
Malam semakin larut,seorang pria berdiam diri didepan rumahnya menatap pintu yg sudah tertutup rapat.
" Uh aku akan mati jika pulang dalam keadaan seperti ini " Gumam Vero melihat dirinya.
Lelaki itu baru pulang bermain,jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi,waktu yg sangat rawan jika ia mengetuk pintu rumah.
" Akhhh aku harus kemana nih ?" Gumam Vero bingung.
Lelaki itu mengambil dompetnya dan terkejut melihat semua isi didalamnya sudah ludes,hanya tinggal ktp dan kartu atm.
" Huh aku akan mencari hotel terdekat saja " Gumam Vero memutuskan.
Lelaki itu pun mulai mendorong motornya menjauh.
Vero tak berani menghidupkan mesin motor karna itu akan menjadi bomerang jika Cila atau David mengenali suara tersebut.
Hampir mendekati jalan raya barulah Vero menghidupkan motornya dan mencari hotel terdekat.
Memang jika hari sudah larut,Vero jarang pulang kerumah,ia tak mau adu panco kepada ibunya apalagi Cila sangat garang jika dilawan,bahkan sapu rumah itu sudah berapa kali ganti,dan David yg menjadi korban kebesokan paginya.
Demi ketenteraman rumah tangga orang tuanya jadilah Vero mengalah setiap akan pergi main.
Didalam rumah,seorang pria terbangun dari tidurnya.
Lelaki itu berjalan sempoyongan keluar kamar.
" Apa Vero belum pulang ?" gumam David mengantuk.
Tak ada Telfon atau gedoran pintu,suasana begitu hening karna yg menempatinya hanya ia dan istri.
" Akhh sudahlah,jika dia mau pulang dia akan pulang " Ucap David masa bodoh.
Lelaki itu pun berjalan kearah dapur mencari air minum.
Cila sudah terbentang dikasur,wanita itu jika sudah terlelap sangat sulit bangun,tapi sekalinya bangun akan sulit untuk tidur lagi.
Beberapa menit kemudian,Vero sampai dihotel.
Suasana sedikit ramai,lelaki itu mendekati receptionist yg berjaga.
" Apa kamar kosong masih ada ?" tanya Vero tenang.
" Maaf Pak,untuk yg biasa sudah habis,adanya yg president suit " Jawab Receptionist sopan.
" Saya bukan presiden ataupun pejabat " Balas Vero.
" Iya Pak,tapi kamarnya tidak tersedia saat ini " Kata Lelaki dengan pakain rapi tersebut.
" Satu pun gak ada ?" tanya Vero heran.
" Iya,sudah penuh Pak,jika mau Bapak bisa reservasi dulu untuk besok " Jawab Receptionist.
" Saya mau tidurnya sekarang bukan besok " Balas Vero gemas.
Receptionist ingin tertawa,Vero seperti pria yg sedang mabuk minuman.
" Ya udah lah kalo gak ada,saya pulang aja " Kata Vero kesal.
" Iya Pak,maaf ya " Balas lelaki itu sopan.
Vero mendengus dan berjalan keluar lagi.
Dirinya sudah lelah,Vero butuh istirahat agar besok otaknya Fresh untuk bekerja.
" Aku harus kemana nih ?" Gumam Vero bingung.
Lelaki itu diam diatas motor sambil berpikir kemana ia akan tidur.
__ADS_1
Hanya hotel itu yg dekat dengan lokasinya saat ini,Vero merasa tak punya tenaga lagi untuk pergi ketempat yg lebih jauh.
" Oh coba aku telfon dia " Gumam Vero teringat.
Pria itu pun merogoh saku celananya mengambil hape.
" Halo " Sapa seseorang diseberang.
" Kamu dimana ?" tanya Vero cepat.
" Dirumah,kenapa ?"
" Aku boleh tidur dirumah kamu gak ?" Tanya Vero to the point.
" Tidur dirumah ?" Ulang gadis itu.
" Iya,aku lagi diluar nih,hotel penuh " Jawab Vero mengkrucut.
" Hm boleh sih,tapii...
" Kenapa ?" Tanya Vero mengernyit.
" Ada Mama dan Papa " Jawab gadis itu pelan.
" Apa !" Pekik Vero melotot.
" Iya,aku juga gak tau mereka udah di tempat aku " Balas gadis itu lesu.
" Yahhh terus aku kemana dong ?" tanya Vero tak kalah lesu.
" Memangnya kamu gak pulang kerumah ?"
" Lagi gak mood " Jawab Vero berbohong.
" Hm ya udah kerumah temen atau kerumah Kakak kamu "
" Oh iya,kan ada Kak Laura " Ucap Vero teringat.
Tanpa tunggu lama,Vero langsung mematikan panggilan.
Sejenak Vero lupa bahwa ia punya Kakak perempuan yg sangat baik hati.
" Haissst kenapa ngehnya baru sekarang " Gumam Vero mentabok kepalanya.
Lelaki itu langsung menelfon Laura tanpa tau jam sudah menunjukkan angka berapa.
Beberapa kali menelfon akhirnya panggilan tersambung.
" Hm " Sapa seseorang.
" Halo Kak,Kakak ada dirumah gak ?" tanya Vero semangat.
" Hm napa ?" tanya Laura mengantuk.
" Aku kesana ya,aku gak berani pulang kerumah " Jawab Vero cepat.
" Hm " Balas Laura singkat.
" Kak Justin ada dirumah gak ?" Tanya Vero hati2.
" Luar kota " Jawab Laura lesu.
" Oh benarkah ? uh syukurlah aku kesana sekarang ya " Kata Vero buru2.
Tut.
Panggilan terputus,lelaki itu memasang helmnya dan melesat menuju lokasi.
__ADS_1
" Hoaammmm " Laura mengantuk berat.
Wanita itu antara sadar dan tidak menjawab panggilan adiknya.
Fadhal sudah terlelap dengan kaki mengangkang.
Laura bangun dan berjalan sempoyongan keluar dari kamar.
Wanita itu duduk disofa depan dengan mata terkantuk2.
Ia terlihat begitu lelah beraktifitas seharian menjaga anaknya.
Hampir ketiduran lagi tiba2 bel rumah berbunyi,Laura langsung membuka kunci tanpa melihat layar.
" Kak " sapa Vero kaget.
" Kunci pintunya " Kata Laura berbalik badan menuju kamarnya lagi.
Vero mengangguk kecil melihat wajah Kakak angkatnya tersebut.
Lelaki itu masuk dan mengunci pintu dengan rapat.
" Astaga rumahnya sangat gelap,apa dia gak takut apa dimakan hantu " Gumam Vero heran.
Lelaki itu berjalan kearah dapur mengambil minum dan membuka kulkas.
" Ah rasanya aku ingin makan tapi perutku kenyang " Gumam Vero menelan ludah melihat sisa lauk..
" Nanti saja lah,mending aku tidur aja " Ucap Vero memutuskan.
Vero keluar lagi dan duduk disofa,ia menerima telfon dari seorang gadis.
Untuk beberapa saat Vero sedikit terlena dengan kecantikan wajah perempuan dalam layar ponselnya.
" Jangan menggoda ku " Ucap Vero menyelisik.
" Kau tidak suka ?" tanya gadis itu memancing.
" Jika kau berada disini ku pastikan kau sulit berjalan besok " Jawab Vero tersenyum miring.
" Waw kau membuat ku merinding " Balas gadis itu terkekeh.
Vero ikut terkekeh,keduanya mengobrol hampir setengah jam hingga Vero benar2 sudah mengantuk.
Selesai telfonan,Lelaki itu kembali berjalan,ia memasuki kamar keponakannya yg memang biasa ia tiduri jika berada dirumah Laura.
Vero mulai tak sadar,sisa minuman dan rasa kantuk membuat lelaki itu tak karuan.
Vero menjatuhkan tubuhnya diranjang dan memejamkan mata.
Heninggg....
Tak ada suara apapun,manik Vero terasa sangat berat,ia harus istirahat sekarang atau tidak sama sekali.
Beberapa detik berlalu akhirnya manik berat itu pun kalah dan tertutup rapat.
Ac kamar mulai dingin,tanpa ia sadari ternyata disebelahnya ada seorang gadis bersembunyi dibawah selimut seraya memeluk guling.
Jam terus berputar,tak terasa matahari mulai menampakkan sinarnya.
Udara yg keluar dari Ac terasa begitu dingin menusuk kulit.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,nampaklah seorang wanita masuk perlahan mengintip kedalam.
" Loh apa ini ?" Gumam Laura terbelalak.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.