Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Club


__ADS_3

3 bulan berlalu,hubungan Laura dengan Justin merenggang.


Gadis itu tak pernah lagi bertemu Justin,bahkan Justin tak pernah lagi mengiriminya kabar.


Pertemuan mereka màlam itu seolah menjadi pertemuan terakhir.


" Kamu kenapa Laura ?" Tanya teman Laura bernama Sumi.


" Ah ngak kenapa napa " kata Laura tersenyum.


" Kok aku lihat beberapa hari ini kamu sering murung,adik kamu sakit lagi ?" Tanya Sumi khawatir.


" Ngak kok,Vero baik2 aja " Jawab Laura tersenyum.


" Hm,ya udah kita kerja kelompok yuk sore ini " Ajak Sumi semangat.


" Aku belum punya kelompok,kan kamu tau mereka ngak mau sekelompok sama aku " Kata Laura tersenyum canggung.


" Tenang aja,kamu masuk kelompok aku kita barengan sama teman aku " Kata Sumi tersenyum.


" Beneran ?" pekik Laura semangat.


" Iya,daripada kamu ngerjain sendiri "


" Ya udah deh,aku ikut " Kata Laura semangat.


Mereka pun kembali kekelas setelah jam istirahat selesai.


Sore harinya,Laura menelpon Cila untuk minta izin dan seperti biasa Cila tak pernah melarang Laura untuk keluar rumah.


Wanita itu membebaskan putrinya untuk membaur karna selama Laura kecil gadis lugu itu selalu mengurung diri,teman bermainnya hanya Vero bahkan Cila sendiri.


Sumi menganjak Cila ketempat temannya tersebut.


" Loh teman kamu cowok ?" Tanya Laura kaget.


" Iya,hehe tenang aja kok dia baik " kata Sumi meyakinkañ.


Laura mengangguk polos dan mengikuti gadis itu.


" Hay hay,ayo masuk " Ajak seorang pria membuka pintu rumahnya.


" Hem,kenalin ini teman aku namanya Laura " Kata Sumi tersenyum.


Laura dan pria itu bersalaman saling menyebutkan nama.


" Ayo masuk " Ajak pria bernama Doni.


Mereka mengangguk dan masuk kedalam rumah.


Kebetulan,Doni merupakan teman sekampus mereka tapi karna Laura sulit berteman jadinya mereka tak saling mengenal meski sering berpapasan.


" Kamu sendirian aja disini ?" Tanya Sumi menyelisik rumah Doni.


" Sama Kakak gue " Kata Doni santai sambil membuatkan minum.


" Kakak kamu mana ?" Tanya Laura menimbrung.


" Lagi kerja,ntar juga pulang kalo mau " Kata Doni cuek.


Sumi dan Laura saling melihat dan mengangguk mengerti.


Mereka pun mulai belajar,hingga magrib menjelang tugas mereka belum juga selesai.


" Kita skip dulu ya,dah laper nih " Kata Doni mengusap perutnya kelaparan.


"Iya,makan dulu yuk " Ajak Sumi.


" Aku mau numpang solat dulu boleh ngak ?" tanya Laura tak enak.


" Oh boleh,dikamar Kakak gue aja ya " Kata Doni bangkit dari duduknya.


Laura mengangguk dan mengikuti pria itu.


Laura memasuki sebuah kamar bernuasa biru langit,foto seorang gadis terpampang disana bersama teman2nya.


" Wah ini pasti Kakak nya Doni " Gumam Laura yakin.


Karna tak mau berlama lama,gadis itu pun mengambil wudhu ke kamar mandi yang ada disana dan melakukan solat magrib seorang diri.


Malam semakin larut,selesai makan mereka kembali melanjutkan membuat tugas.

__ADS_1


" Uhhh capek juga ya " Kata Sumi merenggangkan otot2 badannya.


" Iya,udah pegel2 nih " Kata Doni juga melakukan hal yang sama.


Laura tersenyum seraya tangannya masih berselancar didepan laptop.


" Udah belum La ?" tanya Sumi mulai bosan.


" Bentar lagi " kata Laura serius.


Hape Doni berdering,pria itu langsung mengangkatnya.


" Halo Kak " Sapa Doni sopan.


" ....... "


" Dimana ?" Tanya Doni mengernyit.


" ......... "


" Ya udah tunggu disana " Kata Doni mangut2.


Tut


Panggilan dimatikan.


" Ayo ikut gue,kita segerin pikiran dulu " Ajak Doni semangat.


" Hah mau kemana ?" Tanya Sumi kaget.


" Makan2,Kakak gue ulang tahun hari ini,dia minta gue buat datang,sekalian ajak teman katanya "


" Wah beneran " Pekik Sumi girang.


" Iya,tugas nya ntar aja besok kan belum dikumpul " Ujar Doni sambil berjalan kekamar.


" Oke,Yok La ikut " Ajak Sumi.


