Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Rumah besar


__ADS_3

Disebuah jalan 2 orang pria terlihat luntang lantung tak jelas.


Keduanya terlihat sudah sangat lelah tapi mereka seperti tidak ingin berhenti.


" Ayah cape ?" tanya Denis melihat Beni.


" Kita nanti istirahat dimana ?" tanya Beni.


" Hmm sepertinya dihotel aja Yah " jawab Denis.


Beni mengangguk paham,hape Denis berdering.


Lelaki itu melihat nama dilayar dan mendapati nama kakaknya disana.


" Iya Kak " Sapa Denis.


" Kamu dimana ?" Tanya Cila.


" Aku masih di daerah stasiun " Jawab Denis.


" Kalian ga pulang ?" tanya Cila lagi.


" Kayaknya besok Kak,Ayah juga cape " Jawab Denis.


" Belum ketemu ya ?" tanya Cila pelan


Denis menghela nafas panjang.


" Belum Kak " Jawab Denis pasrah.


" Ya udah ga papa,jangan dipaksa " kata Cila mencoba menenangkan.


Denis diam,ada rasa kecewa dihati pria tersebut karna sudah gagal mendapatkan anak nya lagi.


Panggilan terputus,Denis menganjak Beni untuk mencari penginapan.


Keduanya kembali berjalan mencari taxi,tapi belum menemukan Denis melihat seorang pria sedang duduk disalah satu warung kopi tak jauh dari seberang.


" Kenapa Denis ?" tanya Beni mengernyit.


" Ayah ayo kesana " jawab Denis menunjuk.


" Kamu mau ngopi ?" tanya Beni polos.


Denis tak menjawab,keduanya pun berjalan mendekati warkop.


Setelah sampai,Denis menepuk pundak salah satu pria yg ia lihat dari kejauhan.


" Astagfirullahh " Ucap pria tersebut kaget.


Denis diam,Beni mengernyit bingung dengan sikap putranya.


" Om " Ucap pria itu bangun dan sedikit membungkuk.


" Kamu lihat Rania ?" tanya Denis tanpa basabasi.


" Rania ?" Ulang pria tersebut yg bukan lain adalah Reka.


" iya,dia ada disekitar sini " Jawab Denis.


" Aku ga lihat Rania Om " jawab Reka.


" Terus ngapain kamu disni ?" tanya Denis tajam


Glekkk...


Reka menelan ludah kasar,Denis terlihat sangat sensitif dengan dirinya sejak dahulu.


" Jawab Reka " Tegur Denis.


" Dia siapa ?" tanya Beni bingung.


" dia teman Rania Yah " Jawab Denis.


" Oh,kamu tau ga Rania dimana ?" tanya Beni dengan senyum kecil.


" Maaf Pak,aku ga tau " Jawab Reka lagi.


" huufttt kemana anak itu pergi " Gumam Beni sedih.

__ADS_1


" Oh iya,Om mau ngopi dulu ?" tanya Reka tersenyum canggung.


" Ga makasih " jawab Denis ketus.


Lelaki itu pun turun tanpa bicara membuat Reka melongo.


" Ya udah,kita permisi ya " kata Beni mewakili sikap anaknya yg tidak sopan.


" Iya Pak " Jawab Reka mengangguk sopan.


Beni pun menyusul Denis,keduany berjalan lagi mencari taxi.


Reka diam melihat kedua orang tua tersebut dengan helaan nafas panjang.


" Bener2 si Rania,tega banget bikin bapaknya cari2 kayak gini " Gumam Reka heran.


" lagian tuh anak larinya kemana sih,susah amat didapetin " Lanjut Reka lagi.


" Kenapa Rek ?" tanya Teman Reka melihat pria tersebut bergurutu.


" Hm ga papa " jawab Reka menutupi.


Pria itu melanjutkan lagi minum kopinya yg sempat tertunda meski isi kepalanya mulai berisik dengan nama Rania.


Ditempat lain,seorang pria berjalan menuju kamar sepupunya dengan piyama biru.


Pria tampan tersebut mengetuk pintu kamar dan mendapat sahutan.


Ceklek...


Pintu terbuka dan langsung nampak wajah sepupunya yg memberi kode diam.


" Ada apa ?" tanya Arshad pelan.


" Rania tidur,dia sepertinya kelelahan " Jawab Angel.


Angel membuka lebar pintu memberi jalan Arshad masuk.


Pria itu melihat Rania tidur dibalik selimut tebal.


Lelaki itu menghela nafas panjang.


" Gak banyak " Jawab Angel.


" tentang orang tuanya ?" tanya arshad lagi.


