Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Teman


__ADS_3

Disebuah rumah,seorang bocah terlihat sudah sangat rapi.


Hari ini Sutar akan berangkat sekolah seperti biasanya,tapi ada yg sedikit berbeda karna dirinya tidak akan pergi sendirian.


" Ayo dimakan " Ucap Histi tersenyum manis.


Serkan mulai menyendokkan makanan yg sudah tersaji didepan mata.


Meski hanya nasi goreng dengan ceplok telur mata sapi tidak menyurutkan nafsu makan pria yg ber profesi sebagai dokter tersebut.


" Gimana Yank enak gak ?" tanya Histi melihat Serkan.


" Hm enak " Jawab Serkan tersenyum.


" Gak enak " Sahut Sutar bersedekap dada.


Histi yg tadinya tersenyum langsung luntur dengan jawaban sengit sang anak.


" Gak enak apanya ?" tanya Histi melotot.


" Duh rame nih " Gumam Serkan menghela nafas.


" Nasi gorengnya asin Ma,lidah aku sakit makannya " Jawab Sutar kesal.


" Ishh,mana ada Asin,enak gini kok iya gak Kia ?" Ucap Histi melihat gadis berhijab didepan Sutar yg diam saja.


" Iya Te " Jawab Zaskia takut2.


" ih dia bohong Ma,mana ada enak orang asin gini kok " Kata Sutar kekeh.


" Udah kamu makan roti aja kalo gak mau makan nasi " kata Serkan menengahi.


Sutar mengangguk kecil,Serkan mengambil 2 lembar roti dan mengolesnya dengan selai kacang.


Pria itu tak mau mendengar keributan dipagi hari meski itu terjadi setiap hari dirumahnya dan tak lain pelaku tersebut adalah sang istri dan anak pertama.


" ini makan sampe habis " Kata Serkan menyerahkan roti yg selesai dihias.


Sutar menerima dan mulai makan.


" Awas kamu ya,gak Mama kasih makan lagi nanti !" Ancam Histi berdesis.


" Biarin aku ke kantor Papa uekk " kata Sutar membalas.


Histi makin baran dan ingin menekok kepala bocah itu dengan tutup selai.


Zaskia yg melihat kegaduhan menelan ludah kasar,gadis kecil itu terlihat tak nyaman berada disana apalagi Camelia sudah 2 hari tak pulang.


Zaskia terpaksa berada dirumah Serkan sementara karna Camelia harus pergi keluar kota melihat kondisi Radit yg katanya sedang jatuh sakit.


Awalnya Camelia ingin membawa Zaskia ikut dengannya tapi Serkan melarang dengan alasan gadis itu harus sekolah karna beberapa hari lagi akan mengikuti ulangan semester.


Pria itu memang selalu mengedepannya pendidikan,Camelia yg paham akan watak anaknya menurut untuk kebaikan Zaskia kedepannya juga.


Semua makan dengan tenang,selama Zaskia disana Sutar tak pernah mau berteman dengannya.


Gadis itu juga bukan tipe gadis periang seperti Suci atau yg lainnya,ia lebih memilih berada dikamar atau menjaga bayi Histi yg sering tidur.


Selesai makan,mereka semua keluar dari rumah untuk mengantar Sutar dan Zaskia sekolah.


" Hati2 ya Suami ku " Ucap Histi menglebai seperti biasanya


" Iya kamu juga " Balas Serkan.


Histi tersenyum dan mengecup pipi lelaki itu dibalas Serkan mengecup lama kening Histi.


Sutar dan Zaskia yg menjadi penonton terlihat datar menatap keromantisan 2 insan manusia didepan mereka.


" Cepetan Pa nanti telat " Tegur Sutar jengah.


" iya sabar " Balas Serkan terkekeh.


Lelaki itu mencium gemas putri kecilnya yg berada digendongan sang istri.

__ADS_1


" Papa kerja dulu ya Nak,kamu baik2 sama Mama ya jangan berantem " Kata Serkan menguyel lembut pipi bayi itu.


" Iya Papa,nanti pulang2 bawa berlian segepok ya " Balas Histi menirukan suara bayi.


" Itu mah maunya kamu " Jitak Serkan gemas.


Histi terkekeh geli dan mencubit gemas pinggang Serkan.


" Udah belum Pa ?" Tanya Sutar datar.


" Hah em ya udah " Jawab Serkan ingin tertawa.


" Haisst ganggu aja nih bocah " Cibir Histi.


Sutar memutar mata dan masuk duluan.


" dah aku pergi dulu " Kata Serkan beneran pamit.


Histi mengangguk tersenyum.


Zaskia menyalami Histi dan dibalas senyum kecil dan usapan lembut.


" Hati2 ya cantik " Kata Histi lembut.


" Iya Te " Jawab Zaskia ikut tersenyum.


Serkan membukakan pintu untuk gadis itu duduk dibelakang.


Mobil sedan itu pun melaju keluar dari area rumah.


" Huhh berasa punya anak gadis beneran " Gumam Histi terkekeh.


Sejak Zaskia dirumahnya Histi merasa punya teman,wanita itu sudah terbiasa bermain dengan anak kecil karna teman2 sebaya Histi sudah pada menghilang.


