Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Berita


__ADS_3

Disebuah sekolahan seorang pria sedang asik bermain basket bersama teman2nya.


Darah David menurun deras ke tubuh Vero sehingga membuat lelaki itu juga begitu mencintai dunia olahraga terutama basket.


Sejak Vero kecil David sering bermain basket didepan rumahnya,bahkan pria dewasa itu sengaja memasang ring agar bisa memasukkan bola.


Vero yang melihat semangat sang Papa yang terus membara dan teriakan Mama nya yang heboh membuat lelaki itu pun mulai mencoba dan langsung jatuh cinta.


Tak hayal tubuh Vero sangat tinggi dan berotot,tinggi badan Vero bahkan sudah mencapai 176 cm dengan berat badan 64 kg,sangat ideal untuk pria beranjak dewasa.


" Lempar Ver " Teriak teman Vero bernama Bagas.


" Nih tangkap " Kata Vero melempar bola basket kearah temannya.


Latihan hari ini cukup menguras tenaga,mereka harus berlatih terus agar bisa masuk final.


Acara tahunan sekolah memang sering dilakukan,apalagi ini terakhir untuk Vero karna sebentar lagi pria itu akan lulus sekolah.


Jam pulang pun tiba,seperti biasa Vero akan nongkrong dulu ditempat temannya.


" Rokok Ver " Tawar Bagas memberi kotak rokok kepada pria itu.


" Ngak makasih " Kata Vero menggeleng dan mengambil minuman kemasan.


" Beneran ?" Tanya Bagas menggoda.


" Iya,dah sana jangan deketin dia ke gue,ntar gue khilaf " Kata Vero kesal.


" Ya elah Ver,takut banget sih ketahuan Nyokap lo " Kata Bagas tertawa sumbang.


" Kalo Nyokap masih bisa gue kadalin " Kata Vero malas.


" Terus siapa yang larang coba ?" Tanya Bagas heran.


" Kakak gue " Kata Vero lemas.


" Hah Kakak pungut lo itu " Kata Bagas terkekeh.


" Sialan lo,dia beneran Kakak gue kampret " Kata Vero marah.


" Ya iya,tapi kan Nyokap lu adopsi dia "


Vero terdiam,dirinya sangat kesal jika orang2 mulai mengungkit asal usul Laura.


" Dah lah gue mau cabut dulu " Ujar Vero malas berlama lama.


" Ehh mau kemana lo ?" Tanya Bagas kaget.


" Jemput Kakak gue " Jawab Vero ketus.


Bagas tertawa ngakak dan mengangguk mengerti.


" Hati2 lo jangan ngebut " Kata Bagas berlagak seperti perempuan.


" Brengsek "Umpat Vero geram.


Pria itu pun dengan cepat menaiki motong King andalannya yang sudah di modif sedemikian rupa.


Disebuah toko buku seorang gadis duduk ditempat yang sudah disediakan untuk membaca gratis.


Laura duduk tenang membaca buku pelajaran sambil menulis kata perkata yang sudah ia rangkum.


" La " Tegur seorang gadis duduk disamping Laura.


" Hm " Jawab Laura sibuk dengan bukunya.


" Aku harus balik nih,Mama aku nelfon " Kata gadìs bermana Sumi terlihat panik.


" Kenapa ?" Tanya Laura bingung.


" Nenek aku masuk rumah sakit,gawat kalo aku ngak pulang sekarang " Kata Sumi berkaca kaca.


" Oh ya udah pulang aja ngak papa " kata Laura tersenyum.


" Terus kamu gimana,kita kesini kan barengan " Kata Sumi tak enak.


" Ngak papa kok,aku bisa pulang sendiri "


" Terus tugasnya ?"


" Nanti aku kerjain setau aku dulu " Kata Laura masih dengan senyum hangat.


Sumi diam memikirkan sesuatu.


" Udah sana,kasian Nenek kamu " Kata Laura menepuk pundak gadis itu.


" Hm ya udah,nanti aku minta Bela temani kamu ya " Kata Sumi tersenyum.

__ADS_1


" Iya gak papa "


Gadis berkuncir satu itu pun berpamitan pulang.


Kini tinggal lah Laura sendiri disana,gadis itu kembali menghadap bukunya dan mencatat kata.


Toko buku yang awalnya ramai kini mulai sepi,disana memang disediakan untuk para mahasiswa yang ingin belajar,karna menurut informasi,yang punya toko buku itu memang sengaja mengkonsepkan toko seperti itu agar para mahasiswa yang kurang mampu bisa mengerjakan tugas kuliah mereka tanpa mengeluarkan uang banyak.


Di toko itu juga disediakan kotak amal,jadi jika mahasiswa sudah selesai membaca dan menyerap ilmu,biasanya para mahasiswa itu akan mengeluarkan sedikit uang jajan mereka untuk bersedekah.


Tak terasa hari sudah malam,saking sibuknya Laura menulis gadis itu tak sadar jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.


Laura mengambil hapenya di tas dan terbelalak melihat puluhan panggilan masuk dari Vero.


" Gawat,pasti ni anak ngamuk aku ngak angkat telepon " Gumam Laura ketakutan.


Hape Laura sengaja di mode diam,supaya ia bisa fokus belajar,Laura tak menyangka adiknya akan menelfon berulang ulang.


Drt drt....


Hape Laura kembali hidup dengan nama Vero tercetak jelas disana.


" Huh tenang La " Gumam Laura menarik nafas panjang.


Dengan tenang Laura mengangkat telepon.


" Hal...


