
Disebuah kamar sepasang anak manusia terbaring dibawah kasur empuk nan besar.
Hani meringkuk diranjang disamping seorang pria yg dari tadi memperhatikan dirinya.
" Anak ini manis juga " Ucap Daniel merapikan anak rambut Hani yg tergerai berantakan.
Pria itu memiringkan tubuhnya kesamping,ia terpaksa menggendong Hani dikeramain tadi karna tak tega harus membangunkan gadis yg sedang tertidur tersebut.
Manik Daniel menatap dengan mata tajamnya,ia kadang merasa kasihan dan mulai sayang juga dengan gadis tersebut.
" Emhhhh....." Lenguh Hani bergerak pelan.
" Tidurlah " Ucap Daniel menepuk bahu perempuan tersebut.
Hani menggeser tubuhnya dan greb....
Dengan spontan gadis tersebut mengangkat tangan dan Kaki memeluk Daniel.
Manik pria itu seketika melotot,Daniel melirik kaki Hani dan menjauhkannya sendikit.
" Ehmm " Lenguh Hani mencari sesuatu.
Daniel melihat kiri kanan dan naas tak ada guling disana.
" Duh gimana nih ?" Batin Daniel was2.
Hani diam lagi dan kadang bergerak.
Daniel sedikit menjauh dan mengambil posisi aman.
Air laut terdengar sedikit berisik karna lokasi mereka memang dekat dengan pantai.
Jam terus bergerak,tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi.
Manik Daniel belum juga terpejam,Ac mulai dingin dan Hani kembali gelisah..
Daniel bangun dan duduk sejenak melihat keluar.
Sepi,senyap dan dingin,itulah yg dapat dirasakan saat pria itu membuka jendela kamar.
Daniel mendekati tasnya dan mengambil sesuatu.
Lelaki itu menyalakan rokok,lumrah bagi pria dewasa yg sedang suntuk dengan isi pikirannya sendiri.
Alunan angin terdengar menyerpa telinga,hembusan asap mengepul terus keluar dari mulut lelaki tersebut.
" Apa yg harus aku lakukan sekarang ?" Gumam Daniel bingung.
Bertemu dengan Hani merupakan hal kecil yg pernah ia dapatkan dimana rasa kepeduliannya mulai terasah.
Awalnya Daniel merasa itu hanya rasa kasihan,tapi makin kesini rasa aneh itu ia rasakan dalam hati kecilnya..
" Kakak " Panggil seseorang membuat lelaki itu terkejut.
Daniel menoleh dan mendapati Hani duduk seraya menggaruk kepalanya..
" Ada apa ?" Tanya Daniel tenang.
" Ac nya dingin sekali,aku gak bisa tidur " Jawab Hani serak.
" Oh em iya,akan aku kecilkan " Balas Daniel bangkit mematikan asap rokok.
Hani mengangguk dan diam melihat pria tersebut.
Daniel mengecilkan ac dengan wajah yg begitu tenang.
Sejenak keduanya saling melihat.
Ada gelayar aneh dalam diri Hani,ia merasa sesuatu merayap ke hatinya membuat gadis itu merinding.
" Kenapa Han ?" tanya Daniel duduk diranjang
__ADS_1
" Gak papa,em aku tidur lagi ya " Jawab Hani tersenyum kecil.
Daniel mengangguk,pria itu membantu mengangkat selimut dan menutupi sebagian tubuh gadis polos itu.
" Kak " Panggil Hani menahan tangan Daniel.
" Iya " Jawab Daniel tersentak.
" Makasih,aku gak tau mau balas apa dengan semua kebaikan Kakak " Ucap Hani tulus.
" Sama2 Han,mau nurut sama Kakak gak ?" tanya Daniel merubah duduknya.
" Apa ?" Tanya Hani deg deg ser.
Daniel diam memperhatikan gadis tersebut,Hani yg merasa jiwanya makin gemetar apalagi Daniel punya paras yg sangat menawan ditambah bulu halus disamping kiri dan kanan wajahnya.
Daniel mengangkat tangan dan Deg....
Jantung Hani makin tak karuan saat telapak pria itu menyentuh wajahnya.
Daniel tersenyum,wajah Hani mudah sekali ditebak pria itu tau bahwa otak gadis tersebut sudah terkontaminasi adegan ++
" Besok kita tes ya polwan lagi ya,aku bantu temenin " Kata Daniel tenang.
" Hah " Pekik Hani melotot.
" Iya,Kakak pengennya kamu jadi orang yg disegani,aku kepikiran terus " Kata Daniel memelas.
" Kak,tapi aku...
