Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pulang


__ADS_3

Disebuah rumah seorang gadis terlihat tidak tenang.


Tubuhnya gemeteran melihat semua orang berwajah tegang termasuk sang ibu.


" Duh gimana nih ? Kenapa Arshad ga bisa dihubungi sih ?" Batin Angel deg degan.


Semua keluarga Salders berkumpul ditengah malam buta.


Hanya Arshad yg tak ada disana membuat pihak keluarga khwatir dan ngeri2 sedap.


" Sudah bisa dihubungi ?" tanya Reno melihat Aktam.


" Ga aktif Pa " jawab Aktam menelan ludah kasar.


" kemana anak itu,kenapa perginya lama sekali ! Apa dia udah ga tau rumah " Ucap Reno dengan nada kesal.


" Dia udah dewasa Mas,biarin aja " Balas sang istri dengan wajah tenangnya.


" dewasa ya dewasa,otak juga dipakai " Balas Reno sengit.


" Lagian kamu kenapa sih nungguin dia,kasihan loh anak2 yg lain terganggu tidurnya " kata Nisa kurang suka dengan sikap sang suami.


" Pihak keluarga kim marah sama aku Yank gara2 Arshad ga datang " balas Reno.


Nisa diam,wanita itu melirik menantunya si Lulu yg hanya tunduk terdiam.


" huufttt,Mas,itu udah konsekuensi,kita ga minta dia buat nunggu kan " Ucap Nisa mencoba menelan ego suaminya.


" Masalahnya keluarga kim itu sedikit berbahaya dan mereka sangat berpengaruh sama perusahaan Yank " kata Reno khwatir.


" Aktam aja hampir dijatuhin sama mereka " Lanjut Reno lagi.


" Hah,apa benar Bang ?" Tanya Ana syok.


Aktam diam dengan anggukan pelan.


" Kok bisa ? Bukannya keaman perusahaan sangat kuat ?" Tanya Ana lagi.


" Ya tapi mereka berhasil membobolnya tapi untung Papa bergerak cepat " Jawab Aktam.


Ana melototkan matanya tak percaya,dipikiran wanita itu hanya Reno yg sangat berkuasa tapi ternyata diatas langit masih ada langit yg lebih tinggi..


" Aishhhhh anak itu benar2 " Gumam Reno kesal sendiri.


Nisa menggaruk kepala,baru kali ini Reno sibuk dengan urusan percintaan keturunannya dan terkesan memaksakan kehendak.


" Aku coba telfon lagi Pa,Bun " Ucap Lulu sopan.


" Ya suruh dia pulang " Balas Reno.


Lulu mundur dan menjauh dari rombongan.


Sungguh jantung wanita itu juga sangat deg degan melihat Reno seperti sekarang.


Sejak kabar itu mencuat membuat Lulu tidak tenang dengan nasib anak bujangnya.


" Ya Tuhan,bagaimana ini,aku tidak bisa memaksa putra ku " Ucap Lulu gemetar.


Perempuan itu rasanya ingin menangis tapi Lulu merasa malu jika harus menunjukkan kesedihannya dihadapan banyak orang.


" Bi " Panggil seseorang membuat Lulu kaget.


" iya Njel " Jawab Lulu berbalik badan.


" Mau hubungi Arshad ya ?" tanya Angel hati2.

__ADS_1


" Iya,apa telfonnya udah bisa tersambung ?" Tanya Lulu.


Angel menggeleng pelan.


" aku rasa Arshad belum mau pulang " Jawab Angel.


" Ya Bibi juga merasa begitu,tapi bagaimana rumah ini terasa panas " Balas Lulu menghela nafas.


Angel kembali diam,tidurnya tak nyenyak sama sekali.


Rasa takut khawatir menjadi saat,ia ngeri dengan masa depan Arshad jika Reno benar2 menjodohkan lelaki itu.


Keduanya mencoba menghubungi Arshad,tapi seperti yg sudah2 Arshad tak ingin diganggu.


Ditempat lain,seorang gadis sama khwatirnya dengan Angel.


Malam ini Sania tidak bisa memejamkan matanya meski keadaan kamar sudah gelap.


Pikirannya masih terpaku kepada sosok yg ia kagumi selama ini.


" Aku kenapa ? Kenapa aku selalu mikirin Bang Arshad ?" Gumam Sania bingung.


Gadis itu memegang dadanya yg terasa berdebar,firasat lain pun bermunculan tanpa ia minta.


Ceklek...


Tiba2 pintu kamar terbuka sedikit.


Sania pura2 memejamkan mata meski penasaran siapa yg masuk kekamarnya tanpa izin.


