Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Gempar


__ADS_3

Dirumah besar beberapa anggota keluarga berkumpul dimeja makan.


Jam menunjukkan pukul 7 malam yg artinya Dinner bersama mereka dimulai.


Para istri sibuk mengambil makan untuk anak suami dan para suami sibuk menggoda para istrinya.


" Yg ini mau ?" tanya Ana kepada Prito yg masih memakai masker.


" Hm " jawab Prito mengangguk.


" Ini mau ?" tanya Ana lagi menunjuk tumis toge.


" Perasaan malam tadi siang makan ini juga " Celetuk Aktam memperhatikan.


Prito juga merasa aneh tapi lelaki itu diam saja.


" Siapa yg masak ? kamu Yank ?" Tanya Aktam kepada Lulu.


" Gak,bukan aku " Jawab Lulu menggeleng cepat.


" Siapaa ? Kamu Na ?" tanya Aktam lagi.


" Tuh si Bunda yg masak " Jawab Ana menunjuk Nisa yg diam2 saja.


" Iya,biar hormon kalian pada naik " Jawab Nisa santai.


" Maksudnya ?" tanya Aktam kaget.


" Bunda mau tambah cucu lagi,siapin mental kalian " Jawab Nisa.


" What ?" Pekik Aktam terbelalak.


" Aku Off Bun " Celetuk Bara mengangkat jarinya.


" Kenapa ?" Tanya Nisa menoleh.


" Ntar dihujat Histi sama Arjuna " Jawab Bara mengkrucut.


" Ya gak papa,kan banyak anak makin enak " Balas Nisa tenang.


" Bang Bara kalah malu sama Histi Bun " Celetuk Zaiva terkekeh.


" Kalo kamu Na ?" Tanya Nisa melihat anak bungsunya.


" Lagi terluka " Jawab Ana terkekeh.


" Uhhh untunglah " Gumam Prito menghela nafas.


" Kan bisa berhenti,dan malah subur " Kata Nisa tersenyum.


Prito yg tadinya ingin membuka masker langsung terhenti dan menutup lagi maskernya.


Ana melihat raut sang suami terkekeh geli,hanya Prito pria yg tak terlalu semangat mempunyai banyak anak padahal dirinya siap2 saja jika pria itu ingin.


" 2 anak cukup Bun " kata Ana menyenggol kaki Prito.


" Hm iya Bun,biar Ana gak ngos2an " Balas Prito beralibi.


Ana memutar mata,Prito mengerdipkan sebelah matanya mencoba untuk berdamai.


" Yaah kalo pada gak mau,terpaksa nih Bunda yg kasih cucu buat kalian " kata Nisa menghela nafas.


Byyuyrrrrrrrr.....


Reno dan Arshad yg sedang mengunyah makanan mereka seketika menyembur keluar.

__ADS_1


" Beneran Yank ?" tanya Reno semangat.


" Jangan Nek " Kata Arshad menggeleng.


" Boleh tuh Nek,kan seru kalo Nenek punya anak lagi haha,ntar aku dipanggil paman ya ?" Celetuk Jack polos.


Bara,Ana dan Aktam saling melihat,ketiganya memasang wajah ngeri dengan keputusan sang ibunda.


" Wah kalo kamu kuat melahirkan lagi,aku mah yowes Yank,nanti besok kita kedokter " kata Reno semangat 45.


" Ya jangan dong Bun,masa iya udah nenek2 mau lahiran aduh mau taruh dimana nih muka desainer ?" kata Ana merinding.


" Apa masalah nya,itu malah keren Na kamu masih bisa punya adik,artinya Bunda mu kuat dan sehat " cibir Reno.


" Bukan masalah kuatnya Pa! malunya yg gak ketahan,ya gak Bang ?" Tanya Ana kepada Aktam dan Bara.


" Iya Pa,daripada kalian yg punya anak mending suruh Arjuna aja kawin " Kata Aktam memberi opsi.


" Haduh gak bisa,Juna harus fokus kerja dulu baru nikah2an " Kata Bara menolak.


" Arjuna itu udah berumur loh Bang,seumuran dia udah pada punya anak 1 " Kata Aktam heran.


" Nanti aja deh,Juna lagi sibuk banget,ntar aku sama Zaiva yg cape ngurus anak mereka " kata Bara tak bisa membayangkan.


" Iya Tam,Juna itu masih polos juga belum terlalu tau pacar2an " Kata Zaiva memberi suara.


Aktam mangut2 mengerti,pria itu pun melihat kandidat lain.


