
Satu bulan berlalu,perlahan ingatan Vero menunjukkan kepulihan,pria itu mulai mengenang potongan2 masa lalunya dan itu semua tak lepas dari peran orang tua dan tentu saja Laura.
Tanpa Laura sadari hatinya merasa nyeri karna Vero melupakan kisah cinta mereka dulu,Laura baru merasakannya sekarang,benih rasa itu tumbuh tapi sayang Vero menganggap dirinya keluarga dan bukan seorang gadis seperti dulu lagi.
Laura tak tau lagi bentuk hatinya saat ini,perempuan itu sangat terluka dan remuk redam,sekeras apapun Laura meminta Vero untuk bersikap seperti dulu tetap saja Vero hanya menunjukkan kepudulian sebagai seorang adik.
Laura merasa dirinya sedang terkena karma kehidupan karna kemarin sempat menolak Vero,untuk kedua kali nya Laura merasa tercabik dalam percintaan.
" Vero " Panggil Laura kepada Vero yang sedang bermain game online.
" Hm " Jawab Vero mendongak.
" Kamu beneran ngak inget tentang janji kamu dulu ?" tanya Laura takut2.
" Janji apa ?" tanya Vero mengernyit.
" Ya janji kamu buat em sama2 bareng aku "Kata Laura malu.
" Kakak mau bahas tentang aku mau nikah sama Kakak lagi ?" Tebak Vero.
Laura mengangguk,dirinya sudah kehilangan harga diri saat ini karna terus mendesak Vero tapi Laura tak punya pilihan lain,hatinya selalu sakit melihat sikap Vero yang sudah bersebrangan dengan dia setelah hilang ingatan dulu.
" Please deh Kak,jangan ngawur tau diri napa " Kata Vero kesal.
" Maksud kamu ?" tanya Laura kaget.
" Kita ini sodara,meski pun aku bukan adik kandung Kakak tapi aku menganggap Kakak itu Kakak aku,my sister " Kata Vero tegas.
" Lagian aku udah punya pacar,jadi ngak ada tempat buat Kakak " Lanjut Vero.
Nyesssss....
Dada perempuan itu terasa sesak mendengar penuturan pria itu,Laura sudah terbiasa dengan sikap lembut Vero dulu tapi kini pria itu seolah berubah menjadi orang lain lagi.
" Udah ya Kak,aku capek tau Kakak bahas2 gitu,kesannya murahan emang pacar Kakak ngak ada yang mau ngawinin,sampe Kakak maksa2 aku " kata Vero frontal.
Deg...
Laura makin terkejut dengan kata pedas pria yang sempat akan menjadi suaminya.
" Vero !" Bentak Cila keras.
Pria itu kaget dan langsung menoleh kearah suara.
" Mama " kata Vero terkejut melihat Cila berdiri dengan wajah emosi.
Wanita itu mendekat dengan tatapan tajam.
" Jangan kurang aja kamu Vero !" Kata Cila geram.
" Aku ngomong yang sebenarnya Ma,Kak Laura selalu nanyain hal yang sama berulang2,aku bosan mendengarnya " kata Vero berapi2.
" Tapi kamu ngak boleh ngomong gitu,Laura Kakak kamu " Kata Cila emosi.
" Ya,Mama tau kan Laura Kakak aku tapi kenapa dia terus mendesak aku seolah ingin aku menikahinya dan mengaku bahwa aku pernah cinta sama dia,itu ngak masuk akal Ma " Kata Vero lantang.
__ADS_1
Laura sudah menangis merasa dirinya tak ada lagi arti dihidup pria itu.
" Kamu memang pernah mencintai Laura saat kamu hilang ingatan Vero " kata Cila pelan.
" Itu dulu Ma,aku tak menyadarinya,sekarang ingatan aku udah balik dan aku ngak ingat apapun tentang cinta aku sama Kak Laura " Jelas Vero frustasi.
" Udah Ma hiks " Kata Laura menangis.
" Sayang " Kata Cila iba kepada gadis itu.
" Aku ngak papa " kata Luara berusaha tersenyum.
Vero memalingkan wajahnya malas melihat gadis yang terus mendesaknya itu.
" Maafin Kakak Vero hiks " kata Laura sangat sedih.
x
" Huh udah lah,mending aku mandi gerah " Kata Vero berlalu dari sana.
Laura menunduk antara malu dan terluka.
"Maafin Vero ya Nak " Kata Cila iba.
" Iya Ma,aku selalu memaafkan Vero mungkin memang aku yang ngak sadar diri memaksa Vero ingat " kata Laura tersenyum getir.
" Kasihan sekali nasib mu sayang " Kata Cila memeluk gadis itu.
Laura memeluk Cila dan menumpahkan rasa sesaknya disana.
Gadis itu menangis tersedu sedu memikirkan dirinya yang terus terombang ambing oleh kisah cintanya sendiri.
" Hah kenapa ?" tanya Cila kaget.
" Maafin aku Ma,makin aku disini perasaan aku sama Vero makin kuat,aku tak bisa terus seperti ini Ma,aku akan terus menyakiti dia dan diri ku sendiri " Kata Laura berderai air mata.
" Jangan Nak,kamu mau tinggal dimana hm ?" Tanya Cila khawatir.
" Belum tau Ma,tapi aku benar2 ngak bisa melihat Vero setiap hari dengan perasaan seperti ini " Kata Laura sangat sedih.
" Papa kamu ngak bakal ngizinin Laura,kamu sendirian didunia ini " Kata Cila to the point.
" Aku tau Ma,aku sudah kehilangan semuanya,aku ingin kuat dengan kaki ku sendiri Ma hiks "
Cila menghela nafas,dirinya kasihan kepada Laura yang terus terusan menderita tapi disisi lain,perempuan itu tak mau melepas Laura begitu saja apalagi berita ini sampai terdengar David,pria itu akan sangat marah nanti jika tau Laura ingin keluar dari rumah.
" Aku udah pikirin ini mateng2 Ma,di sisa uang tabung aku,aku bakal hidup mandiri " kata Laura yakin.
" Sayang,hidup diluar itu sangat keras jangan menambah beban mu lagi " Kata Cila tak setuju.
" Aku harus gimana Ma,disini juga aku akan terus tersakiti huhuhu " Kata Laura sangat pusing dengan jalan hidupnya.
Cila menghela nafas dan mengusap air mata gadis itu.
" Kamu masuk kamar tenangin diri kamu ya " Kata Cila lembut.
__ADS_1
Laura menatap wanita itu dengan nanar.
" Nanti Mama pikirkan solusinya " Kata Cila tersenyum.
" Makasih Ma " kata Laura tersenyum haru.
Laura pun kembali kekamar merenungi usulannya.
Malam hari saat David sudah pulang,Cila langsung menceritakan apa yang Laura bilang siang tadi,David sangat terkejut mendengar permintaan gadis itu,tanpa tunggu lama David langsung menemui anaknya dikamar.
" Papa " Kata Laura kaget saat pintu kamarnya terbuka lebar.
Laura yang sedang melipat bajunya di koper pun berhenti bergerak saat manik pria itu menatap tajam kearahnya.
" Kamu mau kemana hah !" Bentak David emosi.
" Mas jangan gitu ih " kata Cila kaget mendengar suara lantang pria itu.
David sudah tak perduli,dia memang tau masalah Laura dan Vero belum selesai tapi mendengar Laura akan angkat kaki dari rumah membuat David murka dan sedih.
" Maafin aku Pa " kata Laura menunduk.
Perlahan air mata yang sempat mengering itu kembali menetes ke pipinya.
" Papa tidak izinkan kamu pergi dari rumah ini Laura !" kata David geram.
" Aku ngak bisa Pa hiks hiks " Kata Laura terisak.
" Jangan keras kepala kamu,kamu pikir hidup diluar tak ada orang tua itu enak hah,nyaman ? ngak Laura " Kata David berapi api.
Cila mengusap bahu suaminya agar tenang tapi David sudah tersulut emosi.
Laura terus menunduk takut dan sedih.
" Kamu tau bagaimana Papa hidup sendirian dulu tanpa orang tua ! kamu tau apa saja yang Papa lalui hingga bisa seperti sekarang !" Bentak David.
Laura berlari dan memeluk kaki pria itu dengan deraian air mata.
" Maafin Laura Pa,tapi Laura udah ngak kuat lagi Pa,Laura bisa gila Pa huhu " kata Laura menangis tersedu sedu.
David mematung dengan nafas memburu,Laura terus memegang kakinya.
" Izinkan Laura keluar dari rumah ini dan mencari kebahagiaan Laura Pa hiks hiks "
Gadis itu menangis pilu dikaki pria dewasa yang sudah menolong ia dan ibunya saat masih kecil dulu.
David mendongak menahan air matanya yang ingin tumpah.
" Ayo bangun sayang " kata Cila mengangkat tubuh putrinya.
Laura menggeleng dan tetap berpegang teguh pada kaki David.
Laura tidak mau lagi menunda waktu,semakin Laura melihat Vero rasa sakit dan cintanya semakin tak bisa terkontrol.
Laura takut menyakiti 1 keluarga itu,karna Laura sudah sangat mencintai keluarga angkatnya.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.