Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Menemui


__ADS_3

Vero bekerja banting tulang,pria itu ingin menunjukkan kepada orang tuanya bahwa ucapan dirinya kemarin bukan lah kaleng2.


Hubungan Vero dengan Laura terbilang baik2 saja,Laura mulai merasa nyaman dengan Vero yang selalu memperlakukan dirinya bak ratu.


Setiap hari Vero rela antar jemput dimana pun Laura butuhkan,pasangan itu terlihat sangat akur apalagi mendapat dukungan dari orang tua.


David dan Cila tak bisa memaksa anaknya,jika Vero dan Laura benar mau menikah mereka akan merestui meski terdengar cukup menggelikan karna David merawat Laura dari kecil hingga dewasa.


6 bulan telah berlalu,puing demi puing Vero tabung untuk merencanakan niat baiknya.


" Laura " Panggil Vero melihat Laura keluar dari dapur.


Laura berhenti dan mendongak menatap lelaki itu.


" Ada apa ?" Tanya Laura mendekat.


" Ada yang mau aku omongin sama kamu " Kata Vero serius.


" Ngomong aja " kata Laura santai sambil memainkan ponselnya.


" Mama dan Papa mana ?" Tanya Vero celingak celinguk.


" Didapur lagi makan " Jawab Laura santai.


" Ya udah nanti aja " Kata Vero langsung berlalu masuk kekamarnya.


Laura mengernyit bingung melihat pria itu.


" Vero kenapa ?" Gumam Laura heran.


Vero menutup pintu kamar,pria itu terlihat sangat gugup.


" Aduh mau ngomong dari mana ya ?" Gumam Vero bingung.


" Kalau nanti aku ditolak gimana ?"


" Akh ngak ngak,aku harus coba dulu " kata Vero yakin.


Pria itu mendekati lemarinya dan mengambil sesuatu dari sana.


Setelah mengumpulkan semua keberanian,Vero keluar dari kamar dan menatap nanar orang tuanya yang duduk di sofa.


" Hm,aku pasti bisa " Kata Vero yakin.


Pria itu pun mendekat dan duduk disamping Cila.


" Eh,kamu ngak makan ?" Tanya Cila menepuk paha anaknya.


" Nanti Ma,aku belum lapar " kata Vero dengan wajah tenang.


" Mau kemana ? ganteng banget " Tanya Cila menggoda.


Laura melirik kekasihnya sekilas,penampilan Vero memang berubah,lelaki itu mengenakan baju bagus yang biasa Vero pakai untuk keluar rumah.


" Ngak kemana mana kok Ma " kata Vero tersenyum.


" Mentang2 ada pacar dirumah,mau nyetel ya ?" Goda Cila cekikikan.


David tersenyum geli menanggapi olokan istrinya.


Laura menunduk malu dirinya merasa sedang di pojok Cila saat ini.


" Laura " Panggil Vero serak.


Laura mendongak menatap pria itu.


" Kenapa ?" Tanya Laura lembut.


Cila dan David melihat pasangan itu bergantian,aura Vero sangat berbeda.

__ADS_1


" Em aku mau ngomong sama kamu " Kata Vero serius.


" Ngomong apa ?" Tanya Laura heran.


" Pa,Ma " panggil Vero menatap David dan Cila.


David dan Cila menatap aneh pria itu.


" Ada apa Vero ?" Tanya David penasaran.


" Aku mau nikahin Laura Pa " Kata Vero serius.


Deg..


Laura melotot kaget.


" Maksud kamu ?" Tanya Laura dengan wajah syok.


Vero menghadap Laura dan bersimpuh didepan gadis itu seraya menunjukkan cincin yang sudah ia beli siang tadi.


Laura semakin terkejut,Cila menutup mulut tak percaya melihat anaknya sangat gentle.


" Maukah kamu menikah dengan ku ?" Tanya Vero sungguh2.


Semua orang terdiam dengan wajah terkejut mereka.


David tak menyangka putranya akan seberani itu,Vero memang sudah mengungkapkan niatnya jauh hari,bahkan Vero juga sudah bekerja sangat giat demi mengumpul modal pernikahan.


" Ka mu em maksud kamu apa ?" Tanya Laura terbata.


" Aku mau menikahi mu,kamu mau kan nikah sama aku ?" Tanya Vero sekali lagi.


Deg..


Jantung Laura langsung berdegub kencang,tatapan Vero benar2 membuat Laura mati kutu.


" Tat pi aku aku "


" Beri aku waktu " kata Laura menunduk.


" Apa kamu tak mencintai aku ?" Tanya Vero serius.


