
Semua orang duduk di sofa rumah Cila,David dan Vero pun tak jadi berangkat kerja karna kedatangan tamu tak diundang pagi ini.
Laura menunduk takut karna mengenali pria tua itu,Abraham terlihat tenang dan mengumpulkan nyawa untuk mulai bersuara.
" Silahkan " Ucap Cila membawa beberapa cangkir teh hangat.
" Terima kasih " Ucap Abraham sopan.
" Jadi apa yang terjadi ?" tanya Cila membuka suara.
Cila terlihat tenang seraya melipat dasternya yang sempat terkena air.
" Bolehkah saya berbicara dengan Laura ?" tanya Abraham tak enak.
" Berbicaralah didepan kami " Jawab Vero geram.
" Vero " Tegur David memberi peringatan.
" Aku kesal Pa " Kata Vero geram.
" Baiklah " Ucap Abraham setuju.
Pria itu mengeluarkan ponselnya dan memberikan hp itu kepada Laura.
Laura menerima meski bingung.
" Apa ini ?" Tanya Laura melihat punggung seseorang duduk dikursi roda.
" Itu Justin " Ucap Abraham sendu.
" Kak Justin kenapa ?" tanya Laura kaget.
" Justin lumpuh " Jawab Abraham.
" Apa " Kata Laura kaget.
Abraham mengangguk,Laura melihat foto selanjutnya yang mana kondisi Justin benar memburuk.
" Astaga " Kata Laura menutup mulutnya kaget.
Cila yang kepo pun mendekati Laura dan sama melototnya.
" Ini pria yang membatalkan pernikahan kamu sama Vero kan ?" Tanya Cila mengingat.
" Iya Ma " Ucap Laura menghela nafas.
" Dia kenapa ?" Tanya Cila bingung.
" Justin kecelakaan,dan sejak itu dia memulangkan Laura kepada kalian karna tak ingin membuat Laura terpuruk dengan keadaannya,maafkan atas kelancangan anak saya telah membawa Laura pergi dari kalian,tapi tenang saja Justin tidak pernah menyentuh Laura atau mencelakainya " Ucap Abraham tenang.
" Bagaimana anda tau ?" Tanya David sedikit geram.
" Kalian bisa bertanya kepada Laura jika saya berbohong " Ucap Abraham.
" Apa itu benar ? dia ngak ngapa2 in kamu kan ?" Tanya Cila serius.
" Ngak Ma,Kak Justin baik sama aku " Jawab Laura sedih.
" Jawab yang jujur Kak !" Bentak Vero.
" Iya Vero,aku ngak bohong " kata Laura serius.
__ADS_1
" Lalu apa tujuan anda kemari ?" tanya David menyelisik.
" Setiap hari kondisi Justin sangat memperhatikan,dia begitu menderita setelah Laura pergi " Ucap Abraham terhenti.
Laura sangat terkejut,gadis itu menggigit bibir menahan tangis.
" Kami sudah berusaha untuk membuat Justin kembali bangkit tapi dia seperti ingin membunuh dirinya sendiri,saya sebagai orang tua sangat takut terjadi hal yang tidak diinginkan " Lanjut Abraham sedih.
" Lalu mengapa dulu saat saya mendatangi kalian,kalian bilang tidak tau dimana Kakak saya berada ?" Tanya Vero kesal.
" Saat itu kami memang tidak tau apapun,Justin izin pulang ke Amerika seorang diri tanpa membawa Laura,saya juga tidak tau dimana Laura dan Justin bertemu dan memutuskan tinggal disana beberapa bulan "
David,Cila sangat syok dan melihat Laura.
Laura diam tak menjawab,dirinya takut akan membuat keluarganya makin kecewa.
" Jadi kedatangan saya kesini untuk meminta bantuan Laura " Kata Abraham tenang.
" Bantuan seperti apa ?" tanya David.
" Merawat Justin hingga sembuh " Jawab Abraham.
Brakkk....
Vero mengebrak meja dan berdiri menghadap lelaki itu.
" Anda pikir Kakak saya pembantu apa menyuruhnya merawat pria lumpuh !" Bentak Vero emosi.
" Bukan seperti itu " kata Abraham panik.
" Maaf Pak,kami tidak bisa mengizinkan meski pun Laura bukan anak kandung saya tapi dia menjadi tanggung jawab saya sekarang !" Ucap David tegas.
" Dengarkan saya Pak,ini bukan seperti yang kalian bayangkan " Ucap Abraham berdiri.
" Justin sangat butuh bantuan Laura dan anak saya sangat mencintai putri Anda,memang dulu Justin sangat nakal tapi sejak bertemu Laura Justin berubah,bahkan Justin mulai membenarkan hidupnya sendiri,dia membangun perusahaan agar bisa hidup bahagia bersama Laura nanti " ucap Abraham serius.
" Kami tidak perlu bualan anda,silahkan pergi dari rumah kami " Ucap Vero dingin.