Langkah kaki makin terdengar mendekat.


Sania mengintip sedikit dan melihat seorang lelaki tinggi menghampiri dirinya.


Sania mencoba tenang,hingga sebuah tangan mendarat dikeningnya membuat gadis itu tersentak.


Sania mendengar suaranya dan sedikit tenang karna mengenali suara berat tersebut.


" Papa " Batin Sania.


" Kenapa kamu gak pake selimut,nanti digigit nyamuk " Ucap lelaki itu lembut seraya menaikkan selimut dikaki Sania.


Bunyi ac dihidupkan,Sania terus memejamkan matanya tanpa menganggu aksi lelaki itu.


" Mas " Ucap seseorang membuat Serkan terkejut.


" shuuutttt " Balas Serkan berbalik badan.


" apa dia udah tidur ?" Tanya Histi seperti berbisik.


" Udah,panasnya juga udah turun " Jawab Serkan.


Histi mendekat dan memeriksa kening Sania.


" Iya,obatnya bekerja dengan cepat " Balas Histi.


" apa kau memberinya obat tidur ?"


" Ngga,udah ga pernah lagi sejak lukanya kering " Jawab Histi.


" Hm baguslah,biarkan dia tidur dengan sendirinya " balas Serkan tersenyum.


" Hah,jadi selama ini aku diberi obat tidur ?" Batin Sania kaget.


Sungguh ia tidak tau obat yg selalu Histi beri tengah malam salah satunya mengandung obat pengantuk..

__ADS_1


" pantesan aku tidur cepat mulu " Lanjut Sania gemas.


" Ayo kekamar Mas " Ajak Histi manja.


" Aku banyak kerjaan,malam besok aja ya " Jawab Serkan menggaruk kepala.


" Yakin ? Aku lagi semangat loh ini " Balas Histi menggoda.


" Hmm gimana ya ?" Jawab Serkan ragu.


" ahh lama,ayokkk mumpung anak2 udah kedunia mimpi senua " Ajak Histi menyeret.


" Eh iya iya " kata Serkan terkekeh.


Keduanya pun berjalan keluar dan menutup pintu kamar.


Merasa sudah sepi,Sania membuka matanya dan menghela nafas.


" Mama emang2 ya,tiap malam selalu aja ngajakin Papa main " Ucap Sania geli sendiri.


Kini Sania sudah paham dengan kode Histi,apalagi jika wanita itu meminta Sutar tidur cepat.


" Uhhh Papa perhatian banget sama aku,kira2 gimana cara balas jasanya ya ?" Gumam Sania takjub.


Dengan isi kepala yg makin bercabang,gadis manis itu melanjutkan hayalan yg tertundanya meski jika itu menjadi kenyataan Sania akan melakukan sebaliknya.


Menuju pagi,seorang pria bergegas bangun saat bunyi ayam berkokok dengan sangat keras.


" waduh aku ketiduran " Ucap Arshad melihat kiri kanan.


Lelaki itu bangkit dari kasur tipis dan melihat temannya masih meringkuk disamping sambil memeluk bantal.


" Ron,aku pulang dulu ya " kata Arshad pamit.


Roni tak menjawab,lelaki itu masih menutup mata.


Arshad buru2 dan keluar dari kamar setelah membawa perlengkapan ia semalam.


" loh udah bangun ?" Tanya ibu Roni kaget.


" Eh iya Bu,aku mau pamit pulang " jawab Arshad.


" kenapa buru2 Syad,belum jam 6 " Balas wanita berdaster tersebut.


" Ga papa Bu,ada kerjaan pagi ini " kata Arshad tersenyum tipis.


" Ya udahh hati2 "


Arshad mengangguk,lelaki itu pun berlalu dari rumah tersebut.


Diperjalanan,Arshad melihat hapenya dan syok dengan banyaknya panggilan tak terjawab dan pesan sepanjang koran dari sang sepupu.


" Waduhh Njel,maaf ga bisa balas " ucap Arshad mengusap wajahnya.


Terlihat pesan singkat Angel begitu banyak dan puluhan panggilan dari sanak keluarga.


" aku harus cepat pulang " Batin Arshad yakin.


Tanpa babibu,lelaki itu tancap gas menuju rumah besar keluarga salders.


Sesampainya disana,Arshad disambut satpam yg terlihat sangat mengantuk.


" Kenapa baru pulang Den,semua orang nyariin malam tadi " Ucap Satpam lesu.


" Maaf Pak " Balas Arshad tak enak.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa vote,like,Coment ya.


__ADS_2