
Hari ini suasana sedikit gaduh dari biasanya.
Tak terasa rumah yg biasanya sepi kini terdengar ramai.
" Ini mana tutupnya ?" Tanya seorang wanita parubaya dengan setoples kue.
" Tadi Sofia yg makan Bi " Ucap Tania seraya menonton tv.
" Mana Sania nya ?" tanya Cila.
" Gak tau " Jawab Tania mengangkat bahu.
" Ishhhh...." Desis Cila merasa kesal.
Wanita itu berjalan menuju kamar seseorang.
Cekrek..
Pintu kamar terbuka dan nampaklah seorang gadis kecil sedang merengek kepada ibunya.
" Sofia kenapa ?" Tanya Cila mendekat.
" ini Ma,Sofia mau gosok perut aku,tapi aku masih mual " Jawab Hani hati2.
Cila melihat Sofia dan naas wajah cucunya sudah banjir air mata
" Jangan dulu Sofia,Mama kamu lagi sakit " Kata Cila memberi perhatian.
" Mau gosok aja Nek ajak adek ngobrol " Kata Sofia kesal.
" Ya nanti,gak kasihan sama Mama kamu udah pucat gitu,nanti adek kamu nangis didalam " kata Cila gemas.
" Emang udah bisa nangis ?" tanya Sofia kaget.
Hani pun ikut kaget mendengar penuturan mertuanya
" Iya,nanti kalo adek mu merajuk dan gak mau keluar gimana ? Kan kasihan dia " kata Cila makin melantur..
" Beneran Ma ?" tanya Hani menelan ludah kasar.
Wanita muda itu terlihat masih polos dengan kehamilannya yg sudah membesar.
Cila mengangguk pelan.
" Aduhh jangan dulu ya Nak,nanti kalo Mama udah sehat baru kamu boleh elus2,ini Mama mual banget " kata Hani ngeri sendiri.
Sofia mengangguk setuju,gadis kecil itu juga takut jikalau adiknya menangis didalam perut sang ibu.
" Eh btw tutup toples kue tar mana ?" tanya Cila teringat.
" Hah " kata Sofia tak paham.
" Tutupnya mana ? Kata Sania tadi kamu yg main " Jelas Cila berkacak pinggang
" Oh ada,ikut aku " Kata Sofia berjalan keluar.
Cila menatap cucunya dengan gelengan pelan.
" Kamu istirahat aja,Mama bakal jaga diluar " Kata Cila melihat Hani.
" iya Ma,makasih banyak ya " Balas Hani merasa terharu.
" gak usah lebay " Cibir Cila seraya berjalan keluar.
Brakk...
Pintu tertutup rapat,Hani menganga mendengar cibiran Mertuanya yg asal ceplos.
" Mama mah gak haus pujian banget " Kata Hani gemas.
Wanita itu kembali berbaring mengistirahatkan tubuhnya.
Semalam,wanita hamil itu tak sengaja terpeleset dianak tangga menuju dapur.
__ADS_1
Hani yg sedang hamil besar pun begitu ketakutan melihat darah yg keluar.
Beruntung dirumah itu ada Sofia yg sudah mengerti cara melindungi ibu sambungnya,tanpa tunggu lama bantuan pun datang saat Sofia berlari keluar minta bantuan tetangga untuk membawa ibunya kerumah sakit.
Vero masih dipenjara dan mereka tidak mau terus menunggu kedatangan lelaki itu.
Hani dan Sofia hanya bisa berpasrah diri untuk kebaikan mereka semua.
Menuju malam,Denis sampai dirumah itu dengan membawa banyak makanan.
Salah satu putrinya ditugaskan disana untuk membantu Hani meski tak banyak yg harus dilakukan..
" Kak Rania mana Pa ?" tanya Tania sambil membuka bungkus martabak.
" Dirumah,mau kesini " Jawab Denis.
" Hm,Pa aku boleh keluar gak bentar ?" tanya Tania hati2.
" Keluar kemana ?" tanya Denis mengernyit.
" Jalan ama temen Pa,dia ngajakin aku makan hehe " Jawab Tania menggaruk kepala.
" Oh cowok ?" Tebak Denis.
Tania mengangguk pelan.
" Hmm ya udah,tapi dia kesini kan jemput ?" tanya Denis lagi.
" Iya Pa,dia temennya Kak Hani juga " Jawab Tania malu.
Denis mengangguk pelan,meski tak tau siapa lelaki yg akan membawa putrinya tapi Denis berusaha memberi kebebasan karna Tania memang sudah dewasa begitupun Rania.
Tak lama Rania sampai.
Gadis itu terlihat ceria dengan rambut ikat kuda.
" hay semua " Sapa Rania hangat.
Rania mendekat dan memeluk lelaki itu sejenak seraya memberi ciuman sayang.
" Mama gak ikut ?" tanya Denis.
" Gak,kata Mama ntar keramean dirumah Kak Hani,kesepian dirumah kita " Jawab Rania dengan logat ibunya
" Ckck Mama kamu ada2 aja " Decak Denis geli.
Rania tersenyum begitupun Tania.
" Ya udah,mau magrib nih,siap2 yok solat dulu " Ajak Denis.
" Papa mau mandi ?" Tanya Tania siaga.
" Iya,mau siapin alat mandi Papa ?" tanya Denis mengangkat alisnya.
" Siap Pak !" Balas Tania dengan tangan hormat.
Gadis itu langsung berlari membuat Denis tertawa renyah..
" Ayo sayang " Ajak Denis merangkul bahu Rania masuk.
Rania mengangguk dengan merangkul pinggang cinta pertamanya tersebut.
Pintu rumah pun tertutup rapat.
Tanpa disadari,di dekat dapur Cila mengusap ujung matanya
Wanita itu merasa terharu dengan keharmonisan Denis beserta anak gadisnya tersebut.
" Kamu berhasil Denis " Ucap Cila lirih.
Tidak sia2 perjuangan Denis selama ini hingga mendapatkan anak2 yg begitu memuliakan dirinya..
" Andai Vero ada disini,pasti kebahagiaan Kakak lengkap selengkap2nya " Lanjut wanita itu lagi dengan wajah sendu.
__ADS_1
Tak bisa dipungkiri,perasaan seorang ibu begitu melekat dihati Cila.
Ia juga mendambakan sosok anak2 yg soleh dan soleha.
Magrib tiba,semua orang berkumpul diruang keluarga untuk mengingat Tuhan.
Setelah semua selesai,Tania langsung bersiap2 membuat Rania bingung
" Mau kemana ?" tanya Rania dengan remot tv.
" Jalan sama temen " Jawab Tania.
" Oh cwok ?" Tebak Rania.
" iya Kak,cwok yg pernah aku cerita dulu " jawab Rania.
" Temen 1 kantor itu ?" Tebak Rania lagi.
Tania mengangguk pelan.
" Masih berhubungan sama dia ?"
" Iya Kak,kemarin dia pergi keluar kota tapi sekarang balik lagi dan ajak aku makan " Jawab Tania semangat.
" Oh iya Kak,pinjem kemeja mu yg corak itu ya,aku lupa bawa baju " Kata Tania menggaruk kepala.
" Aku mau pake besok buat praktek " Balas Rania.
" Iya pinjem bentar,gak bakal kotor kok,janji !" Kata Tania memelas.
" Ck,ya udah sana " balas Rania malas.
" Yeeeee" Tania berlari menuju kamar untuk berganti pakaian.
Rania masih stay depan tv,gadis itu tak punya banyak tenaga untuk bicara banyak.
Jadwalnya cukup padat,gadis yg saat ini berprofesi sebagai asisten dosen tersebut harus banyak belajar agar ilmunya bertambah.
Denis tak melarang atau membatasi anaknya ingin menjadi apa,lelaki itu cukup membimbing serta suport asal semua berjalan baik..
Asik menonton tv tiba2 ucapan salam terdengar dari luar.
" Dah sana buka pintu " Ucap Rania kepada Sofia yg duduk disebelahnya.
" Males ah,Kakak aja " Kata Sofia lesu.
" Ck kamu aja,ini kan rumah mu " kata Rania memutar mata.
" Rumah Papa,aku sama Mama cuma numpang " Balas Sofia lagi.
" Aduhhh sana cepetan buka,kasian orangnya nunggu nanti dimarahin Nenek " Kata Rania sedikit mengancam.
" ishhhhh males deh " Balas Sofia kesal.
Mau tak mau gadis kecil itu bangun dan berjalan menuju pintu rumah.
Cekrekkk....
Pintu pun terbuka,Sofia mendongak dan maniknya seketika terbelakak.
" OM !" Ucap Sofia kencang.
" Hay " Sapa pria itu dengan senyum kecil.
" Ommmm bruugghhh " Sofia meloncat dan langsung memeluk pria tinggi kecoklatan tersebut.
Diruang tamu,Rania mengernýit mendengar Sofia berteriak.
" Siapa sih yg bertamu ?" Gumam Rania penasaran..
❤❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1