Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Sandal Terbang


__ADS_3

Siang ini David bekerja dengan giat,meski keringat bercucuran tapi semangat pria itu seperti tak pernah padam.


" Istirahat dulu Vid " Tegur teman seperjuangannya disana.


" Bentar lagi Bang hampir selesai ini " Kata David tersenyum dan masih mengelepel lantai itu.


Mereka hanya bisa diam melihat kegigihan David.


" Emang gitu kalo anak baru,1 sampe 3 bulanan masih rajin,habis itu liat aja ntar malesnya minta ampun " Hujat pria diatas mereka.


David hanya diam saja meski dirinya sudah merasa cukup gerah dengan keadaan saat ini.


" Tenang Vid,kamu harus kuat demi Cila dan cecerut " Batin David.


Pria itu tersenyum kecil mengingat calon anaknya yang akan lahir tak lama lagi.


" Huh semangat Vid " Gumam David untuk dirinya sendiri.


Pria itu kembali mengerjakan pekerjaannya karna sebentar lagi waktunya untuk istirahat.


Beberapa menit kemudian,baru saja David ingin duduk seorang karyawan masuk ke dalam ruangan mereka.


" Vid,tolong beliin gue makanan dong " Pinta seorang pria disana.


" Makan apa Bang ?" Tanya David melepas gelasnya.


" Nasi padang biasa banyak kerjaan nih gue " Kata Pria itu memelas.


David menghela nafas dan mengangguk.


" Pake duit lo dulu ya ntar minta bon nya " Kata pria itu tersenyum.


" Aku ngak bawa uang Bang,cuma buat ongkos " Kata David jujur.


" Ck,miskin amat sih lo Vid,masak kerja ngak bawa duit " Hujat pria itu kesal.


David hanya diam menggaruk kepalanya tak enak.


" Dah nih duitnya,ntar minta bon ya " Kata pria itu memberi uang 50 ribu.


David mengangguk tersenyum,pria tadi pun langsung pergi dari sana.


" Kamu beneran ngak bawa uang ?" Tanya seorang gadis seprofesi dengan David.


" Bawa,buat ongkos soalnya aku bawa bekal tadi " Kata David tersenyum.


" Oh syukurlah " Kata gadis itu tersenyum.


" Ya udah aku berangkat dulu "


" Minum dulu Vid " Tegur gadis itu kasihan.


David mengangguk dan mengambil lagi gelas dan mengisi air disana.


Karna status David sebagai cleaning service, setiap hari pria itu selalu saja disuruh2 oleh karyawan lain yang menganggap diri mereka raja dan ratu.


Reno tak pernah tau karna David tak pernah menceritakan apapun,David menganggap ini memang pekerjaan nya.


David harus berjalan sedikit jauh dari perkantoran,dikarenakan kantor Reno benar2 sangat besar dan luas,bahkan halaman nya saja bisa untuk memarkirkan helikopter..


Saat David menunggu pesanan,seorang pria baru saja datang dan ikut memesan,David mendongak saat mendengar suara pria itu.


" Rehan " Pekik David kaget melihat sahabatnya dulu.


Pria itu menoleh dan sama terkejutnya melihat David duduk di kursi plastik.


" David " Pekik Rehan girang.


Mereka langsung berpelukan jantan.


" Kok lo ada disini ?" Tanya David meneliti sahabatnya.


" Iya gue mau cari kerjaan disini " Kata Rehan tersenyum cerah.


" Loh lo ngak kerja lagi ?"

__ADS_1


" Ngak,gue baru berenti kemarin makanya langsung kesini buat cari kerja " Kata Rehan tersenyum malu.


" Ibu apa kabar ?" Tanya Davud mengiba.


" Ibu gue lagi sakit Vid,makanya gue harus gercep cari duit buat biaya berobat " Kata Rehan menghela nafas.


" Ibu sakit apa ?" Tanya David terkejut.


" Lambung,biasa lah penyakit lama "


" Terus lo udah dapat kerjaan belum ?" Tanya David.


" Belum nih,gue juga bingung mau cari kerja dimana ?" Desah Rehan.


" Yang sabar ya,gue sekarang kerja di perusahaan itu,tapi ya sebagai cleaning service " Kata David tak enak..


" Wah enak dong lu,kena Ac mulu hehe "


" Tetep keringetan lah,gue kerjaannya nyapu nguli disana bukan duduk depan layar " Kata David terkekeh pelan.


" Lo tinggal sama siapa disini ?" Lanjut David.


" Baru mau cari kostan " Kata Rehan tertawa.


" Lo tungguin gue ntar di depan kantor itu,lo pulang krumah gue aja " Kata David menepuk pundak Rehan.


" Emang lo udah punya rumah ?"


" Rumah kontrakan hahahah " Kata David tertawa.


Rehan yang tadinya sudah sangat serius langsung menatap datar temannya.


" Gue duluan ya,punya orang nih " Kata David mengambil bungkusan yang diberi pelayan.


" Iya,ntar sore gue tunggu didepan " Kata Rehan tersenyum.


Mereka pun harus berpisah disana,karna David masih banyak kerjaan.


Rehan menghela nafas melihat sahabatnya berlalu.


