
Pagi yang sedikit mendung,Cila terbangun saat lengannya merasa digoyang seseorang.
" Mama " Panggil Vero menarik baju Cila.
" Mama mimik " Pekik Vero membuka kancing piyama Cila.
Perempuan itu membuka mata dan terkejut Vero sudah menaiki dirinya duduk diperut.
" Hay selamat pagi " Sapa Cila serak.
" Mimik " Pekik Vero seolah tak perduli basa basi perempuan itu.
Cila tersenyum dan mencubit gemas pipi putranya.
" Iya sayang,galak amet sih " Kata Cila terkekeh pelan.
" Oh iya,Papa kamu mana ?" Tanya Cila mencari keberadaan David.
" Papa ?" Tanya Vero balik.
" Iya Papa kamu,apa kamu lupa kamu punya Papa ?" Goda Cila.
Vero mengangkat bahu tak tau dan kembali merengek minta susu.
Cila memberikan apa yang bocah itu inginkan,sambil berpikir kemana suaminya.
Setelah selesai,Cila bangun dari tiduran dan mendapatkan sebuah surat kecil disamping nakas.
" Aku berangkat kerja dulu cari uang selain beli emas permata,Vero juga butuh modal karna aku tau Vero suka manggil Mas2 jualan siomay sama es cendol hehe " Isi tulisan didalam kertas itu.
Cila tertawa ngakak memeluk kertas cinta dari suaminya itu.
Meski tak ada kata2 romantis didalamnya,tapi Cila tau sang suami sangat mencintai mereka melalui tindakan.
Dari dulu David memang tak pandai merangkai kata,kalau pun menggombal pun pasti malam hari dan ada maunya yaitu minta jatah.
" Ish,Mas David mah " Gumam Cila disela tawanya.
Hujan turun dengan cepat,tapi Cila terlihat sangat bahagia.
Perempuan itu menyimpan surat cinta David disebuah kotak kecil.
" Biar nanti Vero gede,dia tau Papa nya sangat luar biasa " Kata Cila tersenyum.
Perempuan itu pun keluar dari kamar setelah memberikan Vero banyak mainan.
Seperti ibu rumah tangga lainnya,Cila membersihkan rumah,memasak dan mencuci.
Saat perempuan itu sedang menyuapi Vero tiba2 rumah mereka diketuk dari luar.
" Tanteeee tanteeee " Teriak seseorang dari luar.
Cila mendengar samar2 suara tak asing itu.
" Kakak kakak " Pekik Vero mengenali suara.
" Iya bentar " Teriak Cila dari dalam.
Perempuan itu tergopoh2 membuka pintu dan terkejut melihat Laura basah kuyup dengan isak tangis.
" Kenapa Laura ?" Tanya Cila kaget.
" Ibu Ibu ibu hiks hiks " Kata Laura tak bisa bicara jelas.
" Kenapa dengan ibu kamu ?" tanya Cila kaget.
" Ibu ibu Tante huaaaa ibu kejang Tante,ibu ngak bangun huhuhu " Lapor Laura dengan susah payah.
__ADS_1
" Apa !!!" Pekik Cila terkejut.
" Tolong Ibu Tante,aku takut " Kata Laura memegang tangan Cila.
" Iya sayang,tunggu ya " Kata Cila panik
Vero menatap aneh mereka berdua,bocah itu merenggangkan tangannya kearah Laura tapi gadis itu tak ngeh karna lebih besar rasa takut hingga tak melihat sekeliling.
Cila membawa payung menyelimuti Vero dan menganjak Laura keluar rumah.
Mereka berjalan cepat diderasnya hujan.
Saat mereka semua sampai disana,terlihat orang2 sudah ramai.
Laura langsung berlari,Cila meletakkan payung asal dan masuk kedalam..
" Ada apa ini Bu ?" Tanya Cila kepada tetangganya.
" Bu Siti sudah meninggal Mba " Kata tetangga Laura sedih.
" Apa " Gumam Cila langsung mundur.
Cila seketika lemas mendengar kabar tak terduga itu.
" Ngak mungkin " Gumam Cila menggeleng.
Perempuan itu membelah kerumunan dan melihat Laura menangis dengan basah kuyup tak tau apa yang terjadi kepada ibunya.
" Laura " Panggil Cila lemah.
Laura menoleh,gadis itu tak sadar orang2 melihatnya iba.
" Ibu kenapa Te,telepon dokter Te " Kata Laura menggigil.
" Laura hiks " Kata Cila menangis mengusap kepala gadis itu.
" Kamu yang kuat ya Nak,ibu kamu udah pergi sayang " Kata Cila rapuh.
" Pergi kemana Te,Ibu masih disini tuh dia tidur " Kata Laura sangat polos menunjuk Ibunya memejamkan mata di kasur lantai mereka.