" Kamu bisa Han,percaya deh sama Kakak " Kata Daniel mengusap wajah gadis tersebut.
Hani menunduk,sebenarnya ia tak masalah mau jadi apapun asal perutnya selalu terisi dan hatinya tenang.
Hani tak butuh pangkat apalagi berharap disegani banyak orang,ia hanya butuh ketenangan dalam hidup..
" Han " Panggil Daniel melihat tak ada respon.
Hani mendongak,manik gadis itu terlihat berkaca kaca.
Wajah Hani makin memerah antara malu dan terharu.
" Sini Kakak peluk " Ucap Daniel menarik tubuh gadis tersebut.
Hani pasrah dan pria itu pun memeluknya dengan erat.
" Kakak yakin kamu bisa,dan kamu pun harus yakin " Ucap Daniel mengusap kepala Hani.
Hani mengangguk,aroma tubuh lelaki itu sangatlah wangi dan menyegarkan.
Hani merasa terbuai dengan pelukan yg sudah lama tak ia rasakan.
" Udah ah,ayo tidur,gara2 kamu Kakak gak konsen " kata Daniel melepas pelukan mereka.
" Gak konsen kenapa ?" tanya Hani mengernyit.
" Gak kenapa2 " Jawab Daniel menggeleng.
" Ihh kenapa ?" tanya Hani penasaran.
" Gak apa2 " Jawab Daniel kekeh.
Hani merengek,Daniel yg gemas makin dibuat tak karuan.
" Sudah2,huhhh bisa gila aku lama lama " Kata Daniel tak sanggup.
Hani mengkrucut,rasa penasarannya sangatlah tinggi tapi lelaki itu malah menyudahi segalanya.
" Ayo tidur " Ajak Daniel menarik leher Hani dengan lengannya.
" Aaaaaaaaaaa " Pekik Hani kelabakan.
__ADS_1
" Kakakkkkk " Teriak Hani menjal2.
" Tidur Hani " Kata Daniel menahan tubuh gadis itu.
" Ihhh jangan peluk2 " Kata Hani terus berontak.
" Ginii aja cepetan udaranya dingin " Balas Daniel menahan tawa.
" Aduhh gak mauu,nanti Kakak pengen " Kata Hani ngeri.
" Gak bakal kalo kamu gak berontak " Balas Daniel tenang.
Deg...
Hani yg dari tadi bergerak langsung terdiam seketika..
Hening...
Keduanya sama2 diam dengan nafas ngos2an.
" Kakak gak serius kan ?" Tanya Hani menoleh.
Daniel menunduk sedikit melihat wajah gadis tersebut.
" Kalo bener gimana ?" Tanya Daniel balik.
" Gak mauuuuu " Pekik Hani kembali berontak.
" Hahahahahaha " Daniel tertawa ngakak dan menahan lagi gadis keras kepala tersebut.
" Diem napa Han,malu sama kamar sebelah " Kata Daniel disela tawanya.
" Kakak sangeannn " Pekik Hani mendorong dada laki2 itu.
" Ih yg ada malah kamu " Kata Daniel menoyor kepala gadis itu.
" Aku gak " Kata Hani tak terima.
Daniel kembali tertawa,kaki pria itu terangkat melingkar dikaki Hani.
" Aku gak bisa nafas ini " Kata Hani terkunci.
" Shuutttt diem ada hantu " Bisik Daniel cepat.
" Hah hantu ? mana ?" Tanya Hani terkejut.
" Tuh dibalik jendela,lagi liatin kita " Jawab Daniel menunjuk.
Hani melihat kearah jendela dan deg..
Gadis itu seketika menelan ludah kasar melihat tabir gerak2 sendiri apalagi jendela tak terkunci.
" Kak " Panggil Hani ngeri.
" Biarin,makanya cepetan tidur " Kata Daniel menakuti.
Hani seketika merapatkan tubuhnya,Daniel mengulum senyum.
Sedikit pancingan saja gadis itu sudah melunak apalagi ia mengeluarkan jurus yg sebenarnya bisa2 Hani dibuat menggila.
" Aku takut Kak " Ucap Hani berbisik.
" Iya " Kata Daniel tenang.
Pria itu mendekatkan lagi tubuh Hani dan memeluknya dengan erat.
Hani yg merasa takut pun memejamkan mata bersembunyi didada lelaki tersebut..
Keduanya saling berpelukan,Daniel diam dengan helaan nafas panjang.
" Jangan Niel,dia masih polos dan kamu udah komit sama yg lain " Batin Daniel menegaskan dirinya untuk tersadar..
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,like,coment ya.