kamu tau kan tujuan kesini apa ?" Tanya Rustam serius.
" Iya Kek " Jawab Arshad.
" Kamu tidak ingin melihat nya ?" Tanya Rustam terkekeh.
Arshad diam,ia tau kedatangannya kesana untuk bertemu seorang gadis seperti yg sudah Reno bicarakan jauh2 hari.
" Akan saya panggilkan dia kesini " Ucap Rustam.
Arshad mengangguk.
Rustam mendekati mejanya dan memencet tombol khusus disana.
Tak lama seorang lelaki masuk dan menghampiri mereka.
" Iya Tuan " Ucap lelaki itu sopan
" Panggilkan dia "
" Baik Tuan "
Lelaki asing itu pergi keluar ruangan.
Arshad masih diam melihat interaksi para penguasa didepannya.
Beberapa menit kemudian,pintu kembali terbuka.
Masuklah seorang gadis sambil memeluk seekor kucing cantik.
" Kakek panggil aku ?" Tanya gadis cantik itu melihat pria tua.
" iya,duduklah " Jawab Rustam.
Gadis cantik itu duduk dengan anggun bersama kucingnya yg sudah didandan begitu apik..
" kenalin,ini calon suami kamu " ucap Rustam menunjuk Arshad.
Arshad melotot dengan ucapan lelaki tua itu.
Keduanya saling melihat,Arshad menatap datar gadis itu bedahal dengan respon si gadis yg terlihat malu2.
" Aku Tasya " ucap gadis itu hangat seraya mengulurkan tangan.
" Arshad " Balas Arshad tenang.
Keduanya saling berjabat tangan,Arshad tak ingin berlama2 karna dirinya masih merasa aneh.
" Duduk dan mengobrol lah " Kata Rustam tersenyum.
Tasya mengangguk kecil,Arshad hanya diam saja.
Lelaki tua itu berlalu meninggalkan keduanya berada diruangan besar tersebut.
Setelah beberapa saat,keadaan menjadi hening...
" hmm kau sudah lama datang ?" Tanya Tasya membuka obrolan.
__ADS_1
" Hm " Jawab Arshad cuek.
Hening...
Arsyad memilih diam melihat kakinya dilantai.
" Hmm maaf membuat mu tak nyaman " Ucap Tasya tak enak hati.
" Nga papa " Balas Arshad.
Tasya diam lagi,gadis itu bingung ingin mengobrol apa dengan pria dingin didepannya..
" Kalau tidak ada yg diingin dibicarakan,bolehkah saya pulang ?" Tanya Arshad menoleh.
Gadis itu melototkan matanya terkejut.
" Hah em ya " Ucap Tasya masih syok.
" Terima kasih " Ucap Arshad tersenyum tipis.
Lelaki itu pun bangkit dan berjalan keluar.
Tasya masih melongo tak percaya dengan apa ya ia lihat dan dengar saat ini.
" Ada apa dengan pria itu ?" Gumam Tasya heran.
Arshad bertemu penjaga pintu dan berpamitan pulang tanpa banyak bicara.
" Apa sudah selesai ?" Tanya penjaga ikut syok.
Arshad mengangguk kecil.
" Saya ada urusan " Balas Arshad.
" Baiklah,hati2 dijalan " Kata penjaga mengerti.
Arshad berlalu meninggalkan rumah besar tersebut.
Ntah apa yg ada diisi kepalanya saat ini hanya Arshad dan Tuhan yg tau.
Beberapa hari kemudian,Reno mendatangi Arshad yg sedang bekerja diruangannya.
" Hah,kenapa Kek ?" Tanya Arshad balik.
" Ada apa dengan kamu dan cucunya Rustam ?" Tanya Reno serius.
Arshad diam sejenak.
" Maaf Kek " Ucap Arshad pelan seraya menunduk.
" Kenapa dengan kamu ? Apa kamu sedang menjalin hubungan dengan orang lain ?" Tanya Reno tegas.
Arshad menggeleng pelan.
" Aku rasa belum saatnya menikah Kek " Jawab Arshad mendongak.
" Kakek tidak menyuruh kamu menikah sekarang,kakek mau kamu kenal dulu sama dia " Kata Reno menghela nafas
Arshad kembali diam,tanpa keduanya sadari saudara kembar Arshad berada dibalik pintu yg belum terkunci rapat
" Jangan menghindar,kalo ga jodoh ya Kakek ga maksa,hanya saja kamu jangan putus kontak sama cucunya Rustam,mereka orang penting Syad " Jelas Reno.
" Kek " Ucap Arshad menarik nafas.
" Jangan ada penolakan lagi kali ini,kamu harus makan malam berdua sama dia di resto anggrek !" Kata Reno tajam.
" Apa " Kata Arshad syok.
" Semua sudah dipesan,kamu tinggal datang,makan dan mengobrol dengan gadis itu " Jelas Reno.
Arshad diam tak menjawab,Reno pun berjalan keluar dengan aura pamungkasnya.
Azura yg berada dibalik pintu langsung berlari kearah lain.
Wanita itu takut ketahuan bahwa dirinya sudah menguping pembicaraan.
" Ada apa ini ? Kenapa Kakek terlihat marah ?" Gumam Azura bingung.
" Azura " Panggil seseorang membuat wanita itu melonjak kaget.
__ADS_1
" I iya Kek " Jawab Azura berbalik badan.
" Kamu mau kemana ?" tanya Reno.
" Hah em aku em aku mau ke wc Kek " Jawab Azura mencari alasan.
" Wc ?" Ulang Reno.
" I iya Kek,a aku aku kebelet pipis " Jawab Azura berlari masuk keruangan.
Reno diam bersedekap dada melihat tingkah ibu satu anak tersebut.
Tak lama,Azura keluar lagi sambil menggaruk kepalanya.
" Kenapa ?" Tanya Reno masih stay ditempat.
" Hehe Wc nya bukan disini " Jawab Azura malu.
Reno menggeleng pelan.
Ruangan yg dimasuki Azura memang bukan wc melainkan gudang kantor Reno.
" Sana " Kata Reno menghela nafas.
" Iya Kek hehe " Balas Azura berlari cepat seraya menunduk sopan.
" Ada apa dengan anak itu,kenapa otaknya jadi terbalik gini ?" Gumam Reno heran.
Tak mau ambil pusing,lelaki tua itu berjalan menuruni anak tangga.
Didalam ruangan,Arshad masih diam dengan tatatapn tajamnya.
Terlihat lelaki itu kurang suka dengan keputusan Reno yg sepihak.
" Bukankah aku juga punya kuasa atas diri ku ?" Gumam Arshad mengernyit.
" Menikah atau tidak itu keputusan ku bukan orang lain " Lanjut lelaki itu
Malam harinya,semua keluarga berkumpul diruang makan.
Arshad makan dengan tenang seperti biasanya.
Sesekali lirikan tajam Reno mengarah ke lelaki itu tapi Arshad tak mengubris.
Aktam dan Lulu saling melihat seperti memberi kode khusus.
" ada apa dengan mereka ?" Batin Aktam makan tak tenang.
Lelaki dewasa itu menatap putranya,tapi seperti diawal,Arshad hanya tenang dengan sendok yg terus menganyun masuk kemulut.
Setelah selesai,saat hendak naik ke kamar,Arshad dihadang oleh Azura dan putrinya.
" Kenapa Kak ?" tanya Arsyad tenang.
" Kau baik2 saja ?" tanya Azura khwatir.
" apanya ?" tanya Arshad bingung.
" Perjodohan itu,apa kau menerimanya ?" Tanya Azura lagi.
Arshad diam tak menjawab.
" Syaddd,aku tau perasaan mu " Kata Azura iba.
" Dia masih anak kecil Kak,aku tidak mau kerepotan nanti " Balas Arshas.
" Apa dia cantik ?" Tanya Azura lagi.
Arshad diam tak menjawab.
" Ku rasa anaknya pasti cantik sampai Kakek setuju " Jawab Azura terkekeh.
Arshad terus diam melihat wanita didepannya tertawa bahagia.
" Apa cantik bisa menyelesaikan semuanya ?" Tanya Arshad tiba2.
Azura langsung terdiam mendengar ucapan sang adik.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.