Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bahas


__ADS_3

Sesampainya dirumah Denis,Cila dan rombongan langsung turun.


Histi menggendong bayinya yg tertidur pulas.


Sania melihat sekeliling,gadis itu merasa asing dengan rumah cukup besar tersebut.


Perlahan Sania mendepetik Histy,Histy yg peka pun hanya tersenyum.


" Ga papa,yg punya rumah baik kok " Ucap Histy menenangkan.


Sania melihat ibunya,gadis itu ingin meyakinkan diri bahwa ikut serta adalah pilihan yg tepat.


Tintin...


Suara klakson terdengar,mereka semua menoleh dan melihat sebuah mobil fortuner masuk pekarangan.


" Clara udah sampe " ucap Cila senang.


Seorang wanita turun bersama seorang gadis berkrudung pink dengan setelan syari.


" Halo Bibi " Sapa gadis itu hangat.


" Haloo sayanggg " Balas Cila heboh.


Gadis tersebut menyalami Cila dengan hangat seraya melempar senyum paling manis.


" Waah ad kamu juga His " Tegur Clara ramah.


" Hehe iya Bi " Jawab Histi malu.


" ayo masukk " Ajak Clara.


Histi mengangguk,mereka semua pun masuk kerumah dan sudah disambut oleh ibu Miska.


" waahhh ada Histi jugaa " kata Miska ikut kaget


" Iya Bi,boleh gabung ga ?" tanya Histi malu2.


" ya boleh dong,ayoo masuk tidurin anak kamu dikamar aja " jawab Miska


Histi mengangguk setuju.


Sania diam melihat semua orang sudah masuk kecuali dirinya.


Gadis itu merasa tak pantas masuk apalagi mereka semua sangat sempurna pikir Sania.


" Heiii " Sapa seorang pria membuat Sania kaget.


" Kenapa disni,ayo masuk " Ajak pria tersebut yg merupkan suami Clara.


" hah iya Om " Jawab Sania menunduk.


Rendi tersenyum,pria itu terlihat tenang dan ramah.


Mereka semua masuk dan Sania kembali dibuat takjub.


" Rumahnya bagus " Batin Sania melihat dekorasi.


" Denis belum pulang ?" Tanya Clara tak nampak sang adik.


" Bentar lagi,udah dijalan Kak " jawab Miska


Clara mengangguk paham,mereka semua duduk diruang tamu dengan tenang sambil bercengkrama.


Histi tak nampak batang hidungnya,wanita itu ntah pergi kemana membuat Sania salah tingkah sendiri.


" Gimana keadaan kamu San ?" Tanya Clara melihat Sania diam.


" hah aku baik Bi " jawab Sania cukup kelabakan.


" Syukurlah,kamu hebat banget bisa bertahan saat kejadian itu " Ujar Clara.


Sania membalas dengan senyuman.


" Ya lah harus hebat,ya kali anak Serkan mudah nyerah " Celetuk Cila terkekeh.

__ADS_1


Clara tertawa renyah membuat wajah Sania memerah malu.


Mereka semua mengobrol hangat seraya menggoda Sania.


Beberapa menit kemudian Denis pulang dan Histi juga keluar dari tempat persembunyiannya.


" Udah lama ?" Tanya Denis menaruh tas dinakas.


" Mayan " jawab Cila.


" Bunda sama Ayah belum sampe ?" tanya Denis lagi.


" Belum,bentar lagi palingan " Jawab Clara.


Denis mengangguk paham,pria itu melihat Sania dan tersenyum.


" Kalo mau istirahat di kamar aja San " Ucap Denis hangat.


Sania mendongak melihat wajah Denis yg terlihat tenang.


" Iya Om makasih " Jawab Sania.


" Iya San,keliatannya kamu ngantuk sekali " Sahut Clara.


" Dah sana ke kamar,kamu lurus aja mentok belok kiri,Adek juga lagi tidur " Sahut Histi.


Sania mengangguk paham,gadis itu pun menurut keinginan semua orang.


Dengan 1 tas berisi pakainnya,gadis itu menjauh menuju kamar yg dimaksud.


Semua orang diam,hingga Cila mengeluarkan deheman kecil.


" Dia udah 100% pulih ?" tanya Clara melihat Histi.


" Belum Bi,traumanya ga hilang " Jawab Histi.


" ya itu pasti " balas Cila.


" ga bisa denger suara besar,apalagi suara petasan "


" Dia pasti tersiksa banget ya " kata Clara iba.


" Kenapa ?" tanya Cila kepo.


" mereka nyalain kembang api,pas Sania lagi nyapu diteras " Jawab Histi dengan raut kesalnya.


" Astagaa terus Sania gimana ?" tanya Cila makin kepo.


" Ya dia langsung lari nutup telinga masuk kerumah sambil nangis2 " Jawab Histi.


" Gara2 itu Sania ga mau keluar kamar dan makan,dia takut ketemu banyak orang "


" Serkan marah banget pasti " Gumam Clara menebak.


" Ga terlalu sih,cuma pas itu juga anak2 itu ngatain Sania aneh,Mas Serkan ga terima dan datengin orang tua anak2 itu buat minta maaf "


" Mereka mau ?" tanya Clara.


" Kalo ga mau Mas Serkan mau tuntut mereka semua hahaha " Jawab Histi tertawa ngakak.


" Hah beneran ?" Tanya Cila syok.


" Iya,makanya Sania dibelain banget sama bapaknya " Jawab Histi.


" terus ada kecanggungan ga antara kamu sama Sania,maksud aku cemburuan gitu ?" Tanya Clara hati2.


" ga sih,karna tau Sania dari kecil Bi jadi ya kayak anak sendiri " Jawab Histi.


Clara dan Cila mangut2 paham,Denis hanya diam mendengarkan cerita tersebut.


" Oh iya Nis,kamu mau ngomongin apa ?" Tanya Cila teringat akan tujuan utama mereka.


Denis diam melihat kakak2nya.


" ada apa ?" tanya Clara lagi.

__ADS_1


" Om canggung ya ada aku ?" Tanya Histi tak enak.


" Ga,,aku biasa aja " Jawab Denis cepat.


Histi menggaruk kepala malu,ia merasa tak diundang disana dan memaksa ikut.


" Jadi gini Kak,sebenarnya...." Ucap Denis ragu.


" Apa ?" tanya Cila tak sabaran.


" hm anu,sebenarnya aku ada masalah besar " ujar Denis.


Cila dan Clara diam menunggu kata selanjutnya.


" Rania sebenarnya pergi dari rumah udah hampir 1bulanan ini " Ucap Denis berani.


" Apa !" Pekik Cila dan Clara bersamaan.


Miska yg sedang berada didapur langsung terdiam mendengar suara iparnya yg terkejut.


" Huuuftttt Mas Denis pasti mulai cerita " Gumam Miska lesu.


Sebenarnya miska sangat takut dengan keputusan suaminya ini,tapi ia juga tak bisa terus terusan menunggu tanpa kepastian.


" Aku bohong kak bilang kalo Rania kerja " Ujar Denis lagi.


" Kenapa bisa terjadi ?" Tanya Clara tegas.


Denis diam menunduk,Histi juga diam mendengar percakapan.


" Aku dan Miska yg bertanggung jawab,ini masih soal meninggal adik mereka " Balas Denis.


" Kamu mojokin Rania lagi ?" Tanya Cila menuduh.


" Ga Kak " Jawab Denis.


" Terus Rania udah ketemu ?" Tanya Clara mencoba tenang.


Denis menggeleng pelan.


" aku ga tau lagi mau cari Rania kemana,dia menghilang " Ucap Denis sedih.


" Ya Tuhan,Raniaaaaa " Ucap Clara sama sedihnya.


" Gimana kamu ini Denis,masa Rania bisa kabur ?" Kata Cila marah.


" Iya Kak emang ini salah aku " Kata Denis menunduk.


" Suruh Miska kesini " Kata Cila tegas.


Mendengar namanya disebut,Miska makin panas dingin dan panik sendiri.


" Miskaaa " panggil Clara.


" I iya Kak " Jawab Miska tak bisa mengelak.


Wanita itu pun mengumpulkan keberaniannya dan berjalan keluar.


Bersamaan dengan itu Beni masuk membuat Miska makin panik.


" Gawat " ucap Cila menutup wajah.


Clara menelan ludah kasar,wanita dewasa itu sama takutya melihat Aura Beni yg selalu tegas.


" Kenapa suami mu berada diluar ?" tanya Beni melihat Clara.


" Hah oh dia masih ada urusan Yah " Jawab Clara gaguk.


Beni mengangguk paham dan duduk diantara anak2nya.


" Jadi gimana ?" tanya Beni dudk tenang.


Glek...


Ketiga anak pria itu menelan ludah kasar termasuk Miska yg sudah pucat.

__ADS_1


❤❤❤❤


.Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2