
Seharian mereka berada dilapangan melakukan hal2 positif untuk pengembangan diri,tapi bagi Vero itu hal yg memalaskan karna dirinya memang sedang tidak mood.
" lo kenapa lesu sekali ?" Tanya seorang tahanan kepada Vero.
" Gak papa " Jawab Vero malas.
" Huhhh gak mau main bola ??" Tanya pria itu lagi.
Vero mendongak dan diam sejenak melihat para tahanan lain berlarian kesana kemari.
" Gak ah " Jawab Vero kembali berbaring.
" Yaelahhh,gue kesana dulu " Kata lelaki itu bangkit.
Vero diam tak menjawab,lelaki itu masih berbaring dilantai dengan bertumpu tangan.
Hani ini bisa dikatakan hari free untuk para tahanan karna mereka tidak dikurung dalam sel dan dibiarkan berkeliaran.
Suasana ramai dan heboh begitu terasa,para tahanan wanita juga ikut bergabung disana meski biasanya terpisah.
" aaakhhh sialan !" Umpat Vero kesal.
Pria itu bangun dari tidurannya dan duduk sejenak.
Otaknya begitu buntu,Vero tak tau apa yg harus ia lakukan saat ini.
" Woi !" Tegur seseorang.
Vero menoleh dan mengernyit melihat seorang pria berdiri disampingnya.
" Kenapa ?" tanya Vero tenang.
Pria asing itu berdecih menatap Vero dari ujung kaki hingga kepala.
Vero diam juga memperhatikan lelaki didepannya.
" Bisa masuk sini juga lo " cibir lelaki itu.
Vero diam masih mencoba mengingat.
" Lo lupa sama gue ?" tanya lelaki itu lagi.
" Lo siapa ?" tanya Vero balik.
Lelaki itu mendekat dan melihat wajah Vero dengan jelas
" Ya ini memang lo " Ucap lelaki itu tersenyum smirk.
Vero bangun dan melangkah tapi lengannya ditarik pria tersebut.
" Apaan2 lo !" Bentak Vero tak suka.
Bugh.....
Tanpa babibu lelaki itu langsung menghajar Vero.
Vero terjatuh dengan sudut bibir berdarah.
" Sialan lo !" Ucap Vero menyeka bibirnya.
Pria asing itu mendekati Vero lagi dan melayangkan bogeman.
Vero yg tak terima langsung melakukan serangan balik.
" Bajngn lo ya !" Bentak Vero emosi.
__ADS_1
" Lo yg bjingn " Balas lelaki asing itu menarik kerah baju Vero.
Vero yg mulai kesal melakukan pukulan keras membuat lelaki asing itu tersungkur.
" Gue gak ada masalah ya sama lo !" Bentak Vero geram.
" Lo yg cari masalah sama gue ! Gara2 lo gue ditahan disini bddbah " Kata Lelaki itu emosi.
Vero mengernyit bingung dengan ucapan pria tersebut.
" Gadis itu memang pembawa sial !" Hujat lelaki asing itu geram.
Deg....
Vero tersentak mendengar kata gadis yg dimaksud.
" Ya placr itu membuat banyak masalah !"
" Apa maksud lo ?" tanya Vero tak mengerti.
" lepasin gue !" Ucap lelaki itu mengibas tangan Vero yg menarik kerah bajunya.
Vero melepaskan lelaki itu dan diam memperhatikan.
" Semua usaha gue hancur karna nya,gara2 dia gue jadi begini " Kata Lelaki itu menatap Vero dengan seribu kebencian.
" Siapa maksud Lo ?" tanya Vero bingung.
" Gue gak tau siapa namanya,tapi bocah itu dijual bapaknya sama gue "
" Apa !" Ucap Vero terbelalak.
Kini lelaki itu paham siapa gadis yg dimaksud.
" Dan dengan bodohnya lo pungut dijalan dan kini dia membawa lo mendekam disini " Kata Lelaki itu terkekeh geram.
" Kenapa lo mau pungut hah ! Dia itu anak hram " Kata lelaki itu dengan kasarnya.
" Jaga bicara lo !" Kata Vero tak suka.
" Ibunya dulu bekas kerja ditempat gue dan bapaknya itu anak buah gue " Kata lelaki itu lagi.
Vero masih diam mendengarkan.
" Huhh gue kalo inget anak itu pengen gue bejekk2 !" Lanjut lelaki itu kesal.
" Gue saranin lo buat jauhin tuh bocah,gak ada untungnya lo baik sama dia,pembawa sial !"
Vero terbelalak,sungguh ia tak pernah menganggap Hani seperti yg diucapkan lelaki tersebut.
" Asal lo tau ya,tuh anak pernah dipake sama temen gue " Kata lelaki itu tersenyum smirk.
Deg....
Vero tersentak dengan wajah kagetnya.
" Dipake ?" Ulang Vero pelan.
" Ya,dia hebat bukan,sama seperti ibunya memasang wajah melas untuk dikasihani sampai pegawai gue iba lalu ngawinin dia,terus udah ketahuan baru diamukin " Cerita lelaki itu.
Vero lemas seketika,sungguh ia tak percaya dengan apa yg ia dengar saat ini.
Jika diflasback lagi,Hani tak pernah menceritakan sisi buruk ibunya,yg gadis itu tau ibunya hanyalah korban dari keegoisan bapaknya.
" Jauhin gadis itu,atau hidup lo sama menderitanya kayak gue " Kata Lelaki itu tegas.
__ADS_1
" Gue dulu punya banyak usaha,hidup enak tapi pas ambil anak itu yg dikira bakal memakmurkan gue malah menghancurkan segalanya "
" Hentikan " ucap Vero tak mau lagi mendengar.
" Gue serius,lo sudah berada disini dan 2 kali membunuh orang kan ?" Kata lelaki itu terkekeh.
Vero menarik nafas panjang,otaknya kembali berputar mengingat bagaimana hubungannya dengan Hani dulu dan sekarang.
" Bagaimana lo tau ?" tanya Vero pelan.
" Gue tau segalanya,gue juga tau lo punya the king yg kuat2 " Jawab lelaki itu enteng.
Vero kembali diam.
" Daripada lo capek ngurusin tuh cewek mending lo cari yg lain dah,ini beneran gue mah " Kata lelaki itu serius
" Hani tidak seperti itu " Kata Vero yakin.
" Oh namanya Hani ? Gue rasa bukan itu nama dia " kata lelaki itu mengingat.
Vero lagi2 diam,memang nama Hani bukanlah nama sebenarnya,ia yg memberi nama manis tersebut saat mereka pertama kali jumpa.
" Dah lah,gue males bahas tuh anak,ntar kalo gue dah keluar mungkin gue bakal cari dia buat balas dendam " Kata lelaki itu terkekeh.
Deg....
Vero kaget dan langsung menatap tajam lelaki itu.
" Apa ? Lo mau marah gue nyelakain dia ?" tebak lelaki tersebut.
" Jangan lo sentuh dia " Kata Vero menahan geram.
" Buat apa lo lindungin dia lagi hah " kata lelaki itu heran.
" Dia hanya korban " Kata Vero menghela nafas.
" Korban apanya ?? lo gak tau siapa yg menyebabkan ibunya mati ?" Tanya lelaki itu heran.
Jantung Vero kembali deg degan,pria itu sungguh membuat jantungnya tak sehat.
" Gue kasih tau lo ya,dia itu cewek gak bener buktinya lo liat aja,dia bikin lo berada disini dan dia juga kabarnya selingkuh sama Dokter kan sampe istri dokter itu menjadi buronan sekarang karna dia " Bisik lelaki itu dengan wajah smirk.
" Dimana letak lo mau kasihan sama gadis itu hm ?"
Vero langsung berjalan menjauh,sungguh telinga nya sudah panas mendengar ocehan lelaki tersebut.
" Vero Vero,mau aja dijebak sama cewek begituan ckcck " Gumam lelaki itu melihat Vero yg terus melangkah menjauh.
Ditempat lain,seorang gadis terlihat baru saja sampai dirumah Reka.
Yap,hari ini gadis itu pulang dari rumah sakit karna merasa sudah baikan meski kenyataannya belum sempurna.
Reka mengambil libur untuk membantu gadis itu berkemas.
" Kamu tidur dikamar aja " kata Reka membersihkan kasurnya.
" Kenapa gak bawa aku ke kontrakn aku aja sih ?" tanya Hani heran.
" Mana bisa Han,kamu itu lagi sakit siapa yg ngurus kamu hm ?" tanya Reka gemas.
" Ya aku bisa sendiri Rek,kalo gini kan nyusahin kamu jadinya " Jawab Hani.
" Gak,kamu disini aja sampe bener2 sembuh,aku udah ngomong sama Ibu kontrakannya dan dia ngasih " Kata Reka tegas.
Hani menghela nafas panjang,memang tak ada orang lain yg bisa ia harapkan kecuali Reka sang sahabat.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.