
17 tahun kemudian...
Seorang gadis baru terbangun dari tidurnya saat pintu kamar di ketuk dari luar.
" Hoaaaaammm,Iya Ma aku dah bangun " Teriak gadis itu seraya mengusap matanya.
" Cepetan,Papa kamu mau berangkat kerja nih " Suara cempreng dari luar terdengar.
Gadis itu dengan cepat bangun dan berlari keluar.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,berdiri lah seorang wanita dewasa berkacak pinggang menggunakan daster menatap gadis itu tajam.
" Astaga anak gadis jam 8 baru bangun !" Kata wanita itu menggeleng tak percaya.
" Hehe aku ketiduran stelah subuh tadi Ma " Kata gadis itu cengengesan.
" Lap dulu tuh ilerrr,ihhhhh gadis2 kok jorok " Kata wanita itu melempar percak yang ia pegang kewajah gadis itu.
" Ihhhh Mama,bau tau " Protes gadis itu kesal.
Sang Mama berjalan angkuh tanpa memperdulikan cibiran anaknya.
Mereka pun berkumpul diruang makan.
" Tuh Pa liat anak gadis mu baru bangun jam segini " Adu sang Mama duduk di sebelah suaminya.
Pria dewasa ber jas abu tersenyum geli.
" Duduk sini sayang " Kata sang Papa menepuk kursi disebelahnya.
" Iya Pa " Jawab gadis itu tersenyum bahagia.
Sang gadis pun duduk disebelah pria itu dengan riang gembira..
" Selamat pagi epribadeeehhhh " Sapa seorang pria berseragam SMA dengan rambut jambrik ala2 bad boy.
" Pagi " Jawab mereka serempak.
" Waah bahagianya bisa makan bareng Papa " Kata pria itu girang.
" Heheh maaf ya,Papa jarang sama kalian " Kata sang Papa tersenyum malu.
" Ngak papa,selow " Kata pria itu tersenyum.
" Oh iya Pa,nanti datang kesekolah aku ya " Kata pria tampan mengunyah apelnya.
" Kenapa ?"
" Hehe biasa lah,aku ngak sengaja ngehajar anak orang " Kata sang pria dengan santainya.
" Apa !!!!!!" Pekik mereka kaget.
" Verooooo " Teriak Cila melengking.
" Hehe iya Maa,maaf " Kata Vero menciut.
Lelaki berumur hampir 18 tahun itu ketakutan melihat wajah Mama nya berubah sangar.
Kini anak2 Cila dan David sudah dewasa,bahkan Laura sudah bekerja melanjutkan bisnis Cila dulu dan juga kuliah di universitas swasta semester genap,tak lama lagi gadis itu akan lulus kuliah.
" Ya Tuhan anak ini,bisa gila aku lama2 " Kata Cila mengurut kepalanya pusing..
__ADS_1
" Kamu kenapa lagi sih Verooo ?" Tanya David gemas.
Lelaki itu terlihat santai menghadapi kenakalan anaknya,karna David tau Vero tak bisa dikeras,lelaki itu akan melemah dengan sendirinya.
" Dia pinjam pulpen aku Pa,eh waktu aku minta balikin dia marah2 terus dorong aku sampe nabrak meja,ya udah aku dorong balik,rugi kan aku kalo ngak bales " Cerita Vero.
Laura mengangguk setuju.
" Iya la,rugi dong Dek " Kata Laura menambahkan.
" Iya Kak,sakit loh pinggang aku kena ujung meja" Adu Vero seraya membuka belakang bajunya.
" Wahhh baret gitu " Kata Laura kaget.
" Makanya Kak,karna dia mulai duluan ya udah aku bales pake kaki " Kata Vero santai sambil minum susu.
" Laura stopp,jangan mau kamu dibodohin adik kamu " Kata Cila menyetop menggunakan tangannya.
Vero tertawa cekikikan melihat wajah Laura berubah datar.
Gadis itu baru tersadar saat ini ia sedang di jahili Vero.
" Kamu ngak boleh bohongin Kakak kamu Vero " Tegur David.
Laura terlihat kesal ingin menjambak rambut jabrik Vero.
Sudah tak terhitung berapa kali Vero membohongi Laura yang mudah percaya sama orang,bahkan gadis itu sering menjadi korban kejahilan Vero berulang2 saat suntuk..
" Ayo cerita sama Papa kamu kenapa ?" Tanya David tegas.
Vero menunduk takut,jika David sudah serius Vero tak berani melawan atau mencela.
" Pacar aku diambil temen Pa " Kata Vero jujur.
David dan Cila terlihat biasa saja.
" Terus ?" tanya David lagi.
" Ck,ceweknya lebih milih cowok brengsek itu dari pada aku Pa " Kesal Vero seubun ubun.
" WahHahahahahahahahhahaha " Laura tertawa terbahak bahak begitu pun Cila yang ikut tertawa ngakak.
Vero mengkrucut kesal sambil menggigit kasar rotinya.
" Terus gimana ?" Tanya David tenang,meski hatinya tergelitik melihat wajah kesal Vero.
" Ya udah lah,aku hajar aja cowok itu terus ceweknya aku putusin depan umum,biar nyahok " Kata Vero bangga.
" iiidih sok2an,yg ada malah kamu yang kena putus " Cibir Laura pura2 muntah.
" Ngak Kak,kali ini beneran aku yang mutusin suer,tanyain aja sama cewek itu " Kata Bara membela diri.
Laura pura2 muntah mendengar kesombongan adiknya.
" Tapi tenang aja Pa,kalian ngak datang juga ngak papa " Kata Vero tersenyum.
" Lah terus siapa yang datang ?" Tanya Cila bingung.
Vero tersenyum dan menyenggol lengan Laura.
" Kan aku punya Kakak yang duper super cantik ini " Goda Vero.
" Hah kok aku ?" Pekik Laura kaget.
__ADS_1
" Ih ngak mau ah,malu tau aku udah 2 kali ngadepin kepala sekolahnya,ih ngak mau " Tolak Laura kesal.
" Ayo lah Kak,kalau bukan Kakak siapa lagi coba " Kata Vero memelas manja.
" Ih ngak mau,aku mau kuliah hari ini " Kata Laura tetap kekeh.
David dan Cila tersenyum geli melihat wajah mengkrucut Laura yang sangat lucu.
Gadis berkuncir 1 itu sangat menggemaskan ketika marah.
" Makanya kamu jangan bikin masalah terus dong,ngak kasian apa sama Mama dan Kakak kamu yang jadi korban terus " Hujat David.
" Ini terakhir Pa,soalnya aku kesel liat mereka manja2an di depan aku " Curhat Vero.
" Ya udah,tau begitu ngak usah pacaran dulu,sekolah yang bener " Nasehat David.
" Papa tau ngak kalo kita punya pacar pas lagi sekolah,itu tuh ngasih kita semangat tau buat nuntut ilmu " Kata Vero tersenyum bangga.
" Heleh,sok2an semangat,ujung2 nya bolos juga " Hujat Cila geram.
" Hehe santuy Ma,inget loh baru kemarin perawatan,ngak boleh marah2 biar kerutannya hilang " Kata Vero serius.
Deg...
Cila tersadar dan langsung memegang wajahnya yang baru dipercantik kemarin sore.
Laura menggeleng tak percaya,keseharian mereka tak jauh perdebatan hal2 tak penting.
" Jadi gimana nih ?" Tanya Vero belum mendapat jawaban.
" Mama ngak mau ah,nanti mama marah2 disana " Kata Cila menolak.
" Papa juga ngak bisa datang" Kata David cengengesan.
" Jadi........"
Mereka semua menoleh ke arah Laura yang sedang menyuapkan nasi kemulut.
" Iyaaaaa nanti aku yang datang " Kata Laura pasrah.
" Alhamdulillah " Pekik Vero semangat.
" Sekali lagi kamu bikin masalah,siap2 kamu pergi sekolah naik angkot " Ancam David tajam.
" Potong aja Pa uang jajannya,suruh bawa bekal aja " Sahut Cila memprovokasi.
" Ih,ngak mau ah aku akan anak keren,masa iya naik angkot " Kata Vero mengkrucut.
" Makanya ngak usah bandel,jangan bikin malu orang tua " Cibir Cila.
" Iya Maa,habis ini aku bakal jadi anak kebanggaan Mama dan Papa " Kata Vero berjanji.
" Awas ya kalo bohong " Kata David tajam.
" Siap boskyu " Kata Vero hormat.
Laura hanya menggeleng saja melihat kelakuan keluarganya.
Mereka pun melanjutkan acara makan dengan tenang.
❤❤❤❤❤
Hay guys author kembali lagi nih,mana dukunganya nihhh biar author semangat up
__ADS_1