
Sesampainya dirumah,terlihat 2 orang wanita beda usia duduk di sofa menunggu seseorang.
" Suci !" Pekik Salsa kesal menatap anaknya.
" Assalamualaikum " Ucap Suci memasang wajah tak bersalah.
Salsa diam sejenak.
" Waalaikumsalam " Jawab Yuni pelan.
" Astaga anak ini " Gumam Salsa menahan emosi.
" Jawab dulu salam dia " Tegur Yuni.
" Iya Bu " Jawab Salsa malas.
" Waalaikumsalam " Ucap Salsa melotot kepada anaknya.
" Masuk Cucu Nenek " Ucap Yuni menyambut Suci.
Suci masuk kerumah membuka sepatu sekolahnya.
" Kamu dari mana sayang ?" Tanya Yuni lembut.
" Pulang sekolah Nek " Jawab Suci ceria.
" Jam segini ?" Bentak Salsa menggelgar.
Yuni memejamkan matanya sejenak dan melirik Salsa dengan tajam.
" Aduhh aku gak bisa kalem lagi Bu,nih anak udah keterlaluan " kata Salsa frustasi.
" Aku salah apa ?" tanya Suci memasang tampang bodoh.
" Salah apa ? Kamu nanya salah apa ?" tanya Salsa tak percaya.
Suci diam menatap ibunya takut.
" Ayo jelasin sama Nenek tadi kamu kemana ?" tanya Yuni dengan nada lembutnya.
" Tadi pulang sekolah rencananya mau pulang kerumah Nek " Jawab Suci.
" tapi ?" Lanjut Yuni paham.
" Hm tadi ketemu sama Kakak angaktnya Sutar jadi kita ke Mall dulu beli es krim " Jawab Suci memainkan jemarinya.
" Kenapa gak nelfon dulu ?" tanya Salsa kesal.
" Hm tadi gak ada sinyal Ma " Jawab Suci mengelak.
" Oh astagaaa lihat Bu,dia berani bohongin aku " Kata Salsa geram.
Yuni menarik nafas panjang,cucu nya satu itu memang sangat pintar mengalihkan,Yuni juga kadang dibuat kesal tapi wanita itu takut jika Suci dikeraskan nanti dirinya bakal menjadi batu akik yg lebih sulit dikendalikan.
" Sini sayang " Kata Yuni memanggil sang cucu tersayang.
Suci mendekat dan duduk bersama Yuni.
Salsa mulai melancarkan tangannya mencubit bocah kecil itu.
" Aaaaa sakit Mama !!! " Teriak Suci kesal.
" Sini kamu,Mama kasih pelajaran !" Kata Salsa terus mencubit.
" Mamaaaaaaa huhuhu sakitttt !" Teriak Suci kesal menjauhkan tangan Salsa.
__ADS_1
" Udah Sa kasihan " Kata Yuni menjauhkan tangan Salsa.
" Biarin Ma biar tau rasa nih anak " Kata Salsa geram.
Suci langsung mengamuk tak terima perlakuan ibunya.
" Lihat aja nanti aku ruqiah kamu biar jin nya pada lari semua !" kata Salsa tajam
" Huaaa Nenek,mama mau hilangin aku huaaaaa " Pekik Suci histeris.
Salsa mendengus dan bangkit dari duduknya.
" Huaa huaaa Mama gak sayang lagi sama aku Nek huaaa " kata Suci mulai mendrama.
Yuni menghela nafas panjang,begitulah jika Salsa dan Suci sudah berkelahi keduanya tak akan ada yg mau mengalah.
" Gimana aku bisa biarin mereka hidup sendiri kalo dirumah orang tua aja begini " Gumam Yuni gemas.
Sudah sebesar Suci tapi Salsa dan Alexi tidak diizinkan pindah dari rumah Romi,Yuni khwatir dengan mental Salsa yg tak sanggup menyanggupi anaknya sendiri.
" Sudah2,jangan nangis lagi,kamu yg salah harusnya kamu minta maaf " Kata Yuni menasehati Suci.
" Kan aku udah jujur hiks hiks " balas Suci.
" Ya walaupun udah jujur,harusnya kamu pulang sekolah itu langsung pulang kerumah bukan kluyuran gak ngasih kabar " Kata Yuni lagi.
" Jadi Nenek juga nyalahin aku ?" tanya Suci mendongak dengan sisa air matanya.
" Oh Tuhannnn " ucap Yuni tak bisa ber Word word lagi.
