
Malam tiba mereka mereka semua berkumpul dimeja makan rumah besar Nisa.
Ana dan Zaiva sangat gencar mendekati David yang banyak diam disana.
Mereka makan dengan tenang,Ana dan Zaiva yang memang kurang makan sayur pun curi2 kesempatan untuk menaruh sayuran itu ke piring David.
David hanya pasrah saat tangan kecil Zaiva mulai beraksi kembali menaruh makanan dipiringnya.
" Beb,tolongiiin " Kata David memelas kepada Cila yang berhadapan langsung di depannya.
Cila yang sibuk menyendokkan nasi kemulut pun sedikit aneh melihat sang suami,tak ada yang menyadari bahwa pria itu sedang di cecal kedua anak itu.
" Kamu kenapa Mas ?" Tanya Cila bingung.
2 bocah itu pura2 tak tau dan sibuk memakan nasi mereka.
Zaiva memasang wajah terlukanya di depan David,berharap pria itu tak mengadu.
" Huuufffttt " David menghela nafas dan menggeleng lemah tak sanggup melihat wajah melas 2 gadis yang duduk diantaranya.
Ana memasang manik berkaca kaca nya dengan bibir bawah tebal.
" Ayo makan lagi " Kata Clara menaruh lagi sayuran di piring Zaiva dan Ana.
Nisa mengangguk meminta Ana memakan banyak sayuran,karna beberapa hari ini Ana bergaduh susah buang air besar..
2 bocah itu kembali menghela nafas,David dengan cepat menyelesaikan makanan nya takut 2 bocah itu kembali beraksi.
" Om " Panggil Zaiva lirih menendang kaki David.
Pria itu tak perduli,dengan kecepatan tinggi David menyelesaikan makannya.
" Kamu udah selesai ?" Tanya Nisa terkejut melihat piring David sudah kosong.
Andrew dan Aktam masih mengunyah makanan mereka dengan pelan,seraya melihat kearah David.
" Udah Kak,aku duluan ya " kata David tak enak.
" Tungguin Mas " Kata Cila menyelesaikan makannya.
Nisa mengangguk dan kembali makan,wanita itu mendapat peringatan dari suaminya tadi bahwa Nisa harus makan banyak agar dirinya tak mudah pingsan.
" Kami duluan ya Kak " kata Cila pamit.
Nisa mengangguk tersenyum.
" Ha ngak ada lagi yang bantu kalian makan sayur,cepat habiskan " Titah Clara tertawa jahat.
Ana dan Zaiva mengkrucut kesal dan kembali menunduk menghabiskan makanan mereka.
Nisa terkekeh pelan melihat wajah anak itu mengkrucut.
Didalam kamar Cila merapikan baju2 mereka kedalam lemari.
David hanya diam seraya mengusap perut kenyang nya.
Cila menghampiri David dan berbaring dipaha lelaki itu.
" Beb,minta hp " Kata David cengengesan.
" Ish,ntar dulu napa aku mau manja2 sama kamu " Kata Cila kesal.
" Ya sambilan Beb,aku mau main game,paket hp aku habis " Kata David cengengesan.
" Disini ada wifi Mas,kamu ngak tau ?"
David menggeleng dan langsung bangkit mengambil hp nya.
Cila menggerutu kesal karna kepala nya terhempas ke bantal..
__ADS_1
Tok tok tok...
pintu kamar di ketuk dari luar,Cila dan David saling bertatapan.
" Kak " Suara cempreng Ana terdengar dari luar.
Cila menghela nafas dan meminta sang suami membuka pintu.
" Hay " Sapa Ana cengengesan didepan David.
" Ayo masuk " Ajak David ramah.
Gadis itu dengan semangat masuk diikuti Zaiva dari belakang.
" Hay tukang rusuh " Sapa Cila tertawa.
Zaiva memasang wajah malas,dan naik keranjang Kakak nya itu.
" Nah mau ngapain kalian kesini ?" Tanya Cila bersedekap dada.
David duduk disofa mulai memainkan ponselnya.
" Bosen Kak,mau main tapi bingung mau main apa ?" Kata Ana menghela nafas.
" Tuh,gabung sama Mas David main game " Kata Cila menunjuk suami nya dengan mulut.
David melotot kesal,dan cengengesan kepada 2 anak itu.
Ana menyeringai memberi kode kepada Zaiva.
Gadis itu mengangguk tersenyum dan menghampiri David yang sudah pasrah.
Cila tak perduli,perempuan itu sibuk dengan hp nya menghubungi karyawannya.
" Ayo Bang kita keluar " Ajak Ana menggandeng lengan pria itu.
" Mau gendong boleh ?" Tanya Zaiva dengan wajah memelasnya.
Ana dan Zaiva girang bukan main.
" Aku didepan ya " Kata Zaiva semangat.
" Aku yang didepan " Kata Ana tak terima.
" Aku "
" Aku "
2 bocah itu malah berdebat,David yang melihat pun jadi pusing sendiri melihat 2 anak itu sangat angkuh dan keras kepala.
" Stoooooppp !" Pekik David keras.
Cila yang sedang berbicara di ponsel pun kaget dan ikut terdiam.
" Huh,jangan berkelahi,semuanya dapat " Kata David gemas.
" Kamu " Tunjuk David kepada Ana.
" Didepan " Titah Pria itu.
Ana mengangguk pasrah dan menatap tajam gadis cilik itu.
" Hehe ye aku didepan " Kata Zaiva berjoget ria.
" Kamu " Tunjuk David kepada Cila yang menganga diranjang.
" Lanjutkan " Titah David terkekeh pelan.
Dengan polosnya Cila mengangguk dan kembali berbicara diponsel.
__ADS_1
Ana dan Zaiva tertawa terbahak melihat wajah lugu Kakak nya itu.
" Ayo naik " Kata David kembali berjongkok.
Ana dan Zaiva langsung girang dan menaiki tubuh pria itu.
" Allahuakbar " Kata David kaget tubuhnya depan belakang dinaiki anak itu.
" Ayo Bang,jalan " Pekik Ana heboh.
Zaiva hanya diam mengeratkan pelukannya pada leher lelaki itu.
"Om,pegang aku " Teriak Zaiva takut jatuh.
" Pegangan,aku ngak bisa megang kamu " Kata David heboh.
Kedua gadis itu membelitkan kaki mereka kepinggang David..
Pria itu sudah sulit bernafas karna lehernya di tarik depan belakang oleh 2 anak itu.
" Ayo Bang jalan " Teriak Ana heboh di kuping David.
David pun mulai berjalan pelan mengimbangi 2 anak itu.
Aktam,Bara,dan Andrew kaget melihat David kesusahan menggendong adik nya.
Bukan nya menolong mereka malah tertawa cekikikan,Nisa tersenyum hangat melihat kelakuan anak dan keponakannya itu.
Tanpa sadar kehadiran Clara dan Cila membawa berkah di keluarga itu,mereka seolah2 menjadi penyemangat anak2 Nisa yang sedang terpuruk.
David cukup kelelahan malam ini,keringat nya pun bercucuran meladeni triplet bermain.
" Huh akhirnya tidur juga " Gumam David menghela nafas lega melihat Ana dan Zaiva sudah tertidur berpelukan diranjang Berby Ana.
David berada ditengah2 gadis itu,karna Ana dan Zaiva meminta David menidurkan mereka tadi karna lelah bermain salon,dan malam ini David yang menjadi bahan percobaan kedua gadis itu.
" Mereka udah tidur ??" Tanya Clara masuk kamar melihat anaknya.
" Udah,mau kamu pindahin ?" Tanya David pelan.
" Ngak usah,Zaiva tidur disini aja " Kata Clara lembut.
" Iya,em kamu apa kabar ?" Tanya David menatap wanita itu.
Pria itu salfok kepada perut buncit Clara,yang sedang diusap wanita itu..
" Alhamdulillah baik,ini lagi ngandungin adiknya Zaiva " Kata Clara tersenyum.
" Iya,kamu dah hamil lagi,selamat ya " Kata David tersenyum.
" Kalian kapan nyusul ?" Tanya Clara menggoda.
" Lagi proses,tapi yah malam ini kayaknya Zonk " Kata David terkekeh malu.
Clara tertawa pelan dan menampar lengan pria itu.
" Haha kamu busa aja,Ya udah aku balik kamar dulu ya,bentar lagi suami ku pulang " Kata Clara pamit.
" Oh iya,hati2 ya jalannya,jangan lari2 ntar anak kamu loncat " Kata David mencoba melawak.
Clara kembali tertawa dan meninggalkan pria itu.
Saat Clara berada diambang pintu alangkah kagetnya perempuan itu melihat saudaranya berada disana.
" Cila " Gumam Clara pelan.
David menoleh dan ikut terkejut melihat Cila menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa terus dukung author dengan cara VOTE,LIKE,COMENT YA