
Hari semakin malam,Nisa masih juga pingsan hingga membuat ke 4 anaknya khawatir,Bara tak pernah lepas dari Nisa,lelaki itu terus memanggil Bunda nya dengan pilu.
" Bangun Bunda hiks,maafin Bara Bunda,Bara sayang Bunda " Kata Bara terisak dalam,ntah sudah berapa kali kalimat itu terlontarkan dari mulut pria itu,Bara hanya ingin Nisa bangun dan memeluk dirinya.
" Sudah Dek,Bunda kamu cuma pingsan " Kata David menenangkan Bara.
" Hiks hiks aku mau Bunda bangun Bang,aku mau minta maaf sama Bunda " Kata Bara lirih.
" Iya,tapi Bunda kamu masih tidur,mungkin dia kelelahan memikirkan kamu " Kata David iba.
" Iya,Nisa memang kelelahan dari malam tadi dia tak bisa berhenti menangis memikirkan kamu " Sahut Reno dingin.
Bara semakin terisak memeluk tubuh lemas Nisa.
Reno menghela nafas lelah dan berjalan keluar dari kamar.
Terlihat triplet sedang disuapi Cila makan satu persatu,ketiga bocah itu sedikit tenang saat dokter datang dan langsung memeriksa Bundanya,dan bersyukur Nisa memang hanya pingsan karna syok,tadi Reno sudah bersiap untuk membawa Nisa kerumah sakit tapi tak jadi karna tetangga David ada yang seorang dokter meski rumah nya sedikit jauh dari kontrakan.
" Ayo makan lagi " Kata Cila lembut.
Triplet menggeleng dan melihat lagi kedalam kamar,Bara masih disana memeluk Nisa.
" Bunda huhuhuhu " Kata Ana kembali menangis sedih.
" Sudah,jangan menangis lagi Bunda ngak papa " Kata Reno memeluk anak itu.
" Ana takut Pa,Ana ngak mau ditinggal Bunda hiks hiks " Kata Ana memeluk leher Reno.
" Iya sayang,Papa juga ngak mau ditinggal Bunda,kalian harus jadi anak yang baik ya jangan pernah sakitin Bunda " Nasehat Reno.
Aktam dan Andrew langsung menghambur memeluk Reno dan mengangguk cepat.
" Andrew janji Pa,Andrew ngak akan bikin Bunda sakit " Kata Andrew yakin.
" Iya Pa,aku juga aku bakal bikin Bunda senyum terus dan bangga sama aku " Kata Aktam menimpali.
" Aku juga Pa,aku bakal jadi artis terkenal supaya Bunda masuk tv " Kata Ana polos.
Deg...
Cila dan Reno kaget,mereka seketika mengulum senyum dengan cita2 anak itu.
" Kenapa harus jadi Artis ?" Tanya Reno bingung.
__ADS_1
" Ya biar aku sering masuk Tv,dan nanti aku bakal kenalin ke seluruh dunia kalo aku punya Bunda yang luar biasa " Kata Ana serius.
" Kamu ngak mau ngenalin Papa ?" Tanya Reno sedih.
" Hmm Papa kan udah sering nongol di majalah,mau juga nongol di Tv " Kata Ana polos.
Reno tersenyum dan mencium pucuk kepala gadis itu.
" Ngak perlu gitu sayang,kalian hidup bahagia saja sudah membuat Papa dan Bunda bahagia " Kata Reno lembut.
" Emang kamu mau kalo Bunda mu di sukai banyak orang,terus orang2 manggil Bunda kamu juga dengan panggilan Bunda ?" Goda Reno.
Ana mematung di tempat,keposesifan nya kembali meronta ronta.
" Ngak mau !! " Kata Triplet barengan.
" Udah Dek,kamu jangan jadi artis dong aku ngak mau Bunda diakui banyak orang,Bunda cuma milik kita,kamu jadi Dokter aja biar bisa sembuhin Bunda,jangan cuma bisa bikin Bunda sakit kepala sama tingkah kamu " Protes Aktam.
" Huh ! tapi aku mau jadi artis Bang,biar aku terkenal " Kata Ana bimbang.
" Sudah kamu jadi Dokter aja,Abang juga mau jadi TNI agar bisa lindungi Bunda " Kata Andrew serius.
" Iya nah,aku jadi fotografer nya biar bisa fotoin keluarga kita " Kata Aktam memberi jempol nya.
Reno tertawa renyah,tanpa sadar anak2 itu membicarakan masa depan mereka sekarang untuk membuat Nisa bangga.
" Aku udah serius belajar Pa,Ana tuh di suruh pinter2 belajar biar nanti ngak salah ngasih obat kalo Bunda sakit " Kata Aktam kembali memojokkan adiknya.
" Kok aku terus sih Bang,aku juga udah rajin belajar tapi ya otak aku belum sepenuhnya menerima hehe " Kata Ana cengengesan.
Cila tertawa kecil dan mencubit gemas pipi anak itu.
Reno terkekeh pelan dan mencium kening anak nya satu persatu.
sambil bercerita Reno meminta Cila kembali menyuapi ke3 bocah itu.
Ana bercerita dengan semangat meski mulutnya penuh dengan makanan,bahkan nasinya pun sampai menyembur nyembur keluar.
Didalam kamar,David menitikkan air matanya melihat Bara yang sudah tertidur dengan mendekap Nisa hangat.
Pria itu teringat akan Ibunya dulu,David sangat merindukan ibunya saat melihat Bara yang begitu menyayangi Nisa,meski wanita itu bukan ibu kandung Bara.
" Kamu masih beruntung Bara mempunyai ibu tiri yang sangat menyayangi dan mencintai kamu, jangan kecewakan Bunda mu Dek,karna jika dia pergi dari dunia ini,maka hidup kamu juga akan tak terarah seperti abang " Kata David lirih mengusap kepala Bara.
__ADS_1
Pria itu mengusap air matanya dan bangkit dari sana,terlihat triplet sudah berbaring di pangkuan Cila dan Reno.
" Kalian udah makan ?" Tanya David kepada Reno dan Cila.
Cila menggeleng lemah seraya mengusap kepala Aktam,menidurkan lelaki itu.
" Ini belilah makanan,kodenya xxx" Kata Reno memberi kartunya kepada David.
" Ngak usah Bang,uang kita masih ada kok " Kata David menolak.
" Sudah ambil saja,sekalian beli snack untuk anak2 besok " Kata Reno kembali menepuk bokong Ana yang memeluk nya dengan erat.
Cila mengangguk kepada lelaki itu tanda mengizinkan.
" Ya sudah,kalian mau makan apa ? Tanya David.
" Terserah saja,jangan lupa beli makanan dan vitamin untuk Nisa." Kata Reno pelan.
David mengangguk,lalu keluar dari rumah.
Pria itu mencari atm terdekat untuk mengambil uang dari kartu Reno.
Saat memasukkan pin dan melihat saldo, pria itu melotot tak percaya dengan nominal yang tercetak disana.
Bahkan David sampai bingung berapa jumlah nol yang harus dia hitung.
" Gila,uang sebanyak ini bisa bikin gedung bertingkat,beli kebon,rumah gede aduh apalagi ya,oh iya bayar hutang " Gumam David menganga lebar.
" Aduh gue mikir apaan sih,ingat Vid ini bukan milik loe " Kata David menampar wajahnya sendiri.
Pria itu mengambil 200 ribu untuk belanja,setelah selesai David dengan hati2 menyimpan kartu keramat itu takut hilang.
" Ckckc baru kali ini gue lihat real sultan yang sesungguhnya,tapi kok Bang Reno ngak takut ya misalkan duit nya gue ambil kalo khilaf ?" Gumam David bingung.
" Hmm gue ngak boleh lancang,mereka orang baik " Kata David menegur dirinya sendiri.
Pria itu keluar dari sana menuju tempat makan dan membeli banyak makanan untuk mereka.
David sedikit happy karna baru kali ini bisa belanja langsung dengan santai tanpa takut kekurangan.
Maklum,meski banyak uang David lebih memprioritaskan untuk bayar hutang dulu.
❤❤❤❤
__ADS_1
Guysssss,selamat pagi
Jangan lupa terus dukung author dengan cara VOTE,LIKE,COMENT...