Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Triplet


__ADS_3

Pagi ini cuaca sedikit mendung tapi tak menurunkan semangat seorang istri untuk melayani suami nya.


Cila tersenyum lebar pagi ini David menyapanya terlebih dahulu,Cila tiba2 grogi sendiri melihat perubahan David yang mulai terbuka kepadanya.


" Cila handuk mana ? " Tanya David pusing mencari handuk.


" Hehe,aku jemur diluar Mas " Kata Cila cengengesan.


" Kenapa sih kamu hoby banget nyembunyiin handuk ?" Tanya David gemas.


" Biar kamu nanya terus sama aku " Jawab Cila santai.


Bara tertawa pelan disela sarapan nya.


David memasang wajah kesal dengan gadis itu,setiap hari saat akan mandi pasti David selalu bertanya hal yang sama kepada Cila,sampai terkadang ingin rasanya David mandi tanpa handuk biar gadis itu tegang sekalian pikir David.


" Cepetan mandi Mas,kamu ngak kerja ? "


" Iya ini mau mandi " Kata David menyampir handuk di pundaknya.


Cila tersenyum geli dan membereskan piring makannya.


" Kamu mau lagi ambil aja,Kakak masak khusus buat kamu " Kata Cila mengusap kepala Bara.


" Iya Kak,makanan nya enak sama kayak masakan Kak Clara " Kata Bara tersenyum.


" Emang kalian sering ya krumah Clara ? "


" Iya,biasa lah triplet heboh mau main sama Zaiva,jadi aku ikut juga kalo Bunda kesana " Jelas Bara semangat.


Cila tersenyum lembut,Bara yang menyadari omongannya pun langsung menunduk.


" Jangan memaksa melupakan mereka,triplet itu adik2 kamu,dan Kak Nisa dan Kak Reno itu tetap orang tua kamu " Kata Cila paham dengan isi hati Bara.


" Aku kecewa sama aku diri aku sendiri Kak,harusnya aku tak perlu hadir di hidup mereka " Kata Bara berkaca kaca.


Deg...


Cila kaget bukan main.


"itu ngak bener,Kakak ngak suka kamu ngomong gitu Bara ! " Pekik Cila kasar.


Bara menunduk takut.


Ceklek..


Pintu kamar mandi terbuka,nongol lah kepala David yang dipenuhi busa shampo dan sabun dibadannya.


" Ngak usah teriak teriak,ini masih pagi " Tegur David.


Cila dan Bara spontan menoleh kearah suara dan langsung mengangguk patuh.


David kembali menutup pintu kamar mandi melanjutkan rutinitas nya.


" Maafin Kakak ya,Kakak ngak sengaja " Kata Cila merasa bersalah.


Bara mengangguk kecil melanjutkan acara makannya.


Saat David berangkat bekerja,pria itu menyodorkan tangannya dihadapan Cila.


" Apa ? " Tanya Cila bingung.

__ADS_1


" Cium " Pinta David.


" Hah cium ? " Pekik Cila bingung.


" Ck,cium tangan aku mau berangkat kerja " Decak David malas.


Cila menelan ludahnya kasar,bingung dengan sikap David pagi ini.


Bara yang kembali menjadi penonton pun dibuat bingung dengan pasangan itu.


" Papa juga sering gitu Kak kalo berangkat kerja pasti minta di cium Bunda " Kata Bara menyebut kebiasaan Reno.


" Nah pinter " Kata David tersenyum cerah.


Cila menelan ludahnya kasar,gugup dengan sikap David yang berubah total.


" Ngak mau nih ? Ya udah aku berangkat sekarang " Kata David kesal.


" Eh iya iya,aku mau " Kata Cila kelabakan menarik tangan David dan mencium nya.


" Nah gitu dong,jadi istri tuh yang patuh sama suami " Kata David mengusap kepala Cila.


" Kamu ngak sakit kan Mas ? " Tanya Cila lirih.


David tersenyum malu dan menepuk pelan pipi gadis itu.


" Dah sana,muka kamu jelek banget " Kata David tertawa.


" Ihhh jelek2 gini istri kamu tau " Kata Cila bersedekap dada.


David dan Bara tertawa renyah menggeleng melihat Cila merajuk.


" Jagain Kakak kamu ya,dia suka gila sendiri dirumah " Kata David kepada Bara.


Cila semakin kesal dan masuk kedalam rumah meninggalkan mereka berdua.


" Yahh ngambek " Kata David lesu.


Bara tertawa terpingkal pingkal.


" Ketawa ketawa,awas lo kabur lagi,gue iket masukin kandang buaya lo ntar " Ancam David tajam.


Bara yang tadinya tertawa langsung terdiam takut mendengar ancaman pria itu.


" Iya Kak,ngak kabur lagi kalo Papa dan Bunda ngak kesini " Kata Bara pelan.


David mengangguk dan menjalankan motornya.


Bara masuk kedalam rumah dan mengernyit heran melihat Cila terburu buru mengambil laptop dan hp.


" Kakak mau kemana ? Tanya Bara heran.


" Mau kerja,kamu ikut Kakak ya ke ruko " Kata Cila tanpa melihat Bara.


" Iya " Kata Bara patuh.


Mereka pun berangkat bekerja juga setelah dirasa David sudah jauh dari rumah.


Ditempat lain,triplet tak mau masuk sekolah mereka kompak mau mencari Bara sang Kakak tertua.


" Jangan dong sayang,kalian harus sekolah " Bujuk Reno.

__ADS_1


" Ngak mau,Ana ngak mau sekolah,Ana mau cari Abang huhuhu " Kata Ana menangis bahkan bocah itu mogok mandi pagi ini.


Nisa diam saja membantu Andrew mengobati luka di pelipisnya.


" Bunda,Andrew ikut cari Bang Bara ya Bun " Pinta Andrew memelas.


" Jangan sayang,nanti kamu terluka lagi " Kata Nisa lembut.


" Huhu ngak mau,aku mau ikuttttttttt" Teriak Ana melengking.


Reno menyugar rambutnya frustasi,Aktam ikut membantu adiknya agar mereka ikut mencari Bara.


" Ya udah lah Mas,dari pada ribut " Kata Nisa pelan.


Reno mengangguk kecil,pasrah akan keras kepala anak2 nya.


Aktam dan Andrew bersorak ria,Ana mengacungkan jempolnya kepada ke2 abang nya itu.


Rupanya anak2 itu sudah sepakat hari ini akan ikut membantu mencari Abang tercinta mereka,dan semua ide briliant itu muncul di otak Ana.


Alasan lain adalah Ana tak mau ikut olahraga pagi ini disekolah karna akan membuat kakinya sakit akibat berlari.


Rencana pun mereka jalankan dengan Ana tidak mau mandi pagi,begitu pun dengan 2 Abang nya yang ikut mogok mandi agar rencana mereka berjalan lancar.


Nisa menggeleng pelan melihat sandiwara anak bungsu nya itu,dengan gerakan cepat mereka berlari ke kamar bersiap siap.


" Anak kamu luar biasa Mas " Kata Nisa terkekeh pelan.


" Hah maksud nya ? " Tanya Reno bingung.


" Kamu ngak liat wajah licik Ana tadi ?" Tanya Nisa.


Reno menggeleng pelan.


" Ckckck kamu dikadalin sama mereka " Kata Nisa menjauhi Reno.


Reno menggaruk kepalanya bingung dengan ucapan Nisa barusan.


Pikiran Reno sedang melayau ntah kemana,hingga tak terlalu memusingkan tingkah ke3 anak nya.


" Kamu hebat Dek,Abang bangga sama kamu " Kata Aktam saat mereka sudah rapi dan berkumpul dikamar Ana yang bernuasa pink dan putih.


" Iya kamu hebat,em gimana rencana selanjutnya ? Kita harus bujuk Bang Bara pulang " Kata Andrew pusing.


" Eemmmm " Ana berpikir keras mencari ide.


Gadis itu melihat perban di kepala Andrew.


Cling


Layak nya ada bola lampu menyala di otak gadis itu,Ana menemukan solusi.


" Hehe,aku ada ide Bang " Kata Ana menyeringai.


Aktam menelan ludahnya kasar melihat tatapan maut adik nya itu,Aktam sedikit ngeri dengan rencana Ana kali ini.


" Kok kamu liatin Abang gitu banget ? " Tanya Andrew menelan ludah kasar.


" Hehehe " Kata Ana cengengesan.


" Tripleeeeeeeeettt cepetaaaaaannnnnnn " Teriak Reno dari bawah sana.

__ADS_1


Ketiga bocah itu langsung kalang kabut dan berlari keluar kamar.


" Tungguin Paaaaaa " Teriak Ana heboh.


__ADS_2