Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ghibah


__ADS_3

Hari ini keluarga David sedikit sibuk pasalnya mereka akan kerumah Nisa untuk acara pernikahan Bara.


seperti biasanya yang paling rempong adalah Cila,perempuan itu bangun paling pagi dan menggedor satu persatu kamar anak2nya.


" Veroo bangun Nak " teriak Cila dari luar.


Dor dor dor...


Perempuan itu dengan kuat menggedor pintu,karna ia tau yang paling susah bangun adalah Vero.


David keluar dari kamar mendengar teriakan cempreng istri absurd nya itu.


" Masih pagi Yank " Tegur David menguap lebar.


" Jam 7 kita harus disana Mas,nanti ketinggalan pesawat " Kata Cila kesal.


" Emang kesana pake pesawat,kan rumah Clara ngak terlalu jauh " Kata David sedikit kaget.


" Kamu kayak ngak tau keluarga sultan aja,cepetan sana mandi nanti aku diomelin Kak Nisa kalo lama " Gerutu Cila.


David menelan ludah dan berlalu masuk kekamar lagi.


" Ya Tuhan,kapan aku punya pesawat gitu,kan enak kemana mana ngak macet " Gumam David rada iri.


Pria itu terkekeh sendiri dan memilih mandi sebelum istrinya kembali mengamuk.


Cila masih berusaha membangunkan Vero,jam masih menunjukkan pukul 5 pagi tapi suasana rumah sudah ramai,bahkan suara Cila mengalahi kokokan ayam jantan David diteras.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,tampillah Vero setengah sadar melihat perempuan itu.


" Apa apa Ma ?" Tanya Vero menggaruk lehernya gatal.


" Cepetan mandi " Titah Cila menarik tangan lelaki itu kedalam kamar.


" Ngapain mandi pagi gini,masih dingin " Kata Vero mengeras.


" Aduh nih anak amnesia kali ya kan udah aku koar2 dari semalam " Gumam Cila kesal.


" Emang amnesia Mama,ngak ingat apapun " Kata Vero tersindir.


" Heh maksudnya em anu aduhh ya udah cepetan mandi " kata Cila kelabakan.


Vero bersedekap dada merajuk,Cila menggaruk kepalanya gatal.


Dirinya kecoplosan mengatai Vero amnesia meski itu kenyataan.


" Cepetan sayang,nanti Bibi kamu ngamuk " melas Cila memajukan bibir.


" Baju aku udah disetrika belum ?" Tanya Vero kesal.


" Oh iya,itu urusan Kakak mu,sana mandi dulu nanti Mama ambilin bajunya " Kata Cila cepat memberi handuk kepada lelaki itu.


Vero menghela nafas dan berjalan sempoyongan ke kamar mandi.


" Jangan lupa solat subuh,masih ingat kan tata cara dan bacaannya ?" tanya Cila menoleh lagi.


" Iya " Jawab Vero malas.


Cila cekikikan dan keluar dari sana.


" Hebat juga tu bocah,meski lupa segalanya tapi ibadah sama Tuhan bisa ia kecualiin " Gumam Cila bahagia.

__ADS_1


Perempuan itu kembali menarik nafas dan menggedor pintu kamar putrinya.


" Lau...


" Masukk Ma " Potong Laura dari dalam kamar.


Cila tersenyum dan membuka pintu.


" Nah gini kan enak lihatnya,ngak bikin Mama sakit tenggorokan " Kata Cila tersenyum bahagia.


Laura yang sedang menyetrika pun mendengus kesal dan kembali fokus.


" Udah lama bangun nya ?" tanya Cila duduk diranjang.


" Ngak bisa tidur malahan " Kata Laura kesal.


" Kenapa ?" Tanya Cila heran


" Gimana bisa tidur,Mama ngedesahnya kenceng banget " Kata Laura dengan wajah geram.


" What ?? kamu denger ?" Pekik Cila kaget.


" Hm " Jawab Laura malas.


" Hahahahahahahahah " Cila tertawa ngakak.


Dirinya dan David memang menghabiskan malam panjang semalam,Cila melakukan banyak gaya demi bisa memuaskan hasrat lelaki itu dan juga demi mendapatkan uang lebihh dari David agar bisa membeli apa yang ia inginkan.


Cila tak menyangka suara mautnya terdengar oleh telinga sang putri yang mungkin saat itu belum tidur.


" Maaf ya sayang kamu terpaksa deh harus denger " Kata Cila geli sendiri.


" Hm,ini baju Papa udah selesai aku setrika " Kata Laura memberikan kemeja David yang sudah rapi.


" Punya Vero mana ?" tanya Cila.


" Kamu udah solat ?" Tanya Cila menyelisik.


