
Disebuah apotik seorang pria mengantri membeli obat luka.
Pria bermasker itu terlihat tenang menunggu namanya dipanggil.
Karna posisi Daniel tak bekerja lagi di rumah sakit kepolisian membuatnya kehabisan stock obat.
Daniel memilih berhenti dan membuang diri dari hal2 yg bersangkutan dengan sang mantan istri.
Daniel tak mau lagi membalas budi yg tak berkesudahan.
Tring...
Hape lelaki itu berdering,Daniel merogoh sakunya dan melihat nama dilayar.
" Halo " Sapa Daniel tenang.
" Lo dimana Bang ?" tanya seseorang yg mirip suara sang adik.
" Apotik " jawab Daniel.
" Ngapain ?" Tanya Ridho merasa aneh.
" Beli ikan " jawab Daniel asal.
Ridho terkekeh geli mendengar jawaban sang kakak.
" Gue sama Ibu mau jalan bentar " Kata Ridho kembali serius.
" Kemana ?" tanya Daniel.
" Kayaknya gue bakal kerja lagi,tapi kali ini Ibu jadi modelnya buat tema hari ibu " jawab Ridho.
" Ibu kamu suruh jadi model ?" tanya Daniel kaget.
" iya Bang,daripada nyewa emak orang,mending Ibu aja hehe " Jawab Ridho terkekeh.
" Terus Sofia gimana ?" tanya Daniel teringat.
" Dia sebagai anaknya " jawab Ridho santai.
" Apa ! gila kamu ntar dimarahin Vero " kata Daniel terkejut.
" Gue udah izin Bang,katanya terserah gue aja asal gak ganggu sekolah sama pertemanan Sofia,lagian gue lihat anak itu punya bakat sama kek gue " kata Ridho menghela nafas.
" Ya udah terserah kalian,Abang gak ikut campur " Balas Daniel.
" Hm yaudah,ntar lo pulang aja istirahat,makan malamnya lo beli sendiri ya,tadi kita gak masak dirumah " Ucap Ridho.
" iya " balas Daniel mengerti.
Tut.
Panggilan terputus,pria itu menaruh lagi hapenya dan tersenyum kecil.
" Semoga ibu senang dan penyembuhannya cepat " gumam Daniel berharap.
Pria itu sedikit tenang,Ridho seperti menepati janjinya akan merawat ibu mereka dengan semangat apalagi kini ada Sofia yg membuat semangat sang adik makin membara.
Tak terasa gilirannya pun tiba,saat akan maju tiba2 pintu terbuka dan suara tangisan anak kecil menggema.
Dengan wajah sedikit panik wanita muda itu mendekati kasir dan menanyakan obat.
" Maaf Ibu,harus mengantri " ucap kasir dengan sopan.
wanita itu berbalik melihat orang2 yg memang sedang mengantri giliran.
" tapi ini penting Mba,panas tubuh anak saya tinggi,dia rewel banget " kata Wanita itu memelas.
" Yg lain juga dalam darurat Bu " kata Kasir tenang.
" Ya Tuhan " Gumam wanita itu bingung.
" Huaaa huaaaaaa " tangisan balita digendongannya makin menggema ditambah air mata dan wajah memerah.
Daniel yg masih belum dilayani melihat wanita itu dengan wajah yg sulit dimengerti.
Tiba2 ia teringat anaknya yg sudah lama tak bertemu,pria itu menatap balita tersebut dengan wajah nanar.
" Maaf Pak,tadi mau obat apa ?" tanya kasir beralih ke Daniel dan membiarkan sang ibu yg berusaha menenangkan putrinya.
__ADS_1
" Berikan saja pada ibu ini dulu " Kata Daniel tenang.
" Hah ?" Ucap Kasir kaget.
" Mau obat apa Bu ?" tanya Daniel sopan kepada wanita tersebut.
" Gak tau Pak,anak saya rewel badannya panas " Jawab si Ibu dengan kepanikannya.
Daniel mendekati bocah tersebut dan meraba pelan.
" Bisa buka mulutnya ?" tanya Daniel hati2.
Si ibu mengangguk dan membuka mulut sang anak.
Bayi itu terus menangis seolah berontak tidak mau.
" Ini panas dalam dan lidahnya juga seperti melepuh " Kata Daniel menyelisik.
" Lalu gimana Pak ? saya harus kasih obat apa ?" tanya si Ibu muda bingung.
" Sebaiknya Ibu membawanya kerumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut " Kata Daniel serius.
" Saya gak ada biaya kerumah sakit Pak,ini aja minjem sama tetangga " Balas si Ibu sedih.
" Suami Ibu mana ?" tanya Daniel mengernyit.
" Dia baru saja meninggal kemarin Pak " Jawab Si Ibu menahan tangis.
Deg....
Daniel tersentak,pria itu menatap lagi keduanya dan merasa kasihan apalagi bayi itu masih sangat balita..
Daniel mengangguk paham dan meminta sebuah obat dari casir.
