Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pagi


__ADS_3

Laura masuk kedalam dan terkejut melihat Vero mendekap Hani begitupun gadis itu.


" Apa yg mereka lakukan ?" Gumam Laura menelan ludah kasar.


" Emhhhhhh " Lenguh Vero terdengar.


Laura tersadar dan ĺangsung mundur melihat aksi keduanya.


" Ahh udah pagi " Gumam Vero mengerjapkan matanya.


Lelaki itu membuka seluruh maniknya dan kaget melihat sang Kakak berada disana.


" Haissstttt Kakak nih bikin jantungan aja " Ucap Vero kesal.


" Kalian lebih bikin Kakak kesal " Jawab Laura bersedekap dada.


" Kalian ?" Ulang Vero mengernyit.


Laura menunjuk sesuatu dibawah selimut,Vero membukanya dan terbelalak.


" Aakhhh " Pekik Vero kaget.


Lelaki itu seketika bangun dan mendorong Hani hingga terguling kelantai.


Bguuhhh...


" Haniiiii " Teriak Laura terkejut.


" Aduhhh " Ringis Hani mengusap kepalanya.


" Ya Tuhan,kamu gak papa " kata Laura panik.


Glek...


Vero menelan ludah kasar dan langsung bangun dengan kolor pendeknya.


Hani dibantu duduk oleh Laura,saat maniknya terbuka Hani langsung melotot melihat Vero didepan matanya.


" Astaga " Pekik Hani syok.


" Haisssttt Verooo,itunya ditutuppp !" Pekik Laura kesal melihat sang adik yg tak dewasa sama sekali.


Vero menunduk kebawah dan melotot melihat adik kecilnya On.


" Ehh sorry " Kata Vero kelabakan dan berlari kekamar mandi.


" Kakak " Ucap Hani menutup wajah malu.


" Ck anak itu keterlaluan !" Decak Laura kesal.


" Ayo berdiri dulu " Ajak Laura membantu Hani bangun.


Gadis itu menurut,raut wajah Hani begitu berantakan antara malu dan takut dalam waktu bersamaan.


" Kenapa kamu bisa tidur dengannya ?" Tanya Laura menyelisik.


" Aku gak tau Kak " Jawab Hani menunduk.


" Haistt,pasti Vero nih ngendap2 masuk " Gerutu Laura gemas.


Hani semakin menunduk,tak lama Vero keluar dengan baju yg ia pakai malam tadi.


Lelaki itu mendekat seraya menggaruk kepala takut melihat tatapan membunuh Laura.


" Kak aku laper " Kata Vero memelas.


Laura mendengus dan berjalan keluar.


Hani masih diam,Vero mendekat dan berdiri didepan gadis itu.


" Aku tidak melakukan kesalahan bukan ? aku tidak tau kau ada dikamar ini juga " Kata Vero datar.


" I iya " Jawab Hani canggung.


Vero langsuñg berjalan keluar mengejar Kakaknya.


Saat ingin menuju dapur,Vero melihat seorang bocah dengan mengaduk aduk buburnya didalam mangkuk.

__ADS_1


" Wah2,ponaan Acu udah bangun yaa lagì sarapan ya sayang " Kata Vero menegur.


Bocah lelaki itu menoleh dan mengangguk kecil.


" Uhhh comelnya,bagi dongg " Rengek Vero.


" No " Jawab bocah itu menggeleng.


" Ih pelit,gak boleh gitu " Kata Vero manja.


Anak Laura bukannya memberi malah menyembunyikan mangkuk buburnya.


Hani yg melihat Vero bercengkrama,menghentikan langkahnya.


Anak Laura tersebut melihat kearah Hani dan tersenyum manis seolah menyapa.


Vero berbalik badan dan diam melihat mantan kekasihnya ada disana.


" Ha ay " Sapa Hani canggung.


Vero berdiri dan berjalan menjauh.


Hani memejamkan mata sejenak mencoba sabar dengan sikap dingin lelaki tersebut.


" Harusnya aku yg marah dan menjauh,tapi ini kenapa malah dia ?" Gumam Hani bingung.


Hani sampai sekarang tidak tau apa masalah Vero memutuskan untuk meninggalkan dirinya,lelaki itu berubah secara tiba2 dan menghilang ntah kemana.


Pernah Hani ingin menganjak Vero bicara,tapi yg ada malah kekecewaan karna Vero datang tidak sendiri melainkan menganjak seorang gadis cantik.


Sejak saat itu,Hani mulai paham bahwa Vero tidak membutuhkan dirinya lagi dan gadis itu juga berusaha melupakan walau begitu sulit dan sakit.


" Ayo temui Mama " Ajak Hani menegur bocah lelaki yg merangkak kearahnya.


Bayi tampan tersebut mengangguk dan meminta Hani menggendong.


Diruang makan,semua serba hening,Laura memperhatikan kedua adiknya dengan seksama.


" astaga aku merasa sedang berada di perkuburan " Gumam Laura gemas.


Tak ada yg bersuara bahkan putranya pun ikut diam.


" Gak usah repot2 Kak " Kata Hani canggung.


" Gak kok Han,oh iya kamu kerja gak ?" Tanya Laura teringat.


" Kerja Kak " Jawab Hani sopan.


" Oh ya udah,nanti minta anter Vero ya " Kata Laura tersenyum.


" Hah " Pekik Hani kaget.


Vero juga terkejut tapi lelaki itu bersikap tenang.


" Hm gak usah Kak,aku bisa sendiri " Kata Hani menolak.


" Jangan dong,kan sekalian Vero juga searah kan " Kata Laura sedikit memaksa.


" Iya kan Vero ?" Tanya Laura dengan senyum mengembang.


" Hm " Jawab Vero cuek.


" Hm gak usah deh Kak,aku juga harus mampir dulu ketempat lain " Kata Hani beralibi.


" Ya gak papa,kan Vero bisa anterin " Kata Laura lagi.


Hani diam,gadis itu melirik Vero yg memasang wajah datar.


" Ya Tuhan,aku mana sanggup sama dia " Batin Hani ingin menangis.


Mereka pun makan dengan tenang,Hani disuruh mandi dirumah Laura dengan pakaian yg sudah dibawa malam tadi.


Saat Hani sudah siap,gadis itu keluar kamar dan melihat Vero sibuk dengan ponsel dan laptopnya.


Lelaki itù terlihat serius,aura ketampanan Vero pun tak bisa disia2kan begitu saja.


Vero sangat mirip dengan Bapaknya si David yg juga tampan maksimal.

__ADS_1


" Sudah puas melihatnya ?" tanya Vero tanpa menoleh.


Hani yg tersadar langsung tersentak kaget.


" Ma maf " Ucap Hani menunduk.


Vero berdiri memasukkan ponsel dan mematikan laptop.


Tanpa bicara lelaki itu langsung berjalan keluar,Hani yg memang hampir terlambat langsung berlari.


" hati2 ya " Ucap Laura melambaikan tangan bersama putranya.


Hani membalas lambaian tangan,Vero hanya tersenyum kecil dan menaiki motor.


" Vero jaga Hani,jangan ngebut " Kata Laura tersenyum manis.


" Hm " Jawab Vero cuek.


Setelah motor hidup,Hani pun mulai naik gadis itu bingung harus berpegangan kepada Vero atau tidak.


Laura dari jauh memberi kode gadis itu agar memeluk pinggang Vero,tapi Hani menggeleng tidak mau karna takut.


Brummm...


Motor itu pun melaju,Hani kelabakan sendiri dan tak sengaja memeluk lelaki tersebut.


" Em maaf " Kata Hani menarik lagi tangannya.


Vero melihat tangan gadis itu perlahan mundur.


Sejukk...


sepi....


Angin pagi terasa menyejukkan,kedua insan tersebut diam seribu bahasa menikmati perjalanan pagi mereka.


Sesekali Hani memundurkan bokongnya takut2 terlalu mepet dengan Vero,lelaki itu tau tapi Vero tak mengubris sama sekali.


Lama terdiam membuat Hani jengah juga,hatinya tak bisa diàjak kompromi.


Gadis itu begitu merindukan masa lalu mereka yg begitu manis.


Masih teringat diingatan Hani bagaimana Vero memperlakukanny dengan penuh kasih sayang,tapi kini sudah tinggal kenangan.


Lelaki itu seolah hilang ingatan dengan apa yg pernah terjadi diantara mereka berdua.


" Disini saja " Ucap Hani menegur.


" Kenapa ?" Tanya Vero sedikit terkejut.


" Hm aku harus ke suatu tempat " Jawab Hani.


Vero diam masih mengegas motornya.


" Vero hentikan " Pinta Hani lagi.


" Kita belum sampai ketempat tujuan " Jawab Vero.


" Memang nya kau tau aku mau kemana ?" Tanya Hani sedikit kesal.


Ciiitttttttt......


Vero menghentikn motornya secara mendadak.


Gadis itu langsung turun dan melihat Vero dengan wajah yg sulit dimengerti.


" Aku tidak tau apa kesalahan ku kepada mu hingga aku seperti punya kesalahan yg begitu fatal dan tak bisa kau maafkan,tapi aku.." Ucap Hani tersendat.


" Aku butuh penjelasan " Lanjut Hani menunduk.


" Tidak ada yg perlu dijelaskan,semuanya sudah berakhir " Jawab Vero tenang.


Hani mematung,detik berikutnya gadis itu berlari menjauh ntah kemana.


Vero tidak mengejar,lelaki itu masih diam ditempat.


" Maafkan aku Hani,bukan kamu yg membuat kesalahan tapi aku,aku gak pantes buat kàmu dan bikin kamu terluka " Gumam Vero nanar.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2