
Saat Vero keluar dari kamar orang tuanya sebuah suara menggelegar mengagetkan lelaki itu.
" Verooo " Teriak Cila dari ujung lorong.
Vero menoleh dengan wajah terkaget kaget.
Perempuan itu berjalan cepat hampir berlari mendekati anaknya.
" Aduh gawat,jangan sampe Mama tau " Batin Vero dengan cepat menyembunyikan daster usang itu di belakang tubuhnya.
" Kamu kemana aja hah !" Pekik Cila menjewer telinga Vero.
" Aduh aduh sakit Ma,apa salah aku " Kata Vero meringis.
David mendekat dan menghela nafas melihat anak dan istrinya yang akan berdebat sebentar lagi.
" Kenapa kamu menghilang dari Pesta ? Mama sampe Cirebon nyariin kamu " Kata Cila garang.
" Lah kejauhan Mama,aku disini " Kata Vero jengah.
" Kenapa kamu pulang duluan ngak ngasih tau Mama sama Papa,ngak tau apa kita paniknya gimana liat kamu ngak ada !" Kata Cila dengar suara apinya.
" Aku udah gede Ma,24 tahun masih Mama cari2 astaga siapa pun tolooooonggg " Kata Vero prustasi.
Cila terdiam melihat anaknya yang terlihat kesal.
" Ya walaupun kamu dah tua tapi kan kamu pernah...
" Hilang ingatan " Potong Vero malas.
" Ya itu,coba kalo kambuh terus kamu ngak bisa balik siapa yang gila hah,Mama,Papa kamu enak kalo Mama udah gila ntar dia cari cewek lain !" Gerutu Cila kesal.
Vero terkekeh geli,pria yang awalnya ingin marah kini tak jadi melihat wajah lucu ibunya.
" Ya udah jangan sampe gila dong biar Papa ngak kawin lagi " Kata Vero mengulum senyum.
" Huh berani Papa mu kawin lagi,liat aja aku smotingin semua bulu2 nya !" Kata Cila mengepalkan tangan.
David yang dari tadi tak bersuara sedikit pun kini menjadi korban.
Pria itu melongo melihat raut Cila berubah menjadi singa betina.
Pria tanpa dosa itu berjalan gontai masuk kedalam kamar dan menutupnya dengan pelan.
" Tuh lihat,Papa merajuk " Kata Vero mulai mengompori.
" Kamu sih " Tuduh Cila kesal.
" Kok aku,Mama yang ngancem kok " Kata Vero tak terima.
" Dah ah,sana masuk kamar awas kamu keluyuran,Mama bikinin pony burung kamu " Ancam Cila tajam.
Deg...
Vero terbelakak langsung mengapitkan kakinya merasa ngeri dengan ancaman wanita tua itu.
Brak.
Pintu kamar tertutup rapat,Vero menghela nafas lega mengusap dadanya.
" Huh punya emak gini amat ya,sabar2 surga di kaki Mama " Gumam Vero berusaha tenang.
Pria itu pun berjalan ke kamarnya dan kembali terkejut melihat gadis asing itu duduk di sofa melihat kearahnya.
Kini wajah gadis itu sudah terlihat jauh lebih baik,rambutnya juga sudah digulung dengan handuk.
Vero terdiam menatap lama gadis dengan tubuh kurus tinggi itu.
" ehm " Dehem Vero tersadar.
Gadis itu kembali menunduk memainkan tangannya.
__ADS_1
" Pakailah baju ini " Kata Vero memberi daster legend Cila kepada gadis itu.
Gadis itu menerima dengan wajah tersenyum kecil.
" Jangan membuka disini,aku pria normal !" Kata Vero mewanti wanti.
Gadis itu mengangguk lemah berjalan kekamar mandi.
Vero menghela nafas lega menghidupkan televisi.
Tak lama gadis itu pun kembali lagi dengan daster diatas lutut..
" Nah begini lebih baik " Kata Vero tersenyum cerah.
" Kau mau tidur sekarang atau makan ?" Tanya Vero bertopang dagu.
" Bisa kau memberi ku nasi sisa ?" Tanya gadis itu pelan.
" Apa Nasi sisa ?" Tanya Vero melotot kaget.
Gadis itu mengangguk lemah.
" Tak ada nasi sisa " Ucap Vero syok.
Gadis itu menunduk mengerti.
Vero diam melihat penampilan gadis itu dengan seksama.
Tubuh perempuan itu memang tidak terlalu kurus2 amat,tapi bekas luka sayatan di lengan dan wajahnya terlihat begitu menyakitkan bagi lelaki itu.
" Ada apa sebenarnya dengan gadis ini ?" Batin Vero sangat penasaran.
Pria itu bangkit mendekati telepon hotel.
Vero memesankan nasi goreng dan jus jeruk untuk si gadis.
Gadis itu hanya diam sesekali matanya menatap televisi yang menyala.
Tut.
Panggilan dimatikan sepihak,Vero melihat lagi gadis itu seolah mencari jawaban yang tak ia dapati juga.
Tak lama,pesanan pun sampai,Vero membawa piring mendekati gadis itu.
" Ini makan lah " Kata Vero lembut menyodorkan piring dengan nasi goreng yang masih mengepul asap.
" Apa ini bekas ?" Tanya gadis itu pelan.
" Bukan,ini baru " Jawab Vero.
Gadis itu menghela nafas menjauhkan piring.
" Kenapa ?" tanya Vero bingung.
" Aku tidak sopan jika memakan makanan baru " Ucap gadis itu pelan.
" Apa !" Pekik Vero syok.
Vero sangat terkejut dengan ucapan gadis itu.
" Aku yang tidak sopan jika memberi mu makanan bekas,kau bukan hewan " Kata Vero tak habis pikir.
Gadis itu menunduk dengan mata kembali berkaca kaca.
" Aku tidak tau apa yang terjadi kepada mu,tapi makan lah ini jangan membantah !" Kata Vero tegas.
" Ta..
" Atau aku juga akan mengusir mu dari sini " Ancam Vero.
Gadis itu lanģsung melotot menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Aku mohon jangan buang aku Tuan " Ucap gadis itu bersimpuh dikaki Vero.
Vero mundur merasa aneh dengan tingkah gadis malang itu.
" Makanya makan ini dan tidurlah " Kata Vero tegas.
Gadis itu mengangguk pelan menerima piring dari lelaki baik itu.
Vero berjalan menjauh lalu menoleh kebelakang.
" Oh iya siapa nama mu ?" Tanya Vero teringat.
Gadis itu menggeleng pelan.
" Kau tidak punya nama ?" Tanya Vero mengernyit.
Gadis itu mengangguk pelan.
" Astaga yang benar saja kau hidup dijaman apa hingga tak punya nama " Kata Vero pusing kepala.
" Mereka membuang ku " kata gadis itu menangis.
" Siapa ?" Tanya Vero mendekat.
Gadis itu kembali menggeleng membuat Vero sangat gemas ingin mencubit pipinya.
" Oke,aku tidak akan kepo dengan hidupmu,sekarang kau makan " kata Vero berusaha sabar.
Gadis itu menatap Vero dengan manik yang tak bisa dideskripsikan.
" Terima kasih " Ucap gadis itu tulus.
" Hm " Jawab Vero meski sedikit tersentak mendengar suara lembutnya.
Lelaki itu pun duduk diranjang bermain ponsel.
Tanpa sadar Vero tertidur disana,sedangkan gadis itu berdiam diri menatap jendela kamar yang menampilkan kerlap kerlip kota.
Sudah puluhan helaan nafas gadis itu hembuskan,perasaannya cukup membaik saat ini meski kejadian buruk sebelum2nya selalu berputar dikepala gadis malang itu.
" Terima kasih Tuan,kau menyelamatkan hidup ku " Batin gadis itu melihat Vero tertidur tenang dengan hape ditangan.
Gadis itu mendekat menaruh hape Vero di nakas dan menyelimuti pria baik itu.
Karna semakin larut gadis itu memutuskan untuk istirahat di sofa panjang kamar hotel tersebut.
Kebesokan paginya,Vero terbangun saat ketukan pintu kamar terasa mengobrak abrik telinganya.
" Haistt " Kesal Vero menerjang selimut berjalan gontai mendekati pintu.
Saat tangannya sudah berada diganggang pintu Vero langsung melotot menyadari sesuatu.
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka,keluarlah gadis semalam dengan baju yang sama sambil merapikan kancingnya.
" Astaga gawat " Kata Vero kelabakan.
Pria itu mondar mandir bingung harus bagaimana,si gadis yang melihat lelaki itu panik merasa sangat heran.
" Ada apa Tuan ?" Tanya gadis itu menunduk sopan.
" Gawat2,ada macan tutul " Kata Vero panik luar biasa.
" Hah Macan ! " Pekik Gadis itu terbelakak kaget.
" Sembunyi sekarang atau kita mati bersama disini " kata Vero cepat.
❤❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1