Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pulang


__ADS_3

Setelah Laura pergi Justin menjambak kesal rambutnya,pria itu merasa menyesal dengan sikapnya barusan.


" Maafkan aku Laura,aku tidak ingin melihat mu semakin tersiksa dengan kondisi ku yang sekarang " Gumam Justin pelan.


Dokter tadi mengatakan bahwa Justin akan kesulitan berjalan karna ada saraf kakinya yang putus,lelaki itu tidak bisa berkata kata lagi saat mengetahui fakta itu.


Justin merasa kini ia sudah tak berdaya,cintanya di tolak dan keadaannya memburuk.


Justin juga tidak mau mengubungi orang tuanya karna mereka pasti akan sangat syok.


Sebisa mungkin Justin ingin merawat dirinya sendiri hingga keadaan membalik.


" Carikan aku asisten rumah tangga " Ucap Justin saat menghubungi temannya.


" Yang seperti apa yang kamu mau ?" tanya teman Justin diseberang.


" Yang penting dia berguna bagi ku " Ucap Justin kesal.


" Baiklah,kapan kau butuh ?"


" Sekarang !" Titah Justin tegas.


Tut


Panggilan terputus,Justin menaruh asal hapenya dan ingin turun dari ranjang.


" Au au au " Pekik Justin kesakitan saat mengangkat kakinya.


" Shit,aku ingin pipis bagaimana ini ?" Umpat Justin kesal.


Lelaki itu berusaha lagi mengangkat kaki tapi ia kembali merasakan kesakitan.


Karna sudah sangat kesal dan kebelet,lelaki itu meminta perawat untuk datang.


2 orang perawat wanita datang menghampiri brangkarnya,Justin mendongak dan mengernyit melihat 2 gadis sedikit sexy itu.


" Mau apa kalian ?" Tanya Justin tajam.


" Bukankah anda butuh bantuan ?" tanya gadis itu bingung.


" Aku butuh perawat pria " Kata Justin geram


" Kami bisa membantu Sir "


" Tidak,beri aku perawat pria " Tolak Justin.


2 gadis itu terlihat kesal dan berjalan menjauh.


Justin menggeleng pelan dan kembali memainkan hapenya seraya menunggu perawat datang.


Tak lama masuklah seorang pria mendekati Justin.


" Ayo saya bantu " Ucap Pria tersebut.


Justin mengangguk dan menaruh hapenya di kasur.


Lelaki itu pun membantu Justin duduk di kursi roda dan kekamar mandi.


Ditempat lain,Laura sudah bersiap untuk berangkat kebandara bersama Mike.


" Ayo tunggu apalagi ?" Tanya Mike mulai jengah melihat Laura diam.


" Kau benar2 akan mengantar ku pulang ?" Tanya Laura sedikit takut.


" Ya,,aku sudah membeli 2 tiket untuk mengantar mu " Ucap Mike.


" Kenapa kau baik pada ku ?" Tanya Laura.


" Aku tidak baik padamu aku hanya mengikuti perintah " Ucap Mike.


Laura mengkrucut mendengar jawaban lelaki dingin itu.


" Apa Justin teman mu ?" Tanya Laura lagi.


" ya,dia teman sekaligus atasan " jawab Mike.


Laura mangut2 dan kembali menghela nafas.

__ADS_1


" Jika kau tak berniat pulang beritau aku sekarang" Kata Mike menyindir.


" Aku bingung " Kata Laura lesu.


" Tak perlu ada yang dibingungkan,kau sudah memilih pergi dari Justin " Kata Mike tegas.


" Aku memang menginginkannya diawal tapi sekarang aku....


" Dia tak butuh kau lagi " Potong Mike.


" Bagaimana kau tau ?" Tanya Laura sedih.


" Begitulah lelaki,kau harus memahami mereka " Kata Mike tersenyum miring.


" Bajingan " Umpat Laura kecil.


" Ya kau benar haha " Kata Mike tertawa.


Laura tak membalas,gadis itu menarik kopernya berjalan keluar.


Mereka pun langsung menuju bandara.


Lagi2 Laura menarik nafas gadis itu teringat pertama kali datang ke negara tersebut bersama Justin.


" Huuffttt " Laura menghela nafas panjang berusaha tenang.


Bayang2 Justin mengusirnya tadi sedikit membuat gadis itu punya kekuatan lebih untuk pergi.


Mike langsung membawa gadis itu chek in dan menunggu penerbangan.


Mike terlihat sibuk dengan ponselnya,rupanya Mike mengabari Justin bahwa mereka sebentar lagi akan berangkat.


Laura hanya diam menunduk dengan sejuta pikiran di kepala.


Hidup bersama Justin membawa banyak suka duka,lelaki itu mengajarkan Laura tentang ikhlas serta kuat bertahan dalam keadaan apapun.


" Kenapa aku masih mikirin dia sih " Gumam Laura menggelengkan kepalanya.


Dua insan itu sibuk sendiri hingga penerbangan pun tiba dan mereka benar2 harus pergi.


Dirumah sakit Justin memejamkan matanya melihat foto Laura dilayar ponselnya yang kebetulan di foto asal oleh Mike.


" Waktunya periksa Tuan " Tegur pembantu barunya yang sudah ibu2.


Justin tersadar dan mengangguk kecil,lelaki itu pun dibantu duduk dikursi roda menuju ruang pemeriksaan.


Pesawat sudah benar2 membawa Laura pergi dari tempat yang telah mengurungnya beberapa waktu itu.


Berjam2 perjalanan kini akhirnya mereka tiba ditanah air.


Laura tak tau harus bahagia atau bersedih tapi gadis itu menangis haru.


" Kau bebas sekarang,nikmati hidup mu kita akan berpisah disini " Ucap Mike serius.


" Kau akan kemana ?" Tanya Laura.


" Aku akan mengerjakan pekerjaan ku disini lalu kembali pulang " Ujar Mike tenang.


Laura terdiam menatap lelaki bule itu.


" Aku sudah memesankan taxi untuk mu,mereka akan mengantar mu pulang kerumah orang tua mu "


" Hah,kau tau orang tua ku ?" tanya Laura kaget.


Mike tersenyum kecil.


" Sampai jumpa " Ucap Mike menunduk.


Laura ikut menunduk lemah,lelaki itu pun berjalan menjauh menarik kopernya.


" Huhhh akhirnya aku bisa pulang " Gumam Laura tersenyum kecil.


" Tapi apa Mama dan Papa masih nerima aku ?" Gumam Laura ragu.


Laura terdiam beberapa saat hingga suatu ide pun muncul di otak kecilnya.


Gadis itu menarik koper dengan cepat dan menaiki taxi yang sudah disiapkan Mike.

__ADS_1


Dirumah Cila berjalan seperti biasanya.


Wanita itu mengurus keperluan anak dan suaminya yang kini aktif bekerja.


" Papa pake dasi dulu " Pekik Cila.


" Nanti Ma,Papa sakit perut " Kata David sedikit meninggikan suaranya.


Cila mengangguk dan menaruh dasi diatas ranjang.


Perempuan itu lalu mendekati kamar Vero dan mengintip sedikit,terlihat Vero baru selesai mandi masih dengan handuk sepinggang nya.


" Ngapain tuh ngintip2 " Sindir Vero melihat daster ibunya.


Cila cengengesan membuka lebar pintu kamar itu.


" Tau aja Mama lagi ngintip anak bujang ganti baju " Kata Cila terkekeh.


" uh kebiasaan,ntar bintitan loh " Ujar Vero malas.


" Udah biasa,dari orok Mama udah liat semuanya " Kata Cila santai.


Vero terdiam merasa di skak matt oleh wanita itu.


Cila mendekat dan duduk di ranjang melihat anak bujangnya mencari baju kerja.


" Ngapain sih ?" tanya Vero jengah.


" Ngak papa lagi mau santai aja,Papa lagi boker " Kata Cila tersenyum.


" Ya udah tungguin sana " Suruh Vero


" Ih ngak mau,Bau " kata Cila pura2 muntah.


Vero tertawa geli melihat sikap ibunya.


" Kamu kebiasaan deh gorden ngak pernah dibuka " Kata Cila berdecak.


" Males Ma,masih pagi juga " Kata Vero cuek.


" Ya dibuka lah biar matahari masuk kesini " Kata Cila menggeleng pelan.


Vero mengangkat bahu acuh dan memakaikan celananya.


Cila bangkit dan membuka tirai saat semua tirai terbuka wanita itu melotot melihat seseorang terlihat mengintip diujung jalan.


" Itu Laura ?" Gumam Cila mengernyit.


" Kenapa Ma ?" Tanya Vero heran melihat Cila masih berdiam di jendela.


" Ada Kakak kamu " Kata Cila menghadap lelaki itu.


" Apa siapa ?" Tanya Vero kaget.


" Coba liat sini " Kata Cila menarik tangan anak itu.


Vero menurut dan ikut mengintip,lelaki itu langsung melotot melihat gadis diujung jalan melihat kearah rumah mereka.


" Iya Ma,itu seperti Kakak " Kata Vero heboh.


" Ayo keluar " Kata Cila langsung berlari keluar.


Vero mengangguk dan mendahului ibunya.


Pria itu membuka pintu tak sabaran.


Deg...


Manik mereka bertemu,Laura yang merasa ketahuan pun langsung kelabakan saat melihat Vero bertelanjang dada menatap dirinya.


" Aduh gawat " Pekik Laura panik,gadis itu pun langsung berlari menjauh.


" Kakakkkkkkk " Teriak Vero langsung mengejar gadis itu.


" Lauraaaaaaaa " Teriak Cila yakin itu benar anaknya.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2