" Tapi ini gimana ?" tanya Laura bimbang.


" Besok lanjutin lagi " Kata Sumi bangun dan mengambil jaketnya.


" Tapi aku bel...


Laura terlihat berpikir sejenak.


" Hm ya udah deh,aku coba dulu ya " kata Laura mengangguk tersenyum.


Sumi tersenyum cerah.


Laura mengeluarkan ponselnya dan mencari nama Mama disana.


" Halo Ma " Sapa Laura sopan.


" Iya sayang,kenapa ?" Tanya David yang mengangkat telepon.


" Pa,Laura izin keluar ya sama temen2 malam mingguan hehe " kata Laura cengengesan.


" Hah,sama siapa,cewek atau cowok ?" Tanya David posesif.


" dua2nya Pa,em Kakak nya teman aku ulang tahun,dia ngundang kita buat makan2 " Kata Laura jujur.


" Oh ya udah,nanti pulangnya telepon Papa ya biar Papa jemput " kata David tegas.


" Iya Pa " Kata Laura tersenyum.


" Hati2,jaga diri " Pesan David.


" Iya Papa ku sayang " Kata Laura tertawa.


Tut.


Panggilan terputus,gadis itu tersenyum cerah tak sulit mendapat izin dari orang tuanya.


" Gimana dikasih kan ?" Tebak Sumi.


" Hm,ayo " Kata Luara semangat.


Sumi mengangguk dan masih menunggu Doni keluar dari kamar.


Setelah bersiap mereka pun langsung berangkat menggunakan mobil Doni.

__ADS_1


Setengah jam perjalanan,mereka sampai disebuah hotel.


" Kok kesini ?" tanya Laura bingung.


" Acara nya disini,ayo masuk " Ajak Doni membuka sabuk pengaman.


2 gadis itu menurut dan turun dari mobil.


Ketiga orang itu diarahkan kesebuah ruangan.


" Tempat apa ini ?" Tanya Laura kaget melihat banyaknya lampu kerlap kerlip dan juga musik dj bersautsautan.


" Ini namanya Club,paling terkenal di kota " Kata Doni setengah berteriak karna ramainya suasana.


Deg...


Laura melotot sempurna.


" Aduh,aku bakalan dimarahin kalo main2 kesini " Kata Laura ketakutan.


" Tenang aja,kan ada aku yang nemenin kamu " Kata Sumi terlihat santai.


" Pulang aja yuk,aku takut " Kata Laura panik.


" Ayo ikut mereka disana " Kata Doni menarik tangan 2 gadis itu.


Laura pun terseret mengikuti langkah lebar lelaki itu.


Meski jarum jam baru mau menunjukkan pukul 9 malam tapi suasana sudah cukup ramai.


Para wanita lelaki ada yang sudah berjoget ria di lantai dansa diikuti dentuman musik yang memekikkan telinga.


" Hay Don " Sapa seorang wanita memeluk lelaki itu.


" Ini siapa,pacar kamu ?" Tanya wanita cantik itu tersenyum cerah.


" Bukan Kak,mereka teman2 aku tadi kami sedang kerja kelompok,jadi sekalian aku ajak kesini " Kata Doni tersenyum.


" Oh okay,hay girls " Sapa perempuan itu ramah.


" Hay Kak,selamat ulang tahun ya,maaf kita ngak ada bawa kado " Kata Sumi menyalami perempuan itu bergantian dengan Laura.


" Iya ngak papa,ayo gabung sini,kalian pasti lapar " Tebak wanita itu menggoda.


" Hahaha Kakak bisa aja " Kata Laura malu.


" Haha kalian sudah bekerja keras,ayo sini jangan malu2 " Ajak wanita itu ramah.


Laura dan Sumi mengangguk,mereka di lambai Doni untuk duduk di sofa.


" Kakak kamu cantik ya " Kata Laura tersenyum.


" Iya,cantik banget mana sexy lagi " Kata Sumi dengan tangan mencomot kue dimeja.


Doni mengangguk dan menuangkan bir digelasnya.


" Kalian mau ?" tanya Doni.


Laura melotot kaget dan langsung menggeleng.


" Maaf aku ngak minum Don " Tolak Laura sopan.


" Haha okey2,selow " Kata Doni tertawa.


Luara dan Sumi pun dipesankan air soda saja.


Asik makan dan minum,tiba2 manik Laura melihat dari kejauhan seorang pria yang ia kenali.


" Selamat ulang tahun Deva " Ucap lelaki itu tersenyum.


" Thanks Beb " Sahut Kakak Doni ikut tersenyum dan mencium pipi kiri dan kanan pria itu.


Laura melotot dan menjatuhkan kue yang sedang ia makan.


" Kamu kenapa La ?" tanya Sumi heran.


Laura terdiam melihat kedepan interaksi lelaki dan perempuan tersebut.


" Apa aku mimpi ?" Gumam Laura tak melepas pandangannya.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT YA


__ADS_2