
" Ma,beneran ?" Tanya Sania syok.
" Iya,kamu gak boleh tinggal sendirian dirumah ini tanpa pengawasan !" Jawab Histi.
" Tapi Ma aku....
" Ga ada tapi2an,Papa bakal marah kalo kamu ga nurut " Kata Histi mengancam.
Glek....
Sania menelan ludah kasar,jika sudah membawa nama Serkan,gadis itu tak bisa berkutik.
" pilih mau dimana ?"
" Ma " Rngek Sania.
" Atau kamu ikut aja deh biar ga ribet " Ucap Histi.
" Eeh ngga Ma aku ga mau ikut " Balas Sania.
Keduanya diam,Sania terlihat bingung harus memilih yg mana.
Jika ia berada dirumah Reno,maka hari2 Sania pasti sangat ramai karna disana banyak warganya,sedangkan jika dirumah Bara,Sania mau tak mau harus bertemu Juna siang dan malam dan syaangnya Sania tidak mau itu terjadi.
" Nanti malam kasih tau Papa pilihan mu kemana " Ujar Histi menepuk pelan pundak Sania dan berjalan masuk.
Sania menghela nafas panjang.
" Ini pilihan yg sulit,kenapa Mama meminta ku untuk memilih 2 rumah lelaki itu?" Gumam Rania heran.
Bagaimana tidak sulit,Juna merupakan mantan kekasihnya sedangkan Arshad adalah orang yg ia sukai dalam diam.
Gadis itu mulai rusing dengan pilihan yg berat.
Hingga malam tiba,Serkan pulang kerumah dan disambut hangat oleh Histi.
" Sutar mana Yank ?" tanya Serkan tak melihat batang hidung putranya.
" Dirumah Kakeknya tadi ada Suci kesini " Jawab Histi.
" Hah,kok ga kasih tau aku ?" tanya Serkan kaget
" Ga sempet,kburu diculik " Jawab Histi terkekeh.
" Sania mana ?" tanya Serkan lagi.
" Biasa,betapa dikamarnya " Jawab Histi.
Serkan tersenyum kecil dan menciumi putrinya yg diam saja dari tadi.
" oh iya,aku udah ngomong sama Sania soal kita mau keluar kota " Ucap Histi memberitahu.
" Terus apa jawab dia ?" tanya Serkan.
" Dia ga mau Yank " Jawab Histi hati2
Serkan diam sejenak,lelaki itu sudah yakin sang anak angkat tidak akan mau ikut.
" Terus dia mau tinggal dimana sementara ?" tanya Serkan lagi.
" Ga tau,coba kamu aja yg tanya " jawab Histi.
Serkan mengangguk,lelaki itu pun meminta Histi memanggilkan Sania.
Tak butuh waktu lama,gadis itu berdiri didepan orang tua angkatnya yg sangat ia sayangi.
" Gimana sayang ?" Tanya Serkan lembut.
__ADS_1
" Aku ga mau ikut Pa " Jawab Sania.
" terus ?" Lanjut Serkan.
" hm,boleh ga Pa kalo aku...
" Gà boleh !" Jawab Histi cepat.
Sania mengkrucut,belum selesai ucapannya wanita dewasa itu sudah memotong duluan.
" Kamu ga boleh tinggal sendirian " Ucap Histi tegas.
" iya San,kondisi kamu belum membaik,Papa juga ga izinin " Ujar Serkan.
" Tapi Pa,aku juga ga bisa tinggal sama mereka,aku ini orang asing " ucap Sania.
" Siapa bilang asing ?" tanya Histi mengernyit.
Sania menelan ludah kasar,gadis itu merasa ia sudah salah bicara.
" maksud aku,aku ga terlalu dekat sama mereka dan mereka juga mungkin ga mau terima aku apalagi aku...." ucap Sania terhenti.
" Karna keadaan kamu ?" lanjut Serkan tenang.
Sania mengangguk pelan.
" Ga ada yg berpikiran gitu Sania " Kata Histi melemah.
Wanita itu cukup mengerti keadaan hati Sania saat ini,gadis itu masih perlu melakukan perawatan intensive.
Serkan bangun dari duduknya berjalan masuk kekamar.
" Papa " panggil Bayi kecil mereka.
Sania dan Histi saling melihat,merasa aneh dengan tingkah Serkan.
" Papa kenapa Ma ?" tanya Sania bingung.
Sania merasa bingung,ia takut mengeluarkan kata 2 yg membuat Serkan terluka.
Dikamar,Serkan duduk dipinggiran ranjang dengan wajah tertunduk.
" Mas " Panggil Histi mendekat.
Serkan diam tak menjawab.
" Kamu kenapa sayang ?" tanya Histi duduk disamping pria yg sangat ia cintai tersebut.
" Aku merasa bersalah " Jawab Serkan.
" Kenapa ?" tanya Histi bingung.
" Kalau saja hari itu aku tidak meninggalkan Sania,pasti dia tidak akan mengurung diri seperti sekarang " Jawab Serkan.
Deg.
Histi tersentak mendengar ucapan suaminya.
" Dia gadis yg baik,cantik dan penurut,ceria,tapu sekarang,dia banyak mengurung diri dikamar dan tak mau bersosialisasi dengan orang luar " Lanjut Serkan.
" Itu bukan salah kamu Mas,juga bukan salah dia,ini semua udah jalannya " Kata Histi mengusap bahu Serkan.
" Tetap saja aku merasa bersalah " Balas Serkan.
" Kamu udah berusaha,begitupun dia,kalo kamu lemah,Sania juga pasti akan sangat lemah "
" maksud kamu ?" Tanya Serkan mengernyit.
__ADS_1
" Kamu ga inget yg bikin Sania semangat hidup lagi itu siapa ?" tanya Histi.
" Siapa ?" tanya Serkan.
" Kamu lah,siapa lagi yg berani bawa dia dari keterpurukan sampe dia jadi gadis baik " Jawab Histi.
" Itu udah tabiat dia dari orang tua kandungnya " Balas Serkan.
" Iyaaa,tapikan kita yg adopt dia sampe sekarang,jadi ya kita juga berjasa kan " Goda Histi.
Serkan diam,Sania memang lebih banyak bersama mereka sejak gadis itu kecil hingga dewasa.
" Dulu dia sayangnya cuma sama aku karna mikir kamu itu galak,tapi makin kesini aku lihat perasaan itu pindah " Kata Histi mengkrucut.
Serkan seketika tersenyum melihat wajah istrinya cemberut.
" apa sih Yankkkk,kamu itu lebih aku sayangin tau daripada apapun " Kata Serkan mencubit pipi Histi
" Terus anak2 kita ?" tanya Histi kaget.
" Ya sayang,tapi lebih sayang sama induknya hehe " Jawab Serkan cengengesan.
Histi tertawa ngakak,Sania yg berada didepan pintu yg sedikit terbuka itu kaget dan menghela nafas panjang.
" Huuuhhh kayaknya ga terjadi apa2 " Gumam Sania pelan.
" Mau Papa " Rngek gadis dipelukan Sania.
" iya,kamu masuk kedalam ya " Jawab Sania melepas gadis itu.
Balita tersebut setuju dan membuka pintu kamar lalu berlari kecil kearah orang tuanya.
Ketiganya pun terdengar tertawa renyah.
Sania kembali kekamarnya dengan helaan nafas panjang.
" Kayaknya menemukan pasangan yg sepfrekuensi itu asik banget ya,Mama dan Papa terlihat sangat bahagia " Gumam Sania tersenyum kecil.
Gadis itu pun merasa senang dengan keluarga angkatnya tersebut.
Tak terasa waktu Serkan dan Histi pergi pun tiba.
Seperti biasanya,Histi sangat rempong dengan perlengkapan yg akan dibawa,maklum ibu 2 anak kecil membutuhkan banyak alat.
" Yankk,ini buat apa dibawa ?" tanya Serkan syok.
" Buat anak kamu mandi " Jawab Histi santai.
" Disana ada kolam,tinggal aja yg ini " Kata Serkan tidak setuju.
" Mau neggelemin dia ? Kamu yakin anak mu bisa berenang tanpa pelampung ?" Tanya Histi gemas.
Serkan diam,anak bungsunya memang hoby berenang dikolam,bahkan dirumah pun Serkan biasa menyiapkan kolam mainan untuk gadis kecil tersebut.
" Ya udah " Kata Serkan pasrah.
Histi tersenyum smirk,ia merasa lebih paham keperluan anaknya daripada Serkan.
Sania hanya diam melihat Sutar dan bayi kecil duduk didepan Tv.
" Kakak ga papa tinggal sendiri ?" tanya Sutar menoleh.
" Ga papa,nanti ada temennya " Jawab Sania tersenyum.
" Kak Angel ya,tapi aku rasa Bang arshad juga ikut " Kata Sutar menduga.
" Hah !" pekik Sania terbelalak.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.