" Aku tak tau,aku hanya nyaman dengan hubungan kita " kata Laura jujur.


" Beri aku waktu untuk berpikir " Kata Laura serius.


Vero tersenyum dan memegang tangan gadis itu.


" Berapa lama aku harus menunggu ?" Tanya Vero lembut.


" 3 hari,aku akan memikirkannya dengan baik " Kata Laura berharap.


" Baiklah,aku akan menunggu jawaban mu " Kata Vero tenang.


" Terima kasih " Ucap Laura tersenyum.


Cila dan David menghela nafas,Vero cukup membuat jantung orangtuanya copot.


" Sabar ya sayang,kasih Laura waktu untuk berpikir " kata Cila lembut mengusap kepala putranya.


" Iya Ma " Jawab Vero tersenyum.


Laura ikut tersenyum,satu hal yang Laura sukai Vero tak pernah memaksa dirinya untuk memutuskan sesuatu.


Mereka kembali mengobrol dengan hangat,David mulai mengintrogasi Vero layaknya seorang ayah yang ingin tau selak beluk calon pasangan putrinya,meski sebenarnya David sudah tau sampai keakar2 nya sifat sang putra.


Hati Vero seperti Cila,pria itu sangat tulus jika sudah menyukai seseorang,pantang menyerah dan bekerja keras.


David cukup salut dengan keberanian pria itu,meski umur Vero dan Laura cukup jauh tapi Vero berpikir layaknya orang dewasa.

__ADS_1


Hari pertama,Laura mulai menata hatinya sebaik mungkin,meski Vero sangat baik tapi di hati Laura masih ada nama Justin.


Sudah berulang kali Laura mencoba melupakan pria itu,tapi Justin tetap muncul diingatannya,pria itu benar2 membuat Laura jatuh cinta.


Bahkan saat melihat pria yang mirip Justin,Laura merasa itu bukan pria yang ia dambakan.


Laura percaya Justin akan memegang janji meski kenyataan mulai melunturkan keteguhan hati Laura.


" Huh aku harus menemui Kak Justin dan menyelesaikan semuanya " Gumam Laura yakin.


Kebesokan harinya,setelah Laura pulang bekerja gadis itu langsung pergi ke apartemen Justin yang pernah ia datangi dulu.


Meski sedikit ragu,tapi Laura sudah menyiapkan segenap jiwanya untuk mencari kebenaran.


Dengan tekad kuat,gadis itu mulai membunyikan bel yang tersedia dipintu.


Sekali dua kali tak ada jawaban,Laura terus mencoba.


Hingga pencetan bel ke 5,pintu terbuka.


Tampilah seorang wanita paru baya dengan pakaian modis menatap dirinya.


" Kamu siapa ?" Tanya wanita itu geram karna Laura menganggu waktu istirahatnya.


" Anda siapa ?" Tanya Laura balik.


Wanita tua itu menatap kaget gadis yang berani bertanya kepadanya.


Perempuan itu menatap Laura dari ujung kaki hingga kepala.


Senyum miring pun terbit diwajah cantik wanita terawat itu.


" Ada perlu apa kamu datang kemari ?" Tanya Wanita bernama Sandra tajam.


" Apa Kak Justin ada disini ?" Tanya Laura sopan.


" Justin ? ada hubungan apa kamu sama anak saya ?" Tanya wanita itu kaget.


Deg...


Laura terbelalak,gadis itu seketika menciut.


" Maaf apa anda Ibunya Justin ?" Tanya Laura lagi.


" Ya,Justin anak saya,ada apa kamu mencarinya ?" tanya Sandra kesal.


" Apa saya boleh bicara dengan Justin,saya ada perlu dengannya " Kata Laura serius.


" Cih,anak saya tak akan mau bicara sama gadis kampung seperti kamu !" Kata Sandra berdecih.


Laura menelan ludah kasar dan menunduk,gadis itu cukup tau diri dengan posisinya.


" Saya mohon Bu,ini sangat penting " kata Laura memelas.


" Pergilah,kamu mengotori apartemen saya " Usir Ibu Justin.


Deg...


Laura kembali terkejut,tapi gadis itu tak pantang menyerah Laura kembali merengek meminta bertemu Justin.


Sandra mulai jengah melihat gadis itu memaksa dirinya,wanita tua itu mendorong Laura keluar tapi Laura sekuat tenaga bertahan didepan pintu.


" Ada apa ini ?" Tanya seseorang dari dalam mendengar suara berisik2.


Deg..


Sandra dan Laura sama2 terkejut dan menoleh.


" Ya Tuhan " Gumam Laura menelan ludah kasar.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2