
Matahari terus menyinarkan cahayanya yg cerah.
Seorang bocah terlihat asik bermain loncat loncatan disebuah ruangan yg terbuat dari jaring.
Bocah itu bermain sendirian disana dengan girang gembira.
Sang Kakak menunggu dibawah pohon yg cukup rindang menghindari kulitnya terpapar langsung oleh matahari.
" Udah jam 11,dia kenapa belum datang ?" Gumam Rania lesu.
Sudah 1 jam lebih Rania menunggu Reka disana.
Lelaki itu bilang akan segera menyusul tapi sudah lelah Rania menunggu Reka belum juga sampai.
" uhh kenapa aku nunggu lagi sih,harusnya tadi aku gak usah perduli dia mau ngomong apa " Lanjut Gadis itu.
Rania berselonjoran dirumput dengan alas sandalnya sendiri.
Sambil menunggu Reka,gadis itu membaca kertas tawaran yg diberikan manager tadi.
" Apa aku kerja disitu saja ya ? Tapi aku rasanya gak mau disana " Ucap Rania pelan.
" Kalau aku kerja disitu bearti aku harus bertemu Reka setiap hari dan itu pasti membuat aku salah tingkah "
" Nga nga,aku gak boleh,aku emang suka sama dia tapi aku gak boleh maksa dia buat suka aku juga " Kata Rania menggelengkan kepalanya.
Gadis itu tak ingin egois,Rania mengakui rasa ketertarikannya tapi tidak untuk mendapatkan apa yg ia inginkan dengan instan.
" ah udahlah,mending aku kerja ditempat lain aja,lagian Papa juga kurang srek sama jurusan aku " Ucap Rania menghela nafas.
Tak ingin banyak pikiran lagi,Rania bangun dan mendekati adiknya.
" Ayo pulang " Ajak Rania lembut.
" Kakak capek ya nungguin aku ?" Tanya Bocah itu polos.
" Ngga,cuma ini udah siang dan mataharinya panas banget nanti kamu gosong " Jawab Rania.
Baim menatap langit dan langsung mengernyitkan mata.
Silauan matahari memang begitu terik membuat bocah itu menyetujui ucapan kakkanya.
" ayo Kak,tapi beli es dulu ya " Kata Baim cengengesan.
Rania melihat isi tasnya dan mengangguk tersenyum.
Keduanya pun berjalan meninggalkan taman yg masih sepi.
Rania melihat minimarket dan memutuskan kesana untuk mengabulkan permintaan sang adik.
Saat akan masuk,gadis itu dibuat terkejut dengan adanya seorang gadis yg akan membyar dikasir.
" Kak Tania " Pekik Baim heboh.
Gadis itu menoleh dan sama kagetnya.
" Baim,kamu disini " kata Tania mengusap kepala adiknya.
" iya Kak,aku ketaman sama Kak Ran " Balas Baim polos.
Tania melihat Rania,keduanya saling diam dengan tatapan masing2.
" oh iya kamu mau beli apa ? Kakak bayarin " Kata Tania tersenyum.
" Beneran Kak ?" tanya Baim girang.
Tania mengangguk kecil,Baim pun mulai keliling mengambil es dalam box.
Rania masih diam melihat adiknya,gadis berhijab itu terlihat gaul dan modis,beda dengan Rania yg terkesan formal.
__ADS_1
" Kakak dari mana ?" tanya Tania mendekat dengan membawa kantong belanjaan.
" Perusahaan Om Justin " Jawab Rania.
" Oh,aku baru aja mau kesana Kak " kata Tania heboh.
" Ngapain ?" tanya Rania mengernyit.
" Hm aku denger perusahaan Om Justin lagi cari karyawan jadi ya aku coba2 mau lamar " Jawab Tania malu.
" Hah " kata Rania kaget.
" Kak Bayar " Tegur Baim yg tak bisa kabur dari pantauan Kasir.
" Ah iyaa " Kata Tania mendekato adiknya lalu menyerahkan uang.
Baim mendekati Rania lagi dengan senyum kecil.
" Udah jajannya ?" tanya Rania lembut.
" Udah Kak " Balas Baim ramah.
Kakak beradik itu pun keluar dari minimarket.
" Kak " Panggil Tania.
" Kalo mau kerja disana nih buat kamu " Kata Rania menyerahkan apa yg ada ditangannya.
" Apa ini Kak ?" Tanya Tania kaget.