Cila terisak dan memeluk gadis itu erat,sungguh Cila tak kuasa melihat wajah gadis yang selama ini menemani dirinya.
" Ibu pulang kerumah Allah sayang hiks" Kata Cila lemah.
Deg...
Laura melotot kaget,dan menjauh dari Cila.
" Rumah Allah ? apa itu artinya Ibu meninggal ?" tanya Laura bingung.
Cila terdiam,dirinya tak kuasa meski hanya menganggukkan kepala saja.
Orang2 mulai ingin mengangkat jenazah ibunya untuk dipindahkan keruang tamu.
" Eh ibu mau dibawa kemana,ibu belum bangun " Kata Laura menahan para bapak2.
Mereka semua diam dan menunduk dalam.
Cila semakin menangis,begitu pun para tetangga gadis malang itu tak ada yang kuasa memberi pengertian.
" Laura " Panggil kepala Rt disana mengusap pipi Laura.
" Iya Pak Rt " Jawab Laura sopan.
Pria itu menarik nafas panjang agar dirinya mampu mengucapkan.
Para tetangga ada yang menggeleng tak tega,ada juga yang mengangguk karna itu harus dikasih tau yang sebenarnya.
__ADS_1
" Laura anak yang pinter kan " Kata Pak Rt sedih.
Laura mengangguk polos.
" Bentar lagi aku mau kelas 2 Pak,jadi harus pinter biar naik kelas " Kata Laura tersenyum.
Pak Rt terdiam,lalu seorang wanita paru baya ikut membantu menjelaskan.
" Laura liat Ibu Nak " Pinta wanita itu.
Laura menoleh dan mengernyit,dirinya bingung ada apa dengan mereka semua.
Laura meminta tetangganya datang untuk membantu membangunkan ibunya,bukan untuk wawancara,pikir gadis itu.
" Ada apa Bu ?" tanya Laura sopan.
" Sayang,sekarang ibu kamu udah dipanggil Tuhan menghadap dirinya " Kata wanita itu lembut.
" Terus ?" Tanya Laura polos.
" Jadi kamu,em maksudnya ibu kamu udah meninggal sayang " Kata Wanita itu mulai menangis.
Mereka tak tega memberitau Laura bahwa dirinya sekarang sendirian didunia ini,karna memang tak ada sanak keluarga lain.
Laura hanya hidup berdua dengan ibunya.
" Meninggal ?" Tanya Laura antara paham dan tidak.
" Iya,ibu ninggalin kamu sendiri " Kata Wanita itu menangis memeluk Laura.
Laura terbelakak kaget dan menatap ibunya yang tak kian bergerak.
Gadis malang itu berjalan pelan mendekati ibunya,tetangga mereka sudah menangis iba, begitu pun Cila yang menjadi saksi bagaimana perjuangan ibu dan anak itu bertahan hidup selama ini.
" Ibu " Panggil Laura pelan.
Laura menggoyangkan lengan ibunya tapi naas sang ibu tak menjawab bahkan membuka mata.
" jangan tinggalin Laura Bu hiks hiks,Ibu bangun " Kata Laura menangis tersedu sedu.
" Laura sayang " Kata Cila duduk disamping gadis itu.
" Tante,mereka bilang ibu ninggalin Laura Tante " Adu Laura.
Cila memejamkan matanya sesaat,hatinya sangat perih,wanita yang begitu baik dan mengerti dirinya kini sudah berpulang meninggalkan gadis malang seperti Laura.
" Kamu yang kuat ya Nak hiks hiks " Kata Cila rapuh.
" Ibuuuuuuuu jangan tinggalin Laura Buuu,Laura ikut Buuu " Teriak Laura histeris.
Gadis itu memeluk Siti dengan sekuat tenaga berharap sang ibu juga mau menganjak dirinya seperti biasa.
Cila menahan tubuh Laura dan memeluk gadis itu dengan erat.
" Ibu pergi Tante hiks hiks " Kata Laura menangis kencang.
Cila terus memeluk Laura dibantu para tetangga yang mencoba membujuk gadis malang itu agar ikhlas.
Tapi apalah daya,anak seumur Laura belum tau apa itu ihklas,dirinya masih egois meminta sang ibu kembali seperti semula.
para bapak2 mulai bergerak cepat memindahkan jenazah Ibu Siti keruang tamu agar lebih leluasa.
Disela menenangkan Laura,Cila mengambil ponsel nya dan memberitau kabar duka tersebut kepada sang suami,dan tetangga mencoba mengganti baju Laura yang basah.
Tak ada yang tau apa yang menyebabkan wanita malang itu meninggal dunia,karna Laura belum bisa menjelaskan apapun,untuk dibawa kerumah sakit pun rasanya sudah terlambat.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya