Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ancaman


__ADS_3

Kini Hanin dan Rafael sudah sampai didepan rumah Ben,pria itu mulai keringat dingin teringat akan keganasan pria itu.


" Abang ngak papa ?" Tanya Hanin mengernyit bingung.


" Hmm ngak papa,aku masuk atau gimana ?" Tanya Rafael gugup.


" Abang mau pulang langsung ?" Tanya Hanin balik.


Ceklek..


Pintu terbuka,tampil la Prily disana.


" Eh Hanin dah pulang Nak " Sapa Prily sedikit terkejut.


" Iya Mom,diantar Bang Rafael " Kata Hanin menunduk takut.


Prily melihat pria itu,senyum manis pun terbit di bibirnya.


" Diajak masuk dong temannya " Tegur Prily ramah.


Deg


Rafael yang tadinya menunduk kini mendongak melihat wanita itu.


" Ayo masuk " Ajak Prily.


Hanin melihat Rafael dan tersenyum kecil disana.


" Ayo Bang " Ajak Hanin.


Rafael mengangguk kecil dan membuka sepatunya.


" Mommy siram tanaman dulu ya,kamu buatin minum buat temen kamu " Kata Prily halus.


" Iya Mommy " Kata Hanin patuh.


Rafael tersenyum canggung kepada Prily,dirinya tak menyangka meski dulu pernah membuat keluarga itu murka,tapi mereka seolah lupa dengan kejadian itu.


Mereka berdua masuk kedalam rumah,Rafael kembali dikejutkan dengan seorang pria tua sedang duduk di ruang tamu.


" Eh cucu Kakek dah pulang " Sapa Mike hangat.


" Iya Kek,diantar teman " Kata Hanin sopan.


Mike melihat kearah Rafael,pria itu kembali gugup berhadapan dengan orang tua itu.


" Assalamualaikum Kek,aku Rafael temannya Ade dan Hanin " Kata Rafael gemetar.


Mike menelisik pria itu dengan tajam,hingga membuat kaki Rafael melemas.


" Duh kenapa sih keluarga ini selalu bikin gue deg degan " Batin Rafael ngeri.


" Silahkan duduk " Titah Mike datar.


Rafael mengangguk dan duduk berhadapan dengan pria tua itu.


" Kok gue kek nganter nyawa gini sih kesannya,lemes nih kaki gue " Batin Rafael ketakutan.


Hanin langsung kebelakang meminta sang Art membuatkan minumam untuk pria itu.


Gadis itu membiarkan Rafael berhadapan dengan Kakek nya,sedangkan Rafael didepan Mike sudah berkeringat dingin.


Tak lama datang Art membawa minuman dan snack kedepan mereka.

__ADS_1


" Minumlah " Titah Mike tegas.


Rafael mengangguk dengan keringat mulai bercucuran meski rumah itu adem ada Ac nya.


Pria itu mengangkat gelas dengan tangan gemetaran.


" Jadi kamu temannya Adelard ?" Tanya Mike tenang.


" Iya Kek a akku temannya Ade " Kata Rafael gugup.


" Ade sedang pergi keluar kota,apa kamu tau ?" Tanya Mike menelisik.


" T tau Kek,Ha Hanin tadi bilang " Kata Rafael ketakutan.


Mike mengulum senyum melihat wajah panik pria itu.


" Kamu bisa main catur ?" Tanya Mike lagi.


Rafael mengangguk kecil.


" Bagus,ayo kita main catur saya bosan ngak ada kerjaan,menantu saya sedang kerja " Kata Mike tersenyum.


" Huuuufttt aman " Gumam Mike menghela nafas.


Pria itu mengangguk tersenyum canggung.


" Kita main di halaman belakang saja,udaranya segar dsana " Ajak Mike.


" Siap Kek " Kata Rafael semangat.


Rafael kembali mengambil minum dan menegaknya habis,tak ada lagi gemetar seperti tadi.


Kini mereka duduk berhadapan dengan papan catur didepan mereka,beruntung Rafael mengerti cara permainan hingga tak ada lagi canggung diantara mereka.


" Duh gawat jangan2 Bang Rafael.....,oh my God " Pekik Hanin panik dan langsung berlari keluar.


Saat Hanin keluar rumah,gadis itu terdiam melihat Rafael dan Kakeknya tertawa di samping rumah dibawah pohon,ditemani Prily yang sedang melihat kebun sayur nya disana.


