
Kedua bersaudara itu saling melihat dengan expresi masing2.
" Apa ?" Ucap Ashad melihat Angel memplototi dirinya.
" Kamu beneran ?" Tanya Angel ngeri.
" Apa ?" tanya Arshad lagi.
" Suka sama aku ?" tanya Angel dengan wajah polos.
" Hah !" pekik Arshad terbelalak.
Angel menelah ludah kasar,sungguh otak gadis itu sedang tak baik2 saja saat ini.
" Kamu gila apa " Kata Arshad heran.
" Lah tadi ?" tanya Angel melongo.
" Idihhh merinding aku Njel " Kata Arshad bergidik.
Angel diam,gadis itu masih melihat Arshad dengan seribu pertanyaan dikepalanya.
" Jangan kegeeran Njel,ya kali aku suka sama kamu,kita kan saudara " kata Arshad meluruskan.
" Tadi kamu bilang sama cewek itu ?" kata Angel mencoba mengingat memori Arshad.
" Haissttt,aku cape dijodoh2in terus sama dia,makanya aku bilang cinta sama kamu " Jawab Arshad memutar mata.
" Ehh kampret,jadi aku cuma dijadiin tumbal proyek ?" Tanya Angel kesal.
Arshad mengangguk pelan.
" Sialan !" Umpat Angel tak terima.
" Hahaha,lagian kamu polos amat Njel,tadinya ga kepikiran kesana,tapi lihat muka kamu ya udah terobos " Kata Arshad tertawa.
Angel menggerutuk kesal tak terima dengan perlakuan lelaki itu.
Makanan keduanya sudah sampai,bahkan ternyata Jelita sudah memesan banyak makanan hingga memenuhi meja.
" Gila,tu cewek makannya banyak amat " Ucap Angel syok.
" Iya,padahal badannya kecil " Kata Arshad ikut syok.
" Beh,kalo kamu nikah sama dia siap2 banting tulang buat kasih dia makan mahal kayak gini " kata Angel membayangkan.
" Ga ada,kasih makan ikan tawar aja " Balas Arshad.
Angel tertawa ngakak.
Keduanya pun mulai makan dengan tenang seraya mengulang lagi kisah absurd Arshad tadi.
Setelah selesai,kedua bersaudara itu pulang.
Angel disuruh memakai masker karna Arshad takut ada yg mengenali mereka apalagi lelaki itu tau bahwa Jelita punya banyak bodyguard.
Keduanya menuju kantor,Angel harus kembali bekerja sebelum gajinya benar2 dipotong oleh Aktam.
" Nanti pulang sama aku ya " Kata Arshad mengantar Angel ketempat bascame.
" Gak,aku langsung kerumah Kak Histi " Jawab Angel.
" Kamu beneran nginap disana ?" tanya Arshad mengernyit.
" Iya,Sania sendirian,Kak Histi minta aku temenin dia selama mereka pergi "
" Hm ya udah " Balas Arshad paham.
" Kamu ga ikut ?" tanya Angel hati2
Arshad diam tak menjawab,lelaki itu pun berlalu.
" Dasar aneh " Ucap Angel heran.
Gadis cantik itu pun menemui temannya yg pasti sudah mencari.
__ADS_1
Malam hari,suasana makan malam sedikit seram.
Hanya Nisa yg terlihat enjoy,warga yg lain terlihat sedikit tegang.
" Bun " Panggil Aktam hati2.
" Ya,mau apa ?" tanya Nisa menoleh.
" Ayam " Jawab Aktam menunjuk.
Nisa melihat piring yg ternyata dekat dengan jangkauan suaminya.
" Mas " Panggil Nisa.
" Ehh ga jadi Bun " Kata Aktam cepat.
Semua orang yg fokus makan langsung mendongak melihat Aktam bicara.
" Kenapa ga jadi ?" Tanya Nisa bingung.
" Aku udah kenyang ternyata " jawab Aktam asal.
" Beneran ?" tanya Nisa mengernyit.
Wanita tua itu melihat suaminya,Reno masih dengan sikap stay cool sambil menyendok nasi kemulut.
" Kamu butuh sesuatu ?" tanya Lulu pelan.
" Arshad udah pulang belum ?" Tanya Aktam berbisik.
Lulu menggeleng.
" Dia bilang tadi kerumah temennya " Jawab Lulu.
" Astaga anak itu bukannya pulang kerumah dulu " kata Aktam menggerutu.
Lulu diam,akhir2 ini Arshad memang jarang pulang langsung saat bekerja.
Pria itu sering sekali mangkir ketempat lain ketimbang pulang lebih awal.
Aktam mengangguk setuju.
Lelaki itu pun bangkit dari duduknya seraya membawa piring kotor kedapur.
Firasat Aktam kurang enak,ia merasa putranya kembali berulah.