" Lo ngak berubah Vid " Kata Rehan tersenyum kecil.


Ditempat lain Cila sedang sibuk2 nya membenahi ruko baru bersama Siti dan Laura.


" Aduh Non jangan angkat berat2 dong " Kata Siti kembali mengambil barang ditangan Cila.


" Iih ibu ini tuh ringan " Kata Cila manja.


" Jangan,nanti kalo tau Den David bisa gawat " Kata Siti ngeri.


Cila terkekeh pelan dan tersenyum geli melihat wajah panik wanita itu.


" Ibu tenang aja,dulu waktu Bunda hamil Denis lebih dari ini kok kerja nya,bahkan nih ya Bunda angkat gas sendiri loh " Jelas Cila.


" Ya Bunda kamu kan udah biasa,lah Non kan baru ini hamilnya,kalo ada apa2 gimana,ini tuh masih rentan loh Non " Kata Siti kekeh.


" Huuufftt ya udah deh,aku mungutin sampah aja " Kata Cila menunduk.


" Eh jangan2 " Larang Siti lagi.


" Kenapa lagi Bu ?" Tanya Cila gemas.


" Mending Non duduk yang tenang aja di kursi,makan camilan dan susu biar urusan ini ibu aja yang urus " Titah Siti.


" Aku males cuma duduk doang dari tadi " Rengek Cila.


" Apa mau saya laporkan ke Den David ?" Ancam Siti.


" Iya Ante,aku juga bakal lapol sama Om David kalo Ante ngak nulut " Celetuk Laura tajam.


Cila terkekeh pelan menatap ibu dan anak itu.


" Bos kalian itu siapa sih aku apa Mas David ?" Tanya Cila tertawa.


Laura terlihat berpikir keras sedangkan Siti hanya tersenyum saja.

__ADS_1


" Meski pun Non bos disini tapi untuk kesejahteraan kita bersama,mending Non ikuti saja peraturannya " Kata Siti masih kekeh.


" Aaaa ngak mauuu " Rengek Cila.


Laura tertawa geli melihat Cila yang bergelayutan manja dilengan ibunya.


" Aduh ini udah jam belapa ya ?" Gumam Laura pelan.


" Kenapa ?" Tanya Cila mengernyit.


Tak biasa2 nya Laura terlihat gusar seperti sekarang.


" Aku halus kelja Ante,Bos Ana pasti udah pulang sekolah sekalang " Kata Laura panik.


Cila langsung terbahak mendengar kata polos gadis mungil itu.


" Kamu tenang aja,nanti kalo dia butuh kamu pasti dia datang sendiri kesini " Kata Cila disela tawanya.


Siti hanya menggeleng saja melihat Laura yang begitu taat kepada Ana.


Tin tin...


Bunyi klakson mobil terdengar dari luar,Laura langsung berlari melihat siapa yang bertamu ketempat kerja mereka.


" Bos " Pekik Laura girang melihat seorang gadis membuka kaca mobil dengan kaca mata merah bertengger di hidung mungilnya.


Ana tersenyum elegant melihat sang asisten yang begitu takjub kepada dirinya.


" Hay " Sapa seorang lagi mengenakan topi bundar dikepalanya dan kaca mata hitam yang kebesaran dihidung.


" Iva " Pekik Laura kembali takjub.


Cila dan Siti keluar melihat siapa yang datang,dan alangkah terkejutnya mereka melihat 2 bocah ingusan itu dimobil dengan gaya sombong mereka.


" Ya Tuhan " Pekik Cila menggeleng tak percaya.


" Halo Auntyyyy " Sapa Zaiva ramah seraya menaruh kaca mata di topi bundarnya.


" Mak mu mana ?" Tanya Cila bersedekap dada.


" Biasa lah Aunty lagi temu kangen sama Bunda Nisa " Kata Zaiva tertawa.


" Ayo masuk,kita selesaikan misi " Kata Ana pura2 tegas.


Laura mengangguk dan menghadap ibunya.


" Hehe boleh kan Bu,Lala ikut menyelesaikan misi ?" Tanya Laura memelas.


Siti terkekeh pelan dan mengangguk meski tak tau misi apa yang sedang mereka kerjakan.


" Jangan aneh2 kamu,kecil2 sok2an punya misi " Hujat Cila.


" Iri bilang Bos " Kata Ana skak matt.


" Cepetan Laura " Teriak Ana menutup kaca mobil saat Cila melepas sandalnya.


Laura mengangguk dan langsung berlari masuk kedalam mobil.


Plakkkk...


Cila melempar sandalnya kearah Ana yang gesit menutup kaca.


" Ueek ngak kena " Kata Ana tertawa.


" Aku bilangin Papa nih Kakak jahat sama mobil kesayangannya " Ancam Ana.


" Kampret nih bocah,sini loh lawan gue " Kata Cila kesal.


Mobil itu pun langsung melaju saat Cila menggulung lengan bajunya.


" Sabar Non,ingat ada calon anak di perut Non " Kata Siti menahan perempuan itu.


" Oh iya lupa,gara2 tu bocah edan aku sampe lupa lagi hamilin anaknya Mamas ku " Gerutu Cila kesal.


Siti tertawa geli melihat Cila yang berusaha tenang demi sang anak.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2