" Ini surat buat kamu masuk kesana,karna kita kembar mereka ngga akan tau kalo kamu bukan Kakak " Jawab Rania santai.
" Apa ! Ini surat buat Kakak karna masalah kemarin ya ?" tanya Tania syok.
Rania mengangguk pelan.
" Ihh Kakak mah mana bisa gitu " kata Tania mengkrucut.
Rania mendengus kesal,adiknya terlalu bodoh menurut gadis tersebut.
Tanpa bicara Rania melangkah,Baim melihat Kakaknya pergi langsung mengejar.
" Hati2 Im " Kata Tania khwatir.
Rania memegang lagi tangan adiknya dan meninggalkan lokasi.
Setelah Rania menaiki taxi,Tania diam melihat map yg diberikan Rania tadi.
" Emang bisa ya gitu ? Tukeran tapikan mereka taunya Kak Rania bukan aku " kata Tania ragu.
Gadis itu membuka isi map dan melihat kertas yg tertulis disana.
" Wah2 gajinya lumayan gede " Ucap Tania takjub.
Gadis itu memang sedang mencari pekerjaan,Tania tak ingin selalu merepotkan Denis yg selalu memberi uang saku kepadanya.
Gadis itu juga mengincar kerja diperusahaan Justin tersebut karna para temannya sudah lebih dulu masuk.
" Hm aku cuba aja kali ya hehe mumpung muka kita sama " Gumam Tania terkekeh.
Gadis itu dengan riang berjalan mendekati perusahaan yg memang tak terlalu jauh.
Setibanya di pos,Tania diam sejenak melihat isi dalam.
Gadis itu belum pernah masuk sebelumnya jadi Tania tak tau bagaimana kondisi didalam sana,ia hanya mendengar cerita temannya saja.
Setelah puas melihat2 sekitar tanpa diketahui orang,gadis itu memilih pergi tapi saat melangkah Tania dikejutkan dengan pekikan seseorang.
Gadis itu berbalik badan dan mengernyit melihat seorang pria berlari kearahnya dengan cepat.
__ADS_1
" Huh huh,mau kemana kau ?" tanya Reka ngos ngosan.
Tania diam memperhatikan lelaki tersebut.
" Ayo ikut aku " kata Reka menyeret Tania keluar.
" ehhh " Pekik Tania syok.
Gadis itu mengikuti Reka yg terus menarik tangannya.
Mereka tiba disebuah taman kantor yg masih sepi.
" Ada apa ?" tanya Tania mengibas tangannya.
" Ayo makan siang bersama " Jawab Reka mencari lokasi yg pas.
" Hah " Pekik Tania kaget.
" Aku sudah membawanya dan masak sendiri,kau harus menghabiskannya segera !" kata Reka tegas.
Tania melongo mendengar ucapan lelaki itu.
" Mana adik mu ? Apa kau menjualnya ?" tanya Reka mengingat sesuatu.
" Dia sudah pulang bersama kak..."
" Oh baguslah " Ptong Reka cepat.
Tania diam,gadis itu memperhatikan Reka yg mulai menaruh rantang yg ia bawa tadi.
Reka tak terlalu memperhatikan Tania,lelaki itu lebih fokus sama bekal yg ia bawa.
Setelah pas dan mulai nyaman,Reka baru melihat Tania.
Keduanya saling melihat untuk beberapa saat.
" Ah sial !" Umpat Reka membuang muka.
" Ada apa ?" tanya Tania kaget.
" Tak apa,cepatlah makan waktu ku sedikit " Jawab Reka mengalihkan.
" Kenapa kau tiba2 menganjak ku makan ?" tanya Tania bingung.
" Tak usah banyak bicara,cepat makan " Jawab Reka.
Tania lagi2 terdiam,lelaki itu mengambil nasi dan menaruh lauk pauk diatasnya.
" Ini minum mu,cepat habiskan " kata Reka lagi.
Tania mengangguk,meski sejuta kebingungan dihatinya tapi gadis itu tetap makan mengikuti Reka.
Hening...
Keduanya saling diam,Reka menghela nafas panjang karna bertemu dengan gadis yg ia kira Rania,tadi Reka sempat khwatir takut Rania menghilang dan bekalnya akan sia2.
" Ini enak " Ucap Tania pelan
" Benarkah ?" tanya Reka terkejut.
" Hm kau pintar memasak " Balas Tania lagi.
Reka tersenyum,lelaki itu senang dipuji.
" Ternyata dia bisa manis juga " Batin Reka terkekeh.
❤❤❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1