Setelah mendapatkan apa yg ia inginkan,mereka pun keluar.
Daniel merasa sedikit miris dengan sikap para pengunjung lain yg terlihat cuek saja tanpa memperhatikan drama ibu tadi beserta anaknya.
Daniel duduk tenang melihat ibu itu membuka gendongan.
Bayi itu masih menangis dan secara bersamaan,seorang gadis baru turun dari motor mendekati apotik.
Ia berhenti sejenak didepan pintu sambil terus mengingat.
" Oh iya sakit gigi " Gumam Angel menepuk jidatnya.
Drt drt...
Hape gadis itu berdering,Angel meraba tas bahunya dan mengambil hape.
" Iya bentar udah diapotik " kata Angel cepat.
" Aduhh Jell,udah mau koid ini,cepetan napa " Balas seorang gadis diseberang.
" Iya tunggu,tadi apotiknya gak ketemu " Balas Angel.
Gadis itu pun masuk kedalam dan terbelalak melihat antrian yg cukup panjang.
" Gawat " ucap Angel pelan.
" Gawat kenapa Jel,aduhh ngilunya " Kata teman Angel kesakitan.
" Antriannya kek ngantri sembako,rame " Balas Angel menelan ludah kasar.
" Adohhhhh gimana ini Jell,gigi ku sakit " Rengek gadis tersebut ingin menangis.
Angel melihat kiri kanan dan semua mata tertuju kepadanya.
" Kayaknya aku harus cari apotik lain " Kata Angel tak tahan.
Gadis itu pun keluar dan secara tak sengaja maniknya melihat sebuah keluar kecil sedang mencangkokkan obat ke mulut seorang anak.
" Kayak kenal ?" Gumam Angel memperhatikan lelaki bermasker itu.
Angel diam dengan manik tajam memperhatikan.
" Apa itu istrinya Om Daniel ya ? anaknya kenapa ?" Gumam Ana makin penasaran.
Dengan berani gadis itu pun mendekat dan berdiri menjulang.
__ADS_1
Ibu muda tadi menoleh dan mengernyit melihat gadis cantik memperhatikan mereka.
" Sudah,obatnya masuk " ucap Daniel menghela nafas.
" Huaaa huaaaaaa " tangis gadis itu kembali pecah karna dirinya dipaksa menelan obat.
" Cup2 sayang gak papa " kata Daniel mencoba mendiamkan.
" Terima kasih Pak,semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak " kata Ibu itu begitu berterima kasih.
" Iya Bu sama2 " kata Daniel belum ngeh bahwa ada gadis lain yg memperhatikannya..
" Kok bapak ?" Gumam Angel merasa aneh.
Daniel mendengar suara tersebut menoleh kesamping dan melonjak kaget.
" Angel " Ucap Daniel mengusap dadanya terkejut.
Angel cengengesan sambil menggaruk kepala malu.
" Saya permisi " kata Ibu muda tadi berpamitan.
Daniel mengangguk kecil dengan ucapan hati2.
Angel memperhatikan Daniel yg menyimpan obat2an kedalam tasnya.
" Om sakit ?" tanya Angel mengernyit.
" Ha engga " jawab Daniel menggeleng.
" terus itu apa ? Batagor ?" Tanya Angel menunjuk tas Daniel.
" Hahah bukan " Jawab Daniel terkekeh.
Angel diam dengan wajah datar,Daniel yg merasa garing pun ikut diam.
" Tadi siapa Om ? Istri Om ya ?" tanya Angel polos.
" Hah bukan " Jawab Daniel cepat.
" Terus siapa ? Pacar ?" tanya Angel lagi.
" Bukan,itu dia minta tolong anaknya sakit " Jawab Daniel tenang.
" Emang Om bisa tolong ? kan Om dokter hewan " Kata Angel aneh.
Daniel tersenyum kecil.
Gadis didepannya itu tidak tau bahwa ia dokter segalanya bukan hanya hewan saja.
" Iya tapi Om bisa la sedikit2 " Balas Daniel.
" Kalo salah kasih Obat,ntar anaknya berubah jadi meong " kata Angel terkekeh.
" Asal kamu " kata Daniel menjitak gemas kepala Angel..
Keduanya turun ke parkiran.
" Kamu mau kemana ?" Tanya Daniel melihat gadis itu lagi.
" Cari Obat Om " jawab Angel.
" Obat apa ?" tanya Daniel lagi.
" Obat gigi,teman aku udah mau sekarat " Jawab Angel.
" Oh dirumah ada obat sakit gigi,,mau ikut gak ?" Tanya Daniel.
" Rumahnya dimana ?" tanya Angel mengernyit.
" Tuhh didepan sana udah keliatan " Jawab Daniel menunjuk sebuah gedung.
Angel diam sejenak dan detik kemudian azan magrib berkumandang.
" Ayo udah magrib " kata Daniel berjalan mendekati mobilnya.
Mau tak mau Angel pun mengangguk dan mengikuti mobil tersebut berjalan.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya