Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Back


__ADS_3

1 tahun berlalu,kondisi kesehatan Laura dan putranya membaik.


Kini wanita itu mulai aktif lagi seperti dulu meski banyak larangan ini itu dari suaminya.


Seperti pagi ini Laura mencuci piring dan Justin mencuci baju.


Keduanya harus saling membantu lantaran Abraham dan istrinya sudah pindah rumah.


Pasangan baru itu mengalah mengingat rumah yg ditempati Justin saat ini merupakan hasil kerja keras lelaki itu juga.


Abraham tak mau menyusahkan anaknya lagi,ia membeli rumah untuk hidup bersama dengan istri dan anak tirinya.


" Yankkkk mesinnya udah mati belum ?" Tanya Laura sedikit berteriak.


" Udah Yankk " jawab Justin dari arah lain.


" Kamu dimana ?" tanya Laura heran.


" Bentar " Teriak Justin.


" Ck dia ngapain sih ?" Gumam Laura heran.


Wanita itu membasuh tangannya dan mencari sang suami.


" Yank " Ucap Laura kaget melihat Justin duduk lesehan di kasur tipis seraya memegang laptop.


" Bentar Yank ada email masuk " Kata Justin menoleh.


Laura terdiam,bahkan dirumah pun suaminya masih sempat mengerjakan pekerjaan kantor.


" Adek gak nangis ?" Tanya Laura mengintip putranya diayunan.


" Gak,dia udah tidur " Jawab Justin tanpa menoleh.


Laura mengangguk dan duduk disamping lelaki itu.


" Sibuk banget ya ?" tanya Laura mengintip.


" Gak juga,ini ada email yg harus aku balas " Jawab Justin tersenyum.


" Ya udah kamu ngerjain ini aja,biar aku yg urus rumah " Kata Laura mengusap bahu suaminya.


" Gak usah Yank,kamu gak boleh cape2 nanti Dedek ikut gak sehat " Kata Justin tegas.


" Tapi kan kamu...


" Udah,kamu tenang aja dirumah ini hanya ada kita berdua,jadi harus saling bantu " Kata Justin lembut.


Laura menghela nafas dengan senyum tulusnya,wanita itu merasa begitu beruntung dapat suami seperti Justin.


Meski pria itu punya masalalu yg kelam,tapi kini Justin membuktikan bahwa dirinya bisa berubh menjadi lebih baik.


" Ya udah,aku siapin sarapan ya nanti kamu mandi langsung makan " Kata Laura bangun.


Justin mengangguk,Laura pun langsung berjalan kedapur lagi menyiapkan masakan yg sudah ia buat pagi2 sekali..

__ADS_1


" Akhhhh ada apa lagi ini,kenapa datanya menghilang tiba2 " Gumam Justin kembali serius melihat laptop.


Lelaki itu bukannya membalas email melainkan mengecek data perusahaannya yg tiba2 menghilang dicuri orang.


Email dari karyawannya satu persatu masuk memberikan berita yg kurang mengenakkan.


" Ini tidak bisa dibiarkan,aku harus mengurus semuanya dengan cepat sebelum terlambat " Gumam Justin tegas.


Lelaki itu bangun dan berjalan cepat kearah kamarnya.


Justin tak berani bercerita masalah kantor kepada Laura takut membuat wanita itu banyak pikiran.


Justin begitu menjaga hati dan isi kepala istrinya apalgi air susu Laura tak bisa memproduksi banyak asi untuk sang anak.


Setelah berberes,,Justin berpamitan pergi bekerja dan berpapasan dengan Cila yg kebetulan diantar Vero.


" Kenapa buru2 ?" Tanya Laura menghadang lelaki itu.


" Gak kok Ma,emang gini stelnya " Jawab Justin terkekeh.


" Ck santai aja Justin,kalo udah rejeki gak bakal kemana " Balas Cila gemas.


" Hehe iya Ma,titip anak istri ku ya,assalamualaikum " Ucap Justin sambil berlari.


Cila menggeleng pelan melihat tingkah menantunya yg sangat kekanakan.


" Kamu nunggu apa Vero ?" Tanya Cila melihat Vero mematung ditempat.


" Hah udah selesai ya ?" tanya Vero polos.


" Ck,sana kerja cari duit yg banyak !" Titah Cila tegas.


Cila mengibas rambutnya dan masuk kedalam rumah.


Vero mendengus memutar mata malas melihat kesombongan sang ibu.


Lelaki itu pun pergi berangkat bekerja dengan gerutuan seperti biasa.


Ditempat lain seorang gadis sedang mencuci piring makannya,suasana begitu sepi.


Kini Hani tak tinggal dirumah Vero lagi lantaran hubungan keduanya sudah berakhir.


Semua janji manis seolah mengambang begitu saja saat Vero mengatakan hubungan mereka tidak bisa dilanjutkan karna suatu hal.


Hani begitu terpukul menerima hal pahit tersebut, karna selama ini hanya Vero dan keluarga Cila yg ia punya,tapi apa boleh buat gadis malang itu tak bisa menuntut.


Ntah apa yg sebenarnya terjadi,Vero meminta Hani untuk fokus sekolah dan bekerja,tidak untuk menikah dan jadi ibu rumah tangga.


Vero pun sangat sibuk,lelaki itu sudah memutuskan untuk meningkatkan dirinya dalam segi hal mencari nafkah.


" Huh udah jam 7" Gumam Hani melihat jam didinding.


" Aku harus bersiap2 sekarang sebelum terlambat " Lanjut Hani buru2.


Gadis itu menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas mandi.

__ADS_1


Setelah semua selesai,Hani siap berangkat bekerja.


Kini gadis itu sudah mendapatkan gelar kelulusannya,tapi berhubung ijazah belum keluar gadis itu mencari pekerjaan untuk menghidupi hidup sendiri.


Hani baru menyadari susah nya mencari uang,bahkan untuk makan saja ia harus berhemat sebisa mungkin.


Beruntung Cila tidak melepaskannya seperti Vero,wanita itu sangat bermurah hati membantu perekonomian mantan anaknya karna Cila tau,Hani sangat membutuhkan bantuan.


Walaupun sedikit kecewa dengan keputusan yg diambil sang putra,tapi apa boleh buat itu pilihan mereka dan Cila sebagai ibu tidak mau ikut campur.


Hani mengunci pintu kontrakan dan mulai berjalan menyusuri jalan raya mencari angkot.


" Semoga hari ini menyenangkan " Gumam gadis itu menyemangati diri.


Tak lama angkot pun terlihat,tanpa tunggu lama Hani langsung menaiki mobil yg akan membawanya menjemput rezeki.


Sesampainya di tempat tujuan,gadis itu langsung tersenyum cerah saat maniknya melihat seorang lelaki yg sedang melayani konsumen.


Hani berjalan cepat dan menepis bahu lelaki tersebut.


" Hei kau sudah datang " Tegur lelaki itu kaget.


" Iya aku tidak mau gaji ku terpotong " jawab Hani datar.


" Cepat taruh tas mu,pekerjaan ku belum selesai " Ujar Reka gemas.


Hani mengangguk dan berlari kebelakang.


Keduanya bekerja dalam 1 tempat yaitu toko sembako,Hani dan Vero mencari pekerjaan bersama sama,dan beruntung pimilik Toko kasihan kepada mereka yg sama2 anak yatim piatu.


" Nanti bayarnya sama gadis yg tadi Bu " Ucap Reka tersenyum.


" Hm baiklah " Jawab seorang wanita dengan pakaian santai berkelas.


Hani muncul dengan seragam khasnya dan mulai duduk dikasir.


" Sudah selesai Bu ?" tanya Hani sopan.


" Ini Dek " Jawab ibu itu memberi keranjang.


Hani mengangguk dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


Dari jauh Reka menoleh menatap gadis manis itu dengan senyum kecil.


2 tahun berteman dalam suka duka membuat Reka dan Hani begitu dekat,bahkan saat Hani terpuruk ditinggal Vero,Reka siap siaga menjadi tempat ternyaman gadis itu mencurahkan isi hati.


" Huh apa yg aku pikirkan " Gumam Reka menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak mungkin bisa menyentuh hati gadis itu,sedangkan Vero sudah menancap dihatinya begitu dalam." Lanjut Reka lesu.


" Hah sepertinya aku mulai gila lagi,aaakhhh tidak2 ini tidak mungkin terjadi " kata Reka mengacak rambutnya kesal.


❤❤❤❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


Maaf banget baru bisa Update sekarang,author lagi sibuk sama dunia nyata jadi gak ada waktu buat ngejar yg disini,tapi author bakal berusaha memberikan yg terbaik buat pembaca setia author selama ini.🧡


Terima kasih atas dukungan dan masukan kalian,jangan canggung buat koment ya luapkan isi hati kalian semuaanyaaaa,terima kasih💋💖


__ADS_2