Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Curhat


__ADS_3

Sania pulang kerumah,gadis itu hari ini sudah beberapa tempat mengantar surat lamaran.


Dari pagi Buta Sania sudah bangun dan bersiap pergi,dirinya sudah mendapat izin dari Serkan dan Histy sebelumnya.


Awalnya Histy meminta Serkan untuk membantu gadis itu masuk keperusahaan Reno saja tapi Serkan kurang setuju karna tak mau nanti menjadi omongan para karyawan lain.


Gadis beranjak dewasa itu diminta untuk mandiri dan tak berpangku tangan dengan orang lain,dan Serkan juga mau anak angkatnya tidak lemah.


" Maaa " Panggil Sania memasuki rumah.


" Yaaaaa " Jawab seseorang dari dalam.


Gadis itu masuk dan kaget melihat seorang wanita duduk didapur dengan seorang bocah perempuan.


" Mama kamu lagi di Wc " Ucap wanita itu tersenyum.


" Tante siapa ?" Tanya Sania bingung.


" Kamu gak kenal saya ?" Tanya wanita itu lagi.


Sania diam mencoba mengingat.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka,keluarlah Histy dan anak bungsunya tanpa celana.


" Udah pulang ?" tanya Histy kaget.


" Iya " Jawab Sania mengangguk.


" Cepat banget,baru jam 11 " Kata Histy heran.


" Cuma nganter doang Ma " Balas Sania.


" Emang dari mana ?" Tanya wanita disamping Histy.


" Nganter lamaran Kak " Jawab Histy menoleh.


Wanita itu melihat Sania lagi dan mengangguk pelan.


Penampilan Sania memang seperti orang yg melamar pekerjaan,sedikit formal dengan celana hitam bahan dan kemeja putih.


" Kenapa gak kerja ditempat Papa kamu aja Ty ?" Tanya wanita itu.


" Ngak dikasih Papanya " Jawab Histy.


" Kenapa ?" tanya Lulu terkejut.


Yap,wanita itu adalah Lulu,Ibunya Arshad dan Azura yg sedang mengnjungi Histy.


" Mas Serkan gak mau Sania terlibat,mau ditempat lain gitu " Balas Histy.


" Yah padahal sama aja kan " Kata Lulu tak mengerti.


" Ntah lah,Kakak tau sendiri Mas Serkan gak mau nanti dibilang aji mumpung " Kata Histy terkekeh.


Lulu mengangguk paham,suami Histy memang sedikit berbeda dalam pola pikir serta tindakan.


" Ya udah,kamu ganti baju habis itu makan " Kata Histy tenang.


" Iya Ma " Jawab Sania paham.


Gadis manis itu pun berpamitan undur diri.

__ADS_1


Tinggallah Histy dan Lulu disana.


" Itu gadis yg dulu kan?" Tanya Lulu mencoba mengingat.


" Iya Kak,gadis yg aku angkat jadi anak " Jawab Histy jujur.


" Dia manis juga " Balas Lulu terkekeh.


" Hm gak banyak tingkah juga,tapi terlalu polos " Kata Histy gemas.


" Polos gimana ?" tanya Lulu tak paham.


" polos aja,gak tau apa2 dunia luar,makanya Mas Serkan kadang takut kalo biarin dia tinggal sendiri atau kemana mana Sendiri " Jawab Histy.


" Dia udah gede Histy,udah bisa mikir mana yg baik dan ggak "


" Iya emang Kak,tapi Mas Serkan over protektif,sampe nih hapenya Sania disadap lokasi dan teman chatnya tapi sekarang aku sering marahin dia karna Sania udah gede dan harus diberi kebebasan " Jelas Histy.


" Astaga Serkan segitu banget " Kata Lulu ngeri.


" Iya,selalu takut anak gadisnya di apa2in orang " Kata Histy terkekeh.


" Terus Sania udah punya pacar ?" tanya Lulu penasaran.


" Kemarin sama Juna,tapi Mas Serkan minta Sania buat putus,gak tau deh lanjut atau ngga "


" Juna adik kamu ?" Tebak Lulu syok.


" Iya " Jawab Histy menghela nafas.


" Astagaaaa yg bener aja His ?" Tanya Lulu tak percaya.


" Hm,si Juna sih main belakang dan ketahuan sama Sutar,jadi dilaporin sama tuh bocah ke Papanya " Jawab Histy mengingat.


" Ini Sania gak dikasih lagi pacaran sama Mas Serkan,disuruh buat kerja cari duit " Kata Histy santai.