Ditempat lain,Arshad menemani Angel berbelanja dimall.
Sebagai imbalan Angel sudah dikambing hitamkan oleh saudaranya sendiri,gadis itu meminta Arshad membeli beberapa kebutuhan dan keinginan Angel.
Lelaki itu tidak bisa menolak karna takut Angel tidak mau membantunya lagi nanti.
" Cepetan napa Njel " Ucap Arshad jengah melihat Angel keliling2 butik.
" Bentar " Balas Angel cuek.
" Udah hampir 1 jam kita disini,kamu belum selesai juga " Gerutu Arshad.
" Ish bawel deh,tunggu didepan aja sana " Kata Angel balik gerutu.
Arshad menghela nafas panjang,lelaki itu sudah lelah apalagi mereka baru pulang bekerja.
Asik memilih,tiba2 Angel memutuskan untuk mendekati sepasang baju tidur yg cukup sexy.
" Wahhh cakep banget " Gumam Angel terkekh.
" Kalo aku pake ini,kira2 Papa sama Mama marah ga ya ?" Gumam Angel lagi.
Gadis itu memperhatikan baju yg lebih mirip sarang lebah daripada baju tidur karna rongganya sangat besar dan terkesan tak layak pakai.
" Hm aku goda Arshad ah " Ucap Angel dengan otak jahilnya.
Gadis itu pun mulai beraksi,Angel memakai baju tersebut diluaran karna ia juga sedang memakai baju kerja.
Arshad didepan duduk kelelahan sambil secroll hape.
__ADS_1
" Syad " Panggil Angel pelan.
Pria itu mendongak dan langsung terbelalak.
" Ehhh kamu ngapain ?" Pekik Arshad bangun.
" Cakep ga ?" Tanya Angel sambil muter2.
" Astagfirullahhhh,ini ga baik Njel,lepasin " Kata Arshad melihat kiri kanan..
" Ih apaan sih,ini cantik tau,abang2 mana ya ?" Kata Angel mencari pria2.
" Eehhhh " Tahan Arshad kaget.
Angel tersenyum geli,pria didepannya begitu menjaga wanita pikir Angel.
" Ck,nyusahin deh ni anak,sana lepasin " kata Arshad menyeret Angel ketempat ganti.
" iya2,bcanda doang " kata Angel melepas baju itu hati2..
Arshad menghela nafas panjang,ia harus punya stok sabar yg luar biasa menghadapi Angel.
" Tapi jadi beli kan ?" tanya Angel menggaruk kepala.
" Ga ah,cari yg lain " Jawab Arshad menolak.
" Yaahhhh " Kata Angel lesu.
Arshad menggeleng pelan lalu duduk lagi disofa tunggu.
Setelah beberapa saat dan belanjaan Angel sudah dinyatakan berakhir,keduanya pun langsung menuju lokasi.
Disebuah rumah,seorang pria berpamitan pulang setelah membawakan beberapa bingkisan makanan.
" Kamu jaga diri baik2 ya " Ucap Alexi kepada Sania.
" Iya Paman,siap " Jawab Sania tersenyum hormat.
" Kalo ada apa2 telfon langsung " Kata Alexi lagi
Sania mengangguk cepat.
" Kakak ikut kita aja,apa Kakak ga takut sendirian dirumah " Sahut Suci mengkidik.
Sania diam sejenak melihat wajah gadis seumuran Sutar tersebut.
" Kalo mati lampu tengah malam terus ada sesuatu gimana ? Disini rumah temen Sutar pada jauh2 loh " Lanjut Suci.
" Ck,jangan gitu " Tegur Alexi jengah.
" Aku khwatir Pa,kan bahaya kalo sendirian " Kata Suci mendongak melihat Alexi.
" Iya tapi ga ditakut2in juga " Balas Alexi memutar mata.
" Ga,pokoknya aman bentar lagi juga Angel datang " Kata Sania tersenyum.
" nanti Kak Angel takut sama Ka..." Ucap Suci menggantung.
" Suci !" Tegur Alexi.
Suci langsung diam menundukk.
" Maaf Kak,Suci salah bicara " Kata Suci merasa bersalah.
" Haisst anak ini " Kata Alexi jengah.
" Ga papa,kalo Angel ga datang juga ga papa,aku bisa sendiri kok,buktinya Mama dan Papa percaya sama aku,Paman sama Suci pulang aja,kasihan Bibi " Kata Sania memberanikan diri.
" Ya udah,kamu hati2 ya San,sebenarnya Paman khwatir,cuma ya Paman juga sama yakinnya kalo kamu bukan gadis yg lemah " Kata Alexi menguatkan.
Sania mengangguk dengan wajah ceritanya,Bapak dan anak itu pun berpamitan pulang..
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Comentnya.
__ADS_1