" Udah " Jawab Laura cuek.


" Good,nanti kalo semua udah selesai kamu langsung mandi ya,terus kita sarapan habis itu langsung berangkat " Kata Cila tegas.


" Okey " Kata Laura memberikan jempolnya.


Cila tersenyum dan keluar dari sana.


" Huuuffttt " Laura menghela nafas.


Sudah seminggu dari kejadian kemarin,Justin tak mengabarinya sama sekali,setiap malam Laura tidur terlambat karna memikirkan pria itu,pesan tak pernah dibalas begitu pun dengan panggilannya.


Laura bingung dengan hubungan mereka.


" Kenapa Kak Justin ngilang ya ?" Gumam Laura sedih.


Tanpa Laura sadari gadis itu mulai tumbuh rasa dan merindukan lelaki yang pernah memberikan ia kehangatan.


" Uh ngak boleh mikir negative,Kak Justin udah ngasih tau kalo dia lagi kerja keluar negeri " Gumam Laura berusaha yakin.


Gadis itu pun kembali menyetrika baju dirinya dan Cila.


Suasana sudah terang,semua orang berkumpul untuk menikmati sarapan.


Cila hanya membuat nasi goreng serta telur ceplok,wanita itu tak sempat lagi jika harus memasak seperti biasa.

__ADS_1


Setelah semua selesai mereka pun langsung berangkat ke rumah Nisa.


Sampai disana ternyata suasana sudah ramai.


Vero berjalan mengikuti langkah Laura,pria itu merasa asing dengan semua orang yang ada disana.


" Hay Vero " Sapa seorang wanita tua penuh dengan uban dikepalanya tapi masih terlihat modis.


" Hay " Sapa Vero canggung.


" Dia masih belum ingat ?" Tanya wanita bernama Sonya itu,perempuan itu merupakan Nenek Bara dari sebelah Nisa.


" Belum Nek,harap maklum ya " Kata Laura tersenyum tak enak.


" Iya ngak papa,pelan2 aja nanti ingat sendiri " kata Sonya mengusap kepala Vero.


Laura mengangguk,mereka berjalan bergabung dengan keluarga yang lain.


Semua keluarga menyapa Vero dengan hangat,tapi sayang Vero hanya membalas canggung karna tak ingat siapa mereka.


" Lauraa " Teriak seorang gadis dari arah taman.


Laura celingak celinguk dan tersenyum melihat Hanin duduk tenang disana bersama Kakak iparnya.


" Hay apa kabar ?" tanya Hanin cupika cupiki.


" Baik,Kakak gimana kabarnya ?" tanya Laura sopan.


" Baik juga,ini Kakak ipar aku " Kata Hanin mengenalkan istri Abangnya Ade.


" Halo Kak,aku Laura,ini adik aku Vero " Kata Laura ramah.


" Hay,aku Sinta istri Adelard " Kata Sinta ikut ramah.


Mereka mengobrol hangat.


" Emang Vero beneran lupa sama kamu ?" Tanya Hanin kepo.


" Hm,makanya dia panggil aku Laura aja ngak ada Kakaknya " Bisik Laura pelan.


Vero hanya diam mendengar Adelard dan Pamannya Bara bercerita disamping mereka.


" Kasihan ya Vero " Kata Hanin sedih.


" Hm,tapi sekarang udah baikan ngak kayak dulu lagi " Kata Laura hangat.


" Oh iyaa,kamu sama Bang Rifki masih lanjut ?" Tanya Laura mengedipkan sebelah mata.


" Hm gitu aja sih,aku belum kasih tau Daddy soal ini " Kata Hanin lesu.


" Emang kalian backstreet ?" Tanya Laura bingung.


" Aku juga ngak tau,tapi Bang Rifki sering nganterin aku,ngajakin aku jalan,kadang jalan juga sama anaknya " Kata Hanin cengengesan.


" Bini nya gimana ?" Tanya Laura ngeri.


" Udah pisah,kamu tau ngak ternyata Bu Rima itu selingkuh dan anak itu sebenarnya bukan anak Bang Rifki,tapi Bang Rifki kasihan karna bocah itu selalu ditelantarin,makanya Bang Rifki ambil alih "


" Serius kamu ?" Tanya Laura melotot tak percaya.


Hanin mengangguk.


" Aku denger sendiri dari Bang Rifki " Kata Hanin sangat pelan.

__ADS_1


2 gadis itu pun mulai bergibah tentang percintaan masa lalu mereka yang hingga kini masih berjalan.


Sinta menjauh dari sana tak mau ikut andil,karna ia akan dimarahi suaminya jika ikut menggibahi orang.


__ADS_2