Ditempat lain,seorang gadis kecil menangis histeris setelah jarum suntik menancap dipunggung tangannya.
Yap,Zini dilarikan kerumah sakit setelah gadis kecil itu muntah2 tak berkesudahan.
Ibu Daniel yg saat itu menjaga sang cucu begitu panik dan langsung memanggil orang untuk meminta bantuan.
Tangis orangtua tersebut begitu memilukan hingga ia tak sanggup menatap cucunya sendiri.
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,keluarkan seorang wanita dengan baju kotor sang gadis.
" Gimana keadaannya ?" tanya Ibu Daniel takut.
" Zini sudah mulai baikan Bu,Dokter memberinya obat " Jawab wanita tersebut.
" Terima kasih Hani,kalo gak ada kamu Ibu gak tau harus minta tolong sama siapa lagi " ucap Ibu Daniel menangis.
Yap,wanita tersebut adalah Hani.
Ibu Daniel menelfon nya tadi secara tiba2.
Hani yg selesai mengantar Sofia sekolah pun langsung menerima panggilan tersebut dan terkejut mendengar berita itu.
Tanpa tunggu lama Hani langsung menuju lokasi tanpa memikirkan apapun.
" Ini baju kotor Zini bekas muntahannya,nanti Dokter akan jelasin sama Ibu " Kata Hani pelan.
" Iya Hani,terima kasih sudah mau membantu Ibu " Ucap Ibu Daniel memegang tangan Hani.
Wanita itu tersenyum kecil.
Keduanya sama2 diam dengan isi pikiran masing2.
Hani diam2 memperhatikan wanita disampingnya.
__ADS_1
Wanita tua itu kini terlihat kurus dan menua,sangat berbeda dengan yg ia lihat waktu pertama kali Daniel membawanya..
" Hm apa Kak Daniel sudah tau anaknya disini ?" Tanya Hani ragu.
" Sudah Han,Ibu sudah teltfon tadi " Jawab wanita tersebut.
" Hm baguslah " balas Hani tersenyum.
Keduanya kembali diam,dari kejauhan terdengar suara langkah kaki yg begitu cepat.
Hani dan wanita itu melihat kearah koridor dan mendapati seorang lelaki berlari sangat kencang kearah mereka.
" Daniel " ucap wanita tua itu menahan tangis.
" Mana Zini ?" tanya Daniel setelah sampai dengan wajah paniknya.
" Disana " Jawab Hani menunjuk ruangan.
Daniel menoleh dan terkejut melihat Hani disamping ibunya.
Tanpa bicara Daniel langsung masuk keruangan dan membuat terkejut para dokter yg sedang merawat.
" Kak Daniel pasti sangat takut " Gumam Hani pelan.
" Kasihan Daniel,dia harus menanggung semuanya sendirian " Gumam sang Ibu berkaca kaca.
Hani menghela nafas panjang dan mengusap bahu wanita tersebut.
Didalam,Daniel menatap anaknya dengan manik berair.
Sungguh patah hati lelaki itu menatap putrinya tak berdaya.
" Gimana keadaan nya Dok ?" tanya Daniel lemah.
" Imunnya begitu rendah,kami harus melakukan scan baru bisa mendeteksi apa penyakitnya " Jawab Dokter.
" Anak saya hanya demam biasa !" kata Daniel tak terima mendengar kata penyakit.
" Ini sudah diluar demam biasa Pak " Jawab Dokter.
Daniel diam sejenak dan memperhatikan Zini lagi yg sedang tertidur.
" Saya tidak asing melihat anda " Ucap Dokter berkaca mata tersebut kepada Daniel.
" Ya saya dokter juga " jawab Daniel jujur.
" Ya,baiklah kalau begitu mari kita bicarakan diruangan saya " Ajak Dokter tersebut sopan.
Daniel mengangguk,lelaki itu mendekati putrinya dan mengecup lama kening Zini.
Keduanya pun berjalan keluar.
Hani masih menunggu bersama ibu Daniel.
Wanita itu tak bisa meninggalkan Ibu Daniel begitu saja karna rasa kasihan dan tak tega.
" Bu tolong jagan Zini dulu " Ucap Daniel kepada Ibunya.
" Kamu mau kemana Nak ?" tanya Ibu Daniel terkejut
" Aku mau lihat masalah Zini " Jawab Daniel seraya melirik Hani.
Wanita tua itu mengangguk pelan.
Hani yg dilirik membuang muka,gadis itu tak mau menatap balik Daniel karna kini hubungan mereka sudah berakhir dan status Hani pun berbeda.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.