" Saya mohon,beri Justin kesempatan dia sungguh butuh Laura saat ini,bahkan ibunya pun tak bisa membantu,Laura Om mohon kasihani Justin " Kata Daddy Justin kepada gadis itu.
" Apa yang harus aku lakukan ?" Tanya Laura bergetar.
" Kau hanya perlu menyemangatinya,dia kehilangan arah Laura,Justin seperti orang gila saat ini,dia tak merasakan sakit atau apapun,bahkan kesembuhannya tak bisa diprediksi oleh Dokter " Ucap Abraham hampir menangis..
" Mas " Panggil Cila pelan kepada suaminya.
" Aku pikir ngak ada salahnya Laura bantuin Justin Mas,kondisi Justin emang lagi buruk " Kata Cila menunjukkan foto2 Justin.
Terlihat disana Justin mulai kurus tak terawat beda hal saat lelaki itu datang kerumah mereka saat dulu.
Vero berjalan keluar malas melihat drama orang tua Justin yang terus merengek.
" Om mohon Laura,apapun yang kamu mau Om akan kabulkan tapi sekarang Om mohon dengan sangat kepada kamu selamatkan Justin,dia anak Om satu2 nya Laura " Kata Abraham memegang kaki Laura.
Lelaki itu terlihat sangat putus asa dengan kondisi anaknya yang kian parah.
" Tapi Om aku ngak bisa sama Kak Justin " Ucap Laura pelan.
" Kenapa ? kamu masih mencintai adik angkat kamu ?" Tanya Abraham.
Deg...
__ADS_1
Semua orang menoleh kearah Laura,Vero yang ingin masuk kedalam kamar pun terhenti mendengar pertanyaan seperti itu.
Laura menggeleng pelan.
" Kamu hanya masih menyimpan kekecewaan kamu kepada Justin,Om yakin kamu masih mencintai anak Om " Ucap Abraham.
Laura menggeleng tidak tau.
" Beri kami waktu " Ucap Cila.
" Saya mohon,anak saya dalam bahaya " Sahut Abraham.
" Kami juga tidak mudah melepaskan Laura begitu saja tanpa ada ikatan apapun " kata Cila gemas.
" Saya akan menikahkan mereka jika kalian setuju " Ucap Abraham lantang.
" Apa !" Pekik David dan Cila melotot.
" Ya,jika kalian restu saya akan menikahkan mereka berdua dan saja berjanji Justin tidak akan pernah menyakiti Laura,pegang omongan saya " Kata Daddy Justin tegas.
" Mas,mereka lagi ngprank gak sih ?" Tanya Cila khawatir.
" Ngak tau Ma " jawab David polos.
Cila menatap pria tua itu lagi dan menyelisik.
" Ini kartu nama saya " Ucap lelaki itu memberi kartu namanya di dompet.
David menerima dan langsung melotot kaget,Cila mengintip dan sama terkejutnya melihat tulisan disana.
" Waw mereka sangat kaya " Cicit Cila.
David langsung menyenggol tulang rusuk perempuan itu membuat Cila kaget dan menampar lengan David.
" Justin punya perusahaan sendiri di Amerika,tapi saat ini saya yang pegang kendali karna kondisi Justin tidak memungkinkan untuk bekerja " Ucap Abraham.
Cila menelan ludah kasar,jiwa matrealistis wanita itu seketika menggelora tapi naas sang suami mematahkannya begitu saja.
" Kami tidak perduli Justin dan anda sekaya apa,jika anak kami tidak bahagia maka harta tidaklah berharga !" Ucap David tegas.
" Bukan maksud saya merendahkan Pak,saya hanya memberitau tentang Justin sedikit " Ucap Abraham.
" Baiklah,saya akan menghubungi anda jika kami sekeluarga setuju " Kata David tenang.
" Tolong Pak,anak saya butuh bantuan anak anda " Ucap Abraham tanpa ragu.
David menganguk lemah,Abraham pun pamit pulang meski membawa sedikit kekecewaan,tapi lelaki tua itu tak akan menyerah demi kebahagiaan putranya.
Setelah mobil Abraham menjauh,Cila heboh dengan kartu nama itu dan hapenya.
" Ini loh Pa perusahaannya gede ya,ternyata para artis di bawah naungan dia semua " kata Cila takjub.
David diam dan menatap Laura yang hanya menunduk dalam.
" Hehe sorry,em aku pikir Laura akan bahagia nanti kalo nikah sama Justin karna ya kalian lihat sendiri kan kalo keluarga Justin sangat kaya bahkan mungkin setara dengan Kak Reno,terus Papanya nya juga gentle banget datangin kita seorang diri buat minta maaf,padahal dia bos besar loh " Ucap Cila cengengesan.
" Mama !!!" Pekik Vero tak suka.
" Hehe realistis aja Ver heheh " Kata Cila malu.
Vero mendengus kesal melihat ibunya yang sangat menggilai uang meski sebenarnya Cila bukanlah wanita yang memandang sesuatu dengan lembar merah,buktinya Cila sangat mencintai David yang hanya kuli pikul dulu.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya