Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bertamu


__ADS_3

Seorang pria cengengesan didepan ibunya yang masih menganga dengan wajah kaget.


Bukan hanya Cila,Laura dan Justin pun ikut terkejut melihat Vero tidak pulang sendiri melainkan membawa seorang gadis yang sedang mendekap anak kucing yang begitu kurus.


" Dia siapa ?" Tanya Cila nanar.


" Kenalin Ma,namanya Hani calon mantu " Jawab Vero.


" hah !" Pekik Laura,Cila dan Justin barengan.


Hani menunduk dalam takut melihat wanita berdaster biru itu melihatnya dalam.


" Ca calon mantu ?" Tanya Cila terbata.


" Iya " jawab Vero semangat.


" Ta tapi siapa ?" Tanya Cila kaget.


" Ya ini,namanya Hani dan ini hehe tadi kami ketemu dijalan,kasihan Ma anak kucingnya hampir ditabrak orang,Kak ada masak ikan gak ? tolong dong " Jelas Vero seraya terkekeh.


Hani melepas anak kucing itu,terlihat si kucing mendekati Laura perlahan seolah meminta bantuan.


" Kasih Yank kasihan " Kata Justin tak tega.


Laura mengangguk,perempuan itu pun membawa si anak kucing kedapur disusul Justin.


" Halo Tante " Sapa Hani deg degan.


Cila tak menjawab,wanita itu melihat penampilan Hani dari ujung kaki hingga kepala.


" Sini,Mama mau ngomong sama kamu " Kata Cila menarik tangan putranya.


" Ayo masuk tunggu dikursi " Kata Vero menarik tangan Hani.


Cila menggeleng pelan lalu menarik tangan Vero dengan kuat.


Vero melepas tangan Hani dan mengikuti ibunya.


Terlihat Daddy Justin menatap gadis itu diam


" Ayo masuk " Ucap lelaki itu tenang.


Hani mengangguk dan berjalan mendekat.


" Nama kamu siapa ?" tanya Abraham ramah.


" Saya Hani Om " Jawab gadis itu lembut.


" Oh,pacar Vero ya ?" Tanya Abraham tersenyum.


Hani menunduk malu,dirinya bingung harus menjawab apa.


" Tunggu bentar ya,mungkin Mama Vero kaget tiba2 anaknya pulang bawa gadis " Kata Abraham memberi pengertian.


" Iya Om " jawab Hani sopan.


Didalam kamar,Vero menggaruk kepalanya malu didepan Cila yang sudah memasang tanduk.


" Dia siapa ?" tanya Cila menahan emosi.


" Namanya Hani Ma " Jawab Vero gemas.


" Ya dia siapanya kamu?" Tanya Cila.


" Pacar aku " jawab Vero santai.

__ADS_1


" Jadi kamu keluar kota demi nemuin dia ?" Tanya Cila berkacak pinggang.


Vero mengangguk lemah.


" Anak siapa mana orang tuanya ? kamu asal bawa anak orang nanti dituntut orang baru tau rasa !" kata Cila marah.


" Ngak ada " Jawab Vero sedikit deg degan.


" Maksudnya gak ada ?" tanya Cila mengernyit.


" Duh aku bilang apa ya sama Mama,masa iya aku jujur,yang ada ntar Hani malah diusir " Batin Vero bimbang.


" Vero " panggil Cila kesal.


" Iya Ma " jawab Vero tenang.


" Jawab yang jujur !" Kata Cila garang.


" Aku suka sama dia Ma,aku bawa dia kesini mau aku nikahin " Kata Vero berusaha tenang.


" Apa ! jangan asal bicara kamu !" kata Cila kaget.


" Aku serius Ma,aku suka sama Hani,aku gak mau lagi kehilangan dia " Kata Vero serius.


" Dia masih anak2 Vero ! kamu gak liat apa !" kata Cila kesal..


" Ya aku tau,tapi gak ada salahnya kami menikah Ma,aku akan mendewasakan dia " Kata Vero tenang.


" Astaga,yang benar saja !" kata Cila sakit kepala.


" Nanti kita bicara lagi,jangan usir Hani Ma,dia gadis yang baik " Kata Vero memelas.


" Mama tidak kenal dia,setelah makan siang kamu bawa gadis itu keluar dari rumah ini " Kata Cila putus.


" Apa !" Kata Vero melotot kaget.


" Ma Hani ngak punya siapa2 " Kata Vero memegang tangan wanita itu.


" Lalu ? kamu pikir rumah kita tempat penampungan ?" tanya Cila kesal.


Vero terdiam,pria itu pikir Cila akan mudah menerima orang baru seperti wanita itu menerima Laura dulu.


" Pikirkan baik2 Vero,ini bukan hanya tentang dia,Mama gak mau nanti Papa kamu marah " Kata Cila pelan.


Vero menunduk dalam,lelaki itu terlihat kecewa dengan respon ibunya.


Cila berjalan keluar mendekati Hani yang duduk diam seraya memainkan tangannya sendiri.


" Ayo San makan siang dulu,Laura dan Justin udah masak " Ajak Cila sopan.


" Eh ngak usah repot2 " Kata Abraham kaget.


" Gak repot kok,ayo " Kata Cila tersenyum.


Lelaki itu pun mengangguk tersenyum.


" Ayo kamu juga ikut makan siang " Kata Cila menegur Hani.


" Iya Tante " Jawab Hani menunduk malu.


Cila pun berlalu bersama besannya menuju dapur.


Vero melihat punggung gadis itu seraya menghela nafas dalam.


" Gimana Om ?" Tanya Hani kepada Vero yang duduk lesu didepannya.

__ADS_1


" Kita harus menikah " Kata Vero tenang.


" Apa !" Pekik Hani kaget


" Aku tidak punya pilihan lain,lagi pula memang tidak baik jika kita tinggal bersama tanpa adanya ikatan " kata Vero lesu.


" Tapi aku masih muda " Kata Hani menelan ludah kasar.


" Tenang saja kita bisa membuat kontrak pernikahan " Kata Vero tersenyum.


" Kontrak ?" tanya Hani bingung.


" Ya tapi bukan seperti yang ada dinovel2 itu,aku menikahi mu karna aku ingin bukan terpaksa,dan kau akan sekolah lagi mengeyam pendidikan,kita akan tinggal dirumah ssndiri nanti " kata Vero tersenyum..


" Tapi itu akan merugikan Om " Kata Hani merasa bersalah.


" Aku kalo nolong gak mau setengah2 " Kata Vero menghela nafas


" Kenapa ?" Tanya Hani.


" Gak tau,pokoknya kalau kamu setuju kita menikah secepatnya dan bilang pada orang tua ku kalau kau sangat mencintai ku " Kata Vero terkskeh.


" hah tapi aku ngak cinta sama Om " Kata Hani lesu.


" Haistt,masa iya cowok seganteng aku kamu gak suka,ntar kamu beneran gak waras lagi " Kata Vero tak terima.


" Beneran Om,aku gak boong " kata Hani polos.


Vero mengacak rambutnya kesal,padahal ia termasuk pria tampan yang banyak digilai para gadis tapi kenapa gadis didepannya saat ini malah tak tertarik.


" Huh pokoknya kamu harus cinta sama aku titik !" Kata Vero memaksa.


Hani mengkrucut,pria itu membuatnya bimbang,tapi untuk menolak Vero,Hani pikir itu bukan pilihan yang baik karna saat ini hanya pria itu yang mau menolongnya.


" Ya sudah,ayo makan dulu biar cinta kamu tumbuh" Ajak Vero berdiri.


Hani dengan polos mengangguk dan mengikuti lelaki itu.


Didapur sudah ramai,karna kursi tak cukup jadilah mereka semua lesehan dibawah.


Kucing yang dibawa Hani tadi sudah terlihat kenyang.


Hani tersenyum canggung kepada semua orang yang melihat kearahnya.


" Ayo sini gabung " Kata Laura tersenyum.


" Iya " Jawab Hani malu.


Vero menarik tangan gadis itu duduk bersamanya.


Dengan semangat Vero pun langsung mengambil nasi dan lauk.


" Ayo dimakan " Tegur Vero.


" Iya Om " jawab Hani.


Cila yang mendengar anaknya dipanggil Om mengigit bibir kesal.


" Aduhh si Vero mah kenapa sukanya sama balita,ya elaaaahhh " Batin Cila gemas.


" Masa iya ntar dipamerin sama tentangga dia manggil aku Oma " Lanjut wanita itu merinding.


Hani mulai makan seraya melirik Cila yang curi2 pandang kepadanya.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2