" Kakak dimana sih,dari tadi aku telepon ngak diangkat2 " Kata Vero langsung nyerocos diseberang.


" Kakak lagi di...


" Cepat kirim alamat sekarang,aku sampe ngak bisa makan tenang di marahi Mama !" Potong Vero kesal.


" Iya tap..


" Sekaranggggggggggg !!!"


Tut...


Panggilan terputus,Laura menutup telinga nya sakit mendengar teriakan lelaki itu.


" astaga nih anak,gimana mau jelasin kalo dia langsung marah2 " Gumam Laura menggeleng pelan..


Ting....


Ada Pesan masuk dari nomor Vero.


" Huh nih anak ngak bisa apa nafas dikit " Kata Laura ikut kesal membaca pesan adiknya.


Gadis itu pun mengirim alamatnya dan langsung membereskan buku2.


Saat Laura ingin keluar dari toko seorang pria juga ingin masuk kedalam toko..


Laura berhenti dan mendongak melihat siapa yang berdiri didepannya.


" Permisi boleh numpang lewat ?" Tanya Laura kepada lelaki itu.


Si pria masih diam mematung melihat Laura.


" Hm silahkan " Kata pria itu tersenyum kecil.


Laura pun langsung lewat begitu saja.


" Em Dekkk..." Panggil pria itu.


Laura menoleh kebelakang,mengernyit bingung.


" Itu em belakang kamu " Kata si pria tak enak hati menunjuk bokong Laura.


" Kenapa ?" Tanya Laura bingung.


" Em kamu datang bulan ya,soalnya itu em merah " Kata lelaki itu mengulum senyum.


Laura terbelalak kaget dan meraba bokongnya.


" Astaga " Pekik Laura melotot.


" Hehe banyak tuh " Kata pria itu canggung.


" Waduh gawat gimana nih " Pekik Laura panik.


Gadis itu menutupi menggunakan tasnya dan berjalan menjauh.


" Ck gadis itu tak sadar apa sedang bocor " Cibir lelaki itu menggeleng pelan melihat Laura berlari kearah jalan.


Pria itu pun masuk kedalam toko.

__ADS_1


Didepan jalan Laura bergerak tak bebas,gadis itu sangat panik dan malu.


" Aku gimana sih,kok bisa ngak sadar bocor gini " Gumam Laura kesal.


Tangan sebelahnya masih menutupi area belakang.


Laura melihat jam melingkar ditangannya.


" Aduh pantesan ini udah tanggal 5 " Gumam Laura merasa sangat bodoh.


Biasanya itu merupakan tanggal2 rawan untuk kedatangan tamu,tapi karna sibuk dengan pekerjaan dan tugas kuliah Laura jadi lupa akan segala hal.


" Duh Vero lama banget sih " Kata Laura melihat jalan kiri kanan.


Hampir setengah jam Laura masih berdiri sendirian disana.


" Ya ampun kemana nih anak " Gerutu Laura kesal.


Sudah berkali kali Laura menelpon adiknya,tapi Vero belum juga mengangkat.


Drt drt...


Hp Laura berdering,gadis itu dengan cepat mengangkat panggilan.


" Halo,kamu dimana ?" Sapa Laura kesal.


" Bisa bicara dengan keluarga yang punya hape ini ?" Tanya seseorang diseberang.


Laura mengernyit bingung.


" Maaf ini siapa ya,adik saya mana ?" tanya Laura merasa aneh.


" Maaf Mba,kami warga setempat,adik anda mengalami kecelakaan " Kata seorang pria.


" Apa !!!" Pekik Laura melotot kaget.


" Ke ke clakaan ?" Ulang Laura dengan tubuh mematung.


" Iya,tolong segera datang kerumah sakit M,kondisinya kritis "


Prannnggggg...


Hape Laura terjatuh begitu pun tubuhnya langsung merosot ke tanah.


" Ngak ngak mungkin " Gumam Laura lemas.


" Halo halooo...


" Ngak ngak mungkin Vero aaaaaa ngak mungkiinnnn " Teriak Laura menangis kencang.


" Halo haloo " Suara panggilan pria tadi masih terdengar.


Seorang pria keluar dari toko dan terkejut melihat gadis yang ia tegur tadi terduduk ditanah sambil menangis.


" Astaga " Pekik Pria itu kaget dan langsung berlari mendekati Laura.


" Kamu kenapa ?" tanya pria itu menggoyang lengan Laura.


" Vero vero ngak mungkin " kata Laura menutup telinganya seraya terus menangis histeris.


" Halo haloo Mba...." Panggilan masih tersambung.


Lelaki itu langsung mengambil hape Laura.


" Halo ini siapa ?" tanya lelaki itu panik.


" Halo Mas,tolong segera datang kerumah sakit,Adik Mba tadi sedang kritis parah " Kata pria diseberang.


Lelaki tampan itu melotot sempurna dan menoleh ke Laura yang masih histeris.


" Iya,rumah sakit mana ?" tanya lelaki itu cepat.


" Rumah sakit M "


Tut..


Panggilan dimatikan sepihak,pria itu menyimpan hape Laura di sakunya.


" Ayo kita kerumah sakit " Ajak pria itu serius.


Laura mendongak dengan air mata tak henti2 menetes.


Tanpa pikir panjang lelaki itu langsung mengangkat tubuh Laura dan sedikit berlari membawa Laura kearah mobilnya.


Laura terlihat sangat lemas dan tak bisa berkata kata lagi.


Pria itu pun langsung melaju kencang menuju rumah sakit.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2