" Huuuufffttt aman " Gumam Hanin menghela nafas lega.


Gadis itu kira sàng Kakek akan membuat Rafael tersakiti,tanpa dirinya tau rasa trauma akan masa lalu selalu menghampiri keluarga itu,karna sudah banyak luka yang tergores dihati mereka,hingga untuk percaya kembali itu bukan lah hal yang mudah,apalagi Hanin dan Adelard yang masih dimasa pubertas mereka.


" Wah aku menang lagi " Pekik Rafael tertawa renyah.


Mike mengkrucut kesal karna sudah 2 kali kalah dari pria itu.


" Lagi ngapain ?" Tanya Hanin mendekat.


" Eh Hanin,sini Nak duduk sama Kakek " Kata Mike melambaikan tangannya.


Meski canggung tapi Hanin tetap berusaha sopan,apalagi didepan Rafael yang tak tau masalah keluarga mereka sebelumnya.


Gadis itu duduk bersama Mike dibangku yang sama.


" Kakek kalah terus nih,temen mu jago banget mainnya " Rengek Mike.


Hani melihat kearah Rafael,senyum pria itu mengembang hingga membuat Hanin kembali berdesir melihat wajah tampannya.


" Kalian pacaran ya ?" Goda Mike melihat wajah bersemu cucunya.


" Hah ngak lah Kek " Kata Hanin cepat.


Rafael bersemu malu dengan menunduk.

__ADS_1


" Siapa yang pacaran ?" Tanya seorang pria dibelakang mereka.


Rafael yang tadinya menunduk langsung mendongak dan terkejut bukan main melihat Ben berdiri menjulang disana.


" Mati aku " Batin Rafael ketakutan melihat aura tegas Ben.


Apalagi pria itu masih mengenakan pakaian kerja lengkap dengan jas abu nya.


" Udah pulang sayang,kok ngak bilang2 ?" Tanya Prily mendekat.


" Iya,aku mau kasih supries eh malah aku yang disupriesin " Kata Ben melihat Rafael.


" Jangan gitu ih " Tegur Prily mencubit pelan pinggang suaminya.


Mike yang tak tau apapun hanya diam menatap Ben dan Rafael bergantian.


" Kenapa kecebong ini ada dirumah kita ?" Tanya Ben merangkul Prily.


" Dia nganter Hanin pulang tadi " Kata Prily terkekeh pelan.


Rafael mengkrucut dikatai Ben kecebong,sedangkan Hanin mengulum senyum melihat wajah kesal pria itu.


" Dah makan belum ?" Tanya Ben tegas.


Rafael mengangguk lalu menggeleng,saking gugupnya.


" Yang bener yang mana ?" Tanya Ben gemas.


Prily dan Mike tersenyum geli melihat wajah gugup Rafael.


" Awas aja lo macem2 sama anak gue,gue gantungin lo di pohon cabe " Ancam Ben.


" Jangan Om aku masih mau hidup " Kata Rafael ketakutan.


Ben mengulum senyum berusaha tak tertawa,Rafael masih dengan wajah ketakutannya hingga tak sadar dengan perkataan Ben barusan.


" Udah ih,kasihan tuh Rafael pucat " Kata Prily tak tahan.


" Sebelum pulang makan dulu lo disini,awas lo main kabur2 aja " Kata Ben menepuk pundak pria itu.


" Iya Om,aku janji ngak bakal kabur " Kata Rafael ketakutan.


Ben langsung pergi dari sana dan tertawa bersama istrinya.


Mike sedikit syok melihat Rafael yang sangat takut dengan Ben.


" Memang nya sebelum ini kalian udah saling kenal ya ?" Tanya Mike polos.


" Hah em i iya Kek " kata Rafael tersadar.


" Kenal dimana ?" Tanya Mike lagi.


" Duh gawat nih kalo aku sampe cerita,bisa2 aku juga bakal digantungin sama ni aki2 " Batin Rafael ngeri.


Hanin yang tau pikiran pria itu pun langsung tertawa.


" Abang sering kesini dulu Kek,saat ada Bang Ade " Kata Hanin membantu pria itu.


" Ohh begitu " Kata Mike mulai paham.


Rafael mengangguk dan tersenyum kecil kepada Hanin yang sudah membantunya.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2