Biasanya Sania yg menginap berhari2 tapi gadis manis itu pulang kampung karna tak tega meninggalkan ibunya dirumah.


Dijalan,Sutar,Zaskia dan Serkan sama2 diam.


" Ehm " Dehem Serkan pelan.


" Kenapa Pa ?" tanya Sutar menoleh.


" Gak papa " Jawab Serkan ikut menoleh.


" Antar aku dulu ya " kata Sutar duduk tenang.


" Sekolahan Kia yg kita lewatin dulu " Kata Serkan fokus.


" Dia masih lama,aku yg masuknya cepet " Kata Sutar malas


" Ya kalo nganter kamu duluan namanya kita muter2 " Kata Serkan gemas.


" Ck " Decak Sutar bersedekap dada.


" Gak papa Om anter Sutar dulu " Kata Zaskia membuka suara.


" Gak anter kamu dlu,,udah didepan juga " Balas Serkan.


Sutar tak mengubris,2 hari ini mood bocah lelaki itu tidak baik sama sekali.


Ia merasa selalu panas melihat Zaskia berkeliaran dirumahnya.


Mobil berhenti didepan gerbang,gadis kecil itu bersiap untuk turun.


" Kamu hati2 ya,nanti pulang Om jemput " Ucap Serkan tersenyum.


" Em Kia pulang sendiri gak papa Om " Kata Zaskia pelan.


" Tadi Kia dikasih uang jajan sama Tante " Ucap Zaskia lagi sambil menunjuk uang 50 ribu.


" Waah banyak banget " kata Sutar terbelalak.


Serkan melihat respon anaknya dan menelan ludah kasar,lelaki itu yakin sebentar lagi Sutar pasti protes habis2an.

__ADS_1


" Kok bisa kamu dikasih 50 ribu sedangkan aku cuma 10 ribu ?" Tanya Sutar emosi.


" Gak tau,aku aja terkejut biasa Nenek paling gede kasih 15 ribu " Jawab Zaskia takut.


" Hadeh si Histi ngapain dah kasih Zaskia 50 ribu,kan berabe nih ketahuan Sutar " Batin Serkan gemas..


" Pa ini gak adil" kata Sutar mengamuk.


" Udah2 nanti kamu Papa tambahin " kata Serkan mulai pusing.


" Iya lah,gak boleh gak adil sama Anak,dia kan bukan anak Papa " Kata Sutar kesal.


Deg....


Zaskia yg mendengar ucapan pria itu langsung tersentak begitupun Serkan yg juga terkejut.


" Sutar !" Tegur Serkan tegas.


" Emang bener kan,anak Papa sama Mama itu aku,harusnya kalian lebih sayang aku dong daripada dia !" kata Sutar makin menjadi.


Zaskia menunduk memainkan jemarinya yg mulai bergetar.


Serkan mengusap wajahnya dan mencoba tenang menghadapi sikap tak sopan sang putra.


" Em ya udah,ini buat kamu Sutar " kata Zaskia menyerahkan uang biru tersebut.


" gak butuh !" kata Sutar menepak tangan gadis itu.


" Sutar !" bentak Serkan melotot.


Sutar bersedekap dada,sikap keras kepalanya terlihat begitu edan membuat emosi Serkan naik.


Zaskia menunduk dengan air mata yg tak sanggup lagi ia bendung.


" Em Kia sekolah dulu Om,assalamualaikum " Ucap Zaskia mencoba tenang.


" Waalaikumsalam,hati2 Nak " Kata Serkan iba.


Gadis malang itu pun keluar dari mobil dan berjalan gontai menuju pagar sekolah.


" Ayo cepetan Pa,udah telat aku !" kata Sutar ketus.


" Kamu gak boleh gitu Sutar " Kata Serkan menasehati.


Sutar tak ambil pusing dan melihat kearah lain.


Mobil sedan itu pun melaju meninggalkan sekolahan.


Zaskia berbalik badan dan diam menatap nanar mobil bagus tersebut.


" Kenapa aku sedih ? Sutar bener kok aku bukan anak Papa dan Mamanya,Mama aku udah gak ada,dan Ayah....." Ucap Zaskia berkaca kaca.


" Kiaaaaaaaaaaaa " Teriak seseorang dari arah belakang.


Zaskia yg tadinya ingin menangis langsung mengusap wajahnya terkejut mendengar suara cempreng tersebut.


Gadis itu berbalik badan dan tersenyum kecil melihat sang sahabat sudah sampai.


" Kiaaa iam comingggg " Teriak bocah perempuan dengan ikat kuda tersebut.


" Suci gak usah lari2aan...." Teriak seorang pria menepuk jidatnya melihat tingakh sang anak.


" Udah sana pergi cari duitt,uang sekolah aku harus dibayar besok !" Kata Suci mengusir lelaki itu.


" Woii bocah edan,kamu pikir Papa aaahh udah lah " Ucap Alexi melemah.


" Hahaha dada Papa,i love youu " Kata Suci memberikan plying heart kepada pria tersebut.


" Hm i love you too gadis nakal " Balas Alexi gemas.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa vote,Like,coment ya.

__ADS_1


__ADS_2