" Iya mending gitu dulu,jodoh mah belakangan " Balas Lulu.


Histy mengangguk setuju.


" Terus si Om gimana kelanjutannya Kak,dia galau loh berapa hari ini " kata Histy hati2.


" Kamu tau dari mana ?" tanya Lulu kaget.


" Si Angel cerita " Jawab Histy.


" Astagaaa,pasti Aktam curhat sama bocah itu " Tebak Lulu gemas.


" Ya siapa lagi temannya dirumah itu,kalo curhat sama Arshad gak bakal bela dia " Kata Histy gemas.


" Iya sih,Arshad selalu dipihak emaknya " Kata Lulu mengulum senyum.


" Makanya Om Aktam sama Angel,biar terhibur lah walau Angel sedikit oon " Kata Histy terkekeh.


Lulu tersenyum,masalah keluarga mereka memang tak pernah terdengar keluar.


Anggota rumah itu akan saling curhat dan ujung2 terbuka dengan jelas.


" Kakak sebenernya masih mau kerja tapi ya masa usaha kemarin dianggurin kan gak mungkin " Kata Lulu menghela nafas.


" Hm tapi menurut ku ada benernya juga Kak,Om Aktam minta kakak berhenti buat fokus sama anak2 kalian dan juga dia " Kata Histy perlahan.


" Kakak masih urus mereka dengan baik His,cuma ya kadang ada waktunya buat ini itu "Balas Lulu.

__ADS_1


" Ntah lah,cuma ya kalo aku pribadi,Mas Serkan gak kasih kerja,dia mau cari nafkah sendiri buat anak istrinya,aku cukup doa dirumah dan urus segala hal " Kata Histy tersenyum.


" Dan mungkin Om Aktam maunya juga gitu,kan sekarang Kak Ana juga mulai kurang sama aktifitas kerjanya dan banyakin sama Kak Prito " Lanjut Histy lagi.


" Masalahnya Kakak itu masih ada proyek besar dan itu juga menguntungkan loh buat dia dan keluarga kita "


" Kalo itu Kakak harus bicara 4 mata sama Om Aktam,jangan lari2an gini,kasihan juga Arshad gak tau harus berpihak kemana " Kata Histy lepas tangan.


" Huh ya udah nanti aku omongin lagi bagusnya gimana " Kata Lulu memutuskan.


Histy mengangguk setuju,memang tidak mudah berhenti disaat karier sudah melonjak tinggi.


Sania datang dengan pakaian baru nan santai.


Gadis itu langsung mengambil nasi dan lauk yg belum Histy pindah ke wadah.


" Aku pamit dulu ya " Kata Lulu bangkit.


" Gak makan dulu Kak ?" Tanya Histy.


" Nanti aja,Bunda pasti rewel kalo aku bilang dah makan diluar " Jawab Lulu teringat mertuanya.


" Hm ya udah,nitip sama buat Nenek " Kata Histy mengerti peraturan rumah besar.


Wanita itu pun keluar bersama anaknya yg kini sudah aktif.


" Hati2 Bi " Ucap Sania sopan.


Lulu mengangguk dan pergi dengan mobil pribadinya.


" Ma " Panggil Sania menahan Histy yg akan masuk kedalam.


" Ya " Jawab Histy menoleh.


" Itu Mama nyà Bang Arshad ya ?" tanya Sania hati2.


" Iya " Jawab Histy mengangguk.


Deg.


Jantung Sania langsung tersentak seketika.


Gadis itu menelan ludah kasar.


" Pantesan aku merasa ngga asing sama wajahnya,ternyata emang bener " Batin Sania.


" Huh rada egois tapi San,ngga mau denger kata suami " Kata Histy rada kesal.


" Hah kenapa ?" tanya Sania kaget.


Histy menceritakan apa yg sebenarnya terjadi,Sania mangut2 meski bingung dan merasa aneh juga.


" Ntar kalo kamu sudah nikah dan suami kamu berkecukupan,kamu gak boleh egois ya dalam hal keuangan,kalo kata suami A harus A,gak boleh B,kecuali kalo itu gak bener " Nasehat Histy.


" Emangnya kenapa Ma ?" tanya Sania polos.


" Dosaaa anak ku zeyeeeenkkkk,percuma banyak duit kalo suami gak ridho,uang suami gak kepake,kan mubazir,anak terlantar" Jawab Histy mencubit pipi gadis tersebut.


" Hehee iya Ma " Balas Sania cengengesan.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2