" Jangan aku ya,aku masih bocah " Kata Jack datar seraya menghabiskan nasi dipiring.


" Siapa juga yg suruh kamu,bisa 1 dunia capenya ngurusin kamu kawinan " Balas Aktam


Jack memutar mata malas dan kembali makan.


Arshad yg merasa akan di sebut mencoba untuk tenang,Aktam yg melihat wajah sang anak terkekeh geli.


" Huhhh ya udah ntar aja " Kata Aktam menghela nafas.


Lulu melirik sang suami dan terkekeh geli,ia tau mengapa Aktam tak menyebut nama sang Putra.


" Oh iya,Angel udah kamu telfon lagi Na ?" tanya Reno teringat akan cucu perempuannya.


" Belum Pa,bentar lagi juga pulang " jawab Ana.


" Jangan terlalu dibebasin Na,Angel itu bar2 " kata Nisa ngeri.


" Haha iya Bun,tapi Angel bisa jaga diri kok " Balas Ana yakin.


keluarga besar itu kembali fokus makan,beberapa saat setelahnya semua selesai.


Para anak2 langsung meninggalkan ruangan sedangkan ibu mereka sibuk membersihkan meja makan.


" Azura gak kesini Lu ?" tanya Ana teringat akan kembaran Arshad.


" Nanti kesini,tapi dia bilang Romeo kerja " Jawab Lulu.


" Iya,kasihan juga Bunda kangen gendong anak kecil sampe suruh kita hamil lagi " Kata Ana sedih.


" Iya,aku sih gak mau lagi soalnya bakal sibuk juga Na,tapi kalo dikasih ya gak papa,kita terima " Balas Lulu.


Ana mengangguk paham,keduanya membawa piring kotor ke wastafel.


Saat akan menyerahkan piring itu kepada Zaiva yg bertugas mencuci tiba2 piring dalam pegangan Ana meleset dan....


Praaaaaangffff.....

__ADS_1


Piring mahal tersebut seketika pecah menghantam lantai.


" Ana !" Pekik Lulu dan Zaiva bersamaan.


" Maaf2,aku gak sengaja " kata Ana ikut panik.


" Jangan disentuh !" Pekik Zaiva menahan Ana yg ingin mengambil pecahan piring.


" Ma ! " Panggil Jack tiba2 berada depan pintu dengan wajah panik.


" Kenapa Jack ?" Tanya Lulu mengernyit.


" Kakak di culik " Jawab Jack ingin menangis.


" Apa !" pekik ketiga wanita dewasa tersebut melotot.


Ana langsung melemas,Jack berlari lagi keluar.


" Na,Ana ayo bangun Na " kata Zaiva membantu iparnya.


" An ngel " ucap Ana terbata.


Lulu langsung berlari keluar dan benar saja diruang keluarga Prito sedang bicara dengan seseorang ditelepn dengan wajah memar.


" Yank " Panggil Lulu mendekati Aktam.


" Bentar " Kata Aktam menjauh dan langsung mengambil ponselnya.


" Apa itu benar Bang ? kenapa Angel diculik ?" tanya Lulu kepada Bara yg masih mendengar obrolan Prito ditelepon.


" Kalian punya buktinya ?" tanya Prito dengan suara bergetar.


"........"


" Oke,baiklah kami kesana sekarang " Kata Prito tegas.


Tut.


Panggilan terputus,Prito langsung melepas telefon tersebut dan berlari.


" Ada apa ?" tanya Reno tiba2 masuk dan merasa aneh melihat anak cucunya berkumpul.


Ana keluar dari dapur dengan dipapah Zaiva yg mencoba menenangkan iparnya yg sudah menangis.


" Ada apa ini ?" tanya Reno tegas.


" Angel diculik Pa " jawab Bara tak bisa berbohong.


" Apa ! cucu ku diculik ?" pekik Reno terbelalak.


" Iya,barusan teman Prito memberitahu " Jawab Bara.


" Angeelllllllll " Teriak Ana histeris.


" Mama huhuhuhu " Jack ikut menangis sedih melihat ibunya seperti sekarang.


" Angel Pa,tolong Angel Pa,tlong anak aku Pa hiks hike " Ana Terus menangis meminta bantuan Bos besar tersebut.


" kurang ajar ! siapa yg berani mengganggu cucu ku ?" Gumam Reno menatap tajam dengan tangan terkepal.


Nisa tidak tau dengan kabar tersebut karna ia berada diruang relaxsasi.


Semua orang langsung bergerak,Bara juga tak tinggal diam,lelaki itu meminta hape kepada istrinya dan langsung bekerja mencari tau.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2