" Ga,tentang kamu dan Bimo yg banyak bantu dia " Jawab Angel.


Arshad mengangguk paham.


" Memangnya dia belum ketemu Papanya juga ?" tanya Angel hati2.


" Menghindar,dia belum siap " jawab Arshad.


" Kasihan sama Rania,padahal anaknya baik " Kata Angel iba


Arshad mengangguk pelan.


" Oh iya,kamu tadi gimana ?"


" Aku sama Om Daniel ?" tanya Angel


Arshad megangguk.


" Duhh malu banget sebenernya,masa nih yah aku dikenalin sama temenn2ya Om Daniel dan sebagian tau sama Papa " jelas Angel mengkrucut.


" Terus " tanya Arshad lagi.


" Untungnya Om Daniel ga terlalu buka kartu aku,hehe jadi orang ngiranya aku pacar Om Daniel wkwkw " kata Angel tertawa geli.


" Idihhh " Ucap Arshad ngeri.


" Keren banget Om Daniel,aku suka Syad,dia perlakuin aku persis seperti yg aku mau " Kata Angel tersenyum bahagia.


" Seperti dia yg kamu mau ?" tanya Arshad mulai paham alur cerita sepupunya.


" Iya,Om Daniel itu lembut,perhatian,dan baik banget,pantesan mantan istrinya ngejer dia kk kereta api " kata Angel menghela nafas


" Udah dipenjara kan ?" tanya Arshad.

__ADS_1


" Ga tau sih,Om Daniel ga cerita dan aku juga ga cari tau juga" Jawab Angel


" Kamu harus hati2 Njel,nanti mantan istrinya ga terima kalo Om Daniel pacaran sama cewek ingusan " Kata Arshad menahan tawa


" Ihhh ga deh,aku lawan lah berani2 dia ngacauin rencana indah aku " kata Angel garang.


Arshad tertawa,wajah Angel begitu meyakinkan bahwa dirinya akan berjodoh dengan Daniel


Dari semua keluarga hanya Arshad yg tau kegilaan Angel tersebut karna mereka besar bersama dan saling terbuka.


Keduanya asik cerita sedangkan Rania makin lelap dalam tidur panjangnya.


Kebesokan pagi,keluarga Salders berkumpul.


Angel dan Rania juga sudah siap.


Rania sangat malu untuk keluar kamar tapi Angel tetap memaksanya keluar sarapan bersama.


" Aku pulang aja Kak,lewat belakang juga ga papa " kata Rania memelas.


" Ga bisa,kamu harus ikut sarapan sama aku dan diantar Arshad pulang kerumah " Jawab Angel tegas.


" Aku malu Kak " kata Rania ingin menangis


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,masuklah seorang wanita dengan pakaian bagusnya.


" Ehh ada temen Angel "Ucap Ana terkejut.


" Iya Ma,dia tidur disini namanya Rania " Kata Angel tersenyum.


Ana diam,wanita itu terdengar tak asing ditelinga dengan nama yg baru saja disebutkan.


" Ma " Tegur Angel.


" ah iya,ayo sarapan " Kata Ana berjalan keluar.


Rania yg melihat respon Ibu Angel makin tak enak hati.


" Duhhh aku harus gimana ?" batin Rania bingung.


" Ayo cepetan " kata Angel menarik Rania keluar.


Mau tak mau Rania pun keluar dari kamar dengan bersembunyi dibelakang Angel.


Secara bersamaan,Jack juga keluar kamar terkejut melihat kakaknya membawa teman.


" Ga usah udik " Tegur Angel.


" Halo Kak " Sapa Jack ramah dan menatap sinis Angel yg mengatai dirinya.


" Hai " sapa Rania sungkan.


Mereka pun turun dari tangga.


Rania masih deg degan,rumah Angel sangat besar dan luas.


Gadis itu belum pernah masuk kerumah yg layak disebut istana.


Sesampainya didapur,Rania langsung menelan ludah kasar.


" Astagfirullahalazimm Raannn " Batin Rania syok akut.


Yap,semua keluarga berkumpul diruang besar tersebut yg dikepalai oleh Reno Salders.


" wahh ada temen Angel " kata Nisa cukup terkejut ada orang asing dirumahnya.


Rania menundukkan kepala memberi hormat.


" Mana Arshad ? Dia tau ga ada cewek dirumah ini ?" Ucap Bara ingin menggoda.


" Wkwkw Arshad yg ba....aaaduhh " Kata Angel tak jadi bicara saat pinggangnya mendapat cubitan Rania.


" Pleaseeee " Ucap Rania memelas seolah memberi kode keras.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2