
Reka dan Tania pergi ke sebuah cafe yg cukup ramai.
Gadis cantik itu terlihat begitu gembira,rasa sukanya kepada Reka berasa meledak2 didalam hati.
" Dduuk disini aja ya " Ucap Reka menarik kursi tunggal.
" Iya Kak " Jawab Tania setuju.
Gadis itu pun duduk disana dan diam melihat Reka juga ikut duduk bersamanya.
" Ayo pesan makanan " Ajak Reka dengan senyum tipis.
Tania kembali mengangguk pelan.
Keduanya memesan makanan,Reka terus menatap gadis itu.
Ntah apa yg dipikirkan Reka saat ini.
" Dia begitu mirip,ada apa sebenarnya ?" Batin Reka berkecamuk.
Setelah selesai memesan,keduanya sama2 diam.
orang2 berlalu lalang membuat fokus mereka cukup teralihkan.
" Kak " Panggil Tania
" Iya " Jawab Reka.
" Hm,kakak kemana aja ?" Tanya Tania hati2
" Kapan ?" tanya Reka balik.
" Kemarin2,hm aku nungguin hehe " Jawab Tania menggaruk kepala malu.
" Hah nunggu apa ?" Tanya Reka syok.
" Ya nungguin kabar hehe " Jawab Tania malu
" Oh,iya kemarin kakak ada urusan jadi gak bisa ngabarin " Blas Reka tersenyum.
" oh gitu ya "
Reka mengangguk pelan,memang kemarin lelaki itu ckup sibuk dengan dunianya apalagi sekarang Reka sudah membuka bengkel baru sebagai tambahan uang saku.
" Hm kakak boleh tanya gak ?" tanya Reka.
Deg...
Tania tersentak dan langsung mengangguk.
" Mau tanya apa Kak ?" tanya Tania deg degan.
" Hm cewek dirumah kamu tadi,itu kakak kamu ya ?" Tanya Reka serius.
" Kak Rania ? Ah iya itu kembaran aku " Jawab Tania mengakui.
" Jadi kamu beneran kembar ?" Tanya Reka syok.
" Iya Kak,aku kembar beda 5 menit kata Papa " Jawab Tania.
" Wah2 jadi kalian kembar 2 ya "
Tania menunduk mendengar ucapan akhir Reka.
" Ada apa ?" tanya Reka mengernyit
" Hm sebenarnya kita ada 3 Kak,tapi adik kita meninggal " Jawab Tania sedih
" Hah !" Pekik Reka syok.
" Iya,waktu kita masih kecil " Balas Tania.
" Meninggal karna apa ?" Tanya Reka penasaran.
" Aku gak tau kronologinya gimana,tapi saat itu Kak Rania ada disana dan...." Ucap Tania menggantung.
" Dan apa ?" Tanya Reka.
" Hmm jangan bahas ini ya " Pinta Tania.
__ADS_1
Reka yg tadinya menunggu langsung menghela nafas.
" Iya udah,jangan bahas " Kata Reka mencoba memaklumi.
Tania mengangguk,pesanan minuman mereka pun sampai.
Keduanya asik bercengkrama,Tania terlihat sedikit sedih tapi Reka dengan riang bisa menghibur gadis tersebut.
Dirumah,Rania merasa sumpek.
Melihat Reka tadi membuat perasaannya campur sari.
" Aku mau keluar aja " Gumam Rania bangkit dari duduknya.
" Mau kemana Ran ?" Tanya Cila.
" Jalan,aku gak pulang Bi jadi pintunya kunci aja " Jawab Rania.
" Ehh mau tidur dimana ?" Tanya Cila melotot.
" Aku kerumah temen mungkin tidur disana juga " Jawab Rania.
" Lapor dulu sama emak bapak mu,Bibi gak mau ditanya2in nanti " Kata Cila ogah
" Hmm,nanti aku telfon " Balas Rania memutar mata.
Gadis itu mengambil jaket dan memasang jilbab saluknya lalu pergi dari rumah.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam yg menandakan bahwa Sofia harus tidur,gadis itu cukup puas bermain seharian.
" Kamu dimana ?" Tanya Rania berbicara diponsel.
"....."
" Iya aku kesana " Jawab Rania.
Tut
panggilan terputus sepihak,gadis itu segera meluncur menggunakan motor miliknya.
Meski berhijab,Rania bukanlah gadis super soleha yg betah dirumah.
Beberapa saat,Rania sampai disalah satu minimarket.
Gadis itu masuk kedalam dan mendekati kasir
" Sempurna satu " Ucap Rania tenang.
" Hah " Kata kasir bingung.
" Yg itu " tunjuk Rania mengarah ke parkiran para rokok dewasa.
Kasir diam melihat Rania dari ujung kaki hingga kepala.
" Cepetan Mba saya buru2 " Tegur Rania mulai risih.
" ah iya " kata kasir kelabakan.
Benda terlarang itu pun diberikan kepada Rania dan gadis itu mmebayar sejumlah uang.
Dengan santai Rania memasukkanny kedalam jaket lalu keluar.
Saat akan menyebrang,manik gadis itu melihat kedepan yg mana diseberang sana ada sebuah cafe yg ramai pengunjung.
" Tania tadi kmana ya ?" Gumam Rania teringat akan sang adik.
Gadis itu tidak tau kemana Reka membawa adiknya,terbesit dipikiran Rania takut sang adik terjadi sesuatu karna Rania tau Tania merupakan gadis yg polos dan mudah percaya.
" Apa aku telfon aja ya ?" Gumam Rania ragu.
Gadis itu mengambil hapenya dan mulai menuliskan pesan.
Hening...
Tak ada notif apapun,Rania masih menunggu hingga beberapa menit.
Ting...
Pesan masuk.
__ADS_1
Dengan cepat Rania mengecek dan mendapat notif dari teman yg akan ia kunjungi.
" Udah sampe mana ?" Isi chat tersebut.
" Masih dijalan,bentar lagi sampe " Balas Rania cepat.
" Ya udah,hati2 " Balas sang teman.
Rania menghela nafas,sudah lima menit ia menunggu balasan tapi sang adik belum membaca pesannya.
" Aku telfon aja " Ucap Rania tegas.
Dengan gerakan cepat,Rania menelfon sang adik.
" Halo " Sapa seseorang diseberang.
" Eh kenapa nggak balas chat aku ?" Tanya Rania kesal.
" Apa sih Kak,aku kan lagi diluar " Jawab Tania.
" Ya gak masalah balas chat bentar " Bentak Rania emosi.
" Marah2 mulu heran deh,dah ah jangan ganggu " Kata Tania kesal.
" Kakak itu khawatir sama kamu,ntar kalo Mama papa tanya gimana !" Bentak Rania.
" Ishh aku udah gede ya,gak usah ikut campur napa " Kata Tania malah membuat Rania makin murka.
" Aku masih sama Kak Reka,Kakak ganggu tau " Lanjut Tania lagi.
" Kamu ini,dia itu laki2 jadi kamu harus waspada sama orang asing Tan !" Kata Rania geram.
" Sekarang gak lagi,aku sama Kak Reka mau jadian !" Balas Tania terkesan sombong.
Deg...
Jantung Rania tersentak mendengar ucapan sang adik.
" Nanti aku ceritain,byee " Kata Tania memutuskan panggilan.
Rania terdiam dengan mulut sedikit terbuka.
" Jadian ?" Ulang Rania tak percaya.
" Apa itu benar ? Reka menyatakan perasaannya sama Tania ?" Ucap Rania masih dengan wajah syok.
Tring tring...
Hape Rania kembali berdering,gadis itu melihat nama dilayar dan terdiam.
" Halo Ma " Sapa Rania sopan.
" Kamu dimana ? Kata Bibi kamu mau tidur dirumah temen ya ?" Tanya Miska diseberang.
" Hm iya Ma " Jawab Rania jujur.
" Gak betah lagi tidur dirumah hmm ?? Bawa semua baju2 kamu dan tinggal dirumah orang !" Bentak Miska.
Deg...
Rania melotot seketika.
" Ma aku cuma...." Ucap Rania menggantung.
" Kalo mau nakal jangan setengah2 Ran,kamu itu perempuan harusnya bisa jaga diri.!" Oceh Miska.
Rania diam tak menjawab ucapan ibunya.
" Udah lah Ma,Rania tau kok mana yg baik dan buruk,biarin aja dia mau main sama temennya " Ucap Denis sayu2 terdengar.
" Kamu selalu belain gadis itu Mas,nanti Rania kebablas gimana ? Siapa yg repot,siapa yg malu !" Kata Miska terdengar kesal.
Rania diam mendengar orang tuanya malah berkelahi.
Tak tahan lagi,gadis itu mematikan ponselnya dan langsung pergi menaiki motor menuju